NovelToon NovelToon
MATIMU MEMBERIKU JODOH

MATIMU MEMBERIKU JODOH

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 5
Nama Author: Neti Jalia

Najwa, seorang gadis berusia 23 tahun. Menikahi seorang pria yang sudah dia pacari selama 9 tahun, sejak dirinya duduk di bangku SMP. Awalnya semua berjalan lancar, sampai suatu ketika Najwa mendengar sebuah surat wasiat, yang dibacakan oleh keluarga suaminya. Surat wasiat yang diberikan suami Najwa sebelum pergi bertugas.


Apa isi wasiat itu? apakah Najwa akan menerimanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neti Jalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Bicara

Ega dan Najwa kini tengah berada dijalan, menuju kediaman Rahmat. Pengantin baru itu mengendarai sepeda motor peninggalan Affan sebagai alat transportasi mereka. Tak ada satu patah katapun dari mereka , selama perjalanan itu berlangsung. Bahkan Najwa cenderung memberi jarak diantara keduanya, meski hanya beberapa senti saja.

Setelah memakan waktu hampir 10 menit, merekapun tiba di kediaman Rahmat. kebetulan Rahmat dan Intan tengah berbincang di ruang tamu.

"Kalian sudah datang?" tanya Intan antusias.

"Ya ma." Jawab Najwa sembari mencium tangan Intan, kemudian mencium tangan Rahmat.

"Ada yang perlu Ega bicarakan ma," ujar Ega tanpa basa basi.

"Ada apa? apa ini tentang bulan madu kalian?" tebak Intan.

"Eh? bu-bukan ma." Jawab Ega terbata.

"Lalu apa dong?" tanya Intan.

"Anu...rencananya Ega besok mau langsung pulang ke kota J. Ega nggak bisa ambil cuti lagi ma, soalnya cuti Ega sudah Ega ambil pas Affan meninggal. Terus cuti nikah juga diberi waktu 3 hari. Ega harus kerja lusa." Jawab Ega.

"Kamu ikut suamimu kan?" tanya Intan pada Najwa.

Najwa terdiam. Dia cukup bingung mengambil keputusan sebesar itu. Najwa akui dirinya kini sudah menjadi istri seseorang, tapi dia juga anak dari kedua orang tuanya. Dia masih belum tega harus meninggalkan orang tuanya secepat ini.

"Kenapa? apa kamu berat meninggalkan kariermu disini?" tebak Intan.

"Bukan ma. Hanya saja, Nana masih belum rela meninggalkan buk'e dan pak'e. Walau bagaimanapun Nana putri tunggal mereka, pasti nggak mudah juga melepas Nana terlalu cepat pergi sejauh itu." Jawab Najwa.

"Kalau soal itu tergantung pada suamimu. Apa suamimu ridho, kamu tinggal disini sementara waktu? minimal sampai kamu menyelesaikan semua urusanmu disini. Tidak mungkin kamu main pergi gitu aja, tanpa pamitan dari pihak sekolah kan?" tanya Intan.

Najwa melirik kearah Ega, karena ingin tahu respon suami barunya itu.

"Tidak masalah kalau kamu mau tinggal disini dulu, sampai kamu siap. Baik itu seminggu, sebulan, atau bahkan bertahun-tahun." Jawab Ega.

"Perkataan macam apa itu? jadi sebenarnya kamu mengizinkan atau tidak? jangan mengeluarkan kata-kata ambigu seperti itu," ujar Rahmat.

"Ya sudah, nanti biar kami bahas berdua saja. Yang penting Ega sudah menyampaikan apa yang Ega ingin sampaikan," ucap Ega.

"Ega naik keatas dulu, sekalian beres-beres buat besok," sambung Ega.

Ega beranjak dari tempat duduknya, dan bergegas menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya.

Intan mengusap puncak kepala Najwa, sembari tersenyum.

"Sabar ya nak? mama tahu, pasti belum ada cinta diantara kalian. Dan itu pasti memang tidak mudah, terlebih sikap Ega sangat bertolak belakang dengan Affan. Kamu harus banyak-banyak bersabar," ujar Intan.

"Iya ndok. Kamu juga harus mengambil keputusan secepatnya, tidak mungkin kalian selamanya berjauhan. Kalau ingin menumbuhkan rasa cinta diantara kalian, maka kalian harus tinggal bersama," timpal Rahmat.

"Iya Pa." Jawab Najwa.

"Sekarang lebih baik kamu susul suamimu, mungkin ada banyak hal yang harus di bahas denganmu sebelum dia pergi besok," ucap Intan.

"Iya ma. Ya udah, Nana keatas dulu ya ma?" ujar Najwa.

"Ya. Banyak-Banyak sabar kalau bicara sama Ega," ucap Intan.

"Emm." Najwa mengangguk.

Najwa kemudian naik keatas, untuk menyusul suaminya.

"Ah...papa nggak bisa membayangkan seperti apa kehidupan rumah tangga mereka nanti. Terus terang papa sedikit khawatir dengan Nana, mengingat sikap Ega yang selalu bicara ketus," ujar Rahmat.

"Papa tenang saja. Kita akan rajin mengontrol keadaan rumah tangga mereka. Jika memang Ega tidak bisa berubah dan bersikap kasar pada Najwa, maka kita tidak perlu memihak pada putra Kita. Kita harus memihak pada kebenaran," ucap Intan.

"Mama benar. Walau bagaimanapun Najwa sudah kita anggap seperti putri kita. Jadi tidak benar kalau kita membela Ega, hanya karena dia putra kita."

Kriekkkk

Najwa menekan handle pintu setelah mengetuk pintu itu sebanyak tiga kali. Najwa mendapati Ega tengah merapikan pakaian kedalam koper.

"Apa ada yang bisa Nana bantu kak?" tanya Najwa sembari duduk di tepi tempat tidur.

"Tidak perlu." Jawab Ega singkat, sembari terus memasukkan pakaian kedalam koper.

Jadilah Najwa hanya diam sembari melihat Ega yang tengah sibuk dengan urusannya sendiri itu. Setelah selesai, Ega ikut duduk ditempat tidur, karena dia perlu membahas tentang kelangsungan rumah tangga mereka.

"Sebenarnya aku bingung harus mengatakan hal ini atau tidak denganmu, mengingat hubungan kita ini hanya sebatas menjalankan isi surat wasiat itu. Tapi Najwa, biar aku jujurkan saja padamu, terus terang aku memiliki kekasih yang sangat aku cintai saat ini. Aku tidak tahu hubungan kita kedepannya akan menjadi seperti apa, tapi aku juga tidak mungkin melepaskan kekasihku," ujar Ega panjang lebar.

"Jadi secara tidak langsung dia ingin memberitahuku, bahwa hubungan pernikahan ini selamanya tidak akan pernah berhasil? dan secara tidak langsung juga dia ingin aku mundur dengan sendirinya. Apa dia pikir dia ini anak raja Salman? hingga aku pasti mengemis cinta padanya? apa itu tadi, kekasih? memangnya aku perduli?" batin Najwa.

"Apa menurutmu kita membuat surat perjanjian saja?" tanya Ega.

"Surat perjanjian?"

"Ya. Kalau selama satu tahun hubungan kita tidak memiliki perkembangan apapun, maka kamu dan aku berhak mengajukan perceraian." Jawab Ega.

"Oh...jadi dia mau sok memberi waktu pada hubungan kami? apa dia tahu, sebenarnya aku juga setengah hati menjalankan isi wasiat ini? tapi dia berkata seolah perkataannya itu adalah bentuk kedermawanannya," batin Najwa.

"Satu tahun terlalu lama. Bagaimana kalau 6 bulan saja?" tanya Najwa.

"Wanita ini. Padahal dirinya itu sudah bekas, tapi masih saja sok. Lagipula mau setahun atau 6 bulan, tidak akan ada pengaruhnya buatku. Sudah kupastikan hubungan ini tidak akan berhasil," batin Ega.

"Baiklah, aku setuju. Jadi bagaimana dengan kariermu? apa kamu rela mempertaruhnya hanya untuk hubungan yang tidak pasti?" tanya Ega.

"Tidak masalah. Karena Nana percaya, nanti ditempat yang baru Karierku akan jauh lebih baik lagi. Lagipula Nana memang harus menjalani itu semua, kalau tidak ingin berdosa bukan?"

"Ya terserah saja. Kalau kamu mau ya menyusul, kalau tidak mau ya tidak masalah," ujar Ega.

"Apa aku harus menanyakan tentang hubungan suami istri secara intim? bagaimana kalau dia mengambil keuntungan dariku?" batin Najwa.

"Emm...kak..."

"Apa?" ujar Ega tanpa menoleh, dan sibuk dengan ponselnya.

"Ap-Apa dalam hubungan selama 6 bulan itu, harus ada sentuhan fisik?" tanya Najwa hingga membuat Ega menghentikan gerakkan tangannya dan menoleh kearah Najwa.

"Kamu tenang saja. Aku dan kamu tidak saling mencintai, jadi kemungkinan untuk melakukan hubungan seperti itu sangatlah kecil. Kecuali hubungan kita mengalami perkembangan, tapi kamubtahu sendiri itu nggak mungkin. Karena aku ada hati yang perlu aku jaga," ucap Ega.

"Pria aneh. Dia memberikan peluang untuk hubungan agar berkembang, tapi disisi lain dia sudah memastikan sendiri kalau hubungan itu tidak akan berhasil. Jadi kalau begitu, untuk apa nego yang tidak penting di teruskan?" batin Najwa.

"Nana mengerti. Nanti setelah selesai urusan disini, Nana akan segera menyusul kesana," ucap Najwa.

"Emm." Jawab Ega tanpa melihat kearah Najwa.

Najwa yang merasakan kantuk, dengan berani tidur di kasur milik Ega. Ega yang tengah asyik berbalas chat dengan Melody, tidak sadar kalau Najwa sudah tidur dibelakangnya.

1
Sri Sumiartini
kesan nya Nazwa gampangan ya...
Ika Rosmawati
Luar biasa
Mamanya Ruslan
Lumayan
Mamanya Ruslan
Biasa
Siti Juaningsih
Luar biasa
Sarita
😭😭😭😭😭😭😭 Thor kenapa banyak bawang sih di rumahku
Sarita
kasihan ya baru nikah di tinggal tugas .terus entar meninggal .jadi janda kembang dong Nazwa
Shee_👚
di awal cerita sedih, tapi di akhir cerita nya bikin sakit perut
bagus ceritanya.
Susana Ana
Masya Allah kk sungguh luar Biasa
Rydwan Ap
astaga dasar Butet😂
Rydwan Ap
waah.. wahh dasar Butet😂
Rydwan Ap
ughh kk neti gara² baca ini jdi ikutan tegang punyaku 😫
Rydwan Ap
walaupun di sini Arga yg kliatan maksa tpi kan najwa jga seharusnya jngn mudah mau aja jdi terkesan kyk perempuan gimana gitu🙄
Rydwan Ap
jadi ke inget sama oppa recky dulu seperti ini jga sama anissa dan ujung² nya cinta mati😁
Rydwan Ap
ya ampun kasihan skli nana klo yg gugur itu benar² affan
Micke Rouli Tua Sitompul
ega menikah dgn nazwa
lani
lucu bnget.wkwkwk.hahaha
Widarto Saja
ai butetttttttttt🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣😂😆😆😆
Widarto Saja
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ummikhusnul
hebat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!