"Kamu sudah menganggap anak kita adalah sebuah kutukan, maka suatu hari nanti dia akan benar benar menjadi sebuah kutukan untuk keluarga kamu mas!"
Itu adalah kata kata terkahir Riyanti yang bisa di dengar oleh suaminya Raditya ketika di tepi jurang.
Apa yang terjadi sebenarnya? kenapa bisa seseorang bisa menjadi terkutuk?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Raditya berbeda
"Tadi malam kalian tidak makan makanan yang kami buat karena Shaquilla ternyata beli banyak makanan, pagi ini kalian harus coba masakan saya" ucap Eva
"Baik Tante" jawab Kanaya dan Shaquilla tapi sebenarnya Kanaya bingung karena semalam Sanca mengatakan untuk Kanaya tidak memakan makanan yang di buat di rumah itu, Kanaya dan Shaquilla harus memakan makanan yang di bawa dari luar.
Semalam mereka selamat karena makanan untuk Sultan di bawa Shaquilla dan Kanaya ikut memakan itu untuk makan malam, tapi pagi ini mereka tidak punya alasan untuk menolak, apalagi kalau sampai Kanaya menolak makan pasti Eva dan Raditya akan curiga.
"Mana Raditya?" tanya Hilda
"Tadi subuh mas Raditya pergi ma, tapi Eva tidak tahu kemana dan mas Raditya sedikit berubah, dia bilang dia mau mengambil sesuatu" jawab Eva
"Kalau begitu kami akan tunggu Om Raditya untuk makan Tante tidak enak kami makan duluan" ucap Kanaya
"Tidak apa apa kalian makan duluan saja dan nanti ke pabrik di jemput pak Komar" jawab Eva
"Kami akan di jemput kak Sultan Tante, katanya dia akan bawa mobilnya ke sini, kalau Om Raditya mau, kami bisa berangkat bersama" jawab Kanaya
"Tidak perlu, mas Raditya akan membawa motor lamanya" jawab Eva
Tak lama Raditya datang membawa singkong bakar dan juga ubi bakar, bahkan kedua makanan itu masih hangat dan Raditya langsung menyodorkan makanan itu ke arah Kanaya. Membuat Eva kesal karena merasa Raditya terlalu perhatian pada Kanaya dan Shaquilla.
"Ini, kalian makanlah, aku membawa ini dari tebing dan di dekat sana itu adalah kebun milikku dan Riyanti, makanlah itu halal" ucap Raditya mengusap rambut Kanaya dan Shaquilla.
"Mas, sejak kapan kamu makan makanan seperti itu? kamu selalu suka hati sapi dan ikan kan?" tanya Eva
"Untuk hari ini aku tidak mau makan itu, kamu saja dan mama yang makan" jawab Raditya sinis.
"Raditya, kenapa kamu ketus pada istri kamu sendiri! Eva sudah cape bangun pagi untuk memasak ini semua loh" ucap Hilda
"Raditya tidak suka di ganggu ma, ayo Kanaya kamu akan Om suapi, kamu pasti akan suka, singkong dan ubi di kebun kami pulen dan manis, Riyanti suka" ucap Raditya menyodorkan ubi yang sudah dia rebus di kebun kepada Kanaya.
"Tapi...."
Kanaya tidak langsung memakan apa yang di berikan Raditya, dia melirik Eva yang menatapnya tajam bahkan Kanaya juga melihat ke arah Hilda yang melotot supaya Kanaya tidak memakan makanan itu.
"Ayo nak, ayah sudah buat ini untuk kamu, hanya ini yang bisa ayah berikan untuk saat ini" bujuk Raditya pelan dan hanya bisa di dengar Kanaya, membuat mata Kanaya berkaca kaca dan membuka mulutnya perlahan.
"Kamu juga Shaquilla, kamu pasti suka" ucap Raditya dan Shaquilla ikut memakannya karena Kanaya juga makan itu.
"Enak kan?" tanya Raditya dan Kanaya mengangguk sambil tersenyum tipis.
"Saking enaknya sampai mengeluarkan air mata, maaf ya sudah membuat kamu kesulitan" ucap Raditya menghapus air mata Kanaya.
"Terima kasih Om, ini enak" ungkap Kanaya
"Ini memang enak Om, Om yang masak?" tanya Shaquilla
"Iya, kalian jangan makan makanan dari rumah ini nanti ya, itu perintah dariku dan Eva juga mama tidak boleh membuat makanan untuk mereka" ucap Raditya
"Tapi mas..."
"Cukup, aku ingin bersiap ke pabrik, Kanaya habiskan ubi dan singkongnya, nanti siang mungkin aku tidak akan bisa seperti ini lagi, dia... tetaplah diam dan berpura pura tidak tahu" bisik Raditya dan Kanaya mengangguk pelan.
"Nak.... itu ayah kami yang asli, dia tahu yang ada di rumah dan pabrik itu haram makanya dia membuat singkong dan ubi ini di kebun, jin yang mendiami tubuh ayah kamu sedang lemah karena efek air yang kamu berikan, tapi itu tidak akan bertahan lama, jin itu bisa bangkit kapan saja jadi hati hati" bisik Sanca
"Iya ayah, Kanaya akan lebih berhati hati" jawab Kanaya segera menghabiskan ubi yang di berikan Raditya.
"Tante, Bu Hilda, boleh saya bawa sisanya untuk kak Sultan? dia pasti belum makan" tanya Shaquilla
"Bawa saja, kami tidak suka ada makanan yang berasal dari kebun itu" jawab Eva kesal karena dia kembali mendengar nama yang sudah lama tidak di sebutkan Raditya, Riyanti.
"Terima kasih Tante" ucap Shaquilla memasukkan singkong dan ubi itu ke dalam plastik yang dia simpan semalam di tas miliknya.
"Sayangku tidak akan kelaparan di pabrik" ucap Shaquilla berbinar
Setelah menunggu sekitar sepuluh menit, Sultan dan Irsyad datang, mereka sudah mendengar tentang apa yang terjadi kemarin dan mereka sengaja memilih untuk menjemput keduanya agar mereka tidak khawatir pada Kanaya dan Shaquilla. Tapi mereka yang tadinya ingin bebas bicara dengan dua gadis itu malah harus menelan pil pahit karena Raditya ingin ikut bersama mereka.
"Apa kalian sudah lama berteman dengan Kanaya?" tanya Raditya ketika mobil sudah melaju.
"Kalau saya dari kami kecil Om, kak Sultan dan Shaquilla sudah hampir tiga tahun" jawab Irsyad
"Benarkah? ceritakan masa kecil Kanaya" tanya Raditya yang bahkan merangkul Kanaya dan mengusap rambut Kanaya penuh kasih sayang.
"Kanaya dulu cengeng, sering kabur kalau ketakutan tapi dia baik dan tulus, selalu membantu orang yang kesulitan dan juga pintar" jawab Irsyad
"Suka makan perkedel juga" ucap Irsyad lagi.
"Kamu mirip ibu kamu, dia juga suka makan perkedel, dia cengeng tapi dia memang baik, tulus bahkan sangat tulus tapi ayah.... Aakhh!" pekik Raditya tiba memegangi kepalanya.
"Om... Om kenapa?" panik Kanaya
"Dia... hati hati dengannya... Aarrggg!"
Raditya tubuhnya lemas seperti tidak memiliki tenaganya, dia juga memejamkan matanya dan menunduk, Kanaya tidak menyentuh Raditya dan memilih untuk memeriksa lewat pertanyaan saja, tapi ketika Raditya mendongak, Kanaya di buat shok dengan mata Raditya yang berubah menjadi hitam semua.
"Om..."
"Iya cantik?" tanya Raditya menyeringai setelah matanya kembali normal, dan Kanaya yakin sosok jin itu sudah kembali menguasai tubuh Raditya.
"Om baik baik saja? tadi Om berteriak" tanya Shaquilla
"Apa saja yang Om ceritakan pada Kalian?" tanya Raditya curiga.
"Om mengatakan kalau Om itu dulu begitu tampan dan jadi incaran para perempuan" jawab Shaquilla membuat Sultan menahan tawanya.
"Ya, Om memang sangat tampan, sekarang pun masih banyak para gadis yang mengincar Om" jawab Raditya sedikit lega tanpa dia tahu kalau Raditya asli sudah menyelamatkan Kanaya dari musibah besar jika memakan makanan yang di buat Eva.