NovelToon NovelToon
Aku Menyerah!

Aku Menyerah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Pelakor jahat / Penyesalan Suami / CEO / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Brilliante Brillia

Ayra menjalani pernikahan yang tidak pernah benar-benar ia inginkan. Menikah karena perjodohan, ia berusaha menjalani perannya sebagai istri dengan sebaik mungkin. Dan kehamilan yang datang kemudian, justru membuatnya berusaha lebih kuat, meski pernikahan itu perlahan menunjukkan sisi gelapnya.

Saat mengetahui Rayyan mendua, Ayra tidak mendapat pembelaan apa pun. Suaminya justru lebih memilih wanita itu dibandingkan dirinya yang sedang mengandung. Tekanan batin yang berat membuat Ayra mengalami keguguran. Kehilangan anaknya menjadi pukulan terbesar dalam hidupnya.

Dikhianati, disudutkan, dan tidak lagi dihargai, Ayra akhirnya sampai pada titik lelah. Ia menyerah, bukan karena kalah, tetapi karena tak ingin menyia-nyiakan hidupnya untuk bertahan dalam hubungan toxic.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Brilliante Brillia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zavian Yang Jahil

Ayra perlahan membuka matanya. Ia terpaku menatap pantulan dirinya di cermin. Riasan itu tidak tebal, namun entah bagaimana sang MUA berhasil menonjolkan tulang pipinya dan membuat matanya terlihat lebih dalam serta bercahaya. Bibirnya yang dipulas warna nude dengan sedikit sentuhan gloss tampak penuh dan segar. Ia terlihat sangat anggun, jauh dari kesan mahasiswi biasa yang baru pulang kampus tadi sore.

"Luar biasa..." bisik Ayra hampir tak terdengar.

"Wajah Mbak memang dasarnya sudah cantik, saya hanya mempertegas sedikit saja," puji sang MUA tulus.

"Nah, sekarang giliran gaunnya. Mari saya bantu pakainya lagi supaya tidak merusak tatanan rambut."

Ayra berdiri dengan bantuan sang asisten. Dengan sangat hati-hati, mereka membantu Ayra mengenakan kembali gaun midnight blue tersebut. Saat ritsleting tersembunyi di bagian belakang ditarik ke atas, gaun itu mengunci tubuh Ayra dengan sempurna. Sang MUA kemudian mengambil kotak kecil dari meja rias dan memasangkan kalung mutiara dengan pengait emas putih itu di leher Ayra.

"Sempurna," ucap sang MUA sambil melangkah mundur. Matanya berbinar mengagumi hasil karyanya dan tentu saja mengagumi sosok Ayra yang tampil nyaris sempurna di hadapannya.

"Mbak benar-benar terlihat seperti bangsawan malam ini." Ucap sang MUA, kembali memuji dengan sejujurnya.

Ayra tersenyum tipis, meski perutnya mulai terasa mulas karena gugup. Tak lama kemudian, ponsel di meja riasnya bergetar. Sebuah pesan singkat muncul di layar.

Zavian: "Saya sudah di depan. Keluar jika kamu sudah siap."

Jantung Ayra berdegup kencang, seolah ingin melompat keluar dari dadanya. Ia segera mengambil tas tangan kecil dan menyemprotkan sedikit parfum di pergelangan tangan dan di belakang telinganya.

"Kalau begitu kami permisi, Mbak Kinayra, selamat menikmati pesta malam ini." Kata sang MUA dengan senyum tulus menghiasi wajahnya.

"Terima kasih banyak, Mbak," ucap Ayra kepada tim MUA sebelum mereka melangkah keluar kamar.

Beberapa saat kemudian setelah sedikit menenangkan detak jantungnya, dengan langkah yang diatur sedemikian rupa agar tidak tersandung belahan gaunnya yang tinggi, Ayra berjalan menuju pintu depan. Ia membukanya perlahan. Udara malam yang sejuk langsung menyapa kulit bahunya yang terbuka.

Di ujung jalan setapak teras rumahnya, sebuah sedan mewah berwarna hitam mengkilap sudah terparkir. Zavian berdiri di samping pintu mobil yang terbuka. Laki-laki itu mengenakan setelan tuksedo hitam yang sangat pas di tubuh tegapnya, rambutnya ditata rapi ke belakang, memancarkan aura pemimpin yang sangat dominan.

Zavian awalnya sedang menunduk melihat jam tangannya, namun begitu mendengar suara langkah kaki dari arah pintu, ia mendongak.

Seketika, gerakan Zavian terhenti. Matanya yang biasanya tajam dan dingin kini melebar, menyapu sosok Ayra dari ujung rambut hingga ujung kaki. Ada kebanggaan yang berusaha disembunyikan Ayra saat melihat seorang Zavian yang cuek dan dingin itu tampak kehilangan kata-kata. Laki-laki itu tetap mematung di posisinya, membiarkan keheningan menyelimuti mereka selama beberapa detik yang terasa sangat lama.

"Mas Zavian?" panggil Ayra ragu, memecah kesunyian karena merasa risi ditatap sedalam itu.

Zavian berdehem pelan, mencoba menguasai kembali ekspresi wajahnya yang sempat goyah. Ia melangkah maju mendekati Ayra, namun matanya tetap tak lepas dari wajah gadis itu.

"Sepertinya insting saya tidak pernah salah," ucap Zavian dengan suara rendah yang serak. "Gaun itu... memang diciptakan hanya untuk kamu, Ayra."

***

Zavian membawa Ayra ke sebuah hotel tempat acara dilaksanakan. Ayra terlihat bingung. Berbagai prasangka bukur mulai mengganggu pikirannya.

"Ayok!" Ajak Zavian sambil menarik tombol pembuka pintu.

"Tunggu! Kenapa Mas bawa saya ke sini?"

Zavian tersenyum samar sambil menatap jail Ayra, dia punya ide untuk menggoda wanita cantik itu.

"Saya sudah buka kamar di hotel ini dan kita akan candle light dinner di sana. Ini malam kita, Ayra." Katanya dengan tatapan tajam namun sarat makna.

Tentu saja Ayra terkejut. Tiba-tiba dia menyesal sudah menyanggupi ajakan pria itu. Kalau tahu akan seperti ini, ia akan menolaknya mentah-mentah. Sama sekali tak menyangka, ternyata Zavian orang seperti ini.

"Tolong antar saya pulang. Saya tidak mau!" Tegas Ayra ketus dan hampir meledak.

"Loh, kita sudah sampai sini, masa mau pulang lagi?" Kata lelaki itu sambil berusaha meraih tangan Ayra. Tapi wanita itu cepat-cepat menepisnya meski tidak kasar.

"Maaf Mas, saya tiba-tiba sakit perut. Kalau mas tidak bisa mengantar saya, saya bisa pulang sendiri naik taksi."

Dengan cepat tangan Ayra meraih gagang pintu dan membukanya. Tapi tak bisa. Ternyata Zavian sudah mengunci semua pintu via central lock.

"Buka, Mas!" Ayra mulai cemas.

"Ay..."

"Buka!" Suara Ayra bergetar menahan emosi. "Saya akan mengembalikan semua pemberianmu, tidak usah lhawatir!"

"Ay... maafkan saya. Kata-kata saya tadi bohong."

"Kata-kata yang mana?" Sentak Ayra, kesal bercampur emosi.

Zavian tersenyum. Ada kebanggaan melihat reaksi wanita ini. Berarti Ayra bukan wanita sembarangan. Bukan wanita yang mudah diperdaya.

"Tentang candle light dinner di dalam kamar. Saya cuma menggoda kamu saja. Jangan marah, ya!"

Ayra terdiam, napasnya masih memburu. Ia menatap Zavian tajam, mencoba mencari kebohongan di mata pria itu. Namun, yang ia temukan hanyalah binar geli sekaligus ketulusan yang aneh. Perlahan, kekakuan di bahu Ayra mengendur, meski rasa kesalnya belum sepenuhnya hilang.

"Bercandaan Mas tidak lucu sama sekali," gumam Ayra sambil membuang muka.

Zavian terkekeh pelan, lalu membuka kunci pintu mobilnya. "Maaf. Saya hanya ingin tahu bagaimana reaksimu jika diajak ke tempat seperti itu. Sekarang, ayo turun. Acaranya sudah dimulai."

"Acara apa sih? Mas gak bilang." Bibir Ayra masih mengerucut tanpa sadar, membuat Zavian tersenyum gemas.

"Stella, adik dari almarhumah istri saya, tunangan. Kalau dari awal saya bilang, takutnya kamu menolak," Zavian terkekeh lagi.

Melihat Zavian sesantai ini, ketegangan Ayra pun hilang sepenuhnya. Ia menarik napas panjang, merapikan gaun midnight blue-nya yang sedikit kusut karena gerakan paniknya tadi. Ia keluar dari mobil setelah Zavian membukakan pintu untuknya.

Begitu mereka melangkah masuk ke lobi hotel mewah tersebut, mata Ayra langsung tertuju pada sebuah papan informasi besar yang dihias karangan bunga indah.

"The Engagement of Stella & Bryan"

Ayra menghentikan langkahnya, jantungnya kembali berdegup kencang. "Mas, saya jadi gugup lagi."

Zavian tersenyum lembut, berusaha menyalurkan ketenangan. Ia meraih jemari wanita itu dan menautkannya ke jemarinya yang panjang.

"Ini acara Stella, adik bungsu almarhumah istri saya. Dia adik dari Marissa juga. Ingat, kan, Marissa yang bertemu kita di restoran waktu itu?"

Ayra mengangguk. Dia teringat kembali keanehan wanita itu. Bahkan sampai sekarang, meskipun Marissa sudah bersikap baik padanya, tetap saja masih ada rasa tidak nyaman jika mengingatnya.

"Mas, saya tidak enak. Ini acara keluarga. Harusnya Mas membawa seseorang yang lebih... pantas."

Zavian justru berbalik, menatap Ayra dengan intens. Ia menekukkan jemarinya, meremas lembut jemari Ayra, lalu melepaskan tautan itu dan meletakkan tangan Ayra di atas sikunya.

"Malam ini saya tidak butuh seseorang yang sekadar 'pantas' di mata orang lain. Saya ingin merasakan kenyamanan."

Dengan ragu, Ayra mengikuti langkah Zavian. Begitu mereka melangkah masuk ke dalam ballroom, kemewahan yang menyilaukan menyambut mereka. Wangi bunga lili dan denting piano memenuhi ruangan.

Kehadiran mereka seketika mencuri perhatian. Termasuk Stella yang tampak cantik namun ekspresinya langsung berubah terkejut saat melihat siapa yang datang. Zavian, sang CEO yang dikenal dingin dan penyendiri setelah kematian istrinya, kini datang membawa seorang wanita muda yang tampak sangat bersinar dalam balutan gaun sutra gelap.

Sementara Ayra merasakan bulu kuduknya merinding saat mendapati tatapan dari seorang wanita yang berdiri di samping Stella.

Itu Marissa.

Matanya menyipit, menatap Ayra dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan tatapan yang sangat sulit untuk diartikan.

Tanpa sadar, pegangan Ayra di lengan Zavian mengetat. Dan itu sangat disadari lelaki itu.

"Tetap di samping saya, Ayra," bisik Zavian rendah. Ia tahu ketegangan tengah merayapi hati gadis di sampingnya itu.

1
Tata Hayuningtyas
cerita nya pasti pergi ke toilet trs diculiklah...dibius lah....kaya ga ada yg lain gitu thor
Ma Em
Ayra kamu hrs percaya diri bersama Zavian jgn minder tunjukan aura dan pesonamu agar orang2 merasa kagum padamu dan tdk ada orang yg merendahkan mu .
Dini Yulianti
ayra kamu masih masa iddah mending jaga jarak dulu sama yg namanya laki laki bialng sama Zavian kalo mau jaga jarak sampe masa iddah selesai.
Brilliante Brillia: sudah slsai masa iddahnya kk🤭🙏
total 1 replies
Ma Em
Ayra jgn percaya kalau Marisa mendekatimu Ayra karena Marisa dekat dgn Ayra bkn bermaksud baik tapi mungkin ada yg akan Marisa lakukan pada Ayra , lbh baik jaga jarak jgn mau diajak untuk berteman takut nanti Marisa mencelakai atau mungkin jebak Ayra .
Erchapram
Bagus banget
kalea rizuky
sejauh ini bagus MC gk menye menye g lemah
Dede Dedeh
ulat keket mah gigih.......
Dewi Anjani
ayra perempuan yg tangguh ya,,keren
Yani
ayra jadi janda harus berkelas,jgn kayak si artis viral ,dijandakan suami malah jual diri Ama laki org,ga inget rasanya sakit diselingkuhin.tolong ya min,ayra biar bisa disandingin ama zavian yg ganteng+ CEO 🥰🥰
lanjut min ceritanya
aku
definisi cerdas bnr 👍👍👍
partini
lanjut
Brilliante Brillia
Assalamualaikum wrwb.

Tak terasa buku ini sudah hampir mencapai 20 bab. Terimakasih othor haturkan untuk para readers, semoga kedepannya novel ini akan lebih seru dan lebih diterima oleh penyuka cerita drama rumah tangga. Dan juga lebih banyak komen serta like 🙏
Yuk follow akun othor untuk bisa mengikuti cerita-cerita berikutnya yang akan launching dan tentu dengan cerita yang lebih seru lagi.
Dini Yulianti
semoga rumahnya kebakaran dan mobilnya di gondol maling
Ma Em
Semangat Ayra , semoga kamu dapatkan harta Gono gini yg Rayyan pertahankan dan menang dgn hasil yg memuaskan , hancurkan kesombongan Rayyan dan ibunya juga selingkuhan nya .
Brilliante Brillia: Doain ya🤭
total 1 replies
Ma Em
Semoga Ayra berjodoh dgn Zavian setelah cerai dgn Rayyan .
partini
wah ada bocil
Brilliante Brillia: bocilnya ganteng ky papanya 🤭
total 1 replies
partini
lebih cepat lebih baik
partini
mau menggatal lagi ni Kunti,so kita lihat MR CEO apa dia berkualitas atau Gampng kerayu Kunti
Brilliante Brillia
Bayangkan, bagaimana rasanya hamil di tengah pernikahan yang dingin?

Hanya karena alasan dijodohkan, Rayyan berhak berlaku semena-mena pada istrinya dan terang-terangan lebih memilih cinta lamanya?

Disakiti, diinjak-injak harga dirinya dan dibuang seolah Ayra adalah barang yang tidak berharga, membuat batin Ayra terguncang dan harus kehilangan bayinya.

Lalu apakah Ayra akan tahan dalam kubangan ketidak adilan yang dia terima?

Tentu saja tidak!

Tak akan ada yang tahan dalam satu hubungan toxic. Di balik kelembutannya, bagaimana Ayra bangkit dan melawan ketidak adilan yang ia terima?

Temukan jawabannya hanya di, "Aku Menyerah!"
Brilliante Brillia
Assalamualaikum, para readers yang berkesempatan singgah di cerita ini. terimakasih banyak. ini cerita pertama saya di apk NovelToon ini. semoga karya saya bisa diterima dengan baik. terimakasih🙏🫶
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!