Selama 18 tahun, Bai Chen hidup sebagai anak selir yang tidak dianggap di faksi kecil Benua Barat. Ia disiksa, dihina, dan jalur Dao-nya dihancurkan oleh klannya sendiri tanpa ampun, membuatnya dianggap sebagai sampah abadi.
Tepat di hari ulang tahunnya yang ke-18, saat ia terbaring sekarat di ruang bawah tanah yang dingin, sebuah suara mekanik dingin berdering di kepalanya:
[Sistem Penguasa Dao Diaktifkan. Memperbaiki jalur Dao yang hancur. Sinkronisasi dimulai...]
Dalam sekejap, hambatan tubuhnya musnah. Dari titik terendah sebagai manusia fana, ia melompat langsung ke Ranah Void Dao!
Menggabungkan logika sains modern dan kekuatan sistem absolut, Bai Chen menembus batasan dunia kultivasi yang kolot. Ia membumihanguskan para musuh yang merendahkannya, mengguncang 5 Klan Kuno di Benua Tengah, hingga berdiri di puncak pertempuran kosmik yang membelah dunia demi menjadi Kaisar Surgawi mutlak yang tak tertandingi!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon OhMyZy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ujian Resep Pil Mati dan Kebijaksanaan Sang Grand Master
Suasana di dalam ruang pengasingan pribadi Grand Master Yao Chen mendadak berubah menjadi sangat sunyi dan khidmat. Setelah insiden pemulihan jalur meridian yang menegangkan, tatapan kagum terpancar jelas dari mata para tetua agung dan dewan alkemi Paviliun Pil Kuno yang masih berdiri di sekeliling ruangan.
Grand Master Yao Chen, yang kini telah pulih sepenuhnya dengan rona wajah segar dan sirkulasi energi Dao Surgawi Bintang 9 yang stabil, perlahan-lahan bangkit dari matras meditasinya. Ia merapikan jubah putih kebesarannya, lalu melangkah mantap mendekati Bai Chen. Di hadapan pemuda muda yang usianya terpaut jauh di bawahnya itu, Yao Chen sama sekali tidak menunjukkan keangkuhan seorang tokoh legendaris benua luar; sebaliknya, ia memperlihatkan sikap hormat yang luar biasa.
"Pengembara muda..." suara Yao Chen bergemerincing lembut, memecah keheningan ruangan. "Tindakanmu hari ini tidak hanya menyelamatkan nyawa tua ini dari ambang kehancuran, tetapi juga membuka mata batin kami terhadap esensi sejati dari hukum alam dalam dunia alkemi. Apa yang kau miliki bukanlah sekadar teknik, melainkan pencerahan mutlak."
Bai Chen menatap lelaki tua berjanggut putih itu dengan ekspresi tenang. Ia menyilangkan kedua tangannya di dada, lalu tersenyum tipis. "Grand Master Yao Chen berlebihan. Apa yang saya lakukan tadi hanyalah memperbaiki kesalahan logika termodinamika yang keliru dalam proses peracikan resep obat kalian. Hukum alam tidak pernah berbohong; jika rumusnya salah, hasilnya pasti akan menghancurkan diri sendiri."
Mendengar jawaban yang sangat rasional dan berwibawa itu, Yao Chen mengangguk-angguk takjub. Ia menarik napas dalam-dalam, lalu menoleh sekilas ke arah Tetua Agung Han dan para alkemis di belakangnya sebelum kembali mengalihkan pandangannya kepada Bai Chen.
"Mengingat tingkat pemahamanmu yang begitu luar biasa, tetua tua ini memiliki satu permintaan sekaligus ujian kecil untukmu," ucap Yao Chen dengan nada serius namun penuh harap. Ia berbalik badan, melangkah perlahan menuju sebuah kotak giok hitam legam yang diletakkan di atas meja batu khusus di sudut ruangan.
Yao Chen membuka tutup kotak giok tersebut dengan hati-hati. Dari dalam kotak itu, terpancar pendaran cahaya keemasan redup yang dikelilingi oleh hawa dingin menyengat. Sebuah gulungan perkamen tua berwarna kekuningan tersimpan rapi di dalamnya, diiringi oleh sisa serbuk herbal purba yang telah berusia ribuan tahun.
"Ini adalah... resep pil mati yang ditinggalkan oleh leluhur pendiri Paviliun Pil Kuno sepuluh ribu tahun lalu," kata Yao Chen pelan, menatap gulungan perkamen itu dengan kilatan mata penuh rasa penasaran bercampur frustrasi masa lalu. "Selama ratusan tahun, seluruh alkemis terbaik di Benua Utara—termasuk diriku yang berada di ranah Dao Surgawi—telah mencoba meracik pil dari resep ini ratusan kali. Hasilnya selalu sama: tungku meledak, bahan obat musnah, dan tidak ada satu pun pil yang berhasil terbentuk."
Yao Chen mengangkat gulungan perkamen tersebut dan menyerahkannya langsung ke hadapan Bai Chen.
"Jika kau memang memiliki pengetahuan mutlak tentang reaksi unsur obat dan termodinamika kosmik... bisakah kau membaca resep ini, membedah cacat formulanya, dan meracik ulang pil tersebut di hadapan kami hari ini?" tantang Yao Chen dengan mata berbinar-binar penuh harap.
Di sudut ruangan, Tetua Agung Han dan para tetua lainnya menahan napas. Resep pil mati itu adalah misteri terbesar dan kegagalan paling memalukan dalam sejarah panjang Paviliun Pil Kuno. Meminta seorang pemuda asing untuk meraciknya secara langsung adalah sebuah pertaruhan besar, namun mereka juga tahu bahwa jika ada seseorang di dunia ini yang bisa memecahkannya, orang itu adalah pemuda misterius di hadapan mereka saat ini.
Bai Chen menerima gulungan perkamen tua tersebut dengan tangan kanannya. Begitu jemarinya bersentuhan dengan permukaan perkamen, sistem di dalam benaknya langsung merespons secara otomatis.
[Ding! Misi Sampingan Utama Diaktifkan: Analisis dan Peracikan Ulang Resep Pil Mati Kuno!]
[Memindai struktur molekul teks perkamen purba...]
[Analisis sedang berlangsung: Mendeteksi kombinasi herbal langka berupa Akar Jiwa Es Seribu Tahun, Inti Buah Matahari Surgawi, dan Air Embun Kehidupan.]
[Peringatan Sistem: Kombinasi unsur Yin dan Yang dalam resep ini memiliki ketidakseimbangan polaritas sebesar 42%. Tanpa katalisator penyeimbang netral, reaksi kimia di dalam tungku akan mengalami disintegrasi atomik.]
Dalam sepersersekian detik, seluruh formula kimia, titik didih, dan struktur energi dari resep purba yang membingungkan para alkemis selama ribuan tahun itu terpetik sempurna di dalam kepala Bai Chen. Sebagai seorang insinyur modern yang menguasai fisika kuantum dan reaksi kimia tingkat lanjut, cacat formula tersebut terlihat sangat konyol dan mudah diperbaiki.
Bai Chen mengangkat kepalanya, menatap Grand Master Yao Chen dan para tetua yang menunggu dengan jantung berdegup kencang. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman penuh percaya diri.
"Resep ini memang disebut sebagai resep pil mati oleh leluhur kalian," ucap Bai Chen dengan suara tenang yang menggema di seluruh ruangan. "Tapi alasannya bukan karena pil itu tidak bisa dibuat, melainkan karena pembuat aslinya bodoh dalam memperhitungkan titik jenuh polaritas antara unsur es dan api."
"Apa?!" seru Tetua Agung Han kaget mendengarnya. Berani sekali pemuda itu menyebut leluhur pendiri paviliun mereka dengan sebutan bodoh! Namun, tidak ada seorang pun yang protes karena mereka tahu kebenaran ada di tangan Bai Chen.
"Berikan aku waktu sepuluh menit, satu tungku pemurnian standar, dan akses ke bahan-bahan herbal di ruang penyimpanan kalian," lanjut Bai Chen tanpa membuang waktu. "Aku akan membuktikan di depan mata kalian bagaimana resep mati ini melahirkan pil tingkat sempurna yang mengguncang langit."
Mendengar tantangan terbuka itu, Grand Master Yao Chen tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya. Ia tertawa lepas, mengepalkan kedua tangannya erat-erat karena terlalu antusias.
"Baik! Bagus sekali!" seru Yao Chen penuh semangat. "Tetua Han, siapkan Aula Pemurnian Utama sekarang juga! Sediakan seluruh bahan kualitas tertinggi yang kita miliki! Hari ini, kita akan menyaksikan kelahiran kembali sebuah mukjizat alkemi!"
Beberapa menit kemudian, berita tentang pengembara misterius yang menantang diri meracik ulang resep pil mati peninggalan leluhur menyebar dengan kecepatan kilat ke seluruh penjuru Paviliun Pil Kuno di Kota Alkemi Tianxiang. Ratusan murid alkemis, pengurus junior, dan para tetua berbondong-bondong memadati area sekitar Aula Pemurnian Utama, ingin menyaksikan secara langsung peristiwa langka yang belum pernah terjadi dalam sejarah ratusan tahun tersebut.
Di dalam aula yang luas, Bai Chen berdiri seorang diri di hadapan sebuah tungku peracikan pil baru yang terbuat dari batu giok hitam. Di atas meja di sampingnya, puluhan jenis bahan obat langka—termasuk Akar Jiwa Es Seribu Tahun yang menjadi salah satu target misi sistem lintas benua—telah tersusun rapi sesuai urutan yang ia minta.
Grand Master Yao Chen, Tetua Agung Han, dan para petinggi paviliun duduk di bangku kehormatan di sisi utara aula, mengamati setiap gerak-gerik Bai Chen dengan napas yang hampir tertahan. Suasana di dalam aula begitu sunyi hingga suara hembusan angin es dari luar jendela terdengar dengan jelas.
Bai Chen menarik napas panjang. Ia mengangkat tangan kanannya perlahan, memancarkan api spiritual berwarna keemasan murni dari telapak tangannya untuk menyalakan bagian bawah tungku giok hitam tersebut.
Fyuuuh!
Nyala api keemasan itu menyala stabil, menghasilkan suhu panas yang merata tanpa menimbulkan gejolak liar. Itu adalah kontrol energi tingkat tinggi yang menunjukkan penguasaan mutlak atas hukum termodinamika.
"Perhatikan urutannya," gumam Bai Chen pelan, namun suaranya cukup jelas untuk didengar oleh seluruh penonton di dalam aula.
Ia mengambil bahan pertama: Akar Jiwa Es Seribu Tahun. Alih-alih memasukkannya secara utuh seperti metode tradisional, Bai Chen menggunakan pisau es tipis yang dibentuk dari energi Void Dao untuk mengiris akar tersebut menjadi ribuan bagian mikroskopis dengan ketebalan yang sama persis hingga tingkat nanometer.
"Pertama, manipulasi struktur fisik untuk memperluas permukaan bidang serap," ucap Bai Chen sambil menjentikkan jarinya, memasukkan serpihan es tersebut ke dalam tungku pada suhu persis delapan puluh derajat Celsius.
Sizzz...
Uap dingin berwarna putih tipis mengepul keluar dari corong tungku, namun tidak ada tanda-tanda ledakan atau bau hangus seperti yang biasa disaksikan oleh para alkemis sebelumnya. Reaksi eksotermik liar yang selama ini menghancurkan bahan obat berhasil diredam secara sempurna oleh kontrol suhu yang sangat presisi.
Selanjutnya, Bai Chen mengambil Inti Buah Matahari Surgawi—bahan berunsur api murni yang memiliki polaritas bertolak belakang dengan Akar Jiwa Es. Di masa lalu, para alkemis selalu gagal karena mencampur bahan ini terlalu cepat atau terlalu lambat.
Namun, Bai Chen menunggu hingga detik ke-145, tepat ketika kurva pendinginan di dalam tungku mencapai titik keseimbangan termodinamika mutlak. Dengan gerakan tangan yang sangat anggun dan cepat, ia memasukkan buah tersebut bersama dengan tiga tetes Air Embun Kehidupan sebagai katalisator penyeimbang netral.
Bum!
Begitu bahan terakhir masuk, tungku giok hitam itu bergemetar hebat. Suara gemuruh guntur halus bergemerincing di dalam ruangan, dan pendaran cahaya lima warna meledak keluar dari celah-celah tungku, menerangi seluruh sudut aula pemurnian dengan cahaya silau yang menyilaukan mata.
Ratusan murid alkemis di luar aula terperanjat kaget, melindungi mata mereka dari pancaran cahaya yang begitu terang.
Grand Master Yao Chen dan Tetua Agung Han berdiri dari kursi mereka secara bersamaan, rahang mereka hampir copot karena rasa terkejut yang luar biasa. Aura energi kosmik yang terpancar dari tungku tersebut membawa aroma wangi harum yang langsung menembus dinding bangunan, menyebar ke seluruh penjuru Kota Alkemi Tianxiang dalam hitungan detik!
"Aroma ini...!" teriak Yao Chen dengan suara bergetar histeris. "Aroma pil tingkat sempurna! Tidak... ini bahkan melampaui tingkat sempurna! Ini adalah aura pil keabadian tingkat ilahi!"
Whosh!
Tutup tungku giok hitam itu terlempar ke udara secara otomatis. Dari dalam rongga tungku, sebutir pil bundar bercahaya keemasan terang melesat naik ke udara, berputar pelan di bawah langit-langit aula sambil dikelilingi oleh proyeksi bayangan sembilan naga spiritual yang menari-nari.
Resep pil mati yang gagal diracik selama sepuluh ribu tahun akhirnya berhasil dihidupkan kembali di hadapan seluruh anggota Paviliun Pil Kuno.