Alga adalah seorang pria bekerja sebagai nelayan. Ia bekerja untuk mencari ikan setiap hari untuk kuliah istrinya dan makan sehari-hari. Pergi pagi pulang malam agar bisa mendapatkan tangkapan ikan yang banyak. Sayangnya saat istrinya sudah S2 dan menjadi sekretaris, istrinya malah selingkuh dengan CEO tempat ia bekerja dan meninggal Alga dan anaknya.
Istrinya malu mempunyai suami nelayan seperti Alga dan akhirnya meminta cerai lalu menikah dengan pria pilihannya itu.
Hancur hati Alga setelah bercerai dengan istri tercintanya, saat sedang menjaring ikan, Ia tak sengaja jatuhkan kelaut karena Ia masih dalam kesedihan, tapi siapa sangka jika ia mendapat sebuah sistem.
Sistem Nelayan, setiap ia menangkap ikan, menjual ikan, maka ia mendapat hadiah dan poin yang mengubah hidupnya menjadi orang sukses.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
...happy reading...
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
Para nelayan itu juga penasaran, mereka perlahan-lahan mendekat ke arah pelabuhan dan mereka terpukau melihat kapak tersebut.
"Wah, gila! Kapal siapa ini?" tanya mereka penasaran.
Mata Alga berkaca-kaca, ia tak menyangka jika ia mendapat kapal yang sangat mewah ini. Alga pun memegang kapal tersebut, ia menyentuh sebuah tangga di layar hologramnya yang tiba-tiba muncul di layar hologramnya.
Saat Alga menyentuh gambar tangga itu, perlahan-lahan sebuah tangga keluar dari dalam kapal dan mengarah di depan Alga.
Alga pun menaikan anak tangga tersebut. "Hey Alga! Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau naik kapal itu!" teriak mereka terlihat khawatir, karena kapal mewah itu pasti tidak akan membiarkan nelayan rendahan seperti mereka untuk menaikinya.
"Tidak apa-apa," kata Alga.
Saat sampai ia di depan pintu, Alga melihat ada sebuah hologram yang sama persis seperti rumahnya kemarin, Alga meletakkan tangannya di layar hologram tersebut.
"Lihatlah, apa yang di lakukan oleh Alga?" tanya mereka penasaran, tapi mereka takut untuk mengikuti Alga.
Saat masuk, mata Alga membuka saat melihat kemewahan isi kapal tersebut, kapal ini lebih tepatnya adalah kapal pesiar, mana mungkin ia bawa untuk menjala ikan.
"Grisha pasti senag melihat kapal ini," kata Alga tersenyum mengingat anaknya itu.
"Ah iya, qku harus pergi menjemput Grisha," kata Alga cepat.
Meskipun ia belum puas meliht kemewahan kapal itu, tapi ia harus melihat puas bersama putri kecilnya.
Alga langsung keluar dari kapal tersebut dan menutupi pintu kapal itu.
Ia berlari keluar dari kapal tersebut, dan para nelayan itu kebingungan melihat Alga yang buru-buru tersebut, apakah ada sesuatu di dalam kapal itu.
"Alga ada apa?" tanya mereka mendekat.
"Aku ingin menjemput anakku dulu," kata Alga.
"Oh ya, Bang Yanto. Karena kau tidak punya sampan lagi, maka ambillah sampanku untukmu, aku berikan sampanku itu secara gratis," kata Alga cepat.
"Apa? Kau memberi sampanmu secara gratis? Lalu kau mau menjaring ikan pakai apa?" tanya Yanto kebingungan.
"Itu kapalku," kata Alga menujuk ke arah kapal besarnya itu.
"Ha? Itu kapalmu? Yang benar?" tanya mereka tak percaya.
"Iya. Ya udah ya, aku pergi dulu, aku mau jemput anakku dulu," kata Alga mengangkat tangannya berlari untuk pergi.
"Terima kasih Alga!" terima Rinto merasa sangat senang.
"Ya," jawab Alga yang telah menjauh.
"Berhubungan aku sudah punya uang aku pesan taksi deh, biar anak aku nggak kepanasan." kata Alga berhenti di pinggir jalan tersebut.
Ia melihat sebuah taksi yang melintas, Alga berlari sambil berteriak.
"Taksi! Taksi!" teriak Alga.
Sebuah taksi pun berhenti di pinggir jalan, Alga langsung masuk ke dalam taksi tersebut.
Ia tak menduga, ternyata ada seorang wanita di dalam mobil membuat ia tertegun, tapi ia tak bisa menunda waktu lagi, karena ia harus segera menjemput anaknya.
"Permisi," ucap Alga masuk ke dalam. Wanita itu tampak risih atas kedatangan Alga.
"Kamu mending cari taksi lain aja deh, kamu terlihat miskin!" kata wanita itu.
"Maaf Buk, saya ingin buru-buru menjemput anak saya," kata Alga tetap masuk ke dalam.
"Pak, ini gimana sih, masa orang miskin di biarkan masuk, emang dia sanggup bayar?" ucap wanita itu dengan nada ketus.
"Maaf Buk, jika dia memberhentikan taksiku, itu artinya dia sanggup bayar, jika tidak mungkin dia sudah naik ojek dari tadi," kata Supir taksi itu Berwibawa.
"Benar nih kata bapak supir," kata Alga tersenyum sambil mengacungkan jempol.
"Kalau Anda tetap membawa pria miskin ini, mending saya keluar dari taksi ini, saya tidak sudi berdampingan dengan pria miskin!" kata Wanita itu dengan ketus.
"Ibu tetang saja, bapak ini duduk di samping saya saja, dengan begini nggak menganggu ibu toh?" kata supir taksi itu.
Wanita iti diam dengan wajah cemberut, Alga pun naik dalam taksi tersebut duduk di samping supir taksi. Lagian Alga juga tak mau berdebat, jiak berdebat nanti supit taksi itu akan kehilangan sumber keuangannya, apa lagi supir taksi itu sangat baik.
Perlahan, taksi kembali melaju di jalanan. "Mau kemana Pak?" tnya supir taksi tersebut.
"Mau ke TK Cantika Mesra," jawab Alga.
Supir taksi itu mengangguk.
Alga berpikir sejenak, karena sekarang ia memiliki uang, ia harus beli kendaraan, seken pun nggak masalah, asalkan bisa antar Grisha sekolah.
"Baiklah anak-anak, semuanya pulang sekolah, ayo bersalaman," kata Ririn.
Para anak pun berbaris dan bersalaman, saat Grisha ingin bersalaman, Ririn tidak menggubrisnya. Ia menganggap Grisha tidak ada.
Grisha hanya terdiam, ia keluar dari ruangan dengan wajah sedih. Apalagi saat di kelas, semua siswa di ajari membaca, sementara ditinya tidak, semua siswa bertanya di jawab, sementara dirinya tidak, Grisha sangat sedih.
"Heh! Minggir kamu anak miskin!" ucap seorang murid mendorong Grisha, karena merasa Grisha menghalangi jalannya, apa lagi kata gurunya, mereka harus menjauhi Grisha.
Grisha terdorong ke besamping beberapa langkah dan akhirnya ia terjerembab ke tanah.
"Aduhh," kata Grisha kesakitan.
"Makanya kalau jalan itu yang bener, jangan menghalangi orang dong," kata Yuni dengan nada merendahkan.
Tak lama kemudian, Alga sampai di sekolah tersebut, ia melihat Grisha yang terduduk di atas rerumputan itu dan di depannya ada 3 siswa yang sedang menertawakan Grisha.
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...