NovelToon NovelToon
Suami Rahasia Anindia

Suami Rahasia Anindia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Enemy to Lovers / Pernikahan rahasia
Popularitas:655
Nilai: 5
Nama Author: NdahDhani

Karena kesalahpahaman, Anindia harus menikah dengan cowok yang paling tidak disukainya, Keanu si badboy sekolah. Mereka tidak pernah akur, bahkan Anindia selalu menghindari Keanu.

Tapi, malang tidak dapat ditolak, untung tidak dapat diraih. Mereka terjebak dalam kesalahpahaman yang fatal, dan sekarang mereka harus terpaksa menikah.

Anindia, siswi paling pintar di sekolah, harus menikah dengan Keanu, sang ketua geng sekolah yang terkenal dengan keberanian dan kenakalannya.

Mereka harus merahasiakan pernikahan mereka setidaknya sampai hari kelulusan. Tapi di sekolah, Keanu justru membuat pernyataan bahwa Anindia adalah pacarnya.

Apakah Keanu dan Anindia bisa merahasiakan pernikahan mereka?

•••
"Gue memang badboy, tapi setidaknya gue bukan playboy. Kenapa gue berani ngomong kayak gini?"

"Karena gak ada seorangpun yang bisa bikin hati gue luluh selain lo, Nindi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NdahDhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Minuman hangat untuk suami

Setibanya di rumah, Keanu langsung memarkirkan mobilnya di dalam garasi. Baju Keanu yang basah kuyup membuatnya sedikit kedinginan, dan ia memutuskan untuk langsung mandi saja. Keduanya turun dari dalam mobil dan langsung bergegas masuk ke dalam kamarnya.

"Eh den Keanu sama non Nindi udah pulang... Mau bibi buatin minum?" Ujar seorang asistennya ketika mereka berdua baru sampai di ruang utama.

"Enggak apa bi, terima kasih. Nanti biar Nindi aja yang buat minumannya," ujar Anindia dengan seutas senyum.

"Iya udah atuh non, kalo butuh apa-apa panggil bibi aja ya," ujar wanita paruh baya itu sembari mengangguk sopan. "Bibi ke dapur dulu."

"Iya bi, terima kasih sebelumnya," ujar Anindia.

Keanu yang berdiri di sebelah Anindia bisa merasakan bahwa hatinya berbunga-bunga dengan perkataan Anindia terhadap asistennya itu. Ia tidak menyangka bahwa orang yang dulu sangat dibencinya, kini justru membuatnya luluh. Bahkan, Keanu mencintai wanita di hadapannya ini lebih dari mencintai dirinya sendiri.

"Hmm, romantis banget sih istri aku," ujar Keanu di sela-sela keheningan.

"Hehehe, gapapa kan sesekali aku yang buatin minum untuk kamu?" Ujar Anindia yang kini menoleh ke arah suaminya itu.

"Jangankan sesekali, tiap hari juga boleh," ujar Keanu sembari menaikkan alisnya.

Anindia tersenyum menanggapinya, bahkan ia menyenggol lengan Keanu sejenak. Tanpa kata lagi, ia pun langsung melangkahkan kakinya ke arah tangga, meninggalkan suaminya itu di belakang.

Keanu sendiri terlihat menggelengkan kepalanya ketika melihat tingkah Anindia. Ia pun langsung melangkahkan kakinya mengikuti istrinya yang sudah berlalu.

"Nindi, mandi duluan gih," ujar Keanu setelah tiba di dalam kamarnya.

"Kamu aja duluan, itu baju kamu udah basah kuyup lho," ujar Anindia yang masih meletakkan tas sekolahnya.

"Ya udah barengan aja biar aku mandi di-" ujar Keanu, tapi perkataannya terpotong karena Anindia yang sudah salah paham, ia belum siap jika harus mandi bersama suaminya itu.

"Ihh enggak-enggak, apaan si Keanu?" Ujar Anindia dengan nada kesalnya.

Mendengar hal itu, Keanu pun langsung tertawa menanggapinya. Ia tidak menyangka bahwa Anindia bisa berpikiran seperti itu, padahal yang ia maksudkan adalah mandi di kamar mandi yang lain. Tapi ternyata Anindia justru memikirkan hal demikian.

"Hayoo mikirin apa?" Ujar Keanu yang merasa geli dengan pemikiran istrinya itu. "Iya kita mandinya barengan, tapi aku mandinya di kamar mandi sebelah. Jadi kamu mikirnya kalo aku mandi bareng kamu gitu?"

Mendengar penjelasan Keanu jelas saja membuat Anindia merasa malu. Ia langsung terdiam tanpa kata, menyadari betapa negatifnya pikirannya tentang hal itu.

"Oke-oke, sorry. Kayaknya pikiran aku yang gak sampe kesitu," ujar Keanu sembari mengangkat kedua tangannya. "Ya udah mandi dulu gih, udah gak sabar nih pengen nikmati minuman buatan istri," lanjutnya sembari beranjak pergi ke kamar sebelah.

Anindia yang merasa malu, kini tersenyum salah tingkah. Ia menggigit bibirnya karena menahan senyum yang hampir saja terlukis di wajahnya. Ia tidak menyangka bahwa Keanu begitu antusiasnya ketika Anindia mengatakan bahwa ia ingin membuatkan minuman untuknya.

Tanpa pikir panjang, Anindia pun langsung beranjak menuju ke kamar mandi. Begitu juga dengan Keanu yang melakukan hal yang sama di kamar satunya. Keduanya sama-sama membasahi tubuhnya dengan guyuran air shower yang hangat.

Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, seperti biasanya Anindia langsung mengeringkan dan merapikan rambutnya. Setelahnya ia pun langsung melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu.

"Aaaaa!!" Teriak Anindia sembari menutup matanya dengan kedua tangannya.

Saat pintu terbuka, Anindia bisa melihat jelas bahwa Keanu yang hendak masuk ke dalam kamar. Yang membuat Anindia menutup matanya adalah ketika melihat suaminya itu yang hanya mengenakan handuk saja untuk menutupi bagian bawahnya, sementara bagian atasnya terekspos begitu saja.

"Ya Allah Nindi, kayak liat hantu aja. Aku ini suami kamu, lho," ujar Keanu dengan tawa kecil, merasa lucu melihat tingkah istrinya itu.

"Lagian kamu sih ngapain cuma pake handuk aja? Aku kan kaget," ujar Anindia yang masih menutup matanya.

Keanu tertawa menanggapinya, Anindia benar-benar lucu di matanya. Hubungan mereka sudah sah sebagai suami istri, tapi Anindia masih saja terlihat kaku dengan situasi seperti ini.

"Aku lupa bawa baju ganti tadi. Ya udah, bisa geseran dikit? Aku mau lewat," ujar Keanu dengan nada lembutnya.

Anindia pun langsung menggeser posisi ke sebelah kanan, membiarkan Keanu untuk masuk ke dalam kamar. Setelahnya ia pun langsung buru-buru keluar dari dalam kamar dan menutup pintu di belakangnya. Ia menarik nafas sejenak, seolah sedang menetralkan degup jantungnya saat ini.

Setelah di rasa cukup, Anindia pun langsung menuruni anak tangga menuju ke arah dapur. Ia ingin membuatkan minuman hangat untuk suaminya itu, berharap bisa mengurangi rasa dinginnya karena guyuran hujan tadi.

Setibanya di dapur, Anindia bisa melihat jelas bahwa asisten dapurnya sedang memasak makanan untuk makan malam mereka. Dua asisten dapurnya langsung menyapanya dengan ramah dan langsung dibalas dengan senyuman oleh Anindia.

"Bibi sama Mbak Tika lagi masak ya? Nanti Nindi bantuin boleh?" Ujar Anindia sembari mengambil dua cangkir di dalam lemari.

"Enggak usah non, biar Bibi sama Tika aja. Non Nindi duduk manis aja temenin den Keanu, kan biasanya pasangan baru menikah itu lagi manja-manja nya," ujar wanita paruh baya itu sembari tersenyum penuh makna.

"Iya mbak, ini udah tugas saya sama Bi Yeyen. Mbak Nindi temenin Mas Keanu aja, biar mesra gitu," ujar asisten yang berumur lebih muda.

Anindia terkekeh menanggapinya, ia merasa bahwa mereka berdua sedang mencoba untuk menggodanya saat ini. Ia pun langsung berlalu menuju ke arah meja untuk membuatkan minuman untuk suaminya itu.

"Iya udah deh Bi, Mbak... Kalo butuh apa-apa jangan segan-segan ya buat panggil Nindi," ujar Anindia ketika melangkahkan kakinya.

"Siap non!"

"Oke mbak, siap!"

Kedua asisten itu langsung kembali ke tugasnya, sementara Anindia langsung membuatkan teh susu hangat untuk Keanu dan teh manis untuk dirinya sendiri. Ia merasa bahwa Keanu sangat menyukai minuman itu, karena hampir tiap pagi Keanu dibuatkan minuman teh susu oleh asistennya.

Saat mengaduk minuman, tiba-tiba saja sebuah tangan melingkar di pinggangnya. Aroma parfum maskulin serta aroma sabun begitu kentara di indra penciumannya. Anindia langsung mendongak, dan benar saja suaminya itu berada tepat di belakang dirinya. Bahkan, Keanu sudah terlihat sangat tampan dengan rambutnya yang basah setelah mandi.

Keanu hanya tersenyum ke arah Anindia, ia pun langsung membenamkan wajahnya di leher Anindia, menikmati aroma sampo dan parfum lembut dari istrinya itu. Anindia merasa sedikit merinding ketika kulit pipi Keanu yang dingin menyentuh kulit lehernya, terlebih cuaca pun memang terasa dingin hari itu.

"Kean? Aku lagi bikin minum lho, main peluk aja," ujar Anindia di sela-sela keheningan.

"Biarin aja, emangnya salah peluk istri sendiri?" Ujar Keanu yang justru mempererat pelukannya.

"Ciee Mbak Nindi sama Mas Keanu bikin saya iri aja," ujar asistennya yang bernama Tika itu.

"Iya nih, den Keanu sama non Nindi romantis banget sih? Bibi jadi ngerasa muda lagi," ujar Bi Yeyen menimpali.

Anindia langsung merasa malu, namun senyuman yang terukir di wajahnya tidak bisa membohongi bahwa ia sedang merasa salah tingkah saat ini. Sementara Keanu hanya terdiam tanpa kata, ia seakan tidak ingin menjauh dari Anindia meski hanya sebentar saja.

"Kean ih, manja banget," ujar Anindia dengan nada berpura-pura kesal, tapi ia sama sekali tidak melepaskan pelukan Keanu pada dirinya.

"Pengennya kayak gini terus, di sekolah gak bisa kayak gini," ujar Keanu yang terdengar sangat manja di telinga Anindia.

Anindia merasa bahwa Keanu berubah total semenjak menikah dengan dirinya. Keanu yang dulu terkenal cuek, dingin, dan galak, kini justru berubah menjadi pria yang manja dan penuh perhatian. Hal itu jelas saja membuat Anindia merasa bahwa Keanu benar-benar mencintainya.

"Keanu, malu ih diliatin Bi Yeyen sama Mbak Tika," ujar Anindia kemudian.

"Biarin aja, biar semua orang tahu kalo kamu itu milik aku," ujar Keanu yang tiba-tiba saja mencium pipi Anindia dari samping.

Anindia hanya tersenyum menanggapinya, ia tidak bisa berkata-kata dengan sikap manis dari Keanu. Ia benar-benar merasa nyaman dengan kehadiran Keanu, dan ia berharap bahwa Dara berhenti menyukai suaminya itu.

Lain halnya dengan kedua asistennya, mereka berdua terlihat sangat senang ketika melihat dua pasangan muda itu. Tanpa ingin mengganggu momen romantis Anindia dan Keanu, dua asisten itu langsung kembali fokus pada pekerjaannya.

"Ini minumannya udah aku bikin lho, kasihan kalo di anggurin," ujar Anindia mengalihkan perhatian Keanu.

"Makasih ya sayang udah buatin minuman kesukaan aku," ujar Keanu sembari mengurai pelukannya, lalu mengambil dua cangkir yang terletak di atas meja dan membawanya ke arah ruang utama.

"Sama-sama, my husband," ujar Anindia sembari mengikuti langkah suaminya.

Setibanya di ruang utama, Keanu dan Anindia langsung duduk di sofa. Setelah meletakkan minuman itu di atas meja, Keanu pun langsung menghidupkan televisi.

Keanu membentangkan tangannya di atas sofa, lalu menarik Anindia ke dalam rangkulannya. Anindia pun langsung menyandarkan kepalanya di dada suaminya, sembari menonton acara televisi yang diputar di hadapan mereka.

"Hmm enak banget, manisnya pas. Tapi lebih manis istri aku daripada minumannya," ujar Keanu setelah menyeruput minuman miliknya.

"Gombal deh," ujar Anindia dengan kekehan kecil.

"Eh, serius lho. Madu aja kalah manisnya sama kamu," lanjut Keanu sembari mengecup kening Anindia.

"Kean, ihh!" Ujar Anindia yang merasa malu, bahkan kini ia membenamkan wajahnya di dada bidang Keanu, berusaha untuk menyembunyikan wajahnya yang bersemu merah.

Keanu hanya terkekeh menanggapinya, ia kemudian membelai lembut rambut Anindia. Tanpa mengatakan apa-apa lagi, Keanu pun langsung memfokuskan pandangannya ke arah televisi di depannya.

Anindia mengintip sedikit dari balik persembunyiannya, ia bisa melihat jelas wajah Keanu dari bawah yang terlihat sangat fokus pada acara televisi itu. Ia pun tersenyum sendiri dan merasa bahwa Keanu semakin tampan saja ketika sedang serius seperti itu.

Cukup lama ia memandangi wajah Keanu, akhirnya Anindia pun menoleh ke arah depan berusaha untuk menonton acara televisi itu juga. Baru saja Anindia menoleh ke depan, tiba-tiba saja Keanu melirik ke arahnya. Keanu seakan tidak bisa menahan diri untuk tidak melirik istrinya itu.

Drreett... Dreett...

"Siapa sih, ganggu aja," gumam Keanu yang merasa kesal ketika ponselnya tiba-tiba saja berbunyi.

"Siapa, Keanu? Kok gak di angkat? Siapa tau penting lho," ujar Anindia ketika Keanu tak kunjung mengangkat ponselnya yang berdering di atas meja.

Keanu melirik sekilas ke arah meja, dan mendapati nama Niko yang tertera di atas layar. Ia merasa malas untuk mengangkat panggilannya, karena ia tahu bahwa Niko pasti mengajaknya untuk nongkrong jika sudah meneleponnya seperti ini.

"Niko," jawab Keanu singkat kepada Anindia.

"Angkat aja Kean, siapa tau penting," ujar Anindia yang mendorong Keanu untuk mengangkat panggilan itu.

Keanu akhirnya mengangkat panggilan itu karena desakan dari Anindia. Ia merasa kesal karena panggilan itu datang di waktu yang tidak tepat, terlebih saat ini ia sedang menikmati waktu bersama Anindia.

"Woi Niko, ada apa lo nelpon gue?" Ujar Keanu setelah telepon tersambung.

"Bro, tolongin gue!"

^^^Bersambung...^^^

1
Enz99
menarik bikin pgin lanjut baca terus
ndah_rmdhani0510: Hehe terima kasih kak, semoga suka ya dengan chapter-chapter selanjutnya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!