NovelToon NovelToon
Tentang Dinginmu Dan Luka Yang Tak Bertepi

Tentang Dinginmu Dan Luka Yang Tak Bertepi

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Romantis / Selingkuh
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: byyyycaaaa

"Kamu adalah luka paling berdarah dalam hidupku."

Satu hari aku tidak ada untukmu, dan kamu menghukumku dengan keheningan selamanya. Aku mencoba lari, aku mencoba mencintai orang lain, bahkan aku menjadi wanita yang buruk dengan mendua demi melupakan bayangmu. Tapi semua sia-sia. Kamu tetap pergi, dan yang paling menyakitkan... kamu memilih sahabatku untuk menggantikan posisiku.

Dapatkan luka ini sembuh saat penyebabnya kini bahagia dengan orang terdekatku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon byyyycaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Aku melangkah meninggalkan bangku taman itu. Botol air mineral dari Bintang masih berdiri kaku di sana, sedingin hatiku yang mendadak membeku. Aku bahkan tidak sanggup menoleh untuk melihat punggung Bintang, satu-satunya orang yang tidak memberiku duri hari ini.

"Aku mau pulang, Bin," suaraku serak, nyaris hilang tertelan angin sore.

Bintang bangkit, langkahnya terburu-buru. "Aku antar, Fis. Kamu gemetar. Jangan paksa jalan sendiri."

Aku menggeleng tanpa menatapnya. Jika aku menatap matanya yang penuh rasa kasihan itu, pertahananku akan luruh. Dan aku benci terlihat menyedihkan. "Jangan paksa aku, Bin. Tolong... biarkan aku sendiri."

Aku berjalan menjauh. Setiap langkah terasa seperti menyeret beban berton-ton. Kepalaku bising dengan tawa Guntur dan senyum kemenangan Fita. Dunia rasanya sedang menertawakanku, si gadis bodoh yang mengira dirinya adalah tokoh utama, padahal hanya badat di panggung sandiwara orang lain.

Begitu sampai di kamar, aku tidak menyalakan lampu. Aku mengunci pintu dan merosot di baliknya. Dinginnya lantai merambat ke kulitku, tapi sesak di dadaku jauh lebih membakar. Topeng "kuat" yang kupasang di depan Bintang tadi retak sepenuhnya.

Aku memeluk lutut, menyembunyikan wajah di sana. Isak tangis yang kupendam pecah dalam keheningan. Tidak ada teriakan, hanya bahu yang berguncang hebat. Di kamar ini, aku tidak perlu berpura-pura. Di sini, aku bebas mengakui bahwa aku hancur selebur-leburnya oleh dua orang yang paling kupercaya.

Malam semakin larut. Perutku perih, bukan karena lapar, tapi karena stres yang menggerogoti. Aku keluar rumah hanya untuk mencari oksigen dan sebungkus roti di toko kelontong. Namun, takdir sepertinya belum puas mengulitiku.

Di depan pagar, dua bayangan berdiri di bawah lampu jalan yang kuning pucat. Kaila dan Alif.

"Fis! Akhirnya kamu keluar..." Kaila menghambur, tangannya hendak meraih lenganku.

Aku menghindar. Gerakanku cepat, seolah sentuhannya adalah api yang akan membakarku. "Jangan sentuh aku, Kai."

"Fis, dengerin dulu. Kita mau jelasin soal Guntur dan Fita. Ini nggak seperti yang kamu lihat," timpal Alif dengan raut penuh rasa bersalah.

Aku tertawa. Sebuah tawa hambar yang lebih menyakitkan daripada tangisan. "Nggak seperti yang aku lihat? Jadi, mata aku salah lihat saat mereka tertawa di kosan itu? Telinga aku salah dengar saat Fita selalu sinis setiap aku bahas Guntur?"

"Fis, Guntur itu sebenarnya—"

"Cukup, Alif!" potongku tajam. Mataku menatap mereka bergantian dengan tatapan kosong. "Kalian berdua tahu, kan? Selama ini kalian menontonku seperti menonton sirkus gratis. Kalian melihat aku dibodohi, kalian melihat aku dijadikan lelucon, tapi kalian diam."

Kaila mulai terisak. "Kita nggak bermaksud nutupin, kita cuma bingung gimana cara ngomongnya..."

"Bingung?" Aku melangkah maju, menatap Kaila tepat di matanya. "Bingung melihat sepupumu sendiri dihancurkan perlahan-lahan? Bagiku, kalian sama saja dengan mereka. Diam kalian adalah pengkhianatan paling nyata."

Aku membalikkan badan, memunggungi mereka yang mematung dalam penyesalan. "Jangan cari aku lagi. Aku nggak butuh dongeng atau pembelaan. Aku cuma mau beli makan, bukan mau dengar skenario karangan kalian."

Aku berjalan menjauh. Di bawah lampu jalan yang temaram, aku sadar satu hal: Malam ini, aku tidak hanya kehilangan cinta, tapi aku juga kehilangan kepercayaan pada dunia.

Toko kelontong itu hanya berjarak beberapa ratus meter, namun rasanya seperti berjalan di atas hamparan duri yang tak berujung. Aku bisa merasakan tatapan Kaila dan Alif masih menusuk punggungku, namun aku menolak untuk goyah.

Saat aku sampai di depan etalase kaca toko yang berdebu, aku tertegun melihat pantulan diriku sendiri. Mataku merah, bengkak, dan wajahku pucat pasi. Inikah Afisa yang mereka hancurkan? Inikah gadis yang selama ini sibuk mencari perhatian laki-laki sedingin kutub, sampai lupa cara mencintai dirinya sendiri?

Aku menyambar sebungkus roti dan air mineral dengan gerakan kasar. Saat hendak membayar, tanganku merogoh saku rok dan mendapati sebuah benda kecil di sana.

Gantungan kunci bola.

Itu adalah benda yang rencananya akan aku berikan pada Guntur besok. Aku menatap benda itu dengan rasa muak yang membuncah. Dengan tangan gemetar, aku tidak memasukkannya kembali ke saku. Aku menjatuhkannya begitu saja ke dalam tempat sampah plastik di pojok toko. Suara jatuhnya pelan, tapi bagiku itu terdengar seperti suara lonceng kematian bagi perasaanku yang bodoh.

Aku berjalan pulang dengan langkah yang lebih cepat. Kaila dan Alif sudah tidak ada di depan pagar, meninggalkan kesunyian yang mencekam. Begitu masuk ke kamar, aku langsung meraih ponselku yang sejak sore sengaja kumatikan.

Begitu layar menyala, puluhan notifikasi masuk. Namun, mataku hanya tertuju pada satu nama: Bintang.

"Fis, aku tahu kamu butuh waktu. Tapi tolong, jangan biarkan diri kamu larut dalam kegelapan terlalu lama. Kamu jauh lebih berharga daripada semua rasa sakit ini. Besok, aku akan menunggumu di gerbang sekolah. Apapun yang terjadi, kamu tidak sendirian."

Aku menatap pesan itu lama. Air mataku kembali menetes, namun kali ini bukan karena Guntur. Ada rasa hangat yang asing menjalar di dadaku. Di tengah badai pengkhianatan ini, ternyata masih ada satu orang yang tetap menjadi mercusuar bagiku.

Aku menarik napas panjang, lalu jemariku bergerak dengan mantap di atas layar.

1
Aidil Kenzie Zie
tor jangan bikin mutar-mutar lagi ceritanya
Aidil Kenzie Zie
mantapkan hatimu Fis
byyyycaaaa
labil banget kan...,dia semuanya di pikiran bukannya nyoba buka hati ,di deketin semua cowok dia welcome banget 😭🙏
Aidil Kenzie Zie
Afisa Afisa🤔🤔🤔
Rea
nah gitu fis, jangan cengeng, semangat meraih masdep, jodoh gak usah dipikirin nanti datang sendiri
byyyycaaaa: iya kan kak,sapa tahu jodohnya sama oppa'' Korea 🤭😭
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
semuanya berebut mau jadi pasangan Afisa
byyyycaaaa: nggak ada yang bisa gantiin posisi guntur 🤭
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
bisa jadi yang dikatakan Radit bener tentang Arkan Fis
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
bikin temen Afisa yang dulu nyesal termasuk fita. trus Afisa jdian sama bintang
byyyycaaaa: jadi pengacara hebat dulu ,soal jodoh mau kayak in hyuk🤣
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
kemana aja lo selama ini Gun jangan ganggu Afisa lagi
palingan dia cemburu dengar cerita dari Radit kalo Afis bersinar di UI dan lagi dekat sama Arkan
nggak usah ditanggapi Fis
Aidil Kenzie Zie
Radit jangan bawa-bawa masa lalu lagi
Aidil Kenzie Zie
si Arkan gercep juga
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
kpn blikan sama bintang
byyyycaaaa: nunggu Bintang jadi dokter di jakarta, tapi si Arkan oke juga kak! 🤭
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
si Guntur mulai muncul kemana aja dari maren?? nggak usah gangguin Afis lagi
Aidil Kenzie Zie
semangat Fis jangan sampai goyah hanya karena notif dari Kaila
Aidil Kenzie Zie
apa temannya si Guntur nggak ada bahas Afis lagi apa gimana
Rea
heran aku sama afisa, kayake tipe pemikir dan baperan, hidup dibuat santai jangan terlalu memikirkan sikap orang lain, bisa masuk RSJ nanti🤭
mbuh
skip
muak Ama afis🤣
byyyycaaaa: si afisa mau guntur 🤣🙏
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
si Guntur cari penyakit sendiri dia nggak PD berdiri di samping Afisa
moga Afis dapat pendamping yang benar-benar membuat dia bahagia
lupakan Guntur dan segala penyesalan itu Fis
Aidil Kenzie Zie
kok si Fita bisa tau y🤔🤔
Aidil Kenzie Zie
temannya kok pada ngrasa nggak punya salah sama sekali ke Afisa
main gabung aja orang lagi asik b2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!