NovelToon NovelToon
SITEM PENGUBAH JALUR HIDUP

SITEM PENGUBAH JALUR HIDUP

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Selama lima tahun, Bayu telah mengorbankan segalanya untuk merawat Vira dan membesarkan anak dari mantannya, namun ia justru diusir dan dicap sebagai sampah begitu Rama,pria kaya yang dulu mencampakkan Vira,kembali dengan jabatan mentereng sebagai manajer perusahaan besar.
Dihina habis-habisan di depan pintu keluar kantor catatan sipil usai meneken surat perceraian, hidup Bayu berputar 180 derajat saat sebuah Sistem Pengubah Jalur Hidup bangkit di kepalanya dan memberinya kartu-kartu kekayaan mutlak.
Dari seorang pria melarat berhati tulus, Bayu kini melangkah ke dunia para elite kota besar, siap membalas setiap tetes air mata dengan kekuasaan yang membuat orang-orang yang dulu merendahkannya berlutut memohon ampun.


Bantu Cherlly dengan LIKE,KOMENTAR & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Kami selalu balas komentar yang kaka pertanyakan🥰🥰💋
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

Malam mulai merayap turun menutupi kota metropolitan.

Lampu-lampu neon perkotaan memancarkan cahaya warna-warni dari balik dinding kaca The Crown Penthouse.

Bayu duduk bersandar di sofa ruang kerjanya sambil menyesap minuman dingin.

Kirana berdiri di samping meja kerja sambil memegang sebuah tablet digital berukuran sedang.

"Bagaimana perkembangan data untuk target selanjutnya, Kirana?" tanya Bayu memecah keheningan malam.

Kirana menyapukan jarinya di layar tablet menampilkan profil sebuah tempat hiburan malam.

"Black Diamond, Tuan," jawab Kirana tegas.

"Klub malam paling elite dan mewah di distrik komersial utara."

Bayu menaikkan sebelah alisnya mendengar nama itu.

"Klub malam?" gumam Bayu pelan.

"Siapa pemilik aslinya sekarang?"

"Pemilik resminya adalah seorang pemuda bernama Kevin Hartanto," jelas Kirana membacakan data di layarnya.

"Dia adalah anak tunggal dari konglomerat properti yang terkenal arogan dan suka membuat onar."

Bayu tersenyum miring mendengar penjelasan sekretarisnya itu.

"Anak orang kaya baru yang suka pamer kekayaan, ya?" tanya Bayu meremehkan.

"Tepat sekali, Tuan," balas Kirana mengangguk.

"Kevin sering menggunakan klub itu sebagai tempat untuk menindas orang-orang lemah dan merendahkan pengunjung biasa."

Bayu meletakkan gelas minumannya kembali ke atas meja marmer dengan pelan.

Clang!

Suara benturan kecil antara gelas dan meja terdengar nyaring di ruangan yang sunyi.

"Sepertinya kita harus berkunjung ke sana malam ini," ucap Bayu dengan nada suara dingin.

Kirana sedikit terperanjat mendengar keputusan mendadak atasannya itu.

"Berkunjung langsung ke Black Diamond, Tuan?" tanya Kirana memastikan dengan kening berkerut.

"Apakah tidak berbahaya jika kita pergi tanpa pengawalan ketat?"

"Kenapa harus takut?" tanya Bayu balik menatap tajam sekretarisnya.

"Bukankah kita adalah pemilik sah masa depan tempat itu?"

Kirana terdiam sejenak, lalu tersenyum tipis mengakui ketegasan atasannya.

"Baik, Tuan," kata Kirana cepat.

"Maya sudah mengirimkan data awal, dan saya akan segera memesan meja VVIP khusus di lantai atas klub tersebut."

"Bagus," ujar Bayu berdiri dari sofa.

"Siapkan mobil sport merah kita, kita berangkat dalam waktu setengah jam."

"Laksanakan, Tuan!" jawab Kirana sigap memutar langkah keluar ruangan.

[Sistem Pengubah Jalur Hidup: Mempersiapkan misi penyusupan dan pengambilalihan Klub Black Diamond.]

[Mendapatkan bonus kesiapan mental inang +15.]

Bayu merapikan jas hitamnya di depan cermin besar sudut ruangan.

Wajahnya tampak tenang namun memancarkan aura dominasi yang sangat kuat.

Lima tahun hidup menderita di bawah tekanan Vira dan keluarganya telah membentuk mental baja di dalam diri Bayu.

Kini, tidak ada lagi rasa gentar saat menghadapi para pemuda sombong berdarah dingin di kota besar.

Bzzzt... bzzzt...

Ponsel di saku celana Bayu bergetar singkat.

Sebuah pesan singkat masuk dari Kirana menyatakan bahwa kendaraan dan reservasi meja sudah siap sepenuhnya di lantai bawah.

Bayu melangkah keluar ruangan menuju lift pribadi yang membawanya turun langsung ke area basement.

Di dalam basement yang remang-remang, mobil sport merah menyala terparkir rapi menunggu tuannya.

Kirana sudah berdiri di dekat pintu penumpang dengan mengenakan pakaian formal elegan bernuansa gelap.

"Semua sudah siap, Tuan," lapor Kirana membukakan pintu mobil untuk Bayu.

Bayu masuk ke dalam kabin mobil tanpa berkata apa-apa.

Kirana segera berputar ke sisi pengemudi lalu masuk ke kursi kemudi.

Sebagai sekretaris pribadi yang serba bisa, Kirana juga diandalkan untuk mengemudikan kendaraan di malam hari jika diperlukan.

Brum!

Suara deru mesin mobil sport itu meraung nyaring membelah keheningan basement.

Kendaraan mewah berharga belasan miliar rupiah tersebut meluncur keluar meninggalkan area The Crown Penthouse.

Perjalanan menuju distrik komersial utara memakan waktu sekitar tiga puluh menit di tengah kemerlap lampu malam kota.

Sepanjang perjalanan, suasana di dalam kabin terasa hening namun penuh antisipasi.

"Apakah Anda sudah punya rencana khusus untuk menghadapi Kevin di sana, Tuan?" tanya Kirana melirik Bayu sekilas dari kaca spion.

Bayu menatap ke luar jendela melihat kerlap-kerlip lampu gedung tinggi yang berlalu dengan cepat.

"Tidak ada rencana khusus," jawab Bayu santai. "Kita lihat saja seberapa jauh anak manja itu bisa bersikap sombong di hadapan kita."

Kirana mengangguk paham mendengar jawaban atasannya.

"Saya akan pastikan keamanan dan dokumen pengambilalihan siap di tangan kita malam ini," janji Kirana penuh keyakinan.

Tak lama kemudian, mobil sport merah itu mulai memasuki kawasan distrik hiburan malam yang dipenuhi neon warna-warni.

Musik bertema disko berdentum kencang dari arah gedung-gedung besar di sepanjang jalan raya.

Black Diamond berdiri paling megah di antara klub-klub malam lainnya dengan arsitektur modern berbalut kaca gelap.

Di depan pintu masuk utama, barisan pemuda berjas mewah dan wanita berpakaian seksi tampak antre untuk masuk.

Beberapa petugas keamanan bertubuh kekar berjaga ketat memeriksa setiap tamu yang datang.

Kirana memarkirkan mobil sport merah itu tepat di area parkir VVIP khusus tepat di depan pintu masuk.

Kehadiran mobil langka tersebut langsung menarik perhatian para pengunjung dan petugas keamanan di sekitar lobi.

"Siapa pemilik mobil itu?" bisik seorang pengunjung berjas rapi pada temannya.

"Mana kutahu, tapi harganya pasti tidak main-main," balas temannya takjub.

Kirana keluar lebih dulu dari pintu pengemudi, lalu membukakan pintu untuk Bayu.

Bayu melangkah keluar dengan setelan jas hitam elegan, memancarkan wibawa tingkat tinggi yang membuat orang-orang di sekitar langsung menoleh.

Seorang manajer lantai klub yang melihat kedatangan Bayu langsung berlari tergopoh-gopoh menghampiri.

"Selamat malam, Tuan!" sapa manajer itu dengan bungkuk hormat.

"Selamat datang di Black Diamond."

"Kami punya reservasi meja VVIP di lantai atas," ucap Kirana dingin menunjukkan kartu akses digital.

Manajer itu melirik kartu akses tersebut dan langsung membelalakkan matanya kaget.

Itu adalah kartu akses khusus pemilik mutlak klub malam tersebut.

"S-Silakan lewat jalur khusus, Tuan!" mohon manajer itu dengan suara bergetar gugup.

Bayu berjalan santai mengikuti manajer tersebut masuk melewati kerumunan tamu di lobi utama.

Dentuman musik bass yang menghentak langsung menyambut begitu mereka menembus pintu kedap suara.

Di lantai dansa utama, ratusan orang tampak bersorak bergoyang menikmati malam yang panjang.

Namun tujuan Bayu bukan di lantai bawah yang bising itu.

Ia melangkah menaiki tangga khusus menuju area balkon VVIP di lantai dua.

Di sanalah para penguasa malam dan anak-anak orang kaya baru biasa berkumpul untuk menikmati kemewahan.

Manajer klub mempersilakan Bayu duduk di sofa beludru merah yang menghadap langsung ke arah lantai dansa.

"Silakan menikmati malam Anda, Tuan," ucap manajer itu membungkuk sopan.

"Pergilah," balas Bayu singkat melambaikan tangan.

Manajer itu langsung mundur teratur meninggalkan area VVIP tersebut.

Bayu menyesap air mineral yang disajikan di atas meja kaca.

Matanya menyapu sekeliling ruangan mewah yang dipenuhi lampu kristal berkilauan.

Di sudut seberang ruangan, suara tawa nyaring terdengar sangat mencolok.

Seorang pemuda berambut disemir pirang tampak merangkul dua wanita berpakaian minim secara bersamaan.

Itu adalah Kevin Hartanto, anak muda arogan yang menguasai operasional klub malam tersebut.

"Sepertinya anak itu sedang bersenang-senang di atas uang hasil kerja keras orang lain," bisik Kirana melirik ke arah meja Kevin.

Bayu tersenyum tipis mendengar komentar sekretarisnya.

"Biarkan dia menikmati sisa waktu senangnya malam ini," ujar Bayu tenang.

"Karena setelah ini, dia tidak akan bisa tertawa lagi."

Tiba-tiba, suara musik di lantai bawah mendadak mengecil.

Seorang DJ wanita naik ke atas panggung utama membawa mikrofon.

"Halo semuanya! Malam ini kita kedatangan tamu spesial, Tuan Kevin!" seru DJ itu lewat pengeras suara.

Semua pengunjung di lantai dansa bertepuk tangan meriah menyambut nama tersebut.

Kevin berdiri dari sofa mewahnya sambil mengangkat gelas minuman tinggi-tinggi.

"Terima kasih semuanya!" teriak Kevin dengan suara sombong menggunakan mikrofon nirkabel.

"Malam ini semua minuman di lantai dansa saya traktir khusus!"

Sorak-sorai riuh rendah langsung menggema memenuhi seluruh penjuru ruangan klub.

Kevin tersenyum lebar merasa dirinya adalah raja penguasa malam ini.

Namun pandangan mata Kevin tidak sengaja tersapu ke arah balkon VVIP di lantai dua.

Di sana, ia melihat seorang pria berjas rapi duduk tenang menatapnya dengan senyuman meremehkan.

Alis Kevin langsung berkerut tajam melihat ada orang asing yang berani menatapnya tanpa rasa hormat.

Wajah sombong Kevin seketika berubah menjadi sinis.

Ia meletakkan gelas minumannya di atas meja dengan kasar.

"Hei, siapa orang sialan yang sok berquasa di atas sana itu?" gerutu Kevin menunjuk ke arah balkon Bayu.

1
Cherlly
trimakasih banyak kaka sudah suport saya😘😍
Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
Bagonk
semangat up Thor
Cherlly: trimakasih banyak kak kasih saya semangat untuk up novel😍😘😘😘

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
Bagonk
Ceritanya cukup menarik, baik dari alurnya serta karakter orang-orang dalam cerita ini
Cherlly: trimakasih kaka atas bintang 5 nya😘😍

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!