"Jangaaaaan, jangan bunuh aku! "
Ardian berlari kencang di tengah Desa ketika dia melihat sesuatu yang sangat mengerikan mengejar dirinya malam ini, tidak ada yang mendengar suara jeritan pria itu sehingga sosok yang menyerang dia dengan leluasa memberikan serangan.
Kematian secara misterius datang di Desa ini karena mereka semua telah melakukan perbuatan yang sangat buruk di Malam Satu Suro, dendam yang sangat membara karena ketidakadilan yang telah dia terima sehingga membuat para pelaku harus menebus dengan derita yang begitu besar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 01. Malam tragedi
''Toloooooong!'' Yayuk berlari kencang ketika rombongan pemuda itu mengejar dia malam ini.
''Hahahaa, tidak akan ada yang bisa menolong dirimu malam ini.'' Ardian tertawa terbahak-bahak karena senang melihat mangsa ketakutan.
''Ayo lari ke mana saja kau bisa karena kami akan terus mengejar dirimu.'' Doni tertawa girang juga karena dia merasa senang dengan bakul jamu ini.
"Jangan lari, Sayang! itu hanya akan membuat lelah dan kita tidak bisa meneruskan adegan yang jauh lebih mantap lagi.'' Jamal tertawa dengan penuh Ke mesuman.
"Bajingan, kalian adalah manusia yang tidak tahu diri dan berhati jahat!" Yayuk berteriak kencang karena dia sangat melihat rombongan para pemuda itu.
Untuk mempercepat lari ini maka dia membuang bakul yang ada di punggung karena keseharian Yayuk adalah berjualan jamu di desa ini, banyak yang membeli jamu dia karena Mak Anjar terkenal begitu pintar untuk membuat jamu segala macam sehingga banyak juga yang menunggu kedatangan Yayuk di desa itu untuk berjualan.
Sebagian orang memang ingin membeli jamu gadis tersebut, namun sebagian lagi mereka terpesona ketika Mereka melihat Yayuk yang begitu cantik jelita dengan usia yang masih menanjak remaja sehingga banyak yang mengincar gadis itu, namun Yayuk tetap menolak karena dia tidak ada keinginan untuk menjalin hubungan dengan pria yang ada di desa ini.
Bukan tanpa alasan Yayuk menolak mereka semua, itu karena Yayuk mengetahui bahwa rombongan para pria itu memiliki istri dan sebagian lagi memang masih bujangan, tapi mereka memiliki sifat yang tidak bagus sehingga Yayuk tidak akan pernah mau menerima mereka sebagai kekasih atau bahkan sebagai calon suami.
Jadi banyak yang beranggapan bahwa Yayuk sengaja jual mahal karena dia memiliki paras yang cantik jelita seperti itu. Ardian adalah anak kepala desa di kampung ini dan dia begitu tergila-gila kepada Yayuk, tapi sekali lagi ya yuk terus menolak karena dia tidak ingin memiliki hubungan dengan orang berada seperti Ardian.
Setidaknya Yayuk sadar diri bahwa dirinya hanyalah gadis yang tidak berpunya dan tidak mungkin bisa bersanding dengan Ardian anak kepala desa, Itu semua hanya akan menjadi hinaan dan terlebih lagi Ardian memiliki sifat yang tidak bagus sehingga Yayuk jelas menolak dengan berbagai macam alasan agar tidak menyakiti hati pemuda itu.
Namun ternyata penolakan gadis penjual jamu ini justru menimbulkan malapetaka, Ardian tak terima ditolak seperti itu oleh gadis ini. Padahal selama ini tidak ada wanita yang berani menolak Ardian, selain Dia memiliki kekayaan yang cukup fantastis di desa tersebut, Ardian juga memiliki paras yang tampan sehingga banyak gadis yang jatuh cinta kepada dirinya.
Buaaaaak.
"Aaaaahhh!" Yayuk menjerit keras karena tubuh dia dihantam oleh kayu besar oleh Ardian dari belakang.
"Aku sudah berusaha mengajak kau berbicara dengan baik tapi kau tolak aku begitu saja." Ardian yang geram segera menyambar kebaya milik gadis.''
"Jangan, Ardian!" Yayuk berusaha memohon agar pria ini memiliki sedikit saja rasa Iba.
"Hahaaaaa... tampaknya kau memang sangat menyukai kekerasan seperti ini." Ardian semakin bernafsu ketika melihat lawan sudah tidak bisa untuk.
Duaaaaaak.
"Aaaah, bangsat!" Ardian memakai keras ketika kaki Yayuk menghantam tepat pada bagian perut.
"Yaaaaah Masa Gitu saja tumbang." Jamal mengejek Sambil tertawa.
"Kejar dia sekarang!" bentak Ardian dengan rasa malu yang tidak tertahan.
Yayuk kembali berlari karena dia tahu bila sampai tertangkap oleh lima pria itu maka dia tidak akan selamat, kain jarik yang dia pakai memang mempersulit langkah ini sehingga dirinya harus tertatih-tatih dan berusaha keras untuk bisa berlari dengan cepat, belum lagi sudah sempat kena hantam tadi sehingga membuat Yayuk cukup kesakitan.
"Tolong aku, gusti." Yayuk menangis karena mengharap pertolongan dari sang Maha Kuasa.
"Hiyaaaaa kena kau!" Iwan sangat girang ketika dia berhasil menyergap Gadis itu dari bagian depan.
"Aaaaah! Tolong jangan lakukan ini kepadaku." Yayuk menangis ketakutan.
"Kau Tenang saja karena kami tidak akan menyakiti dirimu." Iwan berkata dengan wajah mesum itu.
"Hahaaaaa... aku sudah sangat lama menunggu momen ini dan ternyata malah tercapai." Jamal juga terlihat sangat girang sekali.
"Mas Jamal tolong jangan seperti ini, Aku adalah saudara dari Mbak Rodiah." Yayuk berusaha mengingatkan bahwa dirinya adalah sepupu dari istri Jamal itu sendiri.
Namun tentu saja Jamal tidak peduli karena hawa nafsu setan telah menguasai pria ini, mau Sepupu atau tidak dia tetap bernafsu ketika melihat Yayuk yang memiliki tubuh begitu menggoda di mata para pria, selama ini dia hanya bisa menahan ketika melihat Yayuk berjualan jamu dengan tubuh lemah gemulai.
"Aaaaah!" Yayuk menjerit kencang ketika Ardian kembali datang dan langsung menangkap dirinya.
Plaaaaak.
Plaaaaak.
Plaaaaak.
"Lacur tidak tau diri!" garam Ardian duduk di atas dada Yayuk.
"Hei jangan seperti itu karena kau bisa membunuh dia." Doni berusaha mengingatkan karena dia tidak mau bila sampai membunuh.
"Peduli setan, aku sudah tidak peduli dia mau hidup atau mati." Ardian memang telah dikuasai emosi.
Doni menatap yang lain berharap bahwa teman-teman mau menghalau usaha Ardian itu agak jangan sampai menyakiti Yayuk seperti ini, namun mereka semua diam saja seolah tidak peduli dan justru menunggu giliran ketika melihat Ardian sudah membuka kain jarik yang menutup tubuh bagian bawah milik gadis itu.
"Hahhaaaaa.... dibanding melayani aku sendirian Ternyata kau lebih suka melayani orang banyak seperti ini." Ardian membuka celana yang dia pakai juga.
"Tidaaaaaak!" Yayuk berteriak dengan mata basah oleh air.
"Diam, kau Nikmati saja agar ini semua berjalan dengan lancar." Amri memegangi tangan Yayuk agar dia tidak melawan pada Ardian.
Yayuk tentu saja terus berusaha karena dia tidak mau bila hal buruk terjadi kepada dirinya, namun apa daya karena Ardian dan yang lain jauh lebih kuat sehingga mau tidak mau keperawanan gadis ini hilang lenyap dengan cara yang sangat terpaksa, hanya tangis yang keluar dari mulut Gadis itu ketika tubuh ini mulai terhentak-hentak oleh hawa nafsu yang ada di dalam diri Ardian.
"Aaaah enak nyaaa." Ardian begitu puas karena mengetahui bahwa Yayuk masih perawan.
"Buruan dong, kami sudah tidak sabar ingin melakukannya." Jamal memang sudah tegang sejak tadi karena menunggu antrian.
"Diam kau!" bentak Ardian karena dia tidak ingin kesenangan ini terganggu.
Hanya air mata yang mengalir deras ketika tangan Ardian meremas kuat pada bagian dada sehingga Yayuk merasakan sakit tidak terkira, bahkan setelah Ardian selesai mereka mulai secara bergilir melakukan hal keji itu terhadap gadis tidak bersalah, bahkan sesekali di antara mereka ada yang menampar sehingga membuat Yayuk sangat menderita.
Hallo semua, bertemu lagi dengan author Novita jungkook, kali ini cerita nya tidak berhubungan dengan Purnama ya, semoga suka dan Terima kasih.
yeesss akhirnya ratuku keluar jg🥰👍
mksh bess🔥🔥
ular janda gaesss...