Khalisa Aiza az-zahra anak dari pasangan abah mustofa dan uma Maryam, berumur 24tahun.
.
Damian dzaky alvarendra duda tampan yang berumur 35, Damian ialah ceo dari perusahaan d'a group . perusahaan yang ia bangun dengan usahanya sendiri.
.
"apa! mommy ingin jodohin aku dengan anak sahabat mommy. ayolah mom, damian sudah dewasa! damian bisa mencari istri sendiri buat damian mom " kata damian
"kalau bisa kenapa kamu dapat mantan istri model dedemit " sewot mommy
"mommy gak mau tau, kamu harus ikut ke rumah sahabat mommy. " lanjut tegas mommy
bagaimana kelanjutan nya? apakah damian akan menerima perjodohan tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isy_yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 32
keesokan hari nya ning Khalisa memegang pinggiran wastafel sembari menatap pantulan diri nya dari cermin, sudah beberapa menit ning Khalisa berada di dalam kamar mandi untuk memuntahkan yang berada di mulut nya, namun hanya cairan bening saja yang ia keluarkan.
Perut nya terasa mual, kepala nya terasa pusing itu yang saat ini ning Khalisa rasakan.
Wajah nya begitu pucat, mata nya sayu karena semalam ia tidak bisa tidur dan damian juga menemani ning Khalisa yang tidak bisa tidur, karena kepala nya yang terasa pusing membuat nya tidak bisa tidur dengan nyenyak.
ning Khalisa membasuh mulut nya, lalu perlahan ia melangkahkan kaki nya untuk keluar dari dalam kamar mandi.
Setelah itu ia merebahkan tubuh nya di atas kasur sambil bergumam.
"pusing banget kelapa ku" gumam ning Khalisa sembari memijat kepala nya yang terasa pusing.
mata nya terbuka, ia menatap langit kamar. lalu ia mengusap perut nya yang rata.
"mual banget, mas damian kok lama ya pulang dari masjid biasa nya kalau di elus sama mas damian mual nya akan hilang" gumam lirih ning Khalisa yang menunggu kepulangan sang suami dari masjid.
Awal nya damian akan melaksanakan sholat shubuh di kamar sambil menemani sang istri karena ia tahu keadaan istri nya tidak baik baik. tapi ning Khalisa menyuruh suami nya untuk tetap pergi ke masjid ia pikir keadaan nya akan membaik.
Ceklek
"assalamu'alaikum" salam damian yang baru pulang dari masjid.
"waalaikumsalam, mass" jawab ning Khalisa
Damian yang melihat istri nya berbaring di kasur langsung menghampiri nya.
"mual lagi hmm? " tanya damian sambil mengelus perut rata sang istri
"iya mas, baru tadi Khalisa mua. elus terus mas mual nya kerasa hilang kalau mas elus " kata ning Khalisa.
"iya sayang mas akan elus terus" ucap damian dengan patuh sebenar nya ia tidak tega melihat sang istri menjadi seperti ini wajah nya sangat pucat karena dari tadi malem tidur nya tidak nyenyak.
Damian menunduk menyamakan wajah nya tepat di hadapan perut sang istri sambil terus mengelus dengan lembut.
"assalamu'alaikum anak ayah, jangan nakal hmm kasian mama kalau ade buat mama mual terus. " bisik Damian kepada sang calon anak yang masih berada di dalam perut sang istri
Ning Khalisa terkekeh sendiri melihat kelakuan sang suami, Damian melihat sang istri lalu tersenyum dengan manis.
"mas ambilin bubur buat kamu ya sayang, setelah itu kamu istirahat" kata Damian
"gak mau, mas jangan ke mana mana" rengek ning Khalisa yang gak mau di tinggal oleh sang suami nya, ia takut kalau Damian pergi perut nya akan kerasa mual.
"sebentar kok sayang, hanya 5 menit. " bujuk Damian sakali lagi. namun Khalisa menggelengkan kepala nya dengan lemah.
tiba tiba pintu di ketok dari luar, Damian melihat ke arah pintu.
" mas buka pintu dulu ya " ijin Damian
"iya mas" ucap ning Khalisa
Damian langsung beranjak menuju pintu.
Ceklek.
"uma"
"iya nak, ini uma bawakan bubur buat Khalisa dan sarapan buat kamu" tutur uma Maryam
Damian yang melihat itu tidak enak karena mertua perempuan nya mengantar makanan nya ke kamar.
"maaf uma jadi merrepotkan, tadi Damian ingin ke bawah untuk ngambil sarapan tapi Khalisa gak mau di tinggal" sungkan Damian yang tidak enak kepada mertua nya.
"gak merepotkan kan kok nak, emang gitu kalau orang hamil. boleh uma lihat Khalisa ? " ucap uma Maryam
"boleh uma, silahkan masuk"
uma maryam memasuki kamar sang anak.
"uma" panggil ning Khalisa
"iya nduk, gimana keadaan mu masih mual? " tanya uma Maryam mengelus rambut sang putri
"masih uma, tapi kalau perut Khalisa di elus sama mas Damian mual nya hilang umah" jawab lirih ning Khalisa
Uma Maryam tersenyum kecil ia menganggukkan kepala nya.
"ternyata cucu nenek itu sangat manja sama ayah nya ya" canda uma Maryam mengelus perut rata sang putri.
Damian yang mendengar penuturan mertua nya menggaruk tengkuk nya sangat malu. ia juga mengakui kalau sang calon anak nya akan sangat manja kepada nya karena masih di dalam perut aja anak nya sangat manja kepada nya.
bersambung...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Assalamu'alaikum para readers mohon dukungannya ya🙏.. semoga kalian suka baca novel yang aku buat.. jangan lupa di like ya kawan biar aku semangat up nya🙏☺😙😘