NovelToon NovelToon
Putri Posesif Tuan Gavin & Dokter Bedah Misterius

Putri Posesif Tuan Gavin & Dokter Bedah Misterius

Status: tamat
Genre:CEO / Berbaikan / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:441.1k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

Novel ini adalah sekuel dari novel yang berjudul: Dinikahi Sang Duda Kaya yang sudah tamat sebelumnya.

Alea Ardiman, "The Smiling Shark" yang jenius namun anti-cinta, harus berurusan dengan dr. Rigel Kalandra setelah jatuh pingsan. Rigel, dokter bedah saraf yang dingin, adalah satu-satunya pria yang berani membanting laptop kerja Alea dan mengabaikan ancaman kekayaannya.
​"Simpan uang Anda, Nona Alea. Di ruangan ini, detak jantung Anda lebih penting daripada Indeks Harga Saham Gabungan."
​Alea merasa tertantang, tanpa menyadari bahwa Rigel sebenarnya adalah pewaris tunggal konglomerat farmasi sekaligus "Investor Paus" yang diam-diam melindungi perusahaannya. Ketika Ratu Saham yang angkuh bertemu Dokter Sultan yang diam-diam bucin, siapakah yang akan jatuh cinta duluan di bawah pengawasan ketat Papa Gavin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Penyergapan Tengah Malam

​​"Cinta... ini gila... tak masuk akal..."

​Alea bersenandung pelan sambil menekan kode sandi pintu penthouse-nya. Senyum lebar tak mau hilang dari bibirnya yang masih terasa bengkak dan panas. Sensasi ciuman Rigel di dalam mobil hypercar tadi masih menyengat, membuat kakinya terasa ringan seolah berjalan di atas awan.

​Siapa sangka? Dokter yang selama ini dia kira pas-pasan, yang mengajaknya makan ketoprak, ternyata adalah Tuan Muda Kalandra. Pewaris takhta kerajaan farmasi yang asetnya mungkin sepuluh kali lipat dari Triple A Capital miliknya 

​Pip. Pip. Pip. Cklek.

​Pintu terbuka.

​"Zahra? Kok gelap banget? Lo belum bayar listrik? Gue potong gaji lo ya," gumam Alea heran saat melangkah masuk ke dalam ruangan yang gulita.

​Biasanya, lampu ruang tengah selalu menyala remang-remang. Tapi kali ini, kegelapan total menyambutnya. Hening. Sangat hening sampai suara heels Alea yang bersentuhan dengan lantai marmer terdengar begitu nyaring.

​Alea meraba dinding, mencari sakelar lampu.

​"Rigel, Rigel... lo bener-bener penuh kejutan," bisik Alea pada dirinya sendiri sambil terkikik geli. "Awas aja besok, gue bakal minta traktir restoran paling mahal se-Jakarta. Biar kapok."

​KLIK.

​Lampu kristal gantung di tengah ruangan menyala seketika, membanjiri ruangan dengan cahaya putih yang menyilaukan.

​"A-astaga!"

​Alea terlonjak kaget, tangannya refleks menutupi mata.

​Saat penglihatannya mulai beradaptasi, senyum di wajah Alea lenyap tak berbekas. Digantikan oleh rasa horor yang merambati tulang punggungnya.

​Di sana, di sofa tunggal favoritnya, duduk sesosok pria paruh baya dengan kemeja putih yang lengan bajunya digulung asal. Wajahnya merah padam, rahangnya mengeras, dan tatapannya... tatapan itu bisa membunuh orang tanpa menyentuh.

​Gavin Ardiman.

​Dan yang lebih mengerikan, di sekitar kaki Gavin, berserakan pecahan gelas kaca yang hancur lebur. Noda cairan berwarna cokelat gelap—kopi—menciprat ke karpet bulu mahal Alea, menciptakan pemandangan yang kacau balau.

​"Pa... Papa?" suara Alea tercekat di tenggorokan. "Papa ngapain di sini gelap-gelapan? Itu... gelas siapa yang pecah?"

​Gavin tidak menjawab. Dia hanya menatap Alea dari ujung kaki sampai ujung kepala. Dia melihat gaun Alea yang sedikit kusut, rambutnya yang tidak serapi saat berangkat tadi pagi, dan rona merah di pipi Alea yang perlahan memudar menjadi pucat.

​"Senang?" tanya Gavin. Suaranya rendah, serak, dan bergetar menahan amarah yang meluap-luap.

​"Maksud Papa?" Alea mundur selangkah, tangannya mencengkeram tas Hermas barunya erat-erat. Instingnya berteriak bahaya. "Alea baru pulang kerja, Pa. Meeting-nya alot banget, makanya baru kelar jam segini."

​"Kerja?" Gavin tertawa. Tawa yang kering dan mengerikan. "Kerja di mana, Alea? Di kantor? Atau di parkiran?"

​Jantung Alea berhenti berdetak sedetik. "Parkiran? Papa ngomong apa sih? Alea capek, Pa. Jangan mulai interogasi aneh-aneh deh."

​Alea mencoba bersikap biasa saja, melangkah menuju kamarnya. "Alea mau mandi terus tidur. Besok harus ngantor pagi."

​"BERHENTI DI SANA!"

​Bentakan Gavin menggelegar, membuat langkah Alea terpaku. Bahu Alea gemetar. Seumur hidup, jarang sekali papanya berteriak sekeras ini kecuali saat benar-benar murka.

​Gavin berdiri perlahan, kakinya menginjak pecahan beling tanpa peduli bunyi krak yang ngilu.

​"Kamu pikir Papa bodoh?" desis Gavin. "Kamu pikir Papa bisa kamu tipu terus-terusan dengan alasan 'lembur' dan 'meeting'?"

​"Alea nggak nipu!" bantah Alea, matanya mulai berkaca-kaca karena takut. "Alea beneran sibuk!"

​"Sibuk apa?! Sibuk pacaran sama penipu itu?!"

​Gavin mengambil sesuatu dari saku celananya. Sebuah ponsel pintar dengan layar yang sudah retak parah. Ponsel yang tadi dia remas saking emosinya.

​Gavin menyalakan layarnya. Cahaya terang dari layar retak itu menampilkan sebuah foto yang sangat jelas.

​Foto dua siluet di dalam mobil mewah. Foto seorang wanita yang merangkul leher pria. Foto ciuman panas yang baru terjadi satu jam yang lalu.

​Alea menutup mulutnya dengan tangan. Napasnya tercekat. Itu fotonya. Fotonya dan Rigel di dalam Veleno GT.

​"Papa..."

​"Jelaskan," potong Gavin dingin. Dia berjalan mendekat, menyudutkan Alea. "Siapa laki-laki itu? Rigel kan? Dokter gembel yang Papa usir tempo hari?"

​Alea tidak bisa mengelak. Buktinya terpampang nyata di depan mata. "I-iya... itu Rigel. Tapi Pa, dengerin dulu penjelasan Alea. Rigel itu bukan orang jahat..."

​"Bukan orang jahat? Dia pembohong, Alea! Dia penipu ulung!" Gavin menunjuk foto mobil di layar HP itu. "Liat mobil ini! Kamu tau ini mobil apa? Ini Veleno GT! Harganya puluhan miliar! Dan pemiliknya terdaftar atas nama Rigel Kalandra!"

​Nama itu disebut. Rahasia terbesar Rigel terbongkar di hadapan Gavin dengan cara yang paling buruk.

​"Kamu tau siapa Kalandra, Alea? Saingan bisnis Papa! Konglomerat farmasi yang selama ini bersaing rebutan tender sama Ardiman Group!" Gavin membanting ponsel itu ke sofa dengan kasar.

​BUGH.

​"Dan kamu..." Gavin menatap Alea dengan tatapan kecewa yang dalam, lebih menyakitkan daripada kemarahannya. "Anak Papa sendiri... bersekongkol sama dia? Pura-pura dia miskin? Pura-pura dia dokter biasa biar Papa kasihan? Kalian ngetawain Papa di belakang, hah?!"

​"Enggak, Pa! Sumpah demi Tuhan, enggak!" Alea menangis, air matanya tumpah. Dia mencoba meraih tangan papanya, tapi Gavin menepisnya kasar. "Rigel nggak pernah mau pamer! Dia cuma mau dihargai sebagai dirinya sendiri, bukan karena uang bapaknya! Alea juga baru tau beberapa hari ini kalau dia seorang Kalandra!"

​"Cukup!" bentak Gavin. "Simpan air mata buaya kamu. Papa nggak butuh drama."

​Gavin mengambil napas panjang, mengatur detak jantungnya yang serasa mau meledak. Dia merasa egonya hancur lebur. Dia merasa gagal mendidik Alea. Dan yang paling parah, dia merasa dikhianati oleh putri kesayangannya sendiri demi seorang laki-laki.

​Gavin menunjuk foto di ponsel yang tergeletak di sofa itu, lalu menatap Alea tajam.

​"Jadi ini definisi 'lembur' kamu selama ini?" sindir Gavin telak, suaranya penuh racun sarkasme. "Ciuman sama pewaris Kalandra di dalam mobil seharga delapan puluh miliar?"

1
Nurlaila Hidayah
gedein trus gengsi mu vin
Nurlaila Hidayah
waaaah aku suka cara mu gel mghdpi camer,
Nurlaila Hidayah
aku suka gaya mu gel, .aku troooossss pntg mndur
Amsyar Anaqi
teruskan.. syok baca. 😍😍
Amsyar Anaqi
seruuuu😍 sya senyum sorang2 baca ni. 🤣
bekti arianti
happy ending juga...walopun ngebut endingnya
neni onet
kerjaan arka neeh pasti 🤣
mars
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣Alea2 emang dri kecil udh rusuh ketemu mama yg super rusuh ya bgini jadinya🤩
mars
parah bgt ngehinanya 🤣🤣🤣 sumpah Alea 🤣🤣
mars
keren suka bgt ceritanya
Syalari sholeh
d awal d bilang 18thn
Syalari sholeh
ya sama kek alea ngasih permen bekas ma kiana dulu d mobil
Citra Mekar sari
kak kenpa ending pada pendek", panjang8n dikit dong bgian bahagianya
beybi T.Halim
terbaik💝💝💝💝💝
beybi T.Halim
akhirnya happy ending.,setelah baca marathon minus kebosanan ditengah cerita.,sangat menarik dan tentunya inspiratif.,sukses terus buat penulisnya sampai jumpa dicerita terbaik lainnya👍👍👍💝💝💝semangat
Diana Resnawati
ceritanya bagus👍
Diana Resnawati
mampir thor
Yanrina Savitri
Nnt akhirnya Rigel jadi teman main golfnya Gavin dan menantu favoritnya
Yanrina Savitri
Suka dengan karakter Rigel. Segitu sy suka dgn karakter Gavin, begitu jg sy suka dgn Rigel. Umurnya 38 , pengalaman jau diatas Alea. Jago main saham dan jg dokter ahli bedah syaraf. Heibat. Semoga mrk berjodoh dan happy ending. Ya Thor.
Yanrina Savitri
Nnt Alea kena batunya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!