NovelToon NovelToon
Balas Dendam Pengantin Pengganti

Balas Dendam Pengantin Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / Penyesalan Suami / Putri asli/palsu / Balas dendam pengganti / Chicklit
Popularitas:52.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

“Aku hanya pengganti, bukan?” Suara Yura bergetar, namun matanya tak lagi memohon.
Arga Lingga Pradipta tak menjawab. Sejak awal, pernikahan itu memang tak pernah tentang cinta. Yura hanyalah bayangan dari wanita lain, dinikahi karena wajah, dipertahankan karena kesepakatan.

Empat tahun hidup sebagai istri tanpa nama, satu malam hampir mengakhiri segalanya. Saat kontrak pernikahan tinggal menghitung bulan dan wanita yang dicintai Arga kembali, Yura memilih berhenti terluka.

“Aku tak butuh cintamu,” katanya pelan.
“Aku hanya ingin kau menyesal.”

Saat tunangan asli kembali dan kontrak tinggal hitungan bulan, Yura bukan lagi istri yang patuh. Diam-diam, ia bangkit sebagai musuh paling berbahaya bagi keluarga Pradipta.

Bagaimana kisahnya? Yuk, simak di sini!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Sky lalu mengeluarkan ponselnya dari saku jas. Tanpa banyak bicara, ia memutar sebuah rekaman dan menyodorkannya ke hadapan Hans. Layar kecil itu menampilkan sudut yang jelas, bahkan cukup jelas untuk membuat dada Hans menegang.

Di dalam rekaman, Teman Putri terlihat mendekati Yura dari belakang. Tangannya bergerak cepat, menyelipkan sesuatu ke dalam tas Yura. Beberapa detik sebelumnya juga terlihat jelas bagaimana Putri menarik kalung itu dengan sengaja, jemarinya memutar paksa hingga pengaitnya rusak.

Hans terpaku, rahangnya mengeras, napasnya terasa berat. Dadanya seperti dihantam kenyataan yang tak ia sangka. Kalung itu, benda yang ia jaga lebih dari apa pun, simbol kehilangan dan cinta yang dirusak dengan sengaja oleh orang yang selama ini ia lindungi mati-matian.

Putri menatap layar itu dengan mata melebar, wajahnya memucat, dia tahu, dia benar-benar tahu. Sekali Hans menyadari bahwa kalung itu dirusak dengan sengaja, tidak akan ada lagi pembelaan.

“Itu bohong!” teriak Putri histeris.

“Dia pembohong! Videonya diedit! Kau memfitnahku, Tuan Sky!”

Namun, Hans tidak bereaksi seperti biasanya. Tidak ada pelukan, tidak ada kata pembelaan. Ia menatap Sky lama, seakan mencari celah kebohongan. Tapi Hans mengenal Sky Alexander. Pria itu tidak pernah bermain-main dengan waktu, apalagi mengotori namanya sendiri dengan kebohongan murahan.

Dan satu hal lagi Sky adalah kakak Shasmita. Hans mengalihkan pandangannya ke Putri. Tatapannya kini asing, dingin, dan penuh kekecewaan.

Arga melangkah maju, suaranya lebih terkontrol, meski jelas terguncang.

“Dari mana Anda mendapatkan video ini, Tuan Sky?”

“Seseorang memberikannya padaku,” jawab Sky singkat, tanpa menyebut nama. Yura yang masih berlutut menegang. Matanya bergetar sesaat sebelum ia menunduk.

Hanya satu nama yang masuk akal, yaitu Mario. Dan jika itu benar berarti Sky kini pasti mulai mencurigai Mario adalah orang yang selama ini diam-diam membantunya, orang yang selalu berada satu langkah di belakangnya.

Yura mengepalkan jemarinya pelan. Kebenaran akhirnya muncul ke permukaan namun bersamaan dengan itu, bahaya baru mulai mengintai. Sky menatap Hans tanpa emosi, suaranya datar namun menekan.

“Jadi, Tuan Hans, apa yang akan Anda lakukan untuk membersihkan nama baik Nona Yura?”

Tanpa menunggu jawaban, Sky melangkah mendekat. Dia membantu Yura berdiri, lalu di depan semua orang dia menggenggam tangan wanita itu. Tepat di hadapan Arga.

Arga terdiam, dia tak bisa berkata apa-apa. Di hadapan Sky Alexander, Yura hanyalah asisten dan bukan miliknya, bukan pula sesuatu yang bisa ia atur sesuka hati.

Hans menarik napas panjang sebelum melangkah maju.

“Saya minta maaf, Nona Yura. Atas nama keluarga Wijaya.”

Yura menatapnya dingin. “Saya tidak akan memaafkan,” katanya tenang namun tegas, “kecuali Nona Putri berlutut dan meminta maaf langsung kepada saya.”

Putri terkejut, tangannya refleks mencengkeram lengan bajunya.

“Yura!” Arga langsung membentak. “Kau lancang sekali!”

Dalam hatinya, Arga berang. Keluarga Wijaya masih berada jauh di atas Pradipta. Ia tidak boleh merusak hubungan bisnis ini hanya karena seorang asisten.

“Sudahlah, lupakan saja. Ini sudah selesai.”

“Lucu,” potong Sky dingin. “Anda sudah lama di dunia bisnis, Tuan Arga, tapi masih tidak tahu kapan harus bersikap tegas.”

Sky kembali menatap Hans. “Bagaimana, Tuan Hans? Apakah permintaan itu terlalu berat?”

Hans melirik Putri, gadis itu menggeleng cepat, matanya berkaca-kaca.

“Kak … tolong aku…”

Namun, wajah Hans mengeras. “Tidak,” katanya tegas. “Ini kesalahanmu, dan kau harus bertanggung jawab.”

Putri terdiam, dadanya sesak.

“Berlutut,” perintah Sky singkat.

Putri tak punya pilihan, dengan tubuh gemetar, ia perlahan berlutut di hadapan Yura. Kilatan kamera langsung bermunculan. Beberapa tamu mengabadikan detik memalukan itu tanpa rasa bersalah.

Sky ikut berjongkok, mendekat ke wajah Putri. Suaranya direndahkan, namun penuh ancaman.

“Jauhi Yura kalau kau ingin hidupmu tenang. Kau hanya putri palsu, tidak perlu bertingkah seolah darah bangsawan mengalir di nadimu. Jika kau terus mendekatinya … aku akan menghancurkanmu. Dan mengambil semua yang sekarang kau banggakan.”

Mata Putri membelalak. Tangannya mengepal keras.

Sky berdiri, lalu berbalik ke arah Yura.

“Kita pulang.” Dia menggenggam tangan Yura dan membawanya pergi.

Sebelum melangkah keluar, Sky menoleh sebentar ke arah Arga.

“Tuan Arga, saya akan membawa asisten Anda pulang. Anda tidak keberatan, bukan?”

Arga ingin melarang, tetapi bibirnya sudah terbuka. Namun, tatapan Yura lebih dulu menancap tajam padanya yang dingin, terluka, sekaligus muak.

Arga menutup mulutnya kembali. Ia tahu, kali ini Yura memang tidak ingin pulang bersamanya. Arga baru melangkah satu langkah saat ponselnya bergetar keras di telapak tangan.

Ia berhenti.

“Hallo?” suaranya tertahan, napasnya belum sepenuhnya tenang setelah insiden barusan.

Wajah Arga berubah seketika.

“Apa?”

Nada suaranya meninggi. “Gagal? Maksudmu proyek Pradipta gagal?”

Suara sekretaris di seberang sana terdengar panik.

“Pak … kontrak utama ditarik sepihak. Investor besar melepas sahamnya secara masif. Saham Pradipta anjlok tajam sejak lima belas menit lalu. Kita mengalami kerugian besar, Pak.”

Arga memejamkan mata sesaat, rahangnya mengeras.

“Siapkan rapat darurat. Aku ke perusahaan sekarang.”

Telepon ditutup, tangannya gemetar, bukan karena marah tapi melainkan karena takut.

Di kejauhan, Sky dan Yura sudah hampir menghilang di balik pintu keluar.

Arga menatap punggung Yura lama lalu berbalik arah dan tak mengejar.

Di tempat lain.

Sebuah ruangan besar dipenuhi layar monitor. Grafik saham bergerak liar, garis merah menukik tajam ke bawah, PRADIPTA GROUP.

Mario berdiri santai dengan kedua tangan di saku celana. Di wajahnya terukir senyum tipis, dingin, nyaris kejam.

“Anjlok,” gumamnya pelan. “Sempurna.”

Dia menunduk, mengetik sebuah pesan singkat di ponselnya, lalu mengirimkannya.

[Tugasnya sudah selesai, Nona. Pradipta runtuh sesuai rencana.]

Di tempat lain, ponsel Yura bergetar di genggamannya. Ia melirik layar sebentar dan lalu tersenyum kecil. Bukan senyum bahagia, bukan pula senyum lega. Itu senyum seseorang yang baru saja membalas semua hinaan dengan cara paling mahal.

Sky menyetir dengan satu tangan, pandangannya sesekali melirik ke arah Yura yang duduk tenang di kursi sebelahnya. Jalanan malam terasa lengang, hanya lampu-lampu kota yang berpendar di kaca mobil.

“Dari cerita Shasmita,” ucap Sky akhirnya, suaranya terdengar santai namun tajam, “kamu itu orang yang kuat. Tidak mudah ditindas, tidak mudah patah.”

Yura tetap menatap lurus ke depan, wajahnya datar.

“Lalu kenapa,” lanjut Sky, “kamu memilih berpura-pura lemah di depan orang-orang seperti Arga dan keluarga Wijaya? Padahal jelas kamu bisa melawan mereka. Apa yang membuatmu tunduk di depan para bajingan itu?”

Yura tak menjawab. Baginya, pertanyaan itu tidak layak ditanggapi.

Sky tersenyum tipis.

“Kamu menarik, Yura. Sangat menarik.”

Yura akhirnya meliriknya sekilas.

“Kamu punya saham terbesar di perusahaan Lartika,” lanjut Sky tanpa menoleh. “Dan bukan sekadar pemegang saham ... kamu pemiliknya.”

Mobil tetap melaju stabil, tetapi napas Yura tercekat.

“Lalu jelaskan padaku,” kata Sky, nada suaranya kini lebih serius, “untuk apa seseorang sepertimu berpura-pura bodoh dan patuh di sisi Arga?”

Kedua mata Yura melebar, dia menoleh tajam ke arah Sky.

“Kamu menyelidikiku?”

Sky tertawa kecil, seperti mendengar pertanyaan yang sudah ia duga.

“Aku bekerja sama dengan perusahaan yang dipegang Mario. Awalnya aku hanya penasaran. Setiap kali ada pertemuan penting, nama Nona Muda Lartika selalu tercantum … tapi orangnya tidak pernah muncul.”

Dia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada mengejek,

“Dan ketika aku mencari tahu lebih dalam, ternyata Nona Muda Lartika sedang sibuk menjadi piaraan orang lain.” Ucapan itu membuat kedua tangan Yura terkepal kuat di pangkuannya, rahangnya mengeras.

“Tuan Sky,” katanya dingin, “lebih baik Anda diam. Anda tidak tahu apa-apa tentang hidup saya.”

Sky justru tersenyum lebih lebar.

“Aku ingin tahu,” katanya pelan namun menekan.

“Katakan padaku, untuk apa kamu berada di sisi Arga, Yura? Padahal kamu sudah punya segalanya.”

Mobil sedikit melambat. Yura menutup mata sesaat, lalu tertawa kecil, tawa tanpa humor.

“Aku punya tanggung jawab,” katanya akhirnya.

Sky terdiam, membiarkannya bicara.

“Ayahku difitnah,” lanjut Yura, suaranya datar tapi mengandung luka.

“Dia dipenjara, dalam kondisi sakit. Hanya Arga yang bisa memastikan ayahku tetap dirawat di rumah sakit selama masa tahanan.”

Yura menoleh ke jendela, lampu kota memantul di matanya.

“Semua biaya hidup keluargaku ditanggung keluarga Pradipta,” lanjutnya.

“Sebagai gantinya, aku menjadi pengganti yang patuh. Diam. Menunduk dan enelan semua hinaan.”

Sky mengerutkan kening.

“Aku di sisi Arga bukan semata karena menjadi pengganti,” kata Yura dingin. “Aku di sana karena uang.”

Dia menghela napas pelan.

“Seratus miliar, itu isi kontrakku. Setelah uang itu di tanganku, aku aman meninggalkannya.”

Sky meliriknya singkat.

“Ayahku juga membutuhkan donor ginjal,” lanjut Yura.

“Arga membatasi akses dokter. Mengancam secara halus agar aku tetap berada di sisinya. Setelah kontrak berakhir, dia berjanji akan membiarkan ayahku mendapat donor.”

Sunyi menyelimuti mobil beberapa detik.

“Jadi itu alasannya,” gumam Sky.

Lalu ia berkata, “Yura, Shasmita tidak mencintai Arga.”

Yura berpura-pura terkejut, meski bibirnya hanya bergerak tipis.

“Benarkah?”

Sky terkekeh.

“Kamu sudah menebaknya, kan?”

Yura tidak menyangkal.

“Shasmita punya tunangan,” lanjut Sky. “Seorang pria yang bahkan Arga tidak bisa sentuh. Tapi Arga terus mengumumkan ke dunia bahwa Shasmita adalah miliknya, calon istrinya.”

Nada suara Sky mengeras.

“Itu membuat adikku terganggu.”

Ia melirik Yura tajam.

“Saat dia tahu kamu berpura-pura menjadi penggantinya, dia marah. Bukan karena kamu merebut Arga—”

Sky berhenti sejenak.

“Tapi karena kenapa harus kamu yang dijadikan pengganti.”

Yura mengernyit.

“Kenapa?”

"Karena,” Sky menjawab pelan, “dia merasa berutang padamu.”

Yura menoleh cepat.

“Balas budi?”

Sky mengangguk kecil.

“Apa aku pernah bertemu dengannya sebelumnya?” tanya Yura, suaranya kini jauh lebih waspada.

Sky tersenyum samar, namun kali ini senyumnya penuh arti.

“Pernah,” katanya singkat.

Mobil terus melaju menembus malam, dan Sky tidak melanjutkan penjelasannya.

1
Asyatun 1
lanjut
merry
cept tes hans,, klo cocok depak putri palsu itu umuknn siapa adikmu mky putri Arga gk brni ngusik yura lgg,, untuk Arga mngkin bulan nyesel tau yura ank konglomerat bangsawan dan org yg dh Nolongin dia 😄😄😄 putri gk bs berkutik klo seluruh ngeri tau yura adalh adik mu hans
Gadis misterius
Pertama yg harus disingkirkan dan ditengalamkan putri hans arga urusan blekangan krn putri membully yura dr zaman dia sekolah
Hanifah 76
apa kabar ka baru up lagi?sehat selalu
Arieee
semoga test dna positif Yura si putri yang hilang🤧🤧🤧🤧
Allea
semoga yura ga cepat2 memaafkan si hans
ken darsihk
Nggak sabar menunggu tnggl 10 , dan hasil tes DNA Yura & keluarga Wijaya
iqha_24
semoga positif, Yura Adik Hans
Eva Karmita
bukan kebahagiaan yang akan kamu dapatkan Arga tapi sebuah kehancuran, kebenaran yang sesungguhnya 🔥💪🥰
Oma Gavin
seharusnya kalau test DNA ini bener putri wajib didepak dari keluarga wijaya secara dia anak panti songong banget ngga cocok jadi keluarga wijaya
Naufal hanifah
ceritanya bagus
Aidil Kenzie Zie
peringatan untuk menjauhi Hans paling yang dimaksud Sky
merry
klo niat baik gpp klo niat buruk siap de demo ibu ibu kmu sky😄😄😄
Aisyah Alfatih: belum bisa double ini 😁 padahal pengen tak double terus biar tamat ... mungkin besok ya ...
total 1 replies
Ma Em
Alhamdulillah akhirnya Yura bebas dari jerat Arga , semoga Yura selalu bahagia setelah lepas dari Arga pasti Arga akan menyesal karena sdh menyia nyiakan Yura .
Eva Karmita
lanjut... pengen tau bagaimana Arga Tampa Yura disisinya, apa hidupnya akan bahagia atau sebaliknya jungkir balik ngk karuan .
Yulia Dhanty
menarik
ken darsihk
Setelah ini Arga akan menyesal parah , setelah dia tau siapa yng menolong dia sebenar nya
Dan setelah ini lo juga akan tau Arga siapa Shasmita 😂😂😂
Hanifah 76
bagus ceritanya ka semangat
Gadis misterius
Yura akan menghindari sky krn yura tau adeknya arga ada rasa ke sky...jngn kuatir ksu sky yura tdak akan menggangu hubungan hans dan adekmu yura itu anti laki2 sebelum blas dendamnya terblaskan
Sunaryati
Dengan membuang Yura berarti kau menyia- nyiakan perempuan yang pernah berjasa padamu, apalgi 4,5 tahun kau siksa fisik dan mentalnya dengan menyandra, setelah kau tahu, tapi keadaan kamu telah hancur. Kau tidak mendapatkan Yura atau tunangan kamu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!