NovelToon NovelToon
Pelindung Cinta: Kisah Ibu Tiri Yang Tak Tergoyahkan

Pelindung Cinta: Kisah Ibu Tiri Yang Tak Tergoyahkan

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Duda / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: PENALIAR

desainer muda yang mandiri, tak pernah menduga bahwa pertemuan tak sengaja dengan Raka—seorang CEO tampan, sukses, dan penuh kasih—akan mengubah hidupnya selamanya. Raka bukan hanya pria idaman, tapi juga ayah tunggal dari Arka, anak kecil yang ditinggalkan oleh mantan istrinya, Lita, seorang wanita ambisius yang selingkuh dan tak peduli pada buah hatinya. Saat Aira memasuki kehidupan mereka sebagai ibu tiri yang penuh dedikasi, dia harus menghadapi badai godaan: para pelakor licik yang mengincar Raka karena ketampanan dan kekayaannya, serta ancaman utama dari Lita yang kembali dengan agenda rahasia untuk merebut semuanya kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PENALIAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24: Satu Tahun Kemudian

Waktu berjalan seperti air. Tak terasa, tak terdengar, tapi terus mengalir meninggalkan jejak di setiap tepiannya.

Satu tahun sudah berlalu sejak kelahiran Pelangi. Satu tahun penuh tawa, tangis, dan kebahagiaan yang sederhana namun nyata.

Jakarta tetap sibuk. Macet tetap jadi langganan. Hujan masih setia turun setiap sore. Tapi di dalam apartemen The Rosewood, ada dunia kecil yang berputar dengan ritmenya sendiri.

---

Pelangi kini sudah setahun. Rambutnya ikal seperti Raka, matanya bulat seperti Aira. Ia sudah bisa berjalan beberapa langkah meski masih sering jatuh. Dan yang paling membuat semua orang gemas, ia sudah bisa memanggil "Ma-ma" dan "Pa-pa" dengan suara cadelnya.

Arka jadi kakak paling bertanggung jawab. Setiap pulang sekolah, ia langsung mencari adeknya. Kadang mengajak main, kadang membacakan buku cerita meski Pelangi belum paham. Tapi yang terpenting, ia selalu jagain adeknya.

"Mama, Adek jatuh!" teriaknya suatu hari.

Aira yang sedang di dapur, langsung berlari. Tapi begitu sampai, ia melihat Arka sudah menggendong Pelangi.

"Udah, udah, nangis. Kakak elus ya."

Pelangi berhenti menangis. Ia memeluk kakaknya erat.

Aira tersenyum. Hatinya hangat.

---

Raka semakin sibuk di kantor. Perusahaannya pulih total setelah krisis tahun lalu. Bahkan lebih maju. Tapi ia tak pernah lupa pulang cepat untuk keluarga. Setiap malam, ia punya ritual: membaca cerita untuk Arka dan Pelangi sebelum tidur.

Arka suka cerita petualangan. Pelangi suka suara Raka, meski tak paham ceritanya. Tapi momen itu jadi milik mereka bertiga. Aira sering duduk di pintu kamar, memandangi mereka dengan mata berkaca-kaca.

"Aira, sini dong," panggil Raka suatu malam.

Aira mendekat. Raka menariknya duduk di samping.

"Cerita buat Mama juga," katanya.

Arka protes. "Bapak, cerita buat Arka dulu!"

Semua tertawa. Pelangi ikut tertawa meski tak tahu apa yang lucu.

---

Ibu Rosmini semakin sehat. Ia jadi andalan di butik. Maya bahkan bilang, "Nek Rosmini ini manajer terbaik yang pernah aku kenal."

Ibu Rosmini tersenyum malu. Tapi ia senang. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa berguna dan dicintai.

Suatu sore, ia duduk di balkon bersama Aira. Pelangi tidur di pangkuannya.

"Neng, Ibu mau bilang sesuatu."

Aira menatapnya. "Apa, Bu?"

"Ibu... Ibu mau minta maaf sekali lagi. Untuk semua yang dulu."

Aira meraih tangannya. "Bu, sudah dimaafkan. Sudah berlalu."

"Ibu tahu. Tapi Ibu perlu bilang. Ibu bersyukur banget punya Neng. Neng seperti anak sendiri buat Ibu."

Aira terharu. "Ibu juga seperti ibu kandung buat saya. Ibu yang selama ini saya cari-cari."

Mereka berpelukan. Pelangi terbangun, ikut merengek minta peluk.

---

Di kampung, Lita duduk di teras rumah. Ponselnya bergetar. Sebuah pesan dari Aira.

"Lita, apa kabar? Pelangi sudah setahun. Kami kirim fotonya. Semoga kau sehat selalu."

Lita membuka foto itu. Pelangi tersenyum lebar, duduk di pangkuan Aira. Raka dan Arka di belakang.

Lita tersenyum. Senyum tulus.

Ia membalas:

"Cantik sekali. Seperti ibunya. Aku baik-baik saja di sini. Ibu juga sehat. Kami buka warung kecil-kecilan. Lumayan buat hidup."

Aira membalas:

"Syukurlah. Suatu saat, kami harus ke sana. Berkunjung."

Lita membaca pesan itu lama. Air matanya jatuh.

Ia mengetik:

"Aku tunggu."

Lalu ia memandangi sawah di depan rumah. Padi mulai menguning. Waktu panen sebentar lagi.

Mungkin, pikirnya, hidupnya juga akan panen. Panen kebaikan setelah sekian lama menanam penyesalan.

Mungkin.

---

Satu tahun kemudian, keluarga itu merayakan ulang tahun Pelangi yang pertama. Pesta sederhana di apartemen. Hanya keluarga dan beberapa teman dekat. Maya datang dengan kado besar. Bi Inah memasak makanan kesukaan semua orang. Ibu Rosmini membuat kue ulang tahun sendiri.

Arka sibuk mengatur acara. "Nanti Adek tiup lilin, terus Arka potong kue!"

Raka tertawa. "Kau yang ulang tahun atau adek?"

"Arka kan kakak. Kakak bantuin adek."

Pelangi duduk di kursi tinggi, memakai baju pink lucu. Matanya berbinar melihat kue dengan lilin menyala.

Semua bernyanyi. Pelangi bertepuk tangan meski tak paham.

Tiup lilin. Pelangi tak bisa, jadi Arka yang bantu. Semua bersorak.

Malam itu, setelah tamu pulang, keluarga kecil itu duduk di ruang tamu. Pelangi sudah tidur di kamar. Arka juga mengantuk.

"Bapak, Mama, Arka sayang kalian."

"Kami juga sayang Arka," jawab Aira.

Arka memeluk mereka. Lalu berjalan tertatih ke kamar.

Aira dan Raka duduk berdua.

"Satu tahun sudah, Sayang," kata Raka.

"Iya. Cepat sekali."

"Kita sudah lewati banyak hal. Dan kita masih di sini. Bersama."

Aira tersenyum. "Karena kita punya cinta. Cinta yang jadi pelindung."

Raka mengecup keningnya. "Cinta yang tak tergoyahkan."

Mereka berpelukan. Jakarta malam itu cerah. Bintang-bintang bersinar lembut.

Di kamar, Pelangi tidur pulas dengan senyum di bibir. Arka memeluk gulingnya. Ibu Rosmini berdoa di kamarnya.

Keluarga ini kecil. Tapi cintanya besar.

Dan dengan cinta itu, mereka siap menghadapi apapun yang akan datang.

---

1
falea sezi
suka deh endingnya g ada cerita lagi kah Thor karena bagus q ksih hadiah
Q. Zlatan Ibrahim: makasihh...udah tamat..membuat novel drama romansa lebih sulit dibanding yg lain.
total 1 replies
falea sezi
lanjut klo aaja raka tergoda vanya berarti dia goblokkk buang berlian demi batu kali
Amy
ayo beraksi aira, laki-laki kalau cuma di ingatkan tdak akan berhasil, mreka harus liat bukti bahwa merek itu kadang cuma di manfaatkan
ayooo sebelum dia tmbah nyaman dgn ulat bulu itu
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Q. Zlatan Ibrahim: terimakasih tapi yang ini sudah tamat
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!