Elena Rossi terpaksa menjadi pembantu di mansion Lorenzo De Luca, Tuan Muda Mafia paling kejam di New York, untuk melunasi hutang ayahnya.
Hari pertama kerja, Elena tidak sengaja melihat rahasia gelap Lorenzo di lantai tiga.
Sejak itu Lorenzo mengurungnya.
"Kau sudah melihat rahasiaku. Sekarang kau milikku. Kau tidak boleh keluar dari rumah ini."
Elena ingin kabur, tapi semakin dia membenci Lorenzo, Lorenzo semakin terobsesi padanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nova sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. Menculik calon Pewaris
Senin pagi, jam 7.30 pagi, mansion De Luca seperti biasa heboh.
Tapi hari ini beda. Hari ini Leon dan Luna sangat semangat berangkat ke TK karena ada Romeo!
Leon pakai jas kecil hitam rapi, sudah siap dengan tas bekal steak wagyu mini. Luna pakai dress pink princess, mahkota pink, tas bekal spaghetti pink, dan membawa 2 bunga mawar kecil, satu untuk Bu Guru Sarah, satu untuk Romeo.
Lorenzo pakai celemek biru PAPA SIAGA TK di dalam jas hitamnya, masih setia antar jemput anak, meskipun bisnis Mafia-nya sudah ditangani Thomas.
Elena mengantar sampai depan mobil Rolls Royce hitam.
"Leon, Luna, hati-hati di TK ya! Jangan berantem lagi! Kalau ada apa-apa, telpon Mama Papa ya! Bu Guru Sarah sudah Mama kasih nomor HP Mama!" kata Elena sambil mencium kening Leon dan Luna.
Leon dengan gaya bos kecilnya mengangguk. "Siap, Mama! Leon akan jaga Luna!"
Luna juga mengangguk. "Siap, Mama! Luna akan jaga Romeo!"
Mobil Rolls Royce melaju ke TK Mafia Elite.
Jam 8 pagi, di TK Mafia Elite, semua anak sudah datang. Romeo sudah menunggu di depan kelas Mawar dengan jas biru kecilnya dan mobil-mobilan baru pemberian Lorenzo kemarin.
"Luna! Leon! Kalian datang!" teriak Romeo senang.
Tiga bocah itu langsung main bersama di taman TK sebelum bel masuk.
Di luar gerbang TK, terlihat mobil hitam mencurigakan yang kemarin mengawasi mansion De Luca, sekarang parkir di seberang TK. Di dalam mobil, ada 2 pria bertopeng hitam dengan kacamata hitam, memegang foto Leon dan Luna.
"Target sudah datang. Anak kembar De Luca dan anak Don Antonio. Bos bilang culik semuanya, minta tebusan 10 juta dollar!" bisik salah satu pria.
Jam 8.15, bel TK berbunyi.
_KRING!_
Semua anak masuk kelas.
Bu Guru Sarah hari ini mengajar menggambar keluarga. Leon menggambar Papa Siaga dengan celemek biru, Luna menggambar Mama Elena cantik, Romeo menggambar Papa Don Antonio.
Suasana kelas sangat damai dan lucu.
Jam 10 pagi, jam istirahat. Semua anak main di taman belakang TK yang luas, ada perosotan, ayunan, dan kolam bola.
Leon, Luna, dan Romeo main perosotan bertiga seperti biasa. Leon di depan, Luna di tengah, Romeo di belakang.
Penjaga TK ada 5 orang, tapi penjaga TK itu hanya penjaga biasa, bukan pasukan Mafia De Luca yang bersenjata lengkap.
Tiba-tiba, 2 pria bertopeng hitam dari mobil hitam tadi melompati pagar belakang TK yang rendah! Mereka pakai jas hitam dan membawa karung goni besar!
"Anak-anak De Luca dan Antonio! Masuk karung sekarang!" teriak salah satu penculik dengan suara keras.
Semua anak TK berteriak ketakutan.
"AAAAH! Ada orang jahat!"
Bu Guru Sarah berteriak. "TOLONG! PENCULIK! SATPAM!"
Tapi satpam TK kalah kuat, dipukul jatuh oleh penculik.
Penculik itu langsung menarik Leon, Luna, dan Romeo yang sedang di atas perosotan!
Leon yang pemberani langsung memukul penculik itu dengan tinju kecilnya.
"LEPASKAN LUNA! JANGAN SENTUH ADIK SAYA!" teriak Leon dengan berani meskipun umur 5 tahun.
Tapi tangan Leon kecil, kalah kuat. Penculik itu memasukkan Leon ke dalam karung goni!
Luna menjerit dan menembakkan pistol air pinknya ke wajah penculik.
_PSHHH! PSHHH!_
"Jangan culik Leon! Jangan culik Luna! Papa! Papa Siaga! Tolong!"
Tapi pistol air tidak mempan. Luna juga dimasukkan ke karung!
Romeo juga dimasukkan ke karung ketiga!
Tiga karung goni berisi Leon, Luna, dan Romeo dimasukkan ke mobil hitam dan mobil itu melaju kencang meninggalkan TK!
_CIIT!_
Semua anak TK menangis. Bu Guru Sarah langsung telpon Lorenzo dan Don Antonio dengan tangan gemetar.
Di mansion De Luca, jam 10.15 pagi, Lorenzo sedang rapat video call dengan 5 bos Mafia, masih pakai celemek biru PAPA SIAGA di dalam jasnya, tiba-tiba HP-nya berdering.
Nomor Bu Guru Sarah!
Lorenzo angkat.
"Halo, Bu Guru Sarah? Ada apa? Leon dan Luna nakal lagi?"
Dari seberang, suara Bu Guru Sarah menangis histeris.
"Tuan De Luca! Gawat! Leon, Luna, dan Romeo diculik! Diculik 2 pria bertopeng hitam pakai karung goni! Baru saja 5 menit lalu di taman TK! Mereka bawa mobil hitam tanpa plat!"
Mendengar kata DICULIK, Lorenzo langsung berdiri dari kursi rapatnya dan membanting laptopnya!
_BRAK!_
"APA? LEON LUNA DICULIK? DI TK?"
Elena yang ada di sebelah Lorenzo yang lagi melipat baju Leon dan Luna, mendengar kata diculik, langsung jatuh pingsan!
_BRUK!_
"Elena! Elena!" Lorenzo menggendong Elena yang pingsan ke sofa dan menyiramkan air.
Thomas yang mendengar keributan langsung berlari masuk.
"Tuan Muda! Ada apa?"
Lorenzo dengan mata merah penuh amarah dan air mata berteriak.
"Leon, Luna, dan Romeo diculik di TK! Penculik bawa mobil hitam! Kepung semua jalan New York! Cari mobil hitam tanpa plat! Saya mau anak-anak saya kembali dalam 1 jam! Kalau tidak, saya bakar TK itu dan saya bunuh semua penculiknya!"
Thomas langsung telpon 50 pasukan De Luca!
Di rumah Don Antonio, Don Antonio juga dapat telpon dan langsung marah besar. 50 pasukan Mafia Italia juga dikerahkan!
Di dalam mobil hitam yang melaju kencang ke arah pelabuhan tua (gudang yang sama seperti di Bab 14 dulu!), di dalam karung goni, Leon, Luna, dan Romeo menangis ketakutan.
Di dalam karung, Luna memegang tangan Leon meskipun di dalam karung.
"Leon... Luna takut... gelap... bau..."
Leon yang sebagai kakak, meskipun takut juga, mencoba jadi pemberani.
"Luna, jangan takut... Leon di sini... Leon akan jaga Luna... Papa pasti datang... Papa Siaga pasti datang..."
Romeo di karung sebelah juga menangis. "Papa... Mama..."
Mobil hitam itu sampai di gudang tua pelabuhan nomor 7, gudang yang sama tempat Elena dulu hampir keguguran karena Isabella!
Tiga karung dibuka dan Leon, Luna, Romeo dikeluarkan. Tangan dan kaki mereka diikat tali.
Tiga bocah 5 tahun duduk di lantai gudang yang kotor, bau solar, gelap, dengan tangan terikat.
Salah satu penculik menelepon bosnya.
"Bos, kami sudah dapat 3 anak. Anak kembar De Luca dan anak Don Antonio. Minta tebusan 10 juta dollar ya Bos?"
Suara bos dari telepon terdengar. "Bagus! Minta 10 juta dollar ke Lorenzo dan Antonio! Kalau tidak kasih dalam 2 jam, bunuh anak-anak itu!"
Leon yang mendengar kata BUNUH, langsung berteriak dengan berani meskipun tangan terikat.
"Kalian jahat! Papa saya Lorenzo De Luca! Tuan Muda Mafia! Kalau Papa saya datang, kalian akan mati! Papa saya punya pistol banyak!"
Penculik itu tertawa. "Hahaha, bocah kecil berani ya! Papa kamu memang Mafia, tapi sekarang dia jadi Papa Siaga TK pakai celemek biru! Tidak takut!"
Luna yang melihat kakaknya berani, juga ikut berani.
"Papa saya punya tato naga! Naga Papa akan makan kalian!"
Romeo juga ikut. "Papa saya Don Antonio! Papa saya juga Mafia Italia!"
Para penculik tertawa lagi.
Sementara itu, di jalan tol New York, 2 mobil Rolls Royce hitam melaju dengan kecepatan 250 km per jam! Satu dikemudikan Lorenzo, satu dikemudikan Don Antonio!
Di mobil Lorenzo, Elena sudah sadar dan menangis histeris di kursi belakang.
"Lorenzo! Leon! Luna! Anak-anak saya! Cepat, Lorenzo! Mereka pasti takut!"
Lorenzo menyetir sambil menangis, kepala penuh keringat, tato naga di lehernya menegang.
"Elena, jangan menangis, mereka pasti selamat, Leon anak pemberani, dia pasti jaga Luna! Thomas! GPS! Apakah ada GPS di tas bekal Leon dan Luna?"
Thomas yang ada di mobil itu memeriksa HP.
"Ada Tuan! Di tas bekal Leon ada GPS! Sama seperti gelang Nyonya Elena dulu! GPS menunjukkan mereka di gudang tua pelabuhan nomor 7! Gudang yang sama seperti Nyonya dulu diculik Isabella!"
Lorenzo menginjak gas lebih dalam! 270 km per jam!
Don Antonio di mobil sebelah juga ngebut 270 km per jam!
Di gudang tua, penculik sedang menghitung uang tebusan palsu, tidak tahu 100 pasukan De Luca dan 50 pasukan Antonio sudah mengepung gudang!
_BRAK!_
Pintu gudang didobrak oleh mobil Rolls Royce hitam Lorenzo!
Mobil itu menabrak 1 penculik sampai terpental!
Lorenzo dan Don Antonio keluar dari mobil dengan pistol di tangan!
"LEPASKAN ANAK-ANAK SAYA!" teriak Lorenzo dan Antonio bersamaan!
Dua penculik itu kaget dan mengambil pisau dan menodongkannya ke leher Leon!
"Jangan mendekat! Kalau mendekat, kami bunuh anak kembar ini!"
Leon yang ditodong pisau di leher, meskipun takut, tetap berani.
"Papa! Jangan takut! Leon tidak takut! Leon jaga Luna!"
Luna menangis. "Leon!"
Lorenzo dengan pistolnya yang gemetar karena takut kena anaknya, tidak bisa menembak.
Tiba-tiba, dari belakang penculik, muncul Romeo kecil yang tangan ikatannya sudah lepas karena ikatannya longgar! Romeo mengambil balok kayu dan memukul kepala penculik itu dari belakang!
_BUK!_
"AAAAH!" Penculik itu jatuh!
Leon langsung menendang penculik kedua dengan kaki kecilnya!
_DUG!_
Penculik kedua jatuh!
Lorenzo dan Don Antonio langsung berlari dan memeluk anak-anak mereka!
"Leon! Luna! Romeo!"
Lorenzo menggendong Leon dan Luna sekaligus, satu di kiri satu di kanan, dengan air mata mengalir deras.
"Maafkan Papa... Papa terlambat... kalian tidak apa-apa?"
Leon dan Luna memeluk Papa-nya dengan erat.
"Papa Siaga datang! Leon tahu Papa pasti datang!"
Don Antonio juga memeluk Romeo.
Polisi datang dan menangkap 2 penculik itu. Ternyata mereka suruhan musuh lama keluarga De Luca yang masih dendam!
Malam harinya, di mansion De Luca, Leon, Luna, dan Romeo sudah mandi, sudah makan, sudah pakai piyama, duduk di tempat tidur besar Papa Mama.
Elena memeluk mereka bertiga dengan erat, masih menangis.
"Maafkan Mama... Mama tidak jaga kalian di TK..."
Luna mencium pipi Mama-nya. "Mama tidak salah... yang salah penculik jahat!"
Leon dengan gaya bos kecilnya berkata. "Mulai besok, Leon mau bawa pistol air yang lebih besar ke TK! Biar tidak diculik lagi!"
Romeo mengangguk. "Romeo juga!"
Lorenzo yang duduk di pinggir tempat tidur dengan celemek biru PAPA SIAGA yang robek karena ngebut tadi, tertawa dan memeluk mereka bertiga.
"Mulai besok, Papa akan kirim 10 pasukan De Luca jaga TK Mafia Elite! Tidak akan ada yang bisa culik Leon, Luna, Romeo lagi! Papa janji!"
Malam itu, 5 orang tidur di satu tempat tidur king size: Lorenzo, Elena, Leon, Luna, dan Romeo yang menginap karena masih takut.