🩸 HEI YING TUN TIAN(Bayangan Hitam Yang Menelan Langit)⚠️ Han Xuan Sang Penelan Takdir Itu Sendiri
Sinopsis:
Di kehidupan sebelumnya, ia adalah monster yang ditakuti dunia dan Dao itu sendiri.
Ia mencapai Law Devouring Realm, melahap Dao para genius, menghancurkan sekte besar, dan hampir menantang Langit itu sendiri.
Namun Langit tidak membunuhnya.
Langit menghukumnya.
Jiwanya dipecah dan dilempar kembali ke masa lalu, terlahir sebagai anak klan kecil dengan meridian retak dan akar spiritual cacat. Di mata dunia, ia hanyalah sampah kultivasi yang tak akan pernah melangkah jauh.
Mereka salah.
Tubuh barunya menyimpan Void Devouring Constitution, konstitusi terkutuk yang hanya bangkit setelah kehancuran total. Dengan ingatan penuh dari kehidupan sebelumnya, ia memilih jalan yang lebih sunyi dan lebih kejam.
Ia tidak lagi membantai secara terang terangan.
Ia membangun bayangan nya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DavidTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 - Menara Lonceng Salju
...Bab 24: Menara Lonceng Salju...
Gema lonceng dari puncak tebing itu tidak hanya membelah kesunyian padang es, tetapi juga menciptakan riak pada energi Glacial Essence di atmosfer yang membuat kapal terbang Wei terguncang hebat.
Suaranya rendah dan berat, bergetar di frekuensi yang sanggup merontokkan kristal es dari tebing-tebing raksasa sekitarnya. Bagi Han Xuan, suara itu terasa seperti pukulan gada godam yang langsung menghantam jiwanya yang sedang tidak stabil.
"Pertahankan posisi!" perintah Han Xuan, suaranya tertahan oleh rasa sakit di dadanya.
Ia menatap ke arah menara es tersebut. Di pandangan peraknya, menara itu bukan sekadar bangunan batu dan es, melainkan sebuah instrumen sihir raksasa yang terhubung langsung dengan nadi bumi di bawah tanah beku ini. Seseorang di atas sana sedang memindai keberadaan mereka dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi.
Dari balik kabut salju yang mulai turun, beberapa bayangan meluncur turun dari tebing dengan kecepatan luar biasa. Mereka tidak menggunakan pedang terbang atau alat transportasi sihir konvensional. Mereka meluncur di atas permukaan es menggunakan papan seluncur perak yang ditenagai oleh esensi angin dan es.
Ada enam orang. Semuanya mengenakan jubah tebal yang terbuat dari kulit binatang buas kuno, dengan cadar yang menutupi separuh wajah mereka. Mata mereka berkilat biru terang, tanda bahwa mereka telah mengultivasi elemen es selama bertahun-tahun hingga ke tingkat seluler.
"Hentikan kapal kalian, penyusup dari Tanah Selatan!" teriak salah satu dari mereka, seorang wanita dengan suara yang setajam pecahan es. Ia mengangkat sebuah tombak panjang yang di ujungnya terdapat bongkahan kristal biru yang berdenyut.
Wei dengan gemetar menarik tuas rem energi, membuat kapal perlahan melayang diam di atas teluk yang membeku.
Han Xuan melangkah ke tepi dek. Ia menatap ke bawah, ke arah enam orang yang kini telah mengepung kapal mereka di atas permukaan es. Meskipun meridiannya sedang hancur, aura Core Condensation miliknya tetap memancar secara pasif, menciptakan tekanan udara yang membuat salju di sekitar kapal mendadak berhenti jatuh.
"Kami tidak datang untuk berperang," ucap Han Xuan. Suaranya tenang, namun gema ganda dari Han Zhao di dalamnya membuat para penjaga itu sedikit tersentak.
"Semua orang dari luar selalu mengatakan hal yang sama sebelum mereka mencoba mencuri Glacial Lotus kami," sahut pria pemimpin kelompok itu, yang tampaknya memiliki basis kultivasi di tingkat Core Condensation tahap awal. "Kau membawa aroma kematian dan kehampaan yang sangat pekat. Identitasmu tidak terdaftar dalam segel perbatasan."
Han Xuan menyadari bahwa di wilayah ini, identitas bukan ditentukan oleh dokumen, melainkan oleh tanda energi yang direkam oleh menara lonceng tadi.
Sebagai pendatang dari Benua Cangyuan yang baru saja menelan Inti Dunia, Han Xuan adalah sebuah anomali besar yang memancarkan sinyal bahaya bagi ekosistem energi di sini.
"Tuan..." bisik Xiao Mei yang bersembunyi di belakang Han Xuan. "Mereka tampak sangat memusuhi kita. Haruskah kita melawan?"
"Jangan bergerak," jawab Han Xuan lirih.
Ia kemudian menatap pemimpin penjaga itu. "Aku sedang terluka. Aku butuh tempat untuk menstabilkan energiku. Jika aku ingin menghancurkan tempat ini, aku sudah melakukannya saat lonceng itu pertama kali berbunyi."
Mendengar kata-kata sombong namun mengandung kebenaran itu, pemimpin penjaga tersebut menyipitkan matanya.
Ia bisa merasakan bahwa pemuda berambut putih di depannya ini memiliki kekuatan yang jauh melampaui tingkatannya, namun ada sesuatu yang menahan kekuatan itu seperti sebuah bendungan raksasa yang penuh dengan retakan.
"Aku adalah Kaelan dari Klan Frost-Bound," ucap pemimpin itu akhirnya. "Jika kau benar-benar terluka dan bukan mata-mata dari Kekaisaran Matahari Terbenam, kau harus membuktikannya dengan melewati Trial of the Frozen Heart. Jika kau gagal, es di sini akan menjadi peti matimu. Jika kau berhasil, kami akan memberimu perlindungan di desa kami."
Han Xuan tahu bahwa ini adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan tempat berlindung yang legal di wilayah asing ini. Menolak hanya akan memancing seluruh klan mereka untuk memburunya, dan dalam kondisinya yang sekarang, ia tidak sanggup menghadapi perang gerilya di medan es.
"Aku terima tantangannya," ucap Han Xuan.
Mereka dibawa menuju sebuah gua raksasa di bawah menara lonceng. Di dalam gua itu, suhu udara terasa jauh lebih ekstrem. Dinding-dindingnya bukan lagi batu, melainkan kristal es purba yang telah membeku selama jutaan tahun. Di tengah gua, terdapat sebuah kolam berisi cairan biru kental yang memancarkan uap dingin yang membekukan udara seketika.
"Ini adalah The Well of Eternal Frost," Kaelan menjelaskan. "Masuklah ke dalamnya. Jika jiwamu ternoda oleh niat jahat atau energi luar yang liar, cairan ini akan membekukan darahmu dalam hitungan detik. Namun jika kau murni, ia akan memperbaiki meridianmu yang rusak."
Han Xuan menatap kolam itu. Ia bisa merasakan energi Glacial Essence di dalamnya sangat mirip dengan energi yang ia butuhkan untuk mendinginkan "api" dari petir tribulasi yang masih membakar meridiannya. Namun, ia juga tahu risiko terbesarnya: di dalam jiwanya ada Han Zhao. Han Zhao adalah kumpulan niat jahat dan kegelapan murni. Jika cairan ini mendeteksi keberadaan saudaranya, Han Xuan akan membeku selamanya.
“Jangan bodoh, Xuan!” Han Zhao berteriak di dalam batinnya. “Kolam itu adalah racun bagiku! Jika kau masuk, aku akan tersiksa, dan aku akan menyeretmu bersamaku!”
"Itu adalah resiko yang harus kuambil," batin Han Xuan. "Jika kau tidak ingin membeku, maka masuklah lebih dalam ke dalam segel jiwaku. Jangan tunjukkan setetes pun auramu."
Han Xuan melepaskan jubah luarnya, memperlihatkan tubuhnya yang dipenuhi guratan perak dan hitam yang berdenyut. Para penjaga Frost-Bound terkesiap melihat pemandangan itu. Mereka belum pernah melihat tubuh manusia yang menanggung beban energi seberat itu.
Tanpa ragu, Han Xuan melangkah masuk ke dalam kolam biru tersebut.
Seketika, rasa sakit yang luar biasa menghantamnya. Ini bukan rasa sakit terbakar, melainkan rasa sakit seolah-olah setiap atom di tubuhnya dipaksa untuk berhenti bergerak. Cairan itu mulai merembes masuk melalui pori-porinya, mencari retakan di meridiannya.
[Proses Sinkronisasi Glacial Essence Dimulai...]
Di dalam batinnya, Han Xuan sedang bertarung hebat. Ia menggunakan Hukum Devour untuk menyerap rasa dingin itu, namun bukan untuk menghancurkannya, melainkan untuk membungkus Han Zhao dalam sebuah peti es di dalam jiwanya sendiri. Ia menjadikan saudaranya sebagai tumbal untuk menyerap sebagian besar efek samping dari kolam tersebut.
Han Zhao menjerit dalam diam saat energi es murni mulai mengikis kabut hitamnya. Namun, bagi Han Xuan, ini adalah kesempatan emas.
Retakan pada meridian peraknya mulai menutup, membeku menjadi jalur energi yang jauh lebih kuat dan lebih stabil dari sebelumnya.
Di permukaan, para penjaga melihat pemandangan yang mustahil. Cairan kolam yang tadinya biru jernih mulai berputar membentuk pusaran di sekitar Han Xuan. Cahaya perak dan ungu mulai memancar dari bawah permukaan air, menerangi seluruh gua dengan keindahan yang mematikan.
"Dia... dia tidak membeku?" bisik salah satu penjaga dengan wajah pucat. "Malah sebaliknya... dia seolah-olah sedang menelan kolam itu!"
Kaelan menggenggam erat tombaknya. Ia menyadari bahwa mereka bukan sedang menguji seorang pengungsi biasa. Mereka sedang memberikan nutrisi pada seorang monster yang sedang tertidur.
Setelah hampir satu jam, Han Xuan membuka matanya. Pupil ganda miliknya kini memiliki lapisan kristal es yang sangat tipis, membuatnya tampak seperti permata yang dingin dan tak tersentuh.
Ia melangkah keluar dari kolam. Air biru yang menempel di tubuhnya langsung menguap, meninggalkan kulit yang tampak seputih salju dan sekeras berlian.
[Realm: Core Condensation - Tingkat 5 Puncak (Stabil)]
Meskipun tingkat kultivasinya tidak naik, namun fondasinya kini telah pulih sepenuhnya. Luka-luka dari Benua Cangyuan telah terhapus, digantikan oleh kekuatan baru yang lebih selaras dengan hukum wilayah utara ini.
"Ujian selesai," ucap Han Xuan, suaranya kini terdengar seperti denting es yang jernih. "Apakah aku sekarang tamu di desa kalian?"
Kaelan terdiam cukup lama sebelum akhirnya membungkuk sedikit, sebuah tanda penghormatan yang jarang diberikan kepada orang asing. "Selamat datang di Klan Frost-Bound, Tuan Han Xuan. Kau adalah orang pertama dalam seribu tahun yang berhasil bertahan di kolam itu tanpa menjadi patung es."
Han Xuan mengangguk kecil. Ia menoleh ke arah kapal terbangnya di mana Wei dan Xiao Mei sedang diawasi oleh penjaga lain. Namun, di saat yang sama, ia merasakan sebuah getaran aneh dari arah utara yang lebih jauh.
Sebuah aura yang sangat besar, sangat kuno, dan sangat lapar baru saja terbangun karena "detak jantung" baru yang diciptakan Han Xuan di dalam kolam tadi.
The Frozen Wasteland of Gods baru saja menyapa penghuni barunya, dan pemilik asli tanah ini tidak senang dengan kehadiran pesaing baru yang memiliki nafsu makan yang sama besarnya.
<>Cerita Bersambung