Ini menceritakan kisah seorang pemuda yang memiliki sembilan Akar Spiritual, yang dianggap sebagai sampah oleh dunia kultivasi. Namun, tanpa sengaja, ia justru dibimbing oleh dua sosok legendaris yang telah berdiri di puncak dunia kultivasi.
Membawa dua cincin warisan tersegel yang menyimpan kekayaan dari dua sekte besar, Shen Luo memulai perjalanannya di dunia kultivasi.
Di tengah perjalanan, ia harus terseret ke dalam perselisihan masa lalu kedua gurunya, berhadapan dengan seorang Iblis Suci yang mematikan, serta terikat dalam perjodohan dengan seorang Putri Es yang telah mencintai pria lain.
Dengan sembilan Akar Spiritual yang dianggap sebagai kelemahan, Shen Luo harus bertahan hidup dan mengungkap rahasia kekuatannya, hingga suatu hari segel kedua cincin warisan itu terbuka dan takdirnya mulai berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27: Perburuan Pasukan Bintang
Bulan purnama merah perlahan bergeser dari puncaknya. Di tengah danau lumpur yang mulai mengering, Shen Luo dan Ji Ruyue masih duduk berdekatan.
Shen Luo menarik kembali Qi Suci yang mengalir ke tubuh Ruyue. Energi emas itu perlahan kembali ke dalam Dantian-nya.
Ruyue membuka mata.
Untuk pertama kalinya sejak terkena racun, napasnya terasa jauh lebih ringan. Rasa sakit yang menggerogoti tulang dan meridiannya telah ditekan, sementara kehangatan Qi Suci Shen Luo membuat tubuh iblisnya terasa jauh lebih nyaman.
Ketika aliran Qi itu berhenti, Ruyue sempat merasakan kehampaan. Namun ia segera menekannya dan kembali memasang wajah angkuhnya.
"Kau menolong orang yang sebelumnya ingin membunuhmu." Tatapannya tertuju tajam pada Shen Luo. "Jangan bilang ini karena belas kasihan. Apa sebenarnya yang kau inginkan dariku?"
Shen Luo bangkit dan menepuk debu dari jubahnya.
"Aku tidak percaya pada belas kasihan."
Tatapannya tetap dingin ketika melanjutkan.
"Aku sedang diburu oleh seseorang. Jika suatu hari mereka berhasil mengepungku, aku membutuhkan jalan keluar. Menolong calon pewaris Lembah Darah Neraka jauh lebih berguna daripada membiarkanmu mati di sini."
Ruyue terdiam sejenak sebelum terkekeh.
"Kau sungguh berani membuat pewaris ini sebagai pion."
Meski berkata demikian, senyumnya justru semakin lebar.
"Aku menyukai caramu berpikir. Kita sama-sama sedang tidak disukai seseorang. Bagaimana kalau kita bekerja sama untuk sementara?"
Ruyue menunjuk ke arah hutan di belakang mereka.
"Kau membutuhkan inti spiritual binatang buas kan. Aku bisa membawamu ke sarang binatang tingkat tinggi. Sebagai gantinya, lindungi aku sampai racun di tubuhku benar-benar lenyap."
Shen Luo menatapnya beberapa saat karena terkejut, sebelum mengangguk.
"Sepakat."
Selama tiga hari berikutnya, mereka menjelajahi bagian terdalam Hutan Kabut Berdarah.
Dengan bantuan Ruyue, Shen Luo menemukan banyak binatang buas tingkat tinggi dan mengumpulkan puluhan inti spiritual. Inti-inti itu terus ia serap untuk memperkuat Dantian Sembilan Akarnya.
Seiring waktu, kerja sama mereka juga semakin selaras.
Mereka tidak perlu banyak bicara. Setiap kali Shen Luo menyerang, Ruyue segera menutup celah. Ketika Ruyue bergerak, Shen Luo sudah memahami langkah berikutnya. Tanpa disadari, gerakan keduanya mulai menyatu seperti dua bilah pedang yang ditempa bersama.
Namun Ruyue tidak puas hanya dengan berburu binatang buas.
Pada malam ketiga, ketika Shen Luo sedang bermeditasi di dekat api unggun, Ruyue berjalan menghampirinya. Jubah merahnya sedikit terbuka, sementara aroma khas Teratai Darah perlahan memenuhi udara.
"Qi-mu sangat murni, Shen Luo."
Ia mendekat dan membisikkan kata-kata itu di telinganya.
"Jika kita melakukan kultivasi ganda malam ini, racunku akan lebih cepat lenyap. Kau juga bisa memanfaatkan Qi-ku untuk menerobos Tingkat 8. Bukankah itu menguntungkan?"
Shen Luo bahkan tidak membuka mata.
"Jubahmu terlalu tipis. Binatang buas bisa mencabikmu kapan saja."
Ruyue langsung terdiam.
"Jika tidak ada urusan lain, duduklah di sana dan pulihkan Qi-mu. Jangan ganggu meditasiku."
Wajah Ruyue membeku.
Beberapa saat kemudian, ia mendengus dan kembali ke tempatnya.
Belum pernah ada pria yang menolak pesonanya seperti ini. Shen Luo bahkan tidak memandangnya sebagai seorang wanita. Tatapannya selalu seperti sedang menilai sebuah senjata.
Anehnya, sikap dingin itu justru membuat ketertarikan Ruyue semakin dalam.
Pria ini benar-benar aneh.
Entah apa yang ada di dalam hatinya.
Pada hari keempat, kedamaian mereka akhirnya berakhir.
Matahari tertutup kabut merah ketika Shen Luo dan Ruyue baru saja membunuh seekor Kalajengking Ekor Darah raksasa di tanah lapang yang dipenuhi pilar-pilar batu kuno.
Shen Luo berjongkok untuk mengambil inti spiritual dari tubuh monster itu, sementara Ruyue berjaga di belakangnya.
Tiba-tiba, Shen Luo merasakan bahaya.
Niat Pedang yang tajam dan murni datang dari langit.
"Menghindar!"
Shen Luo segera mengerahkan Langkah Hantu Darah.
Tiga pilar cahaya pedang jatuh dari langit seperti meteor.
Booom!
Tanah berguncang hebat. Pilar-pilar batu kuno hancur dan sebuah kawah besar terbentuk di tempat Shen Luo berdiri sesaat sebelumnya.
Di tengah debu yang mengepul, tiga sosok turun dari langit dan langsung mengepung mereka.
Mereka mengenakan jubah putih dengan lambang rasi bintang di dada. Tekanan kultivasi yang mereka pancarkan membuat udara di sekitarnya terasa berat.
Ketiganya merupakan ahli Pembentukan Fondasi Puncak.
Shen Luo menyipitkan mata.
"Pasukan Bayangan Bintang."
Ia langsung mengenali jubah tersebut.
Mereka adalah pasukan elit milik faksi Jian Nantian, yang biasanya hanya dikerahkan untuk memburu tokoh penting yang dianggap sebagai ancaman bagi sekte.
Jian Chen benar-benar mengerahkan mereka hanya untuk memburunya.
Pemimpin kelompok itu mengangkat pedang perak dan mengarahkannya kepada Shen Luo.
"Shen Luo, murid luar Sekte Bintang Jatuh."
Suaranya dingin tanpa sedikit pun emosi.
"Atas perintah Tuan Muda Jian Chen, kau akan kami bawa kembali ke sekte hari ini. Kepalamu akan menjadi bukti bahwa tugas kami telah selesai."
Ruyue tertawa dingin.
"Sekte Bintang Jatuh? Anjing-anjing Jian benar-benar berani."
Qi Darah mulai bergolak di sekeliling tubuhnya.
"Kalian memasuki wilayah Aliran Hitam dan masih berani merampas mangsaku?"
Pemimpin Pasukan Bayangan Bintang menatapnya. Setelah mengenali identitas Ruyue, matanya sedikit menyipit.
"Tuan Putri Lembah Darah Neraka." Tatapannya kembali beralih kepada Shen Luo.
"Pantas saja dia bisa bertahan sampai sekarang."
Kemudian ia menatap Ruyue.
"Nona Ji, kami tidak memiliki urusan denganmu. Serahkan pemuda itu dan kami akan membiarkanmu pergi."
Ruyue melangkah maju.
Pedang darahnya terhunus dengan suara dentingan tajam. Ia berdiri di sisi Shen Luo sambil memperlihatkan senyum bengis.
"Membiarkanku pergi?"
Ia mengangkat dagunya.
"Sepertinya kalian benar-benar tidak memahami aturan tempat ini."
Tekanan iblis yang mengerikan meledak dari tubuhnya.
"Nyawa pemuda ini adalah milikku. Jika kalian ingin mengambilnya, lewati Lautan Darahku terlebih dahulu."
Shen Luo melirik Ruyue.
Ia tidak membutuhkan perlindungan. Namun tiga ahli Pembentukan Fondasi Puncak yang mampu membentuk formasi pedang bukanlah lawan yang bisa diremehkan.
Tangannya perlahan menggenggam pedang kayu.
Pada saat yang sama, Qi Darah Iblis di tangan kirinya mulai bergolak.
"Karena kalian sudah datang untuk mati..."
Tatapan Shen Luo berubah dingin.
"Kalau begitu, biarkan Hutan Kabut Berdarah menjadi kuburan kalian."
Kabut merah berputar semakin liar di sekitar mereka.
Tiga ahli Sekte Bintang Jatuh mengangkat pedang secara bersamaan.
Dalam sekejap, niat membunuh memenuhi hutan.
Dukung cerita ini dengan cara Like, Rating, Vote, dan gift ya. Semakin banyak dukungan, semakin banyak updatenya.
Terimakasih👍
Moga2 MC nya ga kegatelan ma cewek2, dan ga punya banyak bini /Facepalm//Facepalm/