NovelToon NovelToon
Menikahi Duke Misterius

Menikahi Duke Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:JAEMIN NCT / Cinta Seiring Waktu / Barat
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: RaeathaZ

Melvin Blastorios, merupakan seorang ahli waris dari keluarga bangsawan Blastorios, yang terkenal akan kehebatan dan kejeniusannya. Selain itu, Melvin juga merupakan pemimpin dari sebuah organisasi rahasia di Inggris yaitu Dragon Knight of Archangel.

Arabella Winston, seorang gadis muda, cantik, bijak dan cukup terkenal di kalangan para bangsawan, yang sedang mencari seorang suamin. Walaupun begitu, Bella dikenal sebagai salah seorang gadis bangsawan yang selalu menolak banyak lamaran dari para pemuda bangsawan lain.

Ini hanyalah sebuah kisah cinta romantis antara seorang pemuda dari organisasi rahasia dengan seorang gadis muda penolak lamaran.

.

.

.

.

terinspirasi dari seri pertama novel club Inferno...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RaeathaZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8

.

.

.

Chapter Sebelumnya :

"Baik, Nona. Sebentar lagi kita akan sampai di pos penjaga di daerah Presient." kata Wilson yang lalu semakin melajukan mobilnya mendekati salah satu pos di daerah Sround yang cukup dekat dari Exile Land.

***

Saat mobil mereka telah sampai di depan pos penjaga di daerah Sround. Bella pun langsung keluar dari mobilnya dengan tergesa-gesa, dan lalu menghampiri salah satu penjaga disana.

"Apa yang bisa saya bantu, Nona?" tanya penjaga keamanan tua tersebut khawatir, saat melihat keresahan dan kepanikan Bella menjelaskan situasi.

"Iya, tolong cepat pergilah ke Exile Land. Seperti yang tadi sudah aku jelaskan."

"Baiklah, tunggu sebentar, Nona. Saya akan memanggil beberapa orang lagi."

Iya apapun itu, tapi tolong cepat. Karena ada nyawa seseorang yang terancam."

"Nyawa siapa, Nona?"

"Aku memang tidak mengenal pria ini. Tapi, yang ku tahu dia... Pria yang sedikik..., Ah maksud ku dia itu... orang gila." kata Bella mencoba menjelaskan tentang pria yang tadi menolongnya itu.

***

"Ah, Sialan." Bisik Melvin saat melihat para gerombolan itu yang mulai mengepungnya di sebuah club yang ia yakini berjumlah lebih dari empat puluh orang, dan membuat dirinya kini tersudut di ujung klub.

Sejak awal, Melvin mulai merasakan bahwa semakin ia menjatuhkan dan menghancurkan setiap anggota gerombolan itu, maka semakin banyak pula kawanan gerombolan itu datang untuk menghajarnya.

Memang ada waktu dan tempat tertentu bagi seorang lelaki sejati membutuhkan keberanian bak seorang pahlawan. Tapi, meski begitu bukankah laki-laki sejati juga harus mengetahui bagaimana cara untuk melarikan diri secara terhormat dalam keadaan seperti ini.

Lagipula saat ini Nona Winston, yang sejak awal menjadi tujuannya telah berada di tempat yang cukup aman. Jadi, bukankah tak ada lagi yang harus ia perhatikan?

'Mungkin, ini saatnya untuk melarikan diri.'

Sekarang yang dipikirkan oleh Melvin adalah mencoba mencari cara untuk kabur dari kepungan gerombolan pengacau Exile Land itu. Mencoba memindai seluruh sudut di dalam club itu untuk membuat sebuah strategi yang dapat membuatnya, setidaknya dapat menjauh dari gerombolan berandal itu.

Dengan seringai di wajahnya, Melvin pun langsung memukul dan menendang para anggota gerombolan itu untuk membuka jalannya menuju tangga, dengan cepat Melvin berlari menuju bagian atap club tersebut, dan kemudian melompat keluar, disertai dengan teriakan dan umpatan penuh amarah dari orang-orang di belakangnya.

Tapi, beruntung bagi Melvin yang selama ini telah terlatih dalam melakukan hal ini, sambil bersembunyi sebentar di balik salah satu cerobong asap sebuah rumah, menunggu para gerombolan itu pergi dan berhenti mencarinya. Setelah itu Melvin pun langsung meloncat dari satu atap rumah ke atap rumah lainnya. Lalu, saat ia telah berada cukup jauh dari Exile Land, Ia pun langsung meloncat turun ke bawah tanah, dan kemudian bejalan santai menuju jalan untuk memanggil sebuah taksi, alat transportasi sama yang ia gunakan tadi pagi ke tempat ini.

Saat salah satu taksi berhenti di depannya, Melvin pun langsung masuk ke dalamnya. Tapi, saat taksi itu mulai bergerak, Melvin dapat melihat sebuah mobil penegak hukum melaju cepat menuju Exile Land.

Melihat hal itu, Melvin hanya dapat mengerutkan alisnya bingung menatap ke belakang jendela mobil taksi tersebut ke arah mobil penegak hukum itu. Insiden itu baru saja selesai. 'Tapi, bagaimana orang-orang itu bisa mengetahui hal ini dengan cepat?'

Lalu, sebuah nama dari gadis yang ditolong nya itu langsung terlintas dalam benaknya.

'Mungkinkah Bella yang memberitahukan mereka?'

Menyadari pemikirannya itu membuat Melvin tersentak, tersambar oleh ketakjuban yang datang secara tiba-tiba kepada gadis itu.

Bella pergi meminta bantuan untuknya, ia pergi dengan cepat menuju pihak berwenang untuk memanggil beberapa penegak hukum untuk menolongnya. Ternyata gadis itu... mempedulikannya.

Untuk beberapa saat, tatapan Melvin berubah kosong, merasakan perasaan aneh terhadap kepedulian yang dilakukan gadis itu padanya. Membuat tubuhnya limbung, yang kini ia rasakan tak berhubungan dengan bekas tonjokan di wajahnya.

Ia menggelengkan kepalanya ketika perasaan tak menentu beberapa tahun yang lalu, dimana ia telah mencoba untuk berhenti berharap akan sebuah rasa kepedulian dari seseorang.

Tapi, apa yang dilakukan oleh gadis keturunan Winston itu kini, membuat dinding es pada hatinya mencair dan mulai menghangat. Sungguh diluar dugaan, ternyata Nona Winston sempat memikirkan keselamatan dirinya.

'Ya Tuhan... Mungkinkah, sekarang aku telah menemukan seseorang yang tepat disini' tanya Melvin dalam hatinya, membuat sebuah senyuman tipis terukir pada bibirnya.

Sejenak kemudian, ia pun berjalan santai dengan santai memasuki sebuah mansion miliknya di daerah Ciolen Park yang telah lama ia beli, sebagai tempat tinggalnya selama menetap di ibu kota, Vincent.

Seperti biasa saat sampai di mansion, kepala pelayannya yang juga merupakan tangan kanannya, yaitu Albert akan selalu menyambutnya di depan pintu masuk, menyapanya dengan tatapan dingin saat melihat penampilannya yang berantakan dan wajahnya yang penuh bekas luka.

"Selamat siang, My Grace. Apakah saya perlu mengambil kotak peralatan obat-obatan, My Grace?"

"Tak perlu, hanya perkelahian kecil. Cukup siapkan pakaian ganti untukku, dan tolong, jika ada petugas kemana datang, bahwa sejak pagi tadi aku berada di rumah." kata Melvin yang langsung di balas anggukan mengerti oleh kepala pelayannya itu.

Melvin pun berjalan menuju kamarnya untuk berganti pakaian, dan kemudian pergi memasuki ruang kerjanya, untuk memeriksa semua berkas tentang Arabella Winston dengan tetap duduk di meja kerjanya.

Melvin berpikir bahwa ia harusnya, bertemu dengan gadis itu lagi secepatnya. Jadi, sekarang Melvin sedang membaca setiap kegiatan dan pertemuan sosial yang akan dilakukan oleh gadis itu.

Dengan jari panjangnya, Melvin meniti turun setiap catatan yang tertulis di setiap halamannya, hingga matanya terpaku pada salah satu pesta, yaitu pesta dansa keluarga Fratellion yang akan diadakan besok malam.

Sejujurnya, Melvin merasa bahwa dirinya kini terlihat lebih manusiawi, sejak mengenal Nona Arabella Winston. Gadis itu benar-benar membuat pria seperti dirinya semakin tertarik untuk mendekati sosok polos dan malaikatnya itu.

Mungkin Nona Winston akan sedikit sulit untuk di dekati dan "bermasalah" bagi society.Tapi, mengapa hal itu harus mengganggunya? Melvin tak peduli. Lagipula, bukankah ia telah terlatih untuk memanipulasi dan menipu banyak orang, untuk melihat sesuai dengan apa yang ia inginkan selama ini.

Jika ternyata benar ia menginginkan Bella, maka sebaiknya ia memilikinya. Ia hanya perlu berusaha lebih keras lagi untuk mendekati gadis itu dari yang ia tekadkan sebelumnya, dan perlu terlibat lebih dalam lagi pada segala aktivitas gadis Winston itu daripada yang telah ia rencanakan.

Tapi, setelah membaca beberapa catatan yang ada pada berkas-berkas milik Bella dan mengetahui sikap gigihnya dalam mendapatkan sesuatu, membuat Melvin merasa ragu, apabila perempuan seperti Bella ini tak bisa ia kungkung dalam kegelapan selama bersamanya, agar tak bisa mengetahui segala yang terjadi pada masa lalunya dan semua kegiatan rahasia yang ia lakukan.

Hal itu membuat Melvin menjadi bimbang, apakah semua itu sepadan. Tapi, dalam sudut hatinya ia ingin kembali bertemu Bella, dan mengenal gadis itu lebih dalam.

***

1
Reza03
lanjut
@RearthaZ
siap kak
Susi Nugroho
Di tunggu lanjutannya
Riza09
lanjut
Rei_Mizuki98
lanjut thor
Rose Mizuki
lanjut💪
Reva456
lanjut
Rieza05
lanjut kak
@RearthaZ
iya, bener, terutama melvin terlalu banyak rahasianya dan gak langsung terbuka
❤️⃟Wᵃf꧄ꦿVanaaꦿ яᷢ⃞🐰
Wajar aja Arabella berpikir begini, kli diposisi dia pun ak psti begitu jg🙏😌
Ocean Blue
ceritanya seru
Rose Ocean
ceritanya keren
XxShilent_
hehe
..... aku dapat cerita ini dari toktok😍😍
@RearthaZ: terima kasih udah baca yaa
total 1 replies
Reva456
lanjut thorr
Rieza05
lanjut thor
Rei_983
terus lanjutin thor
Reilient
lanjutkan thorr
Reha Hambali
lanjutkan terus thor
Reha Hambali
awal cerita yang bagus
NMS12
ceritanya keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!