NovelToon NovelToon
Jawara Pasar : Cicit Dua Milliarder

Jawara Pasar : Cicit Dua Milliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Identitas Tersembunyi / Romansa
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ottoy Lembayung

SMA Harapan Bangsa—tempat di mana kemewahan dan status sosial menjadi ukuran utama. Di tengah keramaian siswa-siswi yang terlihat megah, Romi Arya Wisesa selalu jadi pusat perhatian yang tidak diinginkan: berpakaian lusuh, tas dan sepatu robek, tubuh kurus karena kurang makan. Semua menyebutnya "Bauk Kwetek" dan mengira dia anak keluarga miskin yang hanya diurus oleh orang tua sambung. Tak seorangpun tahu bahkan Romi pun tidak mengetahui bahwa di balik penampilan itu, Romi adalah cicit dari dua konglomerat paling berpengaruh di negeri ini—Pak Wisesa raja pertambangan, dan Pak Dirgantara yang menguasai sektor jasa mulai dari rumah sakit, sekolah, mall hingga dealer kendaraan.
Perjalanan hidup Romi sudah ditempa dari Kecil hingga Remaja pelajar SMA.
Dari mulai membantu Emaaknya berjualan Sayuran, Ikan, udan dan Cumi, sampai menjadi kuli panggul sayur dan berjualan Bakso Cuanki.
Ditambah lagi dengan konflik perseteruannya dengan teman perempuan di sekolahnya yang bernama Yuliana Dewi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ottoy Lembayung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34. Romi VS Preman Bedil dan Jabrik part 4

"Sok tahu sekali kamu Malih! Aku tahu bahwa kamu hanya tidak mau membantu atau ikut serta dalam menghadapi mereka karena kamu terlalu malas atau bahkan takut bukan?!" marah Bang Rokib dengan suara yang cukup keras terhadap anak buahnya yang dianggapnya tidak berguna atau tidak memiliki semangat untuk membantu teman-teman mereka yang sedang dalam kesusahan dan bahaya!" jawab Bang Rokib dengan suara yang penuh dengan kemarahan dan rasa tidak suka terhadap sikap anak buahnya yang ia anggap tidak membantu. Malih hanya bisa terdiam dan menggerutu pelan di bawah hati, "Padahal saya sudah berkata yang benar dan jujur saja, tapi malah dianggap malas atau takut... huuu si bos memang selalu seperti itu." Banyak pasang mata yang secara tidak sengaja melihat mereka berdua yang sedang berseteru tersebut dengan ekspresi yang bingung dan tidak tahu harus melakukan apa.

Bang Bedil yang merasa sudah cukup menunggu dan tidak sabar lagi untuk segera melakukan tindakan pembalasan akhirnya melangkah maju dengan langkah yang berat dan penuh dengan kesombongan ke arah Romi yang masih berdiri dengan tegak menghadapinya. Ia kemudian berbicara dengan suara yang sangat lantang dan jelas hingga terdengar ke seluruh penjuru Pasar Sewon:

"Hey kamu bocah kecil Romi! Sekarang saya sendiri Bang Bedil beserta seluruh anak buah saya yang setia akan menghajar dan mengalahkan kamu sampai kamu benar-benar kapok dan tidak berdaya lagi! Bahkan kami akan membuat kamu babak belur dan harus dirawat di rumah sakit dalam kondisi KOMA jika perlu – itu adalah hukuman yang pantas bagimu karena telah berani menentang dan membuat anak buah saya merasa tersinggung serta mengalami kekalahan yang memalukan!"

"Jika memang itu adalah kehendak dari Allah SWT maka demikianlah yang akan terjadi dan saya akan menerima segala konsekuensinya dengan lapang dada," jawab Romi dengan suara yang sangat tenang namun tetap tegas dan jelas, tidak menunjukkan tanda-tanda rasa takut atau gentar sedikit pun menghadapi ancaman dari Bang Bedil tersebut, "Namun jika tidak demikian maka saya akan tetap tegar berdiri di sini dan tidak akan pernah menyerah atau membiarkan kamu serta anak buahmu membuat kerusuhan dan menyakiti orang-orang yang tidak bersalah di dalam Pasar Sewon ini bang Bedil."

"Sangat sombong sekali kamu anak muda yang tidak tahu diri! Tunggu saja sebentar lagi kamu akan merasakan sensasi rasa sakit dan kekalahan yang belum pernah kamu rasakan sebelumnya dalam hidupmu!" ucap Bang Bedil dengan suara yang penuh dengan rasa sinis dan hasrat untuk membalas dendam, kemudian ia tiba-tiba mengangkat tangan kanannya yang memegang pistol "Bongkok" tersebut dan berteriak dengan sangat keras, "HABISI DIA! JANGAN SAMPAI DIA KELUAR DARI PASAR INI DENGAN SELAMAT!"

Seperti mendapatkan perintah yang sangat jelas dan tegas, lima orang anak buah Bang Bedil langsung menyerang Romi dengan sangat cepat dan penuh dengan kekerasan yang luar biasa. Mereka masing-masing menggunakan senjata yang mereka miliki dengan sangat liar dan tidak peduli apakah akan menyakiti orang lain di sekitar mereka atau tidak. BAG BIG BUG – suara gesekan bilah tajam dari golok, pedang, dan samurai yang melayang di udara terdengar sangat jelas dan membuat semua orang yang menyaksikannya merasa ngeri dan tidak nyaman. Cahaya kilatan dari bilah senjata tersebut yang terkena sinar matahari pagi membuatnya terlihat semakin mengerikan dan menakutkan.

Namun yang mengejutkan semua orang yang ada di sana, tidak ada satu pun senjata tajam tersebut yang bisa menyentuh atau bahkan sedikit saja melukai tubuh Romi yang berdiri dengan sangat tenang dan tidak melakukan gerakan menghindar yang terlalu banyak. Setiap kali ada senjata yang akan menyentuh tubuhnya, seolah ada kekuatan pelindung yang tidak terlihat yang membuat senjata tersebut terpental atau bergeser arahnya sehingga tidak bisa mengenai targetnya. Setelah beberapa kali melakukan serangan yang tidak menghasilkan apa-apa dan hanya membuat mereka merasa semakin lelah serta frustrasi, kelima orang tersebut akhirnya merasa putus asa dan mundur ke belakang untuk bergabung lagi dengan Bang Bedil dan Jabrik yang masih berdiri dengan melihat seluruh kejadian tersebut dari kejauhan.

Jabrik yang merasa tidak tahan lagi dengan kekalahan yang dialami oleh anak buahnya dan ingin menunjukkan bahwa dirinya adalah orang yang lebih kuat serta tangguh langsung maju ke depan dengan membawa samurai panjangnya yang sudah ia siapkan sejak tadi. Ia dengan sangat cepat mengayunkan samurai tersebut dengan kekuatan yang luar biasa ke arah tubuh Romi yang tidak terlindungi sama sekali, berusaha untuk memotong atau melukainya dengan sangat parah. Namun dengan kecepatan yang luar biasa dan kelincahan yang tidak terduga dari seorang anak muda seusianya, Romi dengan mudah menangkap bilah samurai tersebut dengan kedua tangannya yang kosong dan tidak menggunakan alat pelindung apapun. Tanpa perlu menggunakan kekuatan yang terlalu banyak, ia langsung memutar dan menyentil bilah samurai tersebut hingga terdengar suara retakan yang jelas – samurai yang panjang dan dianggap sebagai senjata yang sangat kuat tersebut langsung patah menjadi tiga bagian yang terpisah satu sama lain di tangan Romi.

Jabrik langsung mundur ke belakang dengan sangat cepat dengan wajah yang penuh dengan rasa takut dan kekaguman yang tidak bisa disembunyikan – matanya melebar lebar dan tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. Para pedagang yang menyaksikan seluruh kejadian tersebut merasa sangat tegang dan tidak bisa bernapas dengan normal, namun mereka semua secara tidak langsung mendoakan keselamatan serta kemenangan bagi Romi yang sedang berjuang sendirian melawan kelompok preman yang sangat berbahaya tersebut. Emak Susi dan Mpok Wati yang masih berdiri di belakang Romi juga tidak bisa melakukan apa-apa selain berdoa dengan sangat tulus kepada Tuhan agar Romi tetap selamat dan bisa mengalahkan musuhnya dengan mudah.

TIBA-TIBA – tanpa memberikan peringatan sedikit pun atau melakukan gerakan yang bisa diperkirakan sebelumnya, Bang Bedil dengan cepat mengangkat pistol "Bongkok" miliknya dan menodongkannya langsung ke arah dada Romi yang tidak terlindungi sama sekali dengan jarak satu jengkal tangan orang dewasa. Ia kemudian menarik pelatuk pistol tersebut dengan sangat cepat dan keras sebanyak lima kali berturut-turut – terdengar suara letusan yang sangat keras dan menggema ke seluruh penjuru Pasar Sewon: DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...

"MAMPUS LOE ROMI! INI ADALAH HUKUMAN YANG PANTAS BAGIMU!" teriak Bang Bedil dengan suara yang sangat serak dan penuh dengan kemarahan yang meluap-luap, merasa yakin bahwa tembakan dari pistolnya yang dianggap memiliki kekuatan magis tersebut sudah pasti bisa membunuh atau melumpuhkan Romi dengan mudah.

Setelah suara letusan tersebut hilang dan asap yang keluar dari moncong pistol mulai menghilang, terlihat jelas bahwa tubuh Romi terpental beberapa meter ke belakang akibat benturan dari kelima peluru emas tersebut yang dianggap sangat mematikan. Ia jatuh dengan sangat keras di atas tanah yang cukup kotor dan penuh dengan pasir serta kerikil di dalam area pasar, membuat semua orang yang menyaksikannya merasa sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

"Romiiiii! Sayangku anakku! Jangan pergi meninggalkan ibumu sendirian seperti ini!" teriak Emak Susi dengan suara yang penuh dengan kesedihan dan kepanikan yang luar biasa, segera berlari dengan sangat cepat ke arah tubuh Romi yang terjatuh tanpa memikirkan keselamatannya sendiri. Namun ketika ia hampir sampai di dekat tubuh Romi dan akan menjemputnya, Emak Susi tiba-tiba merasa pusing dan tidak bisa menahan diri lagi – tubuhnya menjadi lemah dan akhirnya ia pingsan serta hampir terjatuh di atas tanah.

Tak disangka oleh siapapun, Romi yang baru saja terjatuh di atas tanah dengan kondisi yang dianggap sudah tidak mungkin untuk hidup kembali tiba-tiba bergerak dan berdiri kembali dengan sangat cepat. Ia dengan lembut menggendong tubuh Emak Susi yang sedang pingsan tersebut dengan satu lengan dan segera berlari dengan sangat cepat menuju arah Puskesmas yang terletak tidak jauh dari Pasar Sewon, ingin segera memberikan pertolongan pertama kepada ibunya yang sangat dicintainya tersebut.

Semua orang yang ada di pasar tersebut langsung terdiam sejenak dengan ekspresi wajah yang berbeda-beda – ada yang menunjukkan rasa kagum yang luar biasa, ada yang menunjukkan rasa heran dan tidak percaya, serta ada yang menunjukkan rasa lega karena mengetahui bahwa Romi masih hidup dan dalam kondisi baik-baik saja. Beberapa ibu-ibu pedagang bahkan terkulai lemas di atas tanah atau menangis bahagia melihat kejadian yang sangat mengejutkan dan penuh dengan keajaiban tersebut.

"Subhanallah... sungguh tidak ada yang mustahil bagi-Nya yang Maha Kuasa dan Maha Penyayang ini," ucap Bang Rokib dengan suara yang penuh dengan rasa kagum dan kekaguman yang luar biasa terhadap kekuatan Tuhan yang telah memberikan perlindungan kepada Romi tersebut, sambil mengangkat kedua tangan ke langit sebagai bentuk rasa syukur yang mendalam.

"Masyaa Allah... Allahuakbar! Allahuakbar! Allahuakbar!" ucap Mpok Wati dengan suara yang penuh dengan rasa syukur dan kegembiraan yang luar biasa, berulang kali mengucapkan kata-kata tersebut sambil menangis bahagia karena mengetahui bahwa Romi dan Emak Susi baik-baik saja dan tidak ada hal buruk yang terjadi pada mereka.

Sementara itu, Bang Bedil beserta seluruh rombongannya yang melihat kejadian yang sangat mengejutkan dan penuh dengan keajaiban tersebut langsung merasa takut dan panik secara tiba-tiba. Mereka tidak berpikir dua kali lagi dan segera melarikan diri tunggang langgang menyelamatkan diri dari lokasi kejadian tersebut, tidak peduli lagi dengan tujuan awal mereka datang ke Pasar Sewon yaitu untuk membalas dendam terhadap Romi atau mengambil uang jatah preman dari para pedagang yang ada di sana. Mereka berlari dengan sangat cepat menjauh dari Pasar Sewon tanpa pernah melihat ke belakang lagi, seolah takut akan diburu atau diserang oleh Romi yang telah menunjukkan kekuatan yang luar biasa dan tidak bisa dijelaskan secara logis tersebut.

Pasar Sewon yang tadinya sangat ramai dan penuh dengan kegembiraan serta kepanikan akhirnya kembali menjadi tenang dan damai seperti biasanya. Para pedagang mulai keluar dari tempat persembunyian mereka dan merapikan lapak-lapak dagangan mereka yang sedikit berantakan akibat kejadian yang baru saja terjadi. Semua orang yang ada di pasar tersebut saling berbagi cerita dan pengalaman tentang apa yang baru saja mereka saksikan, dengan wajah yang penuh dengan rasa kagum dan penghargaan yang mendalam kepada Romi yang telah berjasa untuk melindungi mereka dan menjaga ketertiban serta keamanan di dalam Pasar Sewon yang mereka cintai tersebut.

1
ceuceu
masih bertele" ceritanya,blm sesuai judul
Kang Ottoy: Terima kasih masukannya kak.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!