Dulu Queen cuma anak manja yang hidupnya aman di bawah sayap orangtuanya. Sampai malam itu, kedua orangtuanya dibunuh berdarah dingin oleh rival keluarga, Don King. Queen selamat, tapi dunianya hancur. 15 tahun kemudian dia kembali, bukan sebagai korban. Dengan taktik licik, pasukan setia, dan dendam yang membara, Queen merebut satu demi satu apa yang menjadi haknya dari musuhnya sampai seluruh dunia bawah berlutut di kakinya. Tapi dendam yang dia jalankan harus dia korban juga dengan darah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina1708, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Tak Terlupakan
Happy Reading
❤❤❤❤❤❤
" Hahahaaa... Udah Mom, ini benar-benar membuat ku geli. "
Di sebuah rumah yang hangat dan di penuhi gelak tawa, hiduplah seorang gadis kecil nan lucu yang baru berusia 7 tahun bernama **Allexa Queen Allesandro**.
Sesuai dengan nama nya, Queen. Begitu ia akrab di sapa, benar-benar di perlakukan bak seorang putri kerajaan di tengah keluarga kecil nya yang bahagia.
Ayah nya, Tuan Steven Allesandro, dan Ibu nya Nyonya Amanda Dewi Allesandro sangat menyayangi Queen dengan sepenuh hati. Bagi kedua orang tua nya, tawa Queen adalah penyemangat setelah seharian beraktivitas, dan binar mata nya adalah kebahagiaan terbesar mereka. Apapun yang di butuhkan Queen, kasih sayang dan perhatian selalu tercurah tanpa batas.
Tak hanya ayah dan ibu, Queen juga memiliki seorang kakak laki-laki bernama **Allex King Allesandro**. King adalah sosok kakak yang sangat pelindung dan penyayang. Meskipun kadang suka menggoda adik kecil nya, King selalu pasang badan untuk Queen. Bagi King, Queen adalah adik perempuan tercantik dan berharga yang harus ia jaga kapan saja.
Setiap pagi, suasana rumah keluarga Allesandro selalu terasa hangat... Nyonya Amanda dengan penuh kasih menyiapkan sarapan kesukaan Queen dan merapikan rambut nya dengan pita-pita lucu. Tuan Steven selalu siap memanjakan dan meluangkan waktu untuk bermain bersama Queen di akhir pekan. Dan King selalu menggandeng tangan adik nya dengan bangga setiap kali mereka berjalan bersama.
Di rumah itu, Queen tidak pernah merasa sendirian atau kekurangan cinta. Ia tumbuh menjadi anak yang ceria, ramah, dan penuh kasih karena di besarkan dalam pelukan keluarga yang begitu hangat. Allexa Queen Allesandro benar-benar menjadi *Princess* tercinta yang melengkapi kebahagiaan sempurna keluarga Allesandro.
Pagi hari yang cerah, di kediaman Allesandro saat ini sedang bersiap-siap untuk sarapan pagi.
" Mommy.. Daddy.. Kak King.. Morning!!! " Sapa Queen saat dia baru datang di ruang makan.
" Morning princess.. " Jawab ketiganya bersamaan.
" Ayo duduk sayang, momy buatkan Nasi goreng kesukaanmu, sama ini susu cokelat favorit kamu. " Ucap Nyonya Amanda.
" Wahhh makasih mommy. " Jawab Queen.
Mereka pun menikmati sarapan pagi mereka dengan khidmat.
Setelah selesai sarapan, Queen dan King pergi ke sekolah nya sedangkan Tuan Steven pergi ke perusahaan, sementara Nyonya Amanda pergi ke butik nya.
*****
Di sekolah, seperti hari biasa nya.. Queen datang dan di sambut oleh teman-teman nya. Queen sangat di sukai oleh teman sekolah nya, walau pun dari keluarga terkaya.. Queen tak pernah sombonv atau pun merasa hebat. Dia selalu mau berteman dengan siapa pun.
" Queen sini!!! " Panggil salah satu teman nya.
" Iya Ellena.. " Sahut Queen. Queen berjalan menuju Ellena, teman nya. " Ada apa Lena..? " Tanya Queen.
" Gak apa-apa Queen.. Sini aku punya cokelat... Kamu pasti suka. " Sahut Ellena.
" Waahhh, Queen suka cokelat... Makasih ya Lena.. " Ucap Queen menerima satu kotak cokelat kesukaan nya.
" Ini mamih aku yang bawain dari London, kata nya Queen suka... Jadi mamih juga beliin untuk aku sama Queen. " Ucap Ellena.
" Nanti kita makan cokelat ya pas istirahat. " Ujar Queen.
" Iya Queen.. " Jawab Ellena. " Ayo ke kelas. " Ajak Ellena.
" Ayo. " Jawab Queen, mereka pun pergi ke kelas.
******
Kehidupan Queen benar-benar sangat bahagia, kehidupan yang sangat diinginkan oleh anak-anak seusia nya. Hingga sebuah kejadian yang merubah segala nya, merubah kehidupan Queen juga merubah semua sifat Queen yang ceria dan manja.
Vila Alessandro di pinggir Danau Como selalu tenang setiap malam. Tapi malam itu berbeda. Jam 11:47 malam. Hujan deras mengguyur kaca jendela ruang kerja Tuan Alessandro. Di dalam nya, Tuan Steven Alessandro dan istri nya, Nyonya Amanda sedang berbicara dengan suara tegang.
" Ricardo sudah melewati batas," Kata Tuan Steven Alessandro sambil menggenggam gelas wiski. "Dia mau semua jalur pelabuhan. Aku tidak akan kasih." Lanjut nya.
Nyonya Amanda mendekat. "Kalau begitu kita perang, sayang. Tapi jangan libatkan Queen dan King. Kirim mereke ke Roma malam ini juga." Ucap Nyonya Amanda.
Di lantai atas, Queen sedang mendengarkan musik dengan menggunakan Earphone di telinga nya. Dia tidak tahu kalau di bawah sana, tiga mobil hitam tanpa plat nomor sudah berhenti di depan gerbang vila.
Gerbang di jebol dalam 30 detik. Suara tembakan pertama terdengar dari lantai bawah. Satu kali. Dua kali. Tiga kali.
Queen terlonjak dari kasur. Dia berlari ke balkon dan melihat pemandangan yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidup nya.
Ayah nya tergeletak di tangga utama dengan darah membasahi kemeja putih nya Ibu nya di seret oleh dua pria bertopeng ke tengah aula, lalu di tembak dari jarak dekat.
Queen menjerit. Jeritan nya pecah di tengah suara hujan dan petir. Salah satu pria bertopeng menoleh ke atas. Dia melihat Queen berdiri gemetar di balkon.
"Jangan ada yang hidup!" teriak suara dari radio pria itu. Suara itu serasa tidak asing bagi Queen namun karena panik dia pun tak bisa ingat.
Marco, bodyguard ayah nya, muncul dari belakang tirai dan langsung menyeret Queen masuk.
"Nona, kita harus pergi sekarang!" Bisik Marco cepat sambil menutup mulut Queen yang masih menjerit.
"Tapi Mommy! Daddy!" Ucap Queen menangis.
"Mereka sudah tiada, Nona. Kalau kau tidak pergi, kau juga akan mati. Kau mau dendam atau mau mati konyol malam ini?" kata Marco tegas sambil menyeret Queen lewat lorong rahasia di balik lemari pakaian nya.
" Tunggu, Abang King masih di dalam... Aku harus menyelamatkan nya. " Ucap Queen lagi.
" Tuan Muda sudah di urus oleh bodyguard lain nya, sekarang tugas saya hanya menyelamatkan anda nona. " Ucap Marco, Queen pun pasrah.
Lorong itu gelap, sempit, dan berbau lembab. Dari kejauhan, Queen masih bisa mendengar suara orang-orang dari musuh nya yang tertawa sambil membakar ruang kerja ayah nya.
Sebelum pintu lorong tertutup, Queen sempat melihat satu hal yang membekas selama nya di otak nya.
Elena, sahabat nya sejak kecil, berdiri di samping seorang pria tua seumuran ayah nya. Elena tidak di todong. Elena berdiri tegak, memakai gaun merah, dan tidak menangis. Malah, Elena mengangguk kecil ke arah pria tua itu.
Pengkhianat nya ada di dekat nya, pikir Queen.
Marco menyeret Queen keluar lewat terowongan bawah tanah yang bermuara di hutan pinus belakang vila. Mobil Marco sudah menunggu.
Saat mobil itu melaju meninggalkan vila yang terbakar, Queen menoleh untuk terakhir kali nya.
Vila mewah tempat dia tumbuh, kini jadi lautan api. Ayah dan ibu nya, kini tinggal nama. Sedangkan Kakak kandung nya dia tak tahu bagaimana nasib nya saat ini, dia hanya berharap kakak nya akan selamat juga. Dan sahabat kecil nya, kini akan jadi musuh bagi nya.
Queen tidak menangis lagi malam itu. Dia menghapus air mata nya, menatap api itu, dan berbisik dengan suara dingin yang bahkan membuat Marco merinding:
" Aku akan ingat malam ini. Aku akan kembali. Bukan sebagai anak kecil yang kalian buru. Tapi sebagai ratu yang akan mengambil semua yang kalian punya. Dengan darah." Ucap Queen dengan sorot mata penuh kebencian.
Marco hanya diam dengan menatap jalanan yang dia lewati.
*******
Happy Reading Guys. 🥰🤗