Disarankan untuk membaca novel My Perfect Boss ya...ini skuel ke 3 SIK + kelanjutan kisah cinta anak Micha dan Axelle.
Hubungan Krisna dan Fiona berubah sejak insiden penculikan yang terjadi pada Krisna saat usianya mencapai 15 tahun.
Seorang Krisna yang hangat, ramah dan ceria kini menjadi sosok yang jarang bicara, dingin dan sangat acuh bahkan terhadap keluarganya sendiri.
Namun ambisi dalam mengelola perusahaan papanya, Krisna sangatlah sukses dan mampu membuat perusahaan sang papa berkembang pesat.
Hingga satu keputusan Krisna pergi ke Los Angeles untuk mengurus cabang perusahaan barunya. Akan tetapi hal itu tidak menghalangi Fiona untuk terus berusaha mengejar cinta Krisna kembali.
Akankah Fiona mampu mengembalikan diri Krisna yang dahulu? Akankah rahasia penculikan itu mampu Fiona bongkar dari mulut Krisna?
Dan apakah kisah cinta mereka akan berakhir bahagia?
Cus kepoin yuk novel Author yang satu ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon may leni andiarsi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Selamat Tinggal
Setelah beberapa waktu, akhirnya Niko mengantar Fiona kembali ke apartemennya, sekaligus untuk membantu Fiona berkemas dan mengantarnya ke Bandara.
Mobil yang Fiona pakai selama ini sudah ia jual kemarin, karena sudah tidak ada keperluan di Los Angeles lagi, Fiona sengaja menjual mobil tersebut.
Sesampainya di apartemen Fiona masih saja tak bersemangat seperti biasanya. Niko merasa sedih karena kolega sekaligus teman barunya ini mengalami keputusasaan dalam cintanya.
“Kamu harus menjadi wanita yang kuat Fiona, jika dia memang takdirmu suatu saat dia pasti akan kembali padamu.” Ucap Niko memberi Fiona semangat.
“Iya Niko, aku akan berusaha untuk kuat.” Sahut Fiona dengan senyum yang di paksakan.
“Apakah barang yang kemas banyak?” Tanya Niko mengalihkan pembicaraan.
“Tidak banyak, kamu ikut masuklah, di dalam juga ada sekretarisku. Jadi jangan sungkan.”
“Oh..baiklah.”
Keduanya pun lalu memasuki apartemen Fiona. Di sana sudah ada Lili yang menyambut keduanya.
“Siapa dia Nona?” Tanya Lili penasaran.
“Dia Niko, temanku di sini Li dan dia juga yang akan mengantar kita ke Bandara.” Jelas Fiona.
“Hallo Tuan Niko, saya Lili sekretaris pribadi Nona Fiona.” Ucap Lili memperkenalkan diri.
“Hallo juga, aku Niko.” Sahut Niko singkat.
“Ayo kita segera berkemas Li, waktu terus berjalan. Kasihan Niko jika harus lama menunggu.”
“Baik Nona.”
“Kalian santai saja, hari ini jadwalku juga kosong. Jadi tidak perlu terburu-buru.”
“Emm..ya jadwalmu kosong. Tapi tidak dengan jam keberangkatan pesawatku Niko.” Celetuk Fiona yang berhasil membuat Niko tersenyum canggung dan menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.
Fiona dan Lili pun tak membutuhkan waktu lama untuk mengemasi barang-barang mereka. Niko dengan sigap membantu membawakan koper yang terasa lebih berat.
Setelah memasukan semua koper ke dalam bagasi mobil, ketiganya pun segera memasuki mobil. Dan Niko bergegas menginjak gas menuju Bandara.
Karena waktu mereka tinggal satu setengah jam dari keberangkatan pesawat.
Untungnya Niko tepat waktu sampai di Bandara. Fiona kembali mengucapkan salam perpisahannya dengan Niko sekaligus batinnya mengucapkan selamat tinggal dengan Krisna.
“Sekali lagi terima kasih untuk semuanya Nik.”
“Sama-sama Fi, semoga selamat sampai tujuan. Aku kembali ya.”
“Ok Niko, bye!”
“Bye.”
Setelah Niko menghilang dari pandangan Fiona, kini dia dan sekretarisnya mulai memasuki pesawat. Setelah beberapa saat akhirnya pesawat yang di tumpangi Fiona lepas landas.
Dan lagi-lagi Fiona menitikkan air matanya kembali. Pandangannya menerawang di balik jendela pesawat, segala kenangan tentang Krisna menyeruak kembali ke dalam ingatannya.
“Selamat tinggal cintaku, selamat tinggal Krisna.” Ucapnya dalam hati.
Fiona mulai mencoba memejamkan matanya. Berharap dirinya segera bisa tertidur dan mampu melupakan segalanya tentang Krisna. Lili tak bisa berbuat apapun melihat nonanya yang begitu rapuh ini, dia hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk nonanya.
Sedangkan Krisna yang baru saja mengetahui Fiona kembali ke negara mereka pun hanya bisa pasrah. Dirinya hanya mampu meratapi kepergian Fiona, pikirnya mungkin semua ini adalah hal terbaik untuk mereka.
“Maafkan aku Fio, semoga kau mendapatkan kebahagiaanmu di sana.” Lirih Krisna.
#6 bulan kemudian
Tak tak tak...
Dentingan suara sepatu memenuhi aula perusahaan. Semua karyawan menunduk hormat padanya, baru beberapa bulan ikut memimpin perusahaan sang Papa dia sudah mendapat julukan sebagai dewi maut.
Siapapun yang tidak bisa mengurus pekerjaannya dengan benar tanpa ada kata kesempatan, dia akan langsung memecat karyawannya.
Prestasi sang dewi maut pun tak di pungkiri, banyak perusahaan besar maupun kecil yang ingin bekerjasama dengannya.
Dia sosok yang cerdas dan cekatan, tidak akan ada kesalahan yang tak luput dari pandangannya ataupun pendengarannya. Semua hal dia kerjakan dengan rapih dan cepat.
Sosoknya yang cantik, elegan, dan acuh membuat para kolega bisnis yang hampir seumuran dengannya, di atasnya bahkan di bawahnya tertarik akan pesonanya.
Tak jarang dari mereka yang ingin merebut perhatiannya ataupun sekedar bisa mengenalnya.
Tok tok tok...!!
“Masuk!”
“Ini adalah agenda anda hari ini Nona.”
“Batalkan makan malamku dengan Morgan.”
“Tapi Nona, Tuan yang mengatur kencan buta anda dengan Tuan Morgan.”
“Aku yang akan bilang ke Papa nanti. Batalkan saja.”
“Baik Nona.”
“Mengapa Nona menjadi berubah seperti ini.” Ucapnya sedih.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.....
NOTE :
Mohon maaf buat semuanya lagi-lagi author telat Up, di karenakan ada beberapa kendala yang tak bisa author sebutkan. Di tambah lagi beberapa waktu lalu saya sempat down, jadi gak bisa mikir, udah sempet tulis di buku jadinya malah nggak nyambung maka dari itu saya istirahat sejenak.
Saya tidak bisa janjikan akan Up setiap hari. Mohon untuk bersabar ya🙏
Mohon maaf dan terima kasih atas dukungan kalian selama ini.🙏