Ciluk ba...
"Ha yo... Om mau mendekati Mamaku ya?" seru seorang gadis cilik dengan rambut keritingnya.
"Enggak. Siapa juga yang mau mendekati Mamamu yang janda itu?" tanya seorang laki-laki yang tak lain adalah atasan dari Ibu gadis cilik itu, Luis Marshal Gena.
"Om suka lilik-lilik Mama. Ndak boleh ya, Om. Nanti matanya bintitan," ucap gadis cilik itu lagi.
Seorang janda atau single mom bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan. Kata orang-orang, dirinya disebut sebagai janda seksi. Padahal menurut sang empu, dia biasa saja.
Luis yang merupakan atasannya, begitu kagum dengan sosok sekretarisnya yang mandiri dan tegas. Bahkan berulangkali terpergok melihatnya. Namun perjalanan Luis mendekati sekretarisnya sangat terjal karena anaknya yang tampak tak suka dengannya.
Mampukah Luis meraih hati si janda seksi dan anaknya itu? Lalu bagaimana dengan mantan suami dari sekretarisnya yang tiba-tiba datang dan menjadi penghalang mereka untuk bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bos Menyebalkan
"Baru juga keluar dari lift, permintaannya udah banyak banget. Emang nggak jelas itu bos satu, menyebalkan." gumam Emma menggerutu karena banyaknya perintah dari sang atasan.
Bosnya yang bernama Luis Marshal Gena itu menurut Emma sangat menyebalkan. Laki-laki berusia 35 tahun dan masih single namun sudah sukses. Menurut Emma, atasannya itu belum menikah karena tak ada perempuan yang tahan dengan sikap menyebalkannya.
"Biasanya CEO atau pemimpin perusahaan itu dingin dan berwibawa kaya di novel-novel. Lha ini... Banyak bicara,"
"Pantas aja jadi perjaka tua. Banyak maunya," gumamnya yang kemudian menghubungi OB untuk membersihkan ruangan pribadi atasannya dan membelikan cemilan.
"Ngapain itu orang minta suruh membersihkan ruang pribadi? Bukannya kemarin habis dibersihkan juga. Temannya juga cowok semua. Astaga... Jangan-jangan mereka kaum mau begituan lagi,
Hiiii...
Amit-amit,
***
"Hai, cantik. Si Bos ada di dalam kah?" tanya seorang laki-laki sambil mengedipkan sebelah matanya. Dia adalah teman dari Luis, Erlan Thavi Windarta.
Erlan, sapaan laki-laki yang usianya sama dengan Luis. Sifatnya sangat menyebalkan dan genit, terlihat seperti cowok playboy. Saat datang ke kantor milik Luis, dia selalu menggoda Emma. Namun Emma hanya acuh saja, bahkan tak terpesona sama sekali. Padahal Erlan ini sangat tampan dan kaya. Pasalnya Erlan ini sudah mempunyai istri tapi genit.
"Ada, Tuan Erlan."
"Minta tolong itu matanya jangan begitu. Saya khawatir tidak akan balik lagi seperti semula. Nanti udah jelek jadi tambah..." ucap Emma mengingatkan Erlan dengan sedikit ucapan pedasnya.
Pfttt...
Hahaha...
"Biar aja, Emma. Biar matanya terus kedip-kedip kaya gitu," ucap sahabat Luis lainnya yaitu Roland Ardiansyah Sinto setelah menertawakan Erlan.
"Mirip kaya cacingan," timpal Hendrick Nisyaq sambil menggelengkan kepalanya.
"Jahat sekali kamu itu, cantik. Padahal aku ini hanya menyapamu lho. Kok tega sih sama aku?" tanya Erlan dengan nada yang dilebih-lebihkan.
Jijik...
Hendrick dan Roland menatap jijik pada Erlan yang sangat lebay. Padahal sudah jelas jika Emma tampak biasa saja dan menatapnya datar. Namun Erlan seperti tidak mempunyai malu karena tak paham jika Emma risih terhadapnya.
Erlan ditarik paksa oleh Roland dan Hendrick untuk segera masuk ke dalam ruangan Luis. Sedangkan Emma hanya mengedikkan bahunya acuh melihat tiga sahabat itu. Mereka bertiga sudah menikah. Hanya Luis saja yang belum menikah di antara mereka berempat. Setiap ketiganya datang ke perusahaan ini, Erlan selalu menggodanya. Beruntung Emma tak pernah menggubrisnya.
"Dasar Om-Om sableng. Temannya si bos nggak ada yang benar sedikit apa itu? Punya teman kok kaya begitu semua. Yang satu suka godain cewek. Yang dua juga sama menyebalkan seperti si bos," gumam Emma yang kemudian melanjutkan pekerjaannya.
***
"Luis, makin cantik dan seksi aja itu sekretarismu. Kalau kamu udah nggak butuh itu sekretaris, kasih ke perusahaanku aja. Aku bakalan dengan senang hati mene..."
Bugh...
Sebuah map berisi proposal kerjasama langsung mendarat pada wajah Erlan sebelum menyelesaikan ucapannya. Map itu berasal dari tangan Luis. Sahabatnya itu setiap datang ke kantornya selalu minta sekretarisnya untuk pindah. Entah apa yang ada di dalam pikiran Erlan. Walaupun Luis juga yakin kalau Emma tidak akan pernah mau pindah ke perusahaan Erlan.
"Dalam mimpimu, Erlan si playboy cap kodok." ucap Luis dengan tatapan sinisnya.
"Kenapa sih? Kan aku membantu mencarikan pekerjaan yang lebih baik. Perusahaanku lho bisa santai-santai kerjanya. Nggak kaya di sini," ucap Erlan sambil meraup wajahnya yang terasa sedikit nyeri.
"Kenapa sih? Kenapa sih? Tolong teman kalian itu, tendang saja dari atas lantai 13. Biar jatuh dan mati sekalian," ucap Luis memberikan arahan pada Hendrick dan Roland.
"Aneh banget. Kamu cemburu ya kalau dia dekat-dekat sama aku? Cinta sama sekretaris seksinya? Dia janda lho, nggak cocok sama perjaka kaya kamu. Mana kastanya juga berbeda?" tanya Erlan dengan memperjelas status dari Emma. Itu seperti mengisyaratkan jika Emma tidak pantas untuk Luis.
Roland dan Hendrick saling tatap saat melihat Luis menatap tajam ke arah Erlan. Tatapan antara kesal dan tak suka karena Erlan membahas tentang status Emma yang janda. Sedangkan Erlan sendiri tidak menyadarinya sama sekali. Ia terus saja berceloteh walaupun Roland dan Hendrick sudah menyenggol lengannya.
"Apaan sih?" seru Erlan saat merasakan lengannya terus disenggol.
"Itu singa mau makan kamu hidup-hidup," bisik Roland sambil memberikan kode pada Erlan lewat gerakan bola matanya.
Eh...
"Ampun, Luis. Berjanda aku, eh bercanda maksudnya." Erlan langsung menangkupkan kedua tangannya di depan dada saat melihat tatapan tajam dari Luis.
"Jangan pernah merendahkan oranglain terutama perempuan. Status janda dan sosial seseorang bukan lah candaan. Tidak ada perempuan yang mau gagal dalam pernikahan. Tidak mau juga orang hidup miskin dan kekurangan," ucap Luis dengan nada dinginnya.
Hendrick dan Roland setuju dengan apa yang diucapkan oleh Luis. Bagaimana pun juga Emma tidak mau gagal dalam pernikahan. Mereka pun juga tidak tahu alasan mengapa pernikahan itu sampai gagal. Bisa karena dari pihak perempuan atau justru laki-lakinya.
Namun yang namanya Erlan, dia memang suka seenaknya berbicara. Berbeda dengan ketiga sahabatnya yang lebih terkontrol saat berbicara. Padahal Luis sudah sering mengingatkan dia agar tak macam-macam di kantornya, terutama pada Emma. Pasalnya Emma ini adalah sekretaris yang sangat bisa diandalkan. Ia tak mau jika Emma tersinggung kemudian resign dari perusahaannya.
"Iya, sorry. Kan tahu sendiri kalau aku ngomong suka ceplas-ceplos. Lagian sekretarismu itu nggak baperan. Aku goda saja tidak salah tingkah kaya perempuan lain," ucap Erlan sambil memutar bola matanya malas.
Tok... Tok...
"Masuk,"
"Ada apa, Emma?" tanya Luis saat melihat Emma masuk ke dalam ruangannya.
"Cemilan dan minuman untuk tamu sudah datang," ucap Emma membuat Luis menganggukkan kepalanya.
"Letakkan saja di sana," titah Luis membuat OB yang berada di belakang Emma segera masuk.
"Pak Edi, campurkan kopinya dengan obat nyamuk itu. Biar penyakit mengomentari hidup orang segera sembuh," ucap Emma memberikan perintah dengan mengandung sindiran pedas.
Luis menepuk dahinya pelan. Ia lupa jika ruangannya ini belum dirinya setting kedap suara. Tentu saja Emma yang duduk di depan ruangannya, mendengar semua percakapan mereka. Terutama suara Erlan yang tadi sangat kencang.
Maaf Bu Emma, tapi...
Jika sudah selesai, bisa kembali, Pak.
Baik, Bu Emma.
Saya memang janda, tapi punya harga diri. Jika anda menganggap janda itu gatal dan matre, anda salah besar. Justru yang gatal dan genit itu anda sendiri. Berkaca lah sebelum mengomentari hidup oranglain,
Kalau nggak punya kaca, saya pinjami.
Brakk...
Badas...
Ngeri kali. Aku kira dia lemah lembut, tapi berani melawan juga.
Sangat menarik. Aku suka perempuan yang mampu melawan orang yang merendahkannya,
ini buktinya🤣🤣
dengan itu om bos ,kalau gak tertarik mending buat kakek Regan aja😂
Emma lihat tuh kak Luis dan Aiko sangat kompak bukan ,sangat pantas dan cocok jadi suami mu 😂
Luis kapan ngajakin nikah 🤣
serius aku nanya😂
nanti tambah gak tumbuh tumbuh rambut nya Kim kalau sama Celine hahaha
tapi bener juga siapa tau cocok😂
Cie Luis berharap jadi pasangan suami istri 🤭