NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:790.2k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 Tiga Tahun Seakan Tidak Berbekas

Bismillah....karya baru. Semoga bisa menghibur pembaca, dan pembaca banyak yang suka karya saya.

     Lettu Sus Ardana, S.Psi., Psikolog, berdiri tegap di depan kaca, merapikan kerah seragam lorengnya untuk yang terakhir. Punggungnya yang lebar, memberi kesan betapa gagah dan tampannya pria itu. Seragam loreng yang kini melekat di tubuhnya, mengkilap terkena pantulan cahaya lampu, di langit-langit kamar. Menandakan begitu rapi dan licin seragamnya bak kaca tanpa goresan.

     Nayra berdiri di belakangnya, memegang salah satu sepatu lars yang baru saja selesai ia semir sampai mengkilap, sembari menatap punggung itu lalu mengukir senyum bangga dan penuh cinta. Sikap seperti itu yang sering Nayra perlihatkan, ketika melihat suaminya sudah siap dengan seragam kerjanya.

     Sepatu lars itu ia letakkan di lantai dengan hati-hati, lalu ia mendekat dan perlahan memeluk Ardana penuh kelembutan dan kerinduan.

     "Mas Ardana...." bisiknya lembut, berharap pelukan itu mendapat balasan.

     Ardana meraih pelan lengan kanan Nayra, lalu melepaskannya pelan juga. "Nayra, seragamku bisa kusut, dong," tegurnya sembari memutar tubuhnya perlahan.

     Nayra buru-buru menjauhkan kedua tangannya dari Ardana, ia seperti baru sadar kalau suaminya memang sangat ingin terlihat perfect dengan penampilannya. Terlebih dengan seragam yang kini melekat di tubuhnya.

     "Oh, maaf. Nay lupa."

     "Jangan dibiasakan," tegurnya lagi dingin, sembari meraih sepatu lars atau sepatu PDL yang sudah disemir mengkilap oleh Nayra.

     Ardana selesai menggunakan sepatu PDL nya, ia dengan cepat membalikkan badan menuju pintu kamar, diikuti Nayra. Tiba di pintu depan, Nayra segera meraih tangan Ardana seperti biasa. Meskipun Ardana selalu terlihat enggan Nayra melakukan itu.

     "Mas...."

     "Tidak perlu ada kejutan apa-apa, aku tidak suka. Lagipula aku pastikan pulang larut malam. Jadi, kamu tidak perlu menunggu. Ada pasien gangguan mental yang perlu aku tangani sore nanti di RSAU," ujarnya menyambar kalimat yang tadinya mau Nayra ucapkan.

     Nayra terpaku, matanya tertunduk ke bawah, wajahnya mendadak murung seketika. "Iya, Mas. Tidak apa-apa. Tapi, nanti bisa dipastikan akan pulang jam berapa?"

     "Aku tidak tahu. Ya sudah, aku harus segera berangkat," ujarnya lalu bergegas menuju mobilnya.

     Tanpa aba-aba atau kode apapun, Ardana pergi begitu saja, membawa mobilnya membelah jalanan kota menuju kesatuan di SeskoAU.

     Nayra menatap kepergian mobil berwarna navy itu dengan kecewa. Kecewa yang entah keberapa kali, ia pun tidak sempat menghitungnya.

     Helaan napas dalam terdengar, Nayra menutup kembali pintu depan itu perlahan.

     "Non Nayra, tamannya bisa saya bersihkan sekarang, kan?" Tiba-tiba sebuah suara perempuan paruh baya terdengar, menahan langkah kaki Nayra.

     "Bi Mimin? Boleh Bi, lagian tamannya sudah banyak ditumbuhi rumput liar. Taman belakang saja dulu, Bi," balas Nayra dengan sikap ramah.

     Bi Mimin merupakan ART paruh waktu, yang dibutuhkan sewaktu-waktu saja. Atau setiap dua minggu sekali diperbantukan di rumah ini untuk membantu Nayra membersihkan rumah. Sedangkan memasak dan mencuci pakaian serta menyetrika baju, Nayralah yang melakukan. Termasuk seragam loreng milik Ardana tadi.

     "Baik, Non." Bi Mimin segera bergegas menuju samping kanan rumah, menuju taman belakang.

     Nayra kembali melanjutkan langkahnya, ia menaiki tangga menuju kamarnya.

     Nayra termenung di bibir ranjang, hari ini adalah tepat tiga tahun usia pernikahannya bersama Ardana. Dulu, satu dan dua tahun usia pernikahan, Nayra selalu memberikan kejutan anniversary terhadap Ardana. Membuat kue anniversary berkarakter cinta dengan lilin berwarna pink di atasnya, kemudian menyiapkan makan malam romantis atau candle light dinner berdua.

     Namun, di kedua anniversary itu, sikap Ardana sama saja. Sama sekali tidak memperlihatkan bahagia. Ia tidak suka dengan surprise yang dianggapnya hanya buang-buang waktu dan tenaga. Nayra pikir, Ardana memang bukan tipe suami romantis, ia tidak suka merayakan moment penting, seperti ulang tahun pernikahan. Dia menganggapnya terlalu lebay.

     Dan tahun ini, tahun ketiga pernikahan mereka. Tidak ada lagi kejutan itu, yang biasa Nayra lakukan.

     "Aku tidak butuh kejutan seperti itu, hanya buang waktu dan duit. Mending kalau kamu beri aku kejutan, kehamilan misalnya," cetus Ardana tahun lalu dengan wajah tetap tidak berubah, dingin.

     Hati Nayra tercubit, entah yang keberapa kalinya Ardana membahas tentang kehamilan yang tidak kunjung datang. Padahal baik dirinya dan Ardana dinyatakan sehat.

     "Bagaimana bisa kehamilan itu cepat terjadi, kalau hubungan saja kami jarang?" curhatnya suatu kali di sebuah buku diary. Nayra tidak pernah bercerita mengenai masalah rumah tangganya pada siapapun, termasuk pada kedua orang tua maupun kakaknya. Baginya pantang bercerita urusan rumah tangga, toh yang menjalankan adalah mereka berdua.

     Siang berganti senja, saat Bi Mimin berpamitan karena pekerjaannya sudah purna. Taman belakang dan depan sudah dibersihkannya dari rumput liar.

     "Non Nayra, Bi Mimin pulang dulu. Terimakasih makanannya," ucap Bi Mimin berpamitan dengan bahagia, terlebih di tangannya selain memegang uang ia juga memegang kantong kresek berisi makanan dari Nayra.

     Malam pun datang. Tepat jam sembilan malam, Nayra yang belum bisa memejamkan mata, menuruni ranjang. Ia bergegas menuju dapur karena kehausan. Nayra tidak sedang menunggu Ardana, sesuai pesan pria itu.

     Setelah rasa haus itu hilang, sebelum tubuhnya berbalik menuju ruang tengah, Nayra mendengar deru halus mobil milik suaminya di halaman depan. Nayra terkejut, tadinya ia berpikir Ardana akan pulang lebih larut, tapi nyatanya tidak. Langkah Nayra memelan, bahkan ia sengaja membiarkan agar Ardana sampai lebih dulu di ruang tengah.

     Suara Ardana terdengar, seperti sedang menerima sebuah panggilan.

     Nayra berjalan mendekati tangga. Untuk menuju tangga, ia melewati ruang makan dan tengah. Saat suara Ardana semakin jelas di ruang tamu, tiba-tiba Nayra tergelitik penasaran, ingin menguping apa yang suaminya katakan.

     "Besok bisa berjumpa lagi di jam istirahat. Mas istirahat dulu, ya. Bye Tiana," ujarnya, mengakhiri sambungan telpon itu dengan bahagia. Kemudian ponsel yang sudah Ardana jauhkan dari telinganya itu, ia tatap dalam-dalam dengan senyum yang merekah di bibirnya.

     "Tiana...." desahnya penuh kerinduan.

     Nayra menutup mulutnya kuat-kuat, dadanya bergemuruh hebat dan jantungnya berdetak kencang, air matanya tiba-tiba jatuh begitu saja.

     Baginya, kalimat yang suaminya ucapkan pada sosok Tiana itu seperti tidak biasa. Sementara ia, selama ini belum pernah mendapat perlakuan manis dari Ardana. Jangankan senyuman, sapaan lembut saja belum pernah.

     "Siapakah Tiana?" gumamnya lirih, bertanya pada dirinya sendiri dengan perasaan sangat sedih.

     "Nayra, kamu di sini? Kan sudah aku bilang tidak perlu menunggu aku pulang. Kamu ini keras kepala," ucap Ardana tiba-tiba.

     Nayra sempat kaget, karena ia tidak sadar kalau Ardana sudah berada di ruang tengah. Ardana berlalu begitu saja setelah ia menyapa Nayra barusan. Tidak ada sikap manis apapun yang dilakukan Ardana, kecuali dingin.

     Hari ulang tahun pernikahan yang ketiga ini, sepertinya tidak berbekas sama sekali bagi Ardana. Dia bahkan melewati Nayra begitu saja.

NB: Hai...selamat datang di karya baru saya. Pasti kalian bertanya-tanya, kenapa belum selesai kisah Syafira dan Haraz, sudah bikin karya baru?

Saya jawab, ya: "Kisah Syafira akan tetap saya upload sampai retensi benar-benar tercapai, sementara di statistik per bab 20, Noveltoon dengan cepat sudah menampilkan retensi karya saya dengan jumlah 0,57. Jauh dari kata terjangkau, harusnya 0,65. Selisihnya banyak banget, sehingga saya pesimis karya itu bakal lolos bab 20 terbaik.

     Seandainya dalam tiga hari ke depan retensi masih jeblok, maka saya menyerah. Karena jujur saja, karya saya akan sia-sia dan tidak akan mendapatkan reward, meskipun kalian masih setia membaca.

     Sebagai penulis yang pembaca dan pengikutnya masih minim kaya saya, sedih melihat ini. Bukan saya tidak mau bertanggung jawab pada kalian sebagai pembaca, tapi saya sebagai penulis butuh penghargaan dari Noveltoon. Bisa sih saya lanjutkan kisah itu sampai 80 bab, tapi jujur saja, saya hanya akan buang-buang kuota begitu saja. Terlebih kuota IM3, saat ini sangat mahal. Ya Allah, sampai segitunya saya curhar.

Tapi tenang, karya Syafira kalau masih belum tercapai retensi juga, maka insya Allah akan saya pindahkan ke akun saya yang lain, tapi menunggu satu bulan, baru saya up kembali di akun saya yang satunya lagi. Mohon pengertian kalian. Saya hanya seorang penulis yang masih minim pembaca, yang berharap karya saya ini dihargai Noveltoon.

Tolong, dukung karya baru saya, ya. 🙏🙏🙏🙏😢😢😢😢

1
Aneidy Sumarni
muter muter trus smpe harus lompat2 bacanya yg kreatif dong
Deera__
jodohnya Tama ini 😍😍🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
Hay salam kenal Anara sayang. kamu udh tumbuh jadi anak cantik ya 😍😍
Deera__
kayaknya emang Arkana sudh takdirny yg akan menolong membantu menemukan Nayra. pasti berhasil
Deera__
wah pasti Nayra udh lahiran dn anaknya udh tumbuh balita cantik 😍😍😍
Deera__
tarik ulur dulu lah biar syahhhduuuu🤣🤣🤣🤣🤣
Deera__
semoga aja jodoh untuk bertemu Nay. atau othor lagi coba main petak umpet dulu Ardan. dikasih hukuman karna kejam dan dinginnya Ardan selama 3 tahun ini 🤣🤣🤣🤣
Deera__
kok malah borneo jauh Mamat. SULAWESI ARDAN SULAWESI /Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/📢📢📢
Deera__
padahal istrimu di pulau Sulawesi bukan Sumatera /Shy//Smug/
Deera__
sabar ya... mending ama si San San itu atau semoga bertemu jodh yg baik yg lain kamu Tama.
Deera__
untung Nayra bertemu dengan ibu Ghina orang yang sngat baik dan tulus
Deera__
aamiin. semoga kak othor dan keluarga besar maupun kecilnya sehat, panjang umur dunia akhirat, dikelilingi orng baik dn selalu dalam lindungan-Nya aamiin.
Deera__
pasti Hamil itu kamu Nay, akibat ulah nakalll colongan si Ardan pas Nay demam kemarin² /Slight//Slight//Shy//Shy/
Deera__
waduuhh saingan Ardan nihh bosss. senggol bossquueee/Casual//Casual//Proud//Chuckle//Chuckle//Chuckle//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Deera__
wah enak tuh Coto Makassar 🤤🤤😍😋
Deera__
Makassar.. kota yang ingin ku datangi... rindu pada kakakku tercinta nan jauh disna.
Lina Zascia Amandia: Masya Allah, smg cpt bertemu kembali ya Kak... 🥰🥰
total 1 replies
Deera__
Nayra pasti dilindungi kakknya Kak Nayma.
Deera__
gilaaa udh nakall banget kau Tiana dulu. emng kebanyakan pilot itu kang selingkuh, kang modus dan hobbi modal manis doang. banyak intrik dikehidupan Pilot. karna kesibukan kerjanya itu dan sering dikelilingi wanita² cantik lagi seorang pramugari atau pilot wanita
Deera__: curcol aku kak🤣🤣🤭
total 2 replies
Deera__
miris hidupmu Nay 😢😢😢😓😓😓
Deera__
Ya Allah ya Rabb... jika sudh lelah dengan semua. GK sanggup bersama ma istrimu lebih baik pulangkan saja Nayra dengan baik² ke kedua orangtua dan kakaknya. Jangan terlalu dalam menggores luka dihati dan hidup istrimu. GK punya hati dan perasaan sedikit saja kamu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!