NovelToon NovelToon
Pesugihan Ratu Ular

Pesugihan Ratu Ular

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata Batin / Penyelamat / Balas Dendam
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

-

Di tengah ketenangan Desa Lemah Wungu yang asri dan dikelilingi hamparan sawah hijau, Bagas hidup dalam impian sederhana bersama ibunya. Namun, penyakit parah yang menggerogoti sang ibu memaksa Bagas nekat melanggar pantangan desa: memasuki hutan keramat Sendang Manten untuk mengikat perjanjian gaib dengan Ratu Ular.

Seketika, nasibnya berubah. Kepingan sisik emas melimpah membuat Bagas menjadi pemuda terkaya di desa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 20

****

Di dalam temaram kamar utama rumah joglo, keheningan terasa begitu pekat. Angin malam berhembus lembut menggoyangkan tirai kayu, membiaskan wangi melati yang membungkus raga dua insan dari alam yang berbeda. Bagas menggenggam jemari halus Candra Kirana dengan begitu erat, menyalurkan keteguhan hatinya yang tak lagi diliputi keraguan.

Dua pilihan sulit sempat membayangi benaknya, namun melihat binar duka di mata wanita yang dicintainya serta kenangan air mata sang ibu, Bagas telah mengambil keputusan bulat.

"Kirana..." panggil Bagas dengan suara rendah, dalam, dan sarat akan keberanian sejati.

Candra Kirana mendongak pelan, menatap wajah tegap Bagas dalam remang lampu minyak. "Suamiku...?"

"Aku tidak akan pernah lari," tegas Bagas, menatap lurus ke dalam iris mata keemasan istrinya. "Rasa sakit fisik, kehilangan ingatan, atau siksaan energi gaib apa pun... aku siap menanggungnya. Aku tidak peduli seberapa berat rasa terbakar yang harus diserap oleh tubuhku, asal kamu bisa lepas dari takhta gaib itu dan hidup bersamaku di dunia nyata."

Airmata bening menetes di pipi mulus Candra Kirana. "Bagas... ini bukan sekadar rasa sakit biasa. Tubuh manusiamu akan dihantam oleh tumpahan racun bisa dan rasa panas kekuatan Sang Ratu yang luntur. Kamu bisa tewas jika sukmamu tidak kuat."

Bagas menyunggingkan senyuman tipis, merengkuh tubuh jelita istrinya ke dalam dekapan hangatnya.

"Tuhan memberikan tubuh tegap ini untuk melindungi orang-orang yang kucintai, Kirana," bisik Bagas lembut di telinga istrinya. "Ibu merindukan menantu dan kehangatan keluarga di rumah ini, dan aku mencintaimu melebihi nyawaku sendiri. KITA akan melampaui ritual itu bersama-sama. Aku bersumpah demi langit dan bumi, aku akan bertahan!"

Dada Candra Kirana berdesir dahsyat mendengar sumpah sakral suaminya. Kepasrahan dan cinta mendalam menyelimuti batinnya. Untuk pertama kalinya, Sang Ratu Ular merasakan kehangatan perlindungan murni dari sosok pria manusia fana.

"Baiklah, Suamiku..." tutur Candra Kirana seraya menyandarkan kepalanya di dada bidang Bagas. "Jika itu memang keputusan bulatmu, aku akan menyatukan sukmaku dengan keberanianmu. Ritual Penyucian Sukma akan kita laksanakan pada malam Selasa Kliwon mendatang di Danau Utama Sendang Manten."

Candra Kirana menegakkan posisinya, menatap Bagas dengan raut wajah yang sangat serius.

"Mulai besok malam hingga Selasa Kliwon, kamu harus menggembleng fisik dan batinmu, Bagas. Puasalah mutih dan rendam ragamu di air irigasi perbukitan setiap tengah malam untuk menetralisir energi panas tubuhmu. Dan di dunia nyata... siapkanlah Ibumu. Katakan padanya bahwa kamu akan membawa calon istrimu pulang ke rumah ini."

Bagas mengangguk mantap. Rasa gembira meluap-luap di dalam dadanya. Di benak Bagas, bayangan kebahagiaan utuh sudah membentang di depan mata: Candra Kirana akan menjadi wanita biasa, hidup berdampingan dengannya merawat Mbok Sumi di rumah joglo, dan mereka akan membesarkan keturunan mereka di dunia nyata.

Namun, di tengah luapan rasa gembira yang membuncah itu, pikiran Bagas sepenuhnya tersita oleh gambaran masa depan di dunia fana. Saking berbunga-bunganya hati pemuda itu, Bagas sampai tak menyadari satu hal yang teramat sakral.

Di kedalaman Istana Sendang Manten, di atas Altar Utama yang dikelilingi air danau berkilat keemasan, sebutir telur gaib bersisik emas—manifestasi benih keturunan darah murni mereka—terbaring hening di dalam cangkang mistisnya. Telur gaib itu belum pernah menetas di alam gaib, dan karena dibutakan oleh impian bersatu sebagai manusia biasa di dunia nyata, Bagas secara tidak sadar mengabaikan keberadaan calon anak gaibnya yang tertinggal di kedalaman kerajaan bawah tanah tersebut.

Candra Kirana mengecup bibir Bagas dengan kehangatan abadi sebelum wujudnya perlahan menyatu kembali ke dalam pendar Pusaka Sisik Emas.

**

Keesokan harinya, matahari pagi menyiram hangat pelataran rumah joglo. Bagas melangkah keluar dari kamarnya dengan wajah yang tampak berseri-seri dan penuh wibawa. Langkah kakinya yang tegap menuju selasar luar, tempat Mbok Sumi sedang merapikan dagangan beras dan menata piring-piring di meja.

"Sugeng enjang, Bu," sapa Bagas ramah, menyunggingkan senyuman manis.

Mbok Sumi menoleh, agak terkejut melihat binar bahagia di mata anak tunggalnya yang tak pernah ia lihat sebelumnya. "Sugeng enjang, Le... Wajahmu kok kelihatan gembira sekali pagi ini? Ada kabar baik dari sawah?"

Bagas duduk di samping ibunya, merangkul jemari tangan Mbok Sumi yang keriput dengan penuh rasa hormat.

"Bukan soal sawah, Bu..." tutur Bagas lembut, matanya menatap dalam-dalam ke mata ibunya. "Bagas mau menyampaikan sesuatu yang sangat penting untuk Ibu."

Mbok Sumi mengernyitkan dahi, menaruh kain lapnya. "Sesuatu yang penting? Soal apa, Bagas?"

Bagas menarik napas panjang, menguatkan hatinya seraya menyusun kata-kata. "Ibu ingat pembicaraan kita kemarin sore? Soal niat Ibu yang ingin melihat Bagas menikah dan punya menantu di rumah ini?"

Mata Mbok Sumi seketika membelalak pelan, matanya mulai berkaca-kaca. "I-iya, Le... Ibu ingat betul. Maksudmu...?"

Bagas tersenyum amat tulus. "Doa Ibu sudah dikabulkan oleh Gusti. Bagas sudah menemukan wanita pilihan hati Bagas. Dia wanita yang sangat baik, cantik, dan berbudi pekerti luhur. Dalam waktu dekat, Bagas akan membawanya pulang ke rumah ini untuk meminta restu Ibu dan menjadi istri Bagas."

"Gusti Pangeran...!" pekik Mbok Sumi histeris bercampur haru, menutup mulutnya dengan kedua tangan. Air mata bahagia seketika menetes membasahi pipi tuanya. "Kamu tidak sedang bercanda kan, Bagas?! Siapa gadis beruntung itu, Nak? Anak siapa? Orang mana?"

Bagas mengelus bahu ibunya dengan lembut. "Dia bernama Candra Kirana, Bu. Dia berasal dari kawasan perbukitan utara. Kirana wanita yang sangat santun dan dia sangat menghormati Ibu, meskipun saat ini dia sedang menyelesaikan urusan keluarganya sebelum datang ke sini."

Mbok Sumi merangkul tubuh tegap Bagas rapat-rapat, menangis sesenggukan di bahu anaknya. "Matur nuwun, Gusti... Matur nuwun! Ibu sangat bahagia, Le! Akhirnya rumah joglo ini tidak sepi lagi... Ibu bersumpah akan menyambut calon menantu Ibu itu dengan penuh kasih sayang!"

Melihat ibunya menangis gembira, dada Bagas terasa begitu lega dan hangat. Keinginan terbesar ibunya telah terobati oleh harapan baru.

**

Hari-hari berikutnya menjelang Selasa Kliwon diisi Bagas dengan menggembleng fisik dan sukmanya. Setiap tengah malam, saat seluruh desa tertidur lelap, Bagas berjalan sendirian menuju sungai irigasi di batas Hutan Keramat. Pemuda tegap itu berendam di bawah guyuran air dingin, melakukan tapa brata dan merapalkan mantra peneguh jiwa untuk menyelaraskan energi tubuhnya.

Melalui pendar Indra Ular di keningnya, Bagas bisa merasakan gelombang energi magis di Sendang Manten kian bergejolak hebat. Hari H ritual sakral itu semakin dekat.

Bagas berdiri tegap di tepi sungai, mengusap dada kirinya tempat Pusaka Sisik Emas berada. Matanya menatap lurus ke kegelapan Hutan Keramat dengan keberanian mutlak. Ia siap mempertaruhkan raganya demi membawa Candra Kirana ke dunia nyata dan memenuhi janji bahagianya pada sang ibu—tanpa sedikit pun menduga rahasia dan nasib wujud telur gaib anaknya yang terancam membatu di dasar danau gaib.

Bersambung...

1
Yiruma Nitya
Aku mampir ya kak, baca pelan pelan semangat buat kknya, ceritanya bagus 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!