NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Status: tamat
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Pernikahan Kilat / CEO / Tamat
Popularitas:7M
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Kau pikir aku akan menyentuhmu? Aku lumpuh."

​Ucapan dingin Elzian Drystan di malam pertama mereka langsung dibalas senyum miring oleh istrinya.

​"Otot betis kencang, tidak ada atrofi, dan pupilmu melebar saat melihatku. Kau tidak lumpuh, Tuan. Kau hanya pembohong payah."

​Dalam detik itu, kedok Ziva Magdonia sebagai istri 'tumbal' runtuh. Dia adalah ahli bedah syaraf jenius yang mematikan. Rahasia Elzian terbongkar, dan kesepakatan pun dibuat: Elzian menghancurkan musuh yang mencoba membunuhnya, dan Ziva memastikan tidak ada racun medis yang bisa menyentuh suaminya.

​Namun, saat mantan kekasih Elzian datang menghina, Ziva tidak butuh bantuan.

​"Hidungmu miring dua mili, silikon dagumu kadaluarsa... mau kuperbaiki sekalian?"

​Bagi Ziva, membedah mental musuh jauh lebih mudah daripada membedah otak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Diagnosa Plastik part 1

​"Kau pikir tas ini bisa diganti dengan gaji doktermu yang menyedihkan itu? Hah?!"

​Teriakan Sienna melengking tinggi, memecahkan keheningan ruang makan yang baru saja mencekam. Wanita itu berdiri dengan napas memburu, kedua tangannya mencengkeram tas kulit merah yang kini basah kuyup, berminyak, dan berbau jamur menyengat. Noda sup kental itu merusak tekstur kulit buaya asli yang diagung-agungkan Sienna beberapa menit lalu.

​Ziva masih duduk tenang di kursinya, seolah keributan di sebelahnya hanyalah suara nyamuk lewat. Dia bahkan sempat mengambil serbet linen putih, membersihkan sudut bibirnya dengan gerakan elegan yang sengaja diperlambat.

​"Aku tidak merasa perlu menggantinya," jawab Ziva datar, suaranya tenang namun menusuk di antara histeria Sienna. "Hukum fisika sederhana, Sienna. Kau yang memberikan gaya dorong pada mangkuk itu, kau juga yang menentukan arahnya. Kalau kemudian meleset dan mengenai hartamu sendiri, itu namanya karma instan. Atau mungkin... kebodohan?"

​Mata Sienna membelalak lebar, urat-urat halus di leher jenjangnya menonjol keluar. Wajah cantiknya yang biasa menghiasi papan reklame kini terdistorsi oleh kemarahan yang jelek.

​"Dasar wanita kampung!" maki Sienna kasar. Topeng anggunnya sudah hancur total. Dia melempar tas mahalnya yang sudah rusak itu ke lantai dengan frustrasi. "Kau pikir karena kau sekarang berstatus Nyonya Drystan, kau sudah selevel denganku? Jangan mimpi!"

​Sienna melangkah maju, menunjuk wajah Ziva dengan jari telunjuknya yang gemetar. Kuku-kukunya yang panjang dan runcing nyaris menyentuh hidung Ziva.

​"Dengar ya, Ziva. Elzian menikahimu bukan karena dia menginginkanmu. Dia cuma butuh boneka untuk dipajang! Kau itu cuma barang jaminan hutang pamanmu yang sampah itu. Kau miskin, tidak punya koneksi, dan yang paling parah... kau itu membosankan!"

​Elzian yang duduk di ujung meja meletakkan pisau dan garpunya. Bunyi denting logam itu cukup keras, tapi Sienna yang sedang kalap tidak mempedulikannya. Elzian menatap punggung Sienna dengan sorot mata gelap, siap memanggil pengawal untuk menyeret wanita gila ini. Namun, saat dia melirik Ziva, dia melihat sesuatu yang menarik.

​Ziva tidak terlihat tersinggung. Tidak ada air mata, tidak ada wajah sedih.

​Justru, Ziva sedang... mengamati.

​Mata Ziva menyipit sedikit, fokusnya terkunci pada wajah Sienna yang sedang berteriak-teriak. Tatapan itu bukan tatapan kemarahan, melainkan tatapan klinis. Tatapan seorang dokter bedah yang sedang mencari letak tumor sebelum mengiris kulit pasien.

​"Lihat dirimu," lanjut Sienna, semakin menjadi-jadi karena Ziva diam saja. Dia merasa di atas angin. Sienna mengibaskan rambutnya yang badai, membusungkan dadanya bangga. "Aku ini supermodel. Wajahku aset negara. Tubuhku dicetak di majalah internasional. Aku tahu cara merawat diri, aku tahu cara tampil sempurna di samping pria sekelas Elzian."

​Sienna tertawa mengejek, tawa yang terdengar sumbang.

​"Sedangkan kau? Bau obat, tangan kasar, wajah polos tanpa riasan. Kau kebanting kalau jalan di samping Elzian. Orang-orang akan mengira kau asisten rumah tangganya, bukan istrinya. Kau itu jelek, Ziva. Sadar diri sedikit kenapa Elzian dulu memilihku!"

​"Sudah selesai?"

​Suara Ziva memotong tirade panjang itu dengan dingin.

​Sienna terdiam, napasnya masih terengah-engah. "Apa?"

​Ziva perlahan mendorong kursinya ke belakang. Bunyi kaki kursi yang bergesekan dengan lantai marmer terdengar ngilu. Ziva berdiri. Dia tidak langsung bicara. Dia melangkah pelan, mengikis jarak di antara mereka.

​Langkah Ziva begitu tenang, begitu terukur, hingga membuat Sienna secara tidak sadar mundur selangkah.

​"Kau bilang wajahmu aset, kan?" tanya Ziva pelan. Dia berdiri tepat di hadapan Sienna, tingginya hampir setara meski Sienna memakai hak tinggi.

​Ziva memiringkan kepalanya ke kiri, lalu ke kanan. Matanya memindai wajah Sienna dengan intensitas yang mengerikan. Dia menatap dahi, turun ke mata, hidung, pipi, hingga dagu Sienna. Seolah-olah dia sedang membaca peta anatomi yang penuh kesalahan.

​"Kenapa kau melihatku begitu?" sentak Sienna, mulai merasa risih. "Kagum dengan kecantikanku?"

​Ziva tersenyum. Tapi itu bukan senyum ramah. Itu adalah senyum miring yang penuh belas kasihan, jenis senyum yang diberikan dokter saat harus menyampaikan vonis penyakit kronis pada pasien yang bebal.

​"Kecantikan?" ulang Ziva dengan nada geli. "Sienna, sebagai ahli bedah saraf, aku hapal struktur tengkorak manusia lebih baik daripada aku hapal jalan pulang ke rumahku sendiri. Dan wajahmu ini..."

​Ziva menggelengkan kepalanya pelan, mendecakkan lidah. "Ck, ck, ck. Berantakan sekali."

​"Apa maksudmu berantakan?! Ini wajah asli!" bantah Sienna panik. Tangannya refleks menyentuh pipinya.

​"Asli dari pabrik plastik mana?" tembak Ziva langsung.

​Keheningan kembali menyergap. Para pelayan yang mengintip dari balik pintu dapur menahan napas. Elzian bersandar di kursi rodanya, menopang dagu dengan tangan, menikmati pertunjukan yang semakin menarik.

​Ziva mengangkat tangannya, telunjuknya terarah lurus ke wajah sang model. Dia tidak menyentuh, hanya menunjuk titik-titik tertentu di wajah Sienna seolah sedang memberi kuliah umum pada mahasiswa kedokteran yang bodoh.

​"Pertama, hidungmu," ucap Ziva tajam. "Siapa dokter yang melakukan rhinoplasty padamu tiga tahun lalu? Dia amatir. Tulang rawan di nasal bridge-mu tidak presisi. Hidungmu miring dua mili ke kiri. Kalau dilihat dari depan memang tidak kentara karena shading make-up tebalmu itu, tapi dari sudut samping? Sangat jelas. Kau tidak bisa bernapas lega lewat lubang hidung kiri, kan? Karena salurannya menyempit akibat implan yang meleset."

​Wajah Sienna memucat drastis. Matanya berkedip panik. Bagaimana Ziva bisa tahu? Dia memang sering merasa sesak di hidung kiri, tapi dia selalu bilang itu alergi.

​Ziva tidak memberi jeda. Telunjuknya turun ke bagian bawah wajah Sienna.

​"Kedua, dagu," lanjut Ziva tanpa ampun. Dia memajukan wajahnya sedikit, membuat Sienna semakin terpojok. "Implan dagumu sudah mau kadaluarsa, Sienna. Lihat warnanya di bawah lampu ini. Ada bayangan kebiruan tipis di kulit dagumu. Itu tanda nekrosis jaringan ringan atau reaksi penolakan tubuh terhadap benda asing. Silikon padat yang kau tanam di sana mulai bergeser menekan pembuluh darah kapiler. Berapa lama lagi sebelum dagumu membusuk dari dalam? Enam bulan? Setahun?"

​"Bohong! Kau bohong!" pekik Sienna histeris, tangannya gemetar menutupi dagunya. Keringat dingin mulai membasahi pelipisnya.

​"Dan yang paling menyedihkan..." Ziva menatap dahi Sienna yang licin sempurna tanpa kerutan sedikit pun.

​Ziva tertawa kecil, tawa yang meremehkan.

​"Botox di dahimu kebanyakan, Sayang. Ekspresimu jadi kaku seperti manekin toko baju yang dijual murah di tanah abang. Kau mencoba marah, kau mencoba menangis, tapi otot frontalis-mu lumpuh total. Kau tidak terlihat cantik, kau terlihat seperti topeng plastik yang gagal produksi. Kau bilang kau model ekspresif? Jangan bercanda. Satu-satunya yang bergerak di wajahmu cuma mulutmu yang berisik itu."

​Sienna mundur terhuyung-huyung hingga pinggangnya menabrak tepi meja makan. Kakinya lemas. Serangan verbal Ziva bukan sekadar hinaan fisik, tapi serangan fakta medis yang menghancurkan fondasi kepercayaan dirinya. Rahasia-rahasia kecil operasi plastiknya yang ia tutup rapat, dikuliti habis-habisan dalam satu menit.

1
reza indrayana
lama g baca lagi karena kesibukan...


Keren & Mantaapp Zifa... 🥰🥰👍🏻👍👍🏻💙💛💙😘😘😘
Nana Niez
suka aq kl FL tangguh gini,, seru
say't
perfect thor ☕️
say't
mana rita n the genk paman2x el mksdq 🤣
say't
nah skrng nunggu ratih rusdi herman n satunya tuk balas dendam nih cz adrian n siena sdh dihempaskn 🤣
say't
wow berdua takutnya mereka brbuat asusila di gudang tuh biar saling menghangatkn 🤣✌️
say't
hrsnya sm ratih biar sekalian tuh 🤣 seru kali ye nyayat2 tubuh org dlm keadaan hidup tp g impas dngn penderitaan yg dialami sm zian n ziva
say't
like mother like a son otakx pd ditaruh didengkul y..kalo aq jd zian n ziva aq sayat2 kulitx aq potong2 kecil2 dagingx scr hidup² trakhir aq kasihkan ke hewan liar deh 🤣 krng kejam kykx
say't
aq kalo jd ziva n zain aq suntik mati n mayatx dimakan singa hidup2 tanpa brbekas 🤣
say't
la dia mau uji nyali lagi pdhl ziva lbh kaya dr ratih lo itupn hasil keringat sndiri..awas lo ratih balasan lbh kejam drpd ulahmu..org bodoh kyk loe pst kalah..otak kok ditaruh didengkul jd ingin tau ending loe kyk pa ratih mati bunuh diri or dibakar org hidup2
say't
nah kan dan terjadi lagi ,emang deh ni 2 org sukax bikin pembacax darah tinggi n meso2 kok 🤣
say't
kemana pengawal zian y 🤣 aq jd zian aq bunuh para preman ni cz sdh liat dia brjalan 🤣 kan cctv rusak
say't
heran kenapa zian g ngelaporin ibu tirix y pdhl sdh bnyk bukti n saksi lo 🤣 itu paman2x jg kok g ngelaporin jg y
say't
kenapa zian g memeriksa keuangan perusahaanx y. y barang kali aja para orgil ni melakukan penyelewangan dana perusahaqn 🤣
say't
zian tegas tp g tegas sm ibu tirinya 🤣 tolol or dungu y ni critanya
say't
awas lo El trisno soko jalaran nggelibet lo bisa2 loe bucin akut 😭
say't
kenapa di cerita2 seoramg jalang yg profesional benget tuh sll berprofesi model y 🤣
say't
inilah jdnya kalo dikasih makan uang haram anak ceweknya jd seorang jalang yg profesional 🤣
Intania Naj_Va
KEREN BANGET 👏👏👏👍👍
Fera Nuraini
hahaha ada apa tadi el😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!