NovelToon NovelToon
Prince Of The Wind

Prince Of The Wind

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi Isekai
Popularitas:346
Nilai: 5
Nama Author: Apin Zen

Kerajaan Risvela dipimpin oleh Raja Ryvons dengan dua pewaris: Seyron yang tampak sempurna, dan Reyd yang dulu dianggap bermasalah. Setelah kembali dari Academy Magica bersama Lein, Reyd berubah menjadi sosok yang lebih dewasa dan peduli.
Namun di balik citra baiknya, Seyron menyimpan sisi dingin yang berbahaya. Menyadari hal itu, Reyd bertekad merebut takhta demi melindungi kerajaan, meski peluangnya kecil.
Di tengah konflik keluarga, kekuasaan, dan kebenaran—Reyd memilih melawan takdirnya sendiri untuk menjadi pemimpin yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apin Zen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesta Para Bangsawan

Malam hari menyelimuti Kerajaan Risvela. Cahaya lampu istana menyala terang.

Musik terdengar dari aula utama—tempat para bangsawan berkumpul. Sebuah pesta digelar. Penuh kemewahan. Penuh percakapan—dan tentu saja, penuh kepentingan.

Di koridor istana, Reyd berdiri di depan pintu kamar Lein. Ia mengetuk pelan.

“Lein?”

Tidak lama, pintu terbuka. Lein berdiri di sana dengan wajah sedikit lelah.

“Ada apa, Reyd?”

Reyd menatapnya.

“Malam ini ada pesta bangsawan.”

Ia berkata singkat.

“Aku ingin kamu ikut denganku.”

Lein terdiam sejenak. Ia melirik ke dalam kamarnya. Lalu kembali ke Reyd.

“Aku merasa lelah hari ini.”

Jawabnya jujur.

Hari ini terasa panjang baginya. Banyak hal terjadi. Dan pikirannya belum sepenuhnya tenang.

Reyd memahami itu. Namun tetap mencoba.

“Ini sangat penting.”

Lein menggeleng pelan.

“Besok saja, ya.”

Nada suaranya lembut—namun tegas.

Reyd terdiam sejenak. Lalu mengangguk.

“Baiklah.”

Ia tidak memaksa.

Lein tersenyum kecil.

“Maaf, ya.”

Reyd menggeleng.

“Tidak perlu.”

Ia berbalik.

“Aku akan segera kembali.”

Lein mengangguk.

“Jangan lama menghilang.”

Pintu perlahan tertutup. Koridor kembali sunyi.

Reyd berdiri sejenak—lalu melangkah pergi menuju aula utama.

---

Tak lama, ia tiba.

Pintu besar terbuka. Aula pesta bangsawan. Lampu kristal menggantung megah. Musik mengalun tenang. Para bangsawan berbincang dengan anggun.

Beberapa langsung menoleh saat Reyd masuk.

Bisikan mulai terdengar.

“Itu Pangeran kedua…”

“Dia benar-benar berubah…”

“Namun… gadis itu tidak bersamanya?”

Reyd tidak mempedulikan itu. Ia berjalan masuk dengan tenang. Tatapannya datar.

---

Aula pesta semakin ramai seiring waktu berjalan. Musik terdengar lebih hidup. Gelak tawa para bangsawan mulai memenuhi ruangan.

Beberapa di antara mereka—sudah terlihat mabuk.

Gelas anggur diangkat tinggi. Percakapan menjadi semakin bebas. Bahkan—sangat bebas.

Di tengah suasana itu, Reyd berdiri berbeda.

Ia hanya memegang gelasnya. Namun tidak benar-benar meminumnya. Tatapannya mengamati sekeliling.

Beberapa bangsawan mendekatinya.

“Pangeran Reyd, minumlah!”

“Ini anggur terbaik kerajaan!”

Namun Reyd hanya mengangguk kecil.

“Terima kasih.”

Tanpa benar-benar meneguknya.

Tak lama, beberapa wanita bangsawan mendekat. Senyum mereka manis. Namun jelas penuh maksud.

“Hai, Pangeran tampan… Anda sendirian malam ini? Bukankah itu membosankan?”

Salah satu dari mereka menyodorkan gelas anggur.

“Minumlah bersama kami. Rasanya enak, loh.”

Reyd menatapnya sebentar. Lalu—menggeleng pelan.

“Aku tidak tertarik.”

Jawabnya singkat.

Wanita itu sedikit terkejut. Namun tetap mencoba tersenyum.

“Ah… Anda dingin sekali.”

Reyd tidak menanggapi lagi. Ia melangkah menjauh. Meninggalkan mereka.

Di sudut aula, ia berdiri sendiri. Menatap keramaian.

Dalam pikirannya, ia membandingkan semuanya. Dengan apa yang ia alami di luar istana. Dengan perjalanan yang ia lalui. Dengan orang-orang yang ia temui.

“Berisik sekali mereka.”

Gumamnya pelan.

Pesta ini terasa asing baginya. Bukan karena ia tidak pernah melihatnya—namun karena kini—ia melihatnya dengan cara yang berbeda.

Reyd sebenarnya ingin pergi. Namun—ia tahu. Pesta ini bukan sekadar hiburan. Melainkan bagian dari hubungan antar bangsawan.

Jika ia pergi begitu saja—akan menimbulkan pertanyaan. Atau bahkan masalah baru.

Ia menghela napas pelan.

“Setidaknya… tetap sampai akhir.”

Katanya pada dirinya sendiri.

Ia kembali berdiri tegak. Menjaga sikap. Menjaga wibawa.

Meski di dalam hatinya—ia lebih memilih berada di tempat lain. Di tempat yang lebih tenang. Dan bersama seseorang yang jauh lebih berarti baginya.

1
Protocetus
Min belum kontrak min?
Mr. Wilhelm
Ini beda penulis sama novel² sebelumnya, kah?

soalnya jauh bnget beda tulisannya sama novel² yg sebelumnya?

what happen?
Apin Zen: Gk om, Setiap novel pakai editor.
Soalnya malas revisi, meski dikit juga sih yang baca tapi seru nulis novel fantasy, hehe.
total 3 replies
Mr. Wilhelm
Keknya mending dihapus narasi yg sebelumnya deh, soalnya hampir sama dengan dialog ini.
Mr. Wilhelm
Emmm harusnya Ayahnya kan yg pewaris dan Seyron jdi ahli waris?
Mr. Wilhelm
Keknya harus upload ulang, paragrafnya jdi jelek, langsung copas, kah?
Apin Zen: baca ulang lagi bab 1 nya Mr, apa masih kurang🤔
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!