NovelToon NovelToon
Cegil Berhenti Terobsesi

Cegil Berhenti Terobsesi

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Balas Dendam
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

"Gue capek jadi badut. Mulai hari ini, lo bebas dari gue."

Selama tiga tahun di SMA Nusantara, semua orang tahu kalau Elsa Nur Cahyani adalah cegil (cewek gila) garis keras yang bucin mati-matian ke Muhammad Firdaus, Ketua OSIS sempurna yang sedingin es. Elsa rela dipermalukan, jadi seksi sibuk OSIS tanpa dibayar, sampai dihukum lari keliling lapangan demi cari perhatian Firdaus. Hasilnya? Nol besar. Firdaus tetap menganggap Elsa gangguan yang tidak punya harga diri.

Titik balik itu datang di hari ulang tahun Firdaus. Setelah kuenya dihancurkan dan cintanya ditolak mentah-mentah di depan satu sekolah, Elsa sadar: dia sudah selesai. Elsa memutuskan pensiun jadi budak cinta. Dia berubah total—menjadi cuek, fokus pada ujian, dan benar-benar menganggap Firdaus tidak ada.

Tapi anehnya, saat Elsa melangkah pergi, justru Firdaus yang mulai kehilangan arah. Cowok yang tadinya antipati itu mendadak sadar kalau dunia tanpa gangguan Elsa ternyata terasa sangat sepi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketos Mulai Hilang Arah? 10.

Lampu kamar Firdaus sudah dimatikan sejak jam sembilan malam, tapi matanya masih menatap langit-langit dengan nanar.

Kamar yang biasanya menjadi tempat paling nyaman untuknya beristirahat, malam ini mendadak terasa seperti sel isolasi yang mencekik.

Kata-kata Elsa sore tadi tidak cuma terngiang-ngiang, tapi seperti kaset rusak yang berputar tanpa henti, mencabik-cabik sisa harga dirinya yang sudah hancur lebur.

“Tubuh gue nolak lu secara alami, Kak Firdaus.”

Firdaus membalikkan badannya ke kanan, meremas bantal gulingnya kuat-kuat.

Dada sebelah kirinya berdenyut nyeri, sebuah rasa sakit fisik yang nyata akibat tekanan batin yang teramat sangat. Otaknya terus berputar, mencari celah di mana dia bisa memperbaiki ini semua. Namun, setiap kali dia mencoba mencari jalan keluar, tembok tebal bernama masa lalu langsung meruntuhkan harapannya.

Di atas meja belajar, ponsel pintar milik Firdaus tergeletak mati. Sengaja tidak dia sentuh sama sekali sejak pulang sekolah. Firdaus takut. Dia takut melihat grup chat OSIS, dia takut melihat notifikasi dari teman-temannya yang biasanya mengajaknya mabar, dan yang paling dia takuti: dia takut mendapati kenyataan bahwa tidak ada satu pun pesan atau panggilan dari Elsa.

Sial. Mengapa kehilangan gadis yang dulu dia anggap angin lalu bisa seberantakan ini?

Jam dinding berdetak malas, menunjukkan pukul dua dini hari. Perut Firdaus mulai keroncongan, bukan karena lapar, melainkan karena asam lambungnya naik akibat stres yang tertahan. Dengan langkah gontai dan kepala yang terasa pening, dia memutuskan keluar kamar untuk mencari sesuatu yang bisa mengganjal perutnya.

Rumah besar itu sepi, hanya menyisakan deru halus dari pendingin ruangan dan ketukan jemari pada keyboard laptop dari arah ruang kerja sang ayah.

Firdaus melangkah ke dapur, membuka pintu lemari es yang langsung menyemburkan uap dingin ke wajahnya yang kusut.

Di rak tengah, ada sisa sekotak pizza dari dua hari lalu. Tanpa berniat memanaskannya, Firdaus mengambil satu potong dingin, mengunyahnya tanpa selera di depan kulkas yang terbuka. Pikirannya kosong, tapi matanya bengkak.

Dia menutup kulkas, berjalan kembali ke kamar, lalu lima menit kemudian kembali lagi ke dapur hanya untuk menenggak air putih dingin langsung dari botolnya. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Dia gelisah. Jiwanya seperti sedang diaduk-aduk.

"Firdaus."

Suara berat dan tegas itu memecah keheningan malam.

Firdaus tersentak, hampir menjatuhkan botol air di tangannya.

Di ambang pintu dapur, Subroto— ayahnya berdiri dengan kacamata baca yang masih bertengger di hidung dan kemeja kerja yang lengannya sudah digulung sampai siku. Wajah pria paruh baya itu tampak luar biasa lelah karena lembur mengurus data perusahaan yang sedang bermasalah.

"Kamu ini ngapain dari tadi bolak-balik kayak setrikaan? Papa lagi fokus, kamu bolak-balik buka-tutup kulkas, ngambil pizza, mondar-mandir nggak jelas. Mengganggu tahu nggak?" tegur sang ayah, suaranya sarat akan kekesalan yang tertahan.

Firdaus menunduk. Di depan ayahnya yang otoriter, dia tidak pernah punya ruang untuk membela diri. "Maaf, Pa. Daus nggak bisa tidur."

"Nggak bisa tidur karena apa? Kurang-kurangin main game itu. Kamu itu ketua OSIS, sebentar lagi ujian, masa depan kamu itu dipertaruhkan! Jangan malam-malam begini malah keluyuran di dapur bikin berisik!"

Kata 'ketua OSIS' yang diucapkan ayahnya malam ini terasa seperti tamparan yang ironis. Gelar yang dulu dibangga-banggakannya, kini terasa seperti mahkota berduri yang menjijikkan.

Semua orang melihatnya sebagai sosok yang sempurna, tapi di dalam sini, di balik kaus oblong yang dipakainya, Firdaus hanyalah seorang pecundang yang bahkan ditolak oleh kulit gadis yang dulu memuja nya habis-habisan.

"Iya, Pa. Maaf. Daus masuk kamar," ucap Firdaus lirih, tanpa membantah sepatah kata pun.

Sang ayah hanya mendengus, lalu berbalik kembali ke ruang kerjanya, menyisakan Firdaus yang kembali berdiri mematung di kegelapan dapur.

Firdaus melangkah kembali ke kamarnya dengan dada yang kian sesak. Dia mengunci pintu, menyandarkan punggungnya di sana, lalu perlahan merosot hingga terduduk di lantai yang dingin—persis seperti posisinya saat berlutut di depan Elsa sore tadi.

Air matanya menetes lagi, tanpa suara.

Dia teringat dua bulan lalu, saat Elsa menunggunya rapat OSIS sampai jam tujuh malam di bawah guyuran hujan deras, hanya untuk memberikan sebuah kotak makan berisi nasi goreng buatan sendiri yang bentuknya agak gosong. Saat itu, Firdaus hanya menerimanya dengan ketus, lalu membuang kotak makan itu ke tempat sampah begitu Elsa berbalik pergi. Teman-temannya tertawa, dan Firdaus ikut tersenyum sinis demi menjaga imej 'cowok keren' di depan sirkelnya.

“Lu peduli karena lu mulai ngerasa bersalah, bukan karena lu tulus.”

Kalimat Elsa benar-benar membedah isi kepalanya. Apakah dia benar-benar tulus mencintai Elsa sekarang? Atau dia hanya gila karena ego cowoknya terluka akibat kehilangan properti berharga bernama 'ketulusan Elsa'?

Firdaus mencengkeram rambutnya sendiri, menariknya kuat-kuat hingga rasa sakit di kulit kepalanya bisa sedikit mengalihkan rasa sakit di dadanya.

"Gue tulus, Sa... gue beneran sayang sama lo sekarang," bisik Firdaus pada kegelapan kamar yang sunyi. "Gue tersiksa lihat lo kayak gini..."

Namun, dinding kamar tidak bisa menjawab. Jam terus berputar, melewati pukul tiga, pukul empat, hingga sayup-sayup suara azan subuh mulai berkumandang dari masjid dekat perumahannya.

Firdaus sama sekali tidak memejamkan mata sampai langit di luar jendelanya berubah dari hitam pekat menjadi abu-abu kebiruan.

Matanya perih, kepalanya berdenyut hebat akibat kurang tidur dan dehidrasi pasca menangis berjam-jam.

Pagi telah tiba, artinya beberapa jam lagi dia harus kembali ke sekolah. Dia harus kembali memakai topeng sebagai Firdaus si ketua OSIS yang berwibawa, sementara di sudut koridor nanti, dia tahu dia harus berhadapan dengan kenyataan paling pahit: menjadi orang asing yang paling menjijikkan bagi Elsa.

Firdaus menatap pantulan dirinya di cermin kamar mandi yang buram. Wajahnya pucat, kantung matanya menghitam. Dia sadar, hukum tabur tuai itu nyata, dan hari ini adalah awal dari masa panen penderitaannya.

......................

...****************...

Tbc,

1
Clara
Damn kata”nya elsa nyelekit mampus lu daus
falea sezi
🤣🤣 lagii kurang q kirim sebanyak-banyaknya bunga🤭 buat Elsa gk menye
falea sezi
kurang kejam thor buat donk cegil di sukai cogan lain🤣
Queen Aisyah
/Drool//Drool/
falea sezi
🤣🤣 kasian di cuekin
Rofiwan: cegil ini lebih kejam dari pada Livy
total 1 replies
falea sezi
lanjut q krim hadiah
falea sezi
lanjut q kirim hadiah
falea sezi
btw author nya cwek apa cowok🤭
falea sezi
🤣 suka deh jangan jd cegil ngenes ya move on🤣
falea sezi
jangan ngemis ke cowok ya girl jd cwek mahal👍
Luna
US,,,US sadar woy , jangan dipaksa nanti malah kabur 🤣🤣🤣🤣🤣
Luna
jujur penasaran dengan author nya umur berapa yh? tema cerita novel nya semua kebanyakan sekolah,,,GK apa apa sih malah lebih enak gitu GK terlalu berbobot lebih ceritanya ( mafia, pelakor,drama warisan,) ,jadi bisa mengenang masa putih abu-abu dulu,🤭🤭🤭🤭
Luna: jujur yh semua novel mu yg aku baca keren keren,GK terlalu ribet dan drama anak sekolah itu keren,,,sudah sering baca novel sejenis ini tapi yg bener bener sesuai dengan kehidupan anak sekolah yh novel mu ini,,, semangat Thor ,,,saya tunggu kelanjutannya💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!