NovelToon NovelToon
Rembulan Tertusuk Ilalang

Rembulan Tertusuk Ilalang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Cintapertama / Nikah Kontrak / Dendam Kesumat / Roh Supernatural
Popularitas:106
Nilai: 5
Nama Author: Cathleya

Rembulan Senja adalah anak yatim-piatu di sebuah panti di kota pesisir pantai. Hidupnya selalu diliputi kemalangan. Suatu hari, dirinya melihat mobil mewah terbalik dan mengeluarkan api, milik orang kaya dari kota.

Dibalik kaca, dia mengintip, tiga orang terjebak di dalamnya. Tanpa keraguan, tangan mungilnya membuka pintu yang tak bisa dibuka dari dalam. Akhirnya terbuka, salah satunya merangkak keluar dan menolong yang lainnya. Kedua orang kaya itu ternyata pemilik panti dimana dia tinggal. Lantas, dirinya dibawa ke kota, diadopsi dan disematkan nama marga keluarga angkat. Tumbuh bersama anggota keluarga, jatuh cinta dan menikah dengan salah satu pewaris. Malangnya, ada yang tak menyukai kehadirannya dan berusaha melenyapkannya!

Tiga tahun menghilang, kemudian muncul dan menuntut balas atas 'kematiannya'. Bangkit dan berjaya. Harus memilih antara cinta dan cita. Yang manakah pemenangnya!? Siapa jodoh yang diberikan Tuhan padanya? Akankah dia menjemput kebahagiaannya!?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cathleya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Manusia Terkaya.

Rembulan mensyukuri hidupnya yang sekarang. Seperti terlahir kembali. Memiliki dua orang sahabat sekaligus dan teryakinkan tidak akan dikhianati seperti dahulu. Segala pedih dan kesedihan telah diluapkan namun masih tersisa karat amarah di relung hati. Saat ini dia menemukan bestie yang bersumpah setia padanya dan akan selalu membersamainya sampai mati.

Setelah makan, Pink dan Violet mengajaknya ke suatu tempat, masih di ruang dimensi. Tentu saja tidak terbang dengan karpet merah. Terlalu kuno, katanya.

Lagi dan lagi, gelak tawa berderai. Dengan perpindahan ruang, ujarnya. Rembulan pun meralat bahwa itu adalah teleportasi. Dan hal itu, telah menjadi kebiasaan ketiganya dalam mengeksplorasi ruang dimensi.

Satu persatu tiap ruangan dijelajahi. Ada ruang farmasi (berisi ramuan herbal, obat-obat langka), perpustakaan (berisi karya ilmiah berbagai ilmuwan), ruang senjata (berisi senjata antik dan modern), ruang lainnya (berisi lukisan, guci, pakaian & kain) dan masih banyak ragam. Semua benda tersebut berasal dari peradaban kuno hingga modern serta dari berbagai peradaban.

Tringgg!

Ketiganya seketika raib, menyisakan pendar cahaya kekuningan di kamar berukuran seluas lapangan bola!

Trinnngg!

Ketiganya melayang di sebuah ruangan yang samar cahaya dan tinggi kali lebar sama dengan luas, ratusan bahkan ribuan kali lipat dari ruangan sebelumnya.

Ctakkk!

Pink menjentikan jari dan suasana temaram pun berubah menjadi terang benderang!

Atap bangunan ternyata transparan sehingga awan yang bergerak pun terlihat jelas. Tanpa lampu, hanya cahaya alami yang menerangi ruangan yang super duper sangat luas. Yang mencengangkan, di bawah kaki mereka adalah gundukan koin emas yang jumlahnya sulit dihitung!

Rembulan tercengang dan tak bisa berkata apapun. Ingin bertanya akhirnya diurungkan karena ketiganya berada di ketinggian. Dia tidak ingin mengganggu keduanya. Salah bicara, buyar konsentrasi dan dirinya yang akan jatuh dari ketinggian dua meter.

Dirinya melihat, permukaan 'lantai' merupakan gundukan serba emas yang terserak seperti koin emas, batangan emas, kendi, peralatan makan dan minum, guci, perhiasan permata dan sebagainya berbahan dasar emas, sejauh mata memandang!

Pink menjentikan jemari dan sang master terjatuh lembut di atas tumpukan koin.

Bug!

Betul saja. Dia tidak menderita gaya akibat dijatuhkan dari ketinggian kurang lebih dua meter. Ternyata keduanya memang bisa membaca pikiran!

Ya, Allah! Sungguh! Engkau Maha Kaya! Emas-emas ini tak bertuan. Andaikan Engkau memberikan sebagian kekayaan-Mu ini sebagai rezeki untukku, hamba menerimanya dengan senang hati. Tidak terlalu muluk.

"Sekarung saja, Ya Allah!" monolog hatinya.

"Inilah yang dinamakan gunung emas sesungguhnya. Banyak manusia mempertaruhkan nyawa untuk sebutir bijih emas, pasti mereka relakan. Kalau mereka tahu, ada emas segede gunung seperti ini, pasti saling bunuh. Sudah tepat, Allah menyembunyikan harta karun ini!" batinnya.

Rembulan meraup gundukan koin emas yang berada dipermukaan dengan tatapan nanar.

Kedua makhluk astral tetap melayang di udara mengamati sang master yang mengais koin emas, mengusap kendi emas dan sebagainya.

"Ini semua adalah milik anda dan bisa dibawa ke dunia manusia, Master!" ucapnya Violet yang telah membaca pikiran tuannya.

"Hahhhh!"

Rembulan terperangah mendengar kabar yang diterima dari sahabatnya. Matanya terbelalak segede bola pingpong.

"Yang benar, bestie. Kalian tidak sedang nge-prank aku, kan!?" serunya untuk memastikan pendengarannya berfungsi normal.

"Serius, master!"

"Kami tidak boleh berbohong. Maka petir akan menyambar kami hingga menjadu abu bila kami melakukan perbuatan keji seperti itu terlebih pada junjungan kami. Untuk itu kami mengajak anda ke setiap ruangan. Ruang Dimensi ini milik anda termasuk segala isinya!" Pink mencoba meyakinkan.

"Allahu akbar!"

"Astaghfirullah!"

"Masya Allah!"

"Gusti!"

"Ini ruang harta karun tidak akan habis tujuh turunan tujuh tanjakkan! Bahkan sampai jutaan keturunan!" pekiknya keras sampai serak kemudian 'berenang' diri di atas tumpukan koin emas!

"Dek Bro! Kenapa master kita begitu histeris sampai guling-guling segala. Perasaan kita biasa saja!" bisik Pink heran di dekat telinga sang adik.

"Ihhh, kamu mah bloon, kak! Master kita itu, sudah miskin, melarat pula. Bahkan di saku bajunya, aku hanya menemukan uang kertas sepuluh ribu rupiah. Zaman now, mana cukup duit segitu. Bencana namanya!" balas sang adik.

"Melihat gunungan emas segini banyak, manusia pasti histeris dan guling-guling kegirangan seperti itu!" ucap Violet sambil menunjuk pada sang master yang 'berenang' gaya dada.

Keduanya tekah berganti wujud menjadi manusia dan mengawasi tuannya yang berenang di atas tumpukan koin.

"Takut tenggelam!" pikir mereka.

"Ohhh, begitu. Ada-ada saja master kita ini!" ucap polos Pink sambil mengangguk.

"Ehemmm!"

Pink pun bedehem untuk menghentikan tuannya secara halus, yang sedang 'berenang' di atas tumpukan koin emas (serasa mandi bola sepertinya he he) sambil berteriak kegirangan. Akhirnya, Rembulan tersadar dari euforia-nya.

"Bestie! Ini bukan mimpi, kan!? Ini jadi milik akuuuhhh!?" teriak Rembulan memastikan pendengaran dan netranya berfungsi normal.

"Tidak salah dengar Master-ku yang cantik, baik hati, lagi tidak sombong!" ucap Pink geregetan sebab tuannya menyangsikannya.

Rembulan mengguncangkan bahu keduanya bergantian tatkala sejajar dengannya, dengan keras dan berjingkrak.

"Seriusss!?" tanya Rembulan tak yakin.

"Dua rius, my master!" ucap Pink yang terlihat bosan menjelaskan.

"Oh ya Allah! Terima kasih atas pertolonganMu dan mengabulkan doaku!" ucapnya haru sambil sujud syukur di atas tumpukan koin emas.

"Pink! Violet!"

"Kamu tahu, aku adalah orang terkaya di muka bumi saat ini!" pekiknya sambil melemparkan kumpulan koin ke udara dan berbalik menimpanya.

"Dahulu aku orang termiskin di dunia. Dan aku bisa membalas dendam pada orang-orang yang menyakitiku!" seru Rembulan sambil terbahak.

Lalu kedua makhluk astral itu tersenyum melihat kegembiraan tuannya. Berbeda dengan waktu sebelumnya, terlihat bermuram durja, sedih dan bersimbah air mata yang menyayat hati.

"Ya, Master!"

"Pesan kami, pergunakanlah semua ini dengan bijaksana dan di jalan kebaikan. Insyaa Allah akan mendatangkan berkah ke depannya!" ujar mereka bijak.

"Ya! Aku hanya ingin memberikan pelajaran kepada mereka agar tidak semena-mena kepada orang lain, cukup berhenti di aku saja kejahatan mereka. Biar mereka tahu, ada konsekwensi dari perbuatan yang mereka lakukan!" geram Rembulan.

"Yah, master! Semoga Allah memberikan hukuman kepada mereka agar mereka sadar!"

"Oh ya, kalau boleh tahu, apa rencana anda selanjutnya!?" tanya keduanya.

"Pertama, aku harus memiliki uang banyak dengan menjual koin emas kuno dan perhiasan, menjadi uang yang berlaku di dunia manusia. Merubah penampilan, membeli rumah atau properti, kendaraan dan memiliki orang-orang sebagai pelayan, sekuriti dan bodyguard!" ujarnya dengan mata berbinar.

"Tahukah, kalian? Untuk mendapatkan T-Rex, harus di pancing dengan Dinosaurus, bukan!?" sindir Rembulan mengingat kekejaman dan keserahan orang-orang yang menyakitinya.

"Benar, yang mulia!" jawab keduanya dengan gestur membungkuk penuh hormat.

"Kedua, kembali ke rumah terkutuk itu dan menampakan diri depannya serta menjadikan musuh mereka sebagai sekutu, supaya mereka jatuh sejatuh-jatuhnya dan tidak mampu untuk bangkit!" ucapnya penuh dengan tekad membara.

Dadanya begitu bergemuruh seperti api dalam sekam. Kepalanya sangat penuh dengan susunan rencana membalas dendam, no matter what, no matter how!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!