NovelToon NovelToon
Zandra New Seasons (S8)

Zandra New Seasons (S8)

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Pembaca Pikiran / Cintapertama
Popularitas:224.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nike Julianti

Perjalanan mendaki gunung sebuah rombongan, mengantarkan mereka untuk mengalami hal mistis. Niat ingin bersenang-senang, harus merasakan perasaan mencekam sepanjang perjalanan.

Namun, di akhir kisah mendaki. Salah satu dari rombongan, ternyata merupakan takdirnya salah satu anggota Zandra.

Penasaran?? yuk kita simak ceritanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lamaran

"AAAARRGGGHHTT"

BRAK

PRANG

"LAGI-LAGI GAGAL, LAGI-LAGI GAGAL." teriak kaka pertama, dada nya terlihat naik turun. Nafasnya tak beraturan, karena saking marahnya.

Sudah susah payah, mencari keberadaan adik bungsunya. Menyusun rencana, untuk kembali menghabisi nyawanya. Tapi lagi-lagi, rencananya gagal.

"Punya berapa nyawa sebenarnya dia? Sudah dua kali rencanaku, selalu gagal dan berantakan. Waktunya tak banyak lagi, guru bilang tengah malam lusa adalah waktu terakhir. Kalau dia tak mati-mati, bagaimana aku bisa mengambil jiwanya untuk guru?" pria itu kembali membanting barang, yang ada di depannya.

Para pelayan, tak ada yang berani mendekati kamar tuannya. Jangankan pelayan, bahkan istrinya pun tak berani masuk.

"Nyonya, sebaiknya hubungi tuan Darwin sama tuan Darius. Siapa tau, bisa meredakan amarah tuan Danar." saran salah satu pelayannya

"Kamu benar, ambilkan hp saya." jawab sang nyonya, pelayan itu pun gegas turun ke ruang tamu. Karena yang ia tau, hp majikannya ada di meja.

.

.

Keluarga Kenan sudah tiba, tahlilan pun berjalan dengan lancar. Meski perasaan Anggun tak karuan, namun ia harus tetap memasang wajah ramah. Di saat, para tamu bersalaman dan mengajaknya berbicara.

Kebanyak menanyakan siap Haris, Anggun menjelaskannya dengan sabar. Tentu tetangga Anggun terkejut, karena yang mereka tau bila Ambar janda ditinggal lari suaminya.

Entah gosip darimana itu, yang pasti ada saja orang sirik di sekitar kediaman Anggun. Tetapi Anggun tak peduli, selama tak main fisik. Dia masih bisa menahannya, hanya bacot bacit bacat. Cuma sampe telinga, ga sampe bikin baret badan.

.

"Jadi ini, gadis yang di tunggu sampe bertahun-tahun sama seorang Kenan." ucap Cia, Anggun menunduk malu.

"Pantesan cantik, coba kalo modelan si Dini yang rumahnya di komplek sebelah. Mana mau bang Kenan nunggu.."

BUGH

"ANJOOYY... SAKIT BANG KE" teriak Glenna, karena jidatnya kena tisu yang belum di buka. Kenan tak merasa bersalah, ia malah menatap tajam sepupunya itu.

"Ayaaaaang... Bang ke nya tuh, sakit ini kepala aku. Duh.. duh.. mau pingsan ini mah, langsung kleyengan. Minta dibeliin martabak telor spesial, kata si utun ceunah." adu Glenna pada Itoku

"Mau sekarang apa nanti?" tanya Itoku lembut, seraya mengusap sayang rambut sang istri. Atikah yang melihatnya, langsung mode tak terima.

"Duh... Aku juga kleyengan ini, minta martabak manis ini mah. Red velvet double cheese ini, nebeng sama papa Itoku katanya." Itoku menatap malas Malik, yang tengah tertawa.

Itoku yang tidak mau rugi, ia langsung menarik tangan Malik.

"Eh.. eh... Gue mah ga ngikut" namun Itoku tak peduli, ia tetap menyeret kakak iparnya itu. Yang lain hanya menggelengkan kepala, calon bapak-bapak itu selalu ada saja tingkahnya.

Glenna dan Atikah saling tatap, mereka melakukan tos. Bara, Doni, Anggun dan Ambar, hanya melongo melihatnya.

Ternyata, orang kaya juga bisa se absurd ini. Tapi... Mereka merasakan kehangatan, berada di antara keluarga Kenan.

"Jadi gimana Nan, mau to the poin apa basa basi busuk dulu? Apa mau sama si Dini, yang kata Glenna?" tanya Erik, Kenan menatap tak suka kakak pertamanya itu.

"Jangankan buat deket, buat kenal aja ogah gue mah bang." jawab Kenan, Kaif tertawa terbahak.

"Ya iyalah kagak mau kenal, Dini mah namanya kalo malem. Lah.. kalo siang kan, namanya ganti jadi Doni. Mana kerjanya juga di tempat gym, udah pass banget itu." ucap Kaif, seraya memegang perutnya.

Hal ini membuat yang lainnya ikut tertawa, mereka baru ngeh dengan siapa yang sedang di bahas.

Tanpa mereka sadari, ada satu orang yang merasa terpanggil. Karena memiliki nama yang sama, akhirnya Anggun dan Bara tertawa terbahak. Begitu juga dengan Ambar, ia menunduk menahan tawa.

"Ngapa tuh bocah?" tanya Ilmi pelan, pada Kenan

"Itu yang cemberut, namanya Doni juga." jawab Kenan, membuat yang lain kembali tertawa.

"Lu, mending ganti nama woyy. Banyak banget perasaan, yang namanya Doni." ucap Ghava, Doni hanya menanggapinya dengan helaan nafas.

"Sudah sudah, kasian Kenan sama nak Doni. Itu muka udah kaya orang nahan berak, nak Anggun. Maksud kedatangan kami ke sini, selain untuk berbela sungkawa. Kami juga ingin bersilaturahmi...

"Lebih tepatnya, kami ingin melamar nak Anggun untuk putra kami Kenan. Apakah kamu bersedia?" sambung Anin, memotong kalimat berbelit-belit Kalila

GLEK

Anggun dan tiga orang lainnya, menatap kaget keluarga besar Kenan. Terutama Anggun, ia tak percaya dengan yang baru saja ia dengar.

"M-melamar?" tanya Anggun tergagap, serentak Anin dan yang lainnya mengangguk

"Iya, lamar kamu loh. Bukan lamar kerja, iya kali bebe kamu mau lamar jadi kang kebun." ceplos Farida, yang langsung dapat saweran kulit kacang dari para sepupunya. Bukannya marah, Farida malah tertawa.

"Jadi gimana nak Anggun?? Jawabannya harus iya sih.." tanya Anisa, namun ia jawab sendiri

"He em, kalo pun kamu nolak ga akan bisa. Tetep harus iya jawabannya, target kami ga pernah bilang tidak. Iya khaaannn???" semua mengangguk, dengan ucapan Anin

Ambar melipat bibirnya, ia menahan tawa karena ekspresi wajah adik angkatnya itu. Anggun terlihat seperti orang bodoh, karena kalimat demi kalimat yang terlontar.

"J-jadi... Saya... G-ga bisa nolak?" tanya Anggun, membuat Kenan langsung menoleh padanya. Kaget kali rasanya, mendengar pertanyaan itu keluar dari mulut gadisnya.

Apa pesonanya sudah hilang?

"Jdi kamu ga mau nikah sama aku, sweetu?" tanya Kenan, membuat sepupu perempuannya menatap dia

'KOK SWEETU SIH?'

'Biar aja lah, terserah si Kenan. Dia mah manggil si Anggun waktu di kafe juga, bawang putih ma bawang bombay.' ucap Ilmi, serentak yang lain menggelengkan kepalanya

'SINTING'

"B-BUKAN... BUKAN GITU MAKSUDNYA, c-cuma tanya aja." jawab Anggun ia menggerakkan kedua tangannya.

"Jadi nerima lamarannya ya, oke. Jadi mau kapan ini nikahnya?" tanya Yas, membuat Anggun merasa sedang di jebak.

"Tadinya kan, kita niat lamar di hari tahlilan yang ke tujuh. Ehhh... Malah jadinya hari ini, ya udah nikahnya setelah 40 hari aja ya. Ga papa kan nak Ambar?" tanya Afwi, Ambar terkejut

"I-itu.. saya ikut saja tuan, kalau memang...

"Obu, panggil obu." sela Afwi tak suka

"I iya, obu.. saya ikut saja, sama keputusan Anggun. Karena yang akan menjalankan rumah tangga, adalah Anggun." lanjut Ambar, serentak semua menoleh pada Anggun. Bara dan Doni juga, menunggu jawaban adik mereka.

Anggun semakin gugup, karena semua tatapan tertuju padanya. Anggun menarik nafas dalam, ia menghembuskannya dengan pelan.

'Bismillah.. semoga ini keputusan yang benar '

"Saya menerima dan setuju, dengan keputusan kalian." jawab Anggun pada akhirnya, Kenan tersenyum lebar.

"ALHAMDULILLAH... BENTAR LAGI GUE KAWIIIINNN. BANG ERIK... IF... DAN LU LU YANG JOMBLO, BURUAN NYARI JODOOOHHH. MUSIM HUJAAAANNN, BIAR ADA YANG KELONAN." teriak Kenan, seraya berdiri

Anggun langsung menutup wajahnya, ia tak menyangka reaksi calon imamnya. Akan sekonyol ini, sedangkan sepupu Kenan yang belum punya pasangan. Serentak bangun, mereka langsung menyerang Kenan.

Rumah sewa Anggun, yang terlihat penuh itu. Terlihat begitu hangat, terdengar suara tawa dari dalam sana.

Membuat para tetangga bertanya-tanya, ada apa gerangan?? Siapa orang-orang itu? Sudah di pastikan, bila mereka adalah orang-orang kaya. Karena mobil mewah, berjejer di lapangan. Belum lagi, yang di jalan depan rumah sewa Anggun.

Bahkan yang iri, juga pelaku penyebar isu. Semakin kepanasan, ia menatap tak suka rumah yang di tempati Anggun.

.

.

"Apa kamu mengenal penghuni rumah itu??"

"Kamu siapa?"

...****************...

Jangan lupakan like, komen, gift sama vote nyaaa🥰

1
Rini Haryati
lg dong say
Quen air
alhamdulilah semua cerita Kaka Uda aku baca semuadan aku seneng dengan ceritanya
ule_keke (IG: ule_keke26): terima kasih🥰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Dewi inaya
kesel bener roman ny si Doni ma bara 🤣🤣🤣
Dewi inaya
perasaan ada aja yg gak senang ya Mak,kalo gak suka tinggal gak usah dibaca gitu ja koq repot 🤦‍♀️
ule_keke (IG: ule_keke26): nah iya bener kak Dew
padahal skip aja ya, kenapa harus bikin huru hara di karya orang
total 1 replies
Puspa Dewi kusumaningrum
aduh aduh moga moga gk jantungan tu orang thooor🤣🤣🤣🤣🤣
Aghitsna Agis
thor langsung up kg dong ditunggu ya
Aghitsna Agis
itu itu yg ploo afwa afwi atau obu ya srmiga lena sm danuel ketolong dan usep juga
nisa
lanjuttt mak
lgi serius matelengin ini😊
votenya emak😘
nisa: 🥰🥰🥰🥰🥰🤗
total 2 replies
rose🦋
wahh sp yg coba2 punya ilmu sesat, mpe buat tumbal segala,
muhammad ibnuarfan
Allah huakbar....bersmbung...😭😭....kan masih penasaran emak....😄
Mutiara Nisak
ya allah don....lg ngobrol sm hantu bs santuy begitu,itu kyk nya dtg barengan y,keluarganya bang kenan...moga aja jantung orang yg ada d rungan nya bu lena g pindah tempat....bener2 keren keluarga zandra dr dulu....
Zuhril Witanto
pada kaget semua.....
eh ternyata ada penguasa nya di rumah sakit
Sulfia Nuriawati
kuduna double jd macana puas🤭🤭🤭🤭
Sulfia Nuriawati
kuduna double jd macana puas🤭🤭🤭🤭
fifia
mendadak serangan jantung ringan ini mah😂😂😂
gasss kasus baru d mulai cussss beraksi
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
ceritanya serem di bumbuhi lelucon jd seru🤣
Queen adzilla👑
siapa yg datang pake plop 🤔
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
hahahahaha doni doni
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Eta saha nu datang mak? boa² sarombongan deuih🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!