Mendadak jadi istri dari seorang billionaire? mungkin ini sebuah keberuntungan bagi kalian, tapi tidak dengan Serafina. Semenjak menjadi istri dari pria billionaire, Serafina tidak bisa menjadi dirinya sendiri dan harus menjadi standar perilaku para wanita kalangan atas didunia. Apalagi suaminya tidak mencintainya dan hanya menganggap nya sebatas istri pelunas hutang.
demi melunasi hutang hutang paman dan bibinya, Serafina dipaksa masuk kedalam kehidupan para kalangan elit. dia harus bisa menjadi seorang istri yang anggun dan menjadi contoh para wanita di dunia.
apakah pernikahan Serafina bertahan?
______________
hai semua, aku author Flower senang bisa bertemu dengan kalian🦩❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Love Me Hubby²¹
Alexander kini berdiri menjulang tinggi dihadapan Serafina lalu ia membungkukkan tubuhnya untuk mensejajarkan tingginya dengan istrinya. "siapa yang memasak ini?" ucapnya pelan tapi mengintimidasi. "aku tuan" jawab Serafina jujur karena memang dialah yang memasak semua makanan diatas meja.
"selain bodoh berakting, kau juga bodoh memasak ya? pantas saja paman dan bibimu merelakan mu kepadaku, ternyata mereka terbebas dari beban sekarang" bisik Alexander begitu tajam.
Serafina masih diam, ia masih berusaha mencerna semua yang terjadi barusan. ia ingat tadi hanya menambahkan garam sedikit, tapi ia tidak mencicipi makanannya terlebih dahulu. Alexander mencengkram dagu istrinya agar menatapnya "tatap mataku saat aku sedang berbicara denganmu, istriku"
"apa kau mencicipi masakan mu?"
Serafina menggelengkan kepalanya "tidak tuan, aku tadi langsung menghidangkan nya dan pergi untuk menyambutmu pulang, aku tidak tahu jika rasanya akan sangat mengerikan seperti ini, aku bahkan hanya menggunakan sedikit garam saja, sisanya aku menambahkan penyedap rasa" jujur Serafina.
Alexander melepaskan istrinya, kepalanya terasa sakit jika terus meladeni tingkah bodoh Serafina. "kali ini kau ku maafkan, tapi jika lain kali terulang lagi, maka kau yang akan menghabiskan nya" Alexander melangkah menuju ranjang sembari mengusap rambutnya nya dengan kasar, ia duduk diatas ranjang dan menatap istrinya yang masih berdiri ditempat itu. "apa lagi yang kau lakukan? kau mau terus berdiri disana seperti patung? cepat bereskan semua itu" geramnya melihat Serafina yang benar benar bodoh itu.
Serafina dengan cepat mendekati makanan tadi kemudian ia kembali membereskannya dan akan membawanya ke dapur. "istri bodoh" geramnya sembari mengotak atik ponselnya dan memesan makanan yang baru pada pelayan.
saat menuruni tangga, Serafina berpapasan dengan salah satu pelayan wanita yang kini sedang membawa nampan berisi makanan. terlihat jelas sekali pelayan wanita itu tersenyum meremehkan padanya. Namun Serafina memilih untuk berpikir positif dan berjalan terus menuju dapur.
Serafina menghela nafas nya dengan lesuh, ia membuang makanan itu dengan sayang, beberapa pelayan juga kini tengah membuang semua masakan yang ia buat. Beberapa dari mereka saling berbisik bisik ketika selesai membuang makanan yang dibuat oleh Serafina.
"mengapa masakan ini terasa begitu asin? besok aku akan mencobanya lebih teliti" ucap Serafina pelan. Ia bergegas meninggalkan dapur, tatkala tak tahan melihat semua perlakuan para pelayan itu.
saat Serafina memasuki kamar, ia melihat Alexander sedang duduk diatas sofa dan sedang menunggunya. Serafina tak menghiraukan nya dan ia justru berdiri terdiam di sudut ruangan. Alexander memejamkan matanya sebentar sebelum akhirnya ia memijat keningnya lagi karena terasa sakit. "kemari" ucapnya dengan rendah, Serafina melangkah mendekati pria itu.
"makan ini, kemudian pergi tidur"
"aku masih kenyang tuan"
"aku tidak suka mengulangi perkataan ku sebanyak dua kali"
Serafina menghela nafas berat, ia duduk dihadapan pria itu dan memakan makanan tersebut. "enak? apa kau merasakan asin?" sindir Alexander membuat Serafina sedikit tersedak. Pria itu tersenyum sinis, kemudian melangkahkan kakinya menuju ranjang. ia membaringkan tubuh kekarnya itu disana, besok ia harus berangkat lebih awal untuk suatu urusan.
Serafina masih makan dalam diam, setelah selesai makan ia langsung mengemasi barang bekas ia makan. setelah semuanya selesai, Serafina mengambil bantal dan selimut kemudian berjalan menuju sofa empuk itu. saat kepalanya menyentuh bantal, ia sudah terlelap dengan cepat.
Bersambung.....
*
*
*
Hai para readers kesayangan Author, tetap semangat dalam menjalani hari hari biasa ya, jangan pernah menyerah dalam menghadapi keadaan🍃
Seraphina lagi bahaya
tapi kita lihat apa akan sama Kya yg lain suka oleng kalau masa lalu datang