NovelToon NovelToon
Jatuh Ke Pelukan Ayah Sahabatku

Jatuh Ke Pelukan Ayah Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:50.3k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Terbang menuju Italia demi cinta, Evelyn hanya ingin membahagiakan kekasihnya. Namun, takdir berkata lain saat ia menemukan kenyataan pahit di dalam pesawat: sang kekasih berciuman mesra dengan wanita lain di depan matanya.

Saat air mata menetes dan tubuhnya goyah akibat turbulensi mendadak, sepasang lengan kekar menariknya rapat. Ia berada di pelukan Wiliam, pria dewasa berwajah tegas, berkelas, dan memiliki tatapan dingin membunuh. Pria itu tak membiarkan Evelyn lepas begitu saja. Dari sebuah insiden guncangan pesawat, Evelyn justru melangkah masuk ke dalam dunia sang pria paruh baya yang kaya raya, protektif, dan siap memanjakannya tanpa batas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 34

***

Pendar mentari pagi di perbukitan pinus menembus kaca jendela kamar utama vila tersembunyi, membiaskan pendar hangat yang kontras dengan gejolak dingin di luar sana. Di dalam kamar, Lyn duduk di tepi ranjang dengan gaun sutra longgar bernuansa merah muda pucat. Tangannya yang dingin mengusap pelan perut bawahnya yang mulai memperlihatkan lekuk halus kehamilan.

Wiliam melangkah mendekat seraya mengenakan jam tangan mewahnya. Pria paruh baya itu membungkuk pelan, mendaratkan kecupan hangat di kening Lyn sebelum mengecup perut rata wanitanya melalui kain gaun.

"Aku harus ke kantor pusat sebentar untuk menyelesaikan beberapa berkas akuisisi," bisik Wiliam serak, menatap Lyn dengan pendar mata sehitam jelaga yang penuh proteksi. "Pengawal di bawah sudah kuperketat. Jangan memikirkan apa pun, Little Lady. Cukup istirahat dan jaga anak kita."

Lyn mengangguk pasrah seraya mengulas senyum tipis yang pahit. "Hati-hati, Wiliam..."

Wiliam mengecup bibir Lyn sekali lagi dengan hangat, lalu berbalik dan melangkah keluar kamar. Namun, tak ada seorang pun yang menyangka bahwa di saat yang sama, sebuah bom waktu telah dilemparkan oleh Siska ke tengah publik.

Terdesak oleh aksi balasan Wiliam yang membekukan seluruh rekening bank miliknya dan melayangkan ancaman pidana tanpa ampun, Siska diliputi dendam yang membakar. Di dalam apartemen sewanya, Siska mengetik sebuah surat terbuka secara anonim dan menyebarkannya di grup obrolan tertutup jejaring alumni kampus serta lingkaran sosialita papan atas ibu kota.

Surat itu ditulis dengan kalimat terselubung yang licik. Tanpa menyebutkan nama secara terang-terangan, Siska menguraikan petunjuk-petunjuk tajam:

"Skandal besar di balik tirai konglomerat ternama. Seorang gadis muda dari kalangan mahasiswa yang berpura-pura menjadi sahabat putri tunggal sang pengusaha, kini tengah mengandung janin rahasia sang tuan di sebuah vila privat perbukitan. Perhatikan siapa yang mendadak hilang dari ruang kuliah kalian..."

Pesan itu menyebar bagaikan api menyambar jerami kering.

Di perpustakaan kampus, Clara duduk sendirian di meja sudut dengan wajah sayu dan mata yang sembap. Ponselnya bergetar bertubi-tubi saat beberapa teman sosialitanya meneruskan tangkapan layar surat terbuka tersebut ke kolom obrolan pribadinya.

"Clara, kamu sudah baca ini? Ini beneran membicarakan Papamu?"

"Clara, siapa mahasiswa yang dimaksud? Bukannya Lyn sahabat dekatmu yang mendadak hilang kuliah seminggu ini?"

Clara membelalak kaku. Jemarinya gemetar hebat saat membaca ulang setiap bait surat terbuka itu.

"Gadis muda... sahabat putri tunggalnya... mendadak hilang..." bisik Clara dengan suara yang hampir tak terdengar.

Seketika, potongan-potongan teka-teki yang selama ini membingungkan otaknya mendadak berputar dan saling terhubung secara mengerikan.

Bayangan Lyn yang mendadak menolak diajak menginap di mansion... kecanggungan Lyn setiap kali nama Wiliam disebut... alasan mual dan sakit lambung yang terkesan dibuat-buat... hingga aroma sandalwood—parfum maskulin khas ayahnya—yang pernah tercium pekat di pakaian dan kamar apartemen Lyn.

DEG.

Darah di dalam tubuh Clara serasa berhenti mengalir. Napasnya memburu kencang, dadanya naik turun diiringi rasa mual dan sakit kepala yang mendadak menghantam logikanya.

"Tidak... Tidak mungkin..." jerit Clara pelan, meremas ponselnya kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih. "Lyn... tidak mungkin Lyn...!"

Dengan mata bergenang air mata dan pendar kecurigaan yang membakar jiwa, Clara menyambar tasnya dan berlari keluar dari perpustakaan. Gadis itu tidak lagi sudi dibodohi. Ia memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menembus jalanan perbukitan, meluncur lurus menuju vila tersembunyi yang lokasi pastinya berhasil ia dapatkan dari pelacakan GPS mobil pengawal ayahnya.

Di vila perbukitan, suasana siang terasa begitu lengang. Lyn baru saja selesai meminum susu kehamilannya ketika suara derit rem mobil yang amat tajam beradu dengan kerikil pelataran depan.

CIIIIRRRKKK!

Lyn tersentak kaku di atas ranjang. Jantungnya berdegup kencang secara tidak normal.

Tak lama kemudian, suara keributan dan bentak histeris bergaung dari lantai bawah.

"Buka pintunya! Lepaskan aku! Aku mau ketemu Papa! Aku tahu Papa ada di dalam!" jerit suara feminin yang teramat dipahami oleh Lyn.

Itu suara Clara.

Wajah Lyn seketika memucat bagaikan mayat. Seluruh persendiannya membeku kaku. Sebelum Lyn sempat bangkit dari ranjang, langkah kaki yang berlari terburu-buru menyusuri anak tangga terdengar kian mendekat.

BRAK!

Pintu ganda kamar utama terdorong paksa. Para pengawal pribadi yang bertugas di luar kamar tampak kewalahan menahan Clara yang bertindak histeris.

"Nona Clara, mohon jangan masuk! Tuan Besar melarang—"

"DIAM KALIAN!" jerit Clara melengking, menepis tangan pengawal sebelum melangkah masuk ke dalam kamar.

Pintu tertutup rapat saat para pengawal berjaga di luar dengan panik. Di dalam kamar yang luas dan redup itu, pandangan mata Clara seketika terkunci lurus pada sosok wanita muda yang terduduk di atas ranjang king size.

Atmosfer di dalam ruangan seketika membeku total.

Clara mematung di tempatnya. Iris matanya membelalak lebar, menatap Lyn yang mengenakan gaun tidur sutra mahal, terbaring di atas peraduan mewah ayahnya, dengan wajah yang pucat pasrah dan air mata yang mulai menetas melintasi pipinya.

"L-Lyn...?" bisik Clara dengan suara yang pecah dan bergetar hebat.

Gadis itu melangkah maju beberapa tapak dengan tubuh gemetar, menatap sahabat terbaiknya dengan pandangan tak percaya yang amat menyayat hati.

"Kamu... kamu benar-benar ada di sini...?" air mata Clara meluap deras, membasahi pipinya. "Bukan di luar kota... bukan di rumah kerabatmu... tapi di vila Papa...?"

Lyn meremas kain gaunnya kuat-kuat. Bibirnya gemetar hebat, suaranya tercekik di tenggorokan. "C-Clara... aku..."

Clara melangkah kian mendekat hingga berdiri tepat di samping ranjang. Pandangan matanya merambat turun, menatap tangan Lyn yang refleks menutupi bagian perut bawahnya. Di atas nakas, botol-botol vitamin kehamilan dan susu khusus ibu hamil berdiri berjajar rapi.

Rasa pengkhianatan yang teramat dahsyat menghantam dada Clara bagaikan tikaman belati beracun.

"Surat terbuka itu... berita di internet kemarin..." suara Clara melengking histeris, air matanya jatuh bagaikan hujan deras. "Wanita simpanan yang dimaksud... wanita yang sedang hamil anak Papaku... itu kamu, Lyn?! JAWAB AKU, EVELYN!"

"Clara, maafkan aku! Maafkan aku...!" jerit Lyn pecah dalam tangisan histeris, luruh berlutut di atas tempat tidur seraya menangkupkan kedua tangannya di depan dada Clara. "Maafkan aku, Clara... hiks... aku mohon maafkan aku...!"

"KENAPA HARUS KAMU, LYN?!" teriak Clara seraya memukuli bahu Lyn dengan kepalan tangannya yang gemetar hebat. "Kamu sahabat terbaikku! Aku menceritakan semua rahasiaku padamu! Aku menangis di bahumu saat Papaku dingin pada Mami! Tapi ternyata... ternyata kamu yang tidur dengan Papaku di belakangku?!"

Lyn hanya bisa menangis tergugu, menerima setiap pukulan dan caci maki dari sahabatnya tanpa perlawanan sedikit pun. Rasa bersalah yang membakar dada membuat Lyn merasa pantas untuk hancur saat itu juga.

"Kamu pembohong, Lyn! Kamu busuk!" jerit Clara seraya melangkah mundur, meraup wajahnya yang basah oleh air mata dengan rasa jijik dan kecewa yang luar biasa. "Anak di dalam rahimmu itu... adalah anak Papaku?! Kamu mengandung adikku... dari hubungan terlarang dengan ayah sahabatmu sendiri?!"

"Clara... hiks... anak ini tidak berdosa..." rintih Lyn serak, memegangi perutnya yang mual akibat guncangan emosional yang hebat.

"Aku benci kamu, Evelyn!" tegas Clara dengan mata berkilat merah dan napas memburu kencang. "Aku tidak akan pernah memaafkanmu! Dan aku tidak akan pernah sudi mengakui anak haram itu dalam hidupku!"

Tepat saat Clara hendak memutar tubuhnya untuk berlari keluar, pintu kamar kembali terbuka lebar.

Figur tegap Wiliam melangkah masuk dengan aura intimidasi yang amat pekat. Pria paruh baya itu berdiri menaungi ruangan, menatap lurus keributan di dalam kamar dengan pendar mata sehitam jelaga yang dingin dan tak tersentuh.

Bersambung....

1
Mutaharotin Rotin
😍😍😍
Mutaharotin Rotin
🥰🥰🥰🥰 suka ceritanya
ollyooliver
knp gak panggil mami papi aja..kalau mami papa apa bedanya kay dengan clara yg punya ibu sambung pdhl kaay itu anak kandung evelyn dan william
D_wiwied
Clara sdh ketemu jodohnya, smg Julian benar-benar orang baik
D_wiwied
hanya di dunia halu hamilpun bisa request kembar 😆😆
beybi T.Halim
entah lah., pertama kaki,lalu tangan,gas lah kita baca aja daripada mikir..walau pusing🙈
Heresnanaa_: hai Kaka, happy reading 😚🫶
total 1 replies
D_wiwied
gelagatnya calonnya Clara nih 😆🤭
ollyooliver
wah si kecil yang sudah dewasa🤏😄
ollyooliver
sudah suami istri punya anak pula masih pake "saya". formal ya
Mutaharotin Rotin
🫣🫣🫣🫣
Mutaharotin Rotin
😍😍😍😍
D_wiwied
alamat bs punya adik nih kaysan, si daddy main sembur aja 😆😆🤭
Mutaharotin Rotin
🫣🫣🫣🫣
Mutaharotin Rotin
🫣🫣🫣🫣🫣
Mutaharotin Rotin
😍😍😍😍🫣🫣
Arum Dyah
jangan end dlu lo kak... tau² udh umur 4th aja kan🤣🤣
Mutaharotin Rotin
🫣🫣🫣
Mutaharotin Rotin
👍🥰👍🥰🥰
Mutaharotin Rotin
🥰🥰🥰🥰 mampir baca
Arum Dyah
kalo perlu dibikin season ke 2🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!