NovelToon NovelToon
Pernikahan Rahasia Dengan Mantan

Pernikahan Rahasia Dengan Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Balas Dendam / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Romansa / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Pihak Ketiga
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Desifa

Serena Laurent, seorang wanita yang pernah terluka cinta, terpaksa meninggalkan semuanya setelah difitnah mantan pacarnya, Logan Winston. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu lagi dalam keadaan yang tidak terduga, Logan telah menikah karena perjodohan, justru tidak bisa melupakan Serena dan ingin memilikinya kembali.

Dengan dalih dendam, Logan menebus Serena kepada pemilik Club malam dimana Serena Bekerja untuk menebus hutang ayahnya, kemudian memaksa Serena untuk menikah dengannya secara diam-diam.

Namun, Semakin lama Serena semakin terjebak dalam permainan cinta yang berbahaya. Logan mulai menunjukkan sisi lain dirinya, dan Serena mulai merasakan perasaan yang sudah lama ia kubur.

Apakah Serena akan menjadi korban racun cinta kedua, ataukah menemukan jalan keluar untuk lepas dari pernikahan rahasia mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21.

"Malam ini kamu tidak bisa lari dariku! Nikmati saja malam panjang ini, aku yakin kamu akan ketagihan. Kamu akan tau, bedanya aku dengan semua yang pernah bersamamu!" Ucap Logan sembari menyeringai.

Ia memposisikan dirinya diantara pangkal paha Serena yang terbuka lebar menampakkan miliknya yang merekah indah bagaikan kelopak mawar yang belum pernah terjamah, sayangnya Logan berpikir kalau dia yang kesekian kalinya.

Satu kali hentakan kuat, miliknya melesat masuk namun meleset. "Akkhhhh!!!" Air mata Serena kembali menetes dari sudut matanya merasakan sakit yang teramat saat milik Logan berusaha menerobos selaput daranya.

Logan tertegun sejenak, ia bukanlah pria suci yang belum pernah melakukan ini. Biasanya akan mudah-mudahan saja. Kepalanya mendongak dan memperhatikan raut wajah Serena yang nampak kesakitan dengan jari-jarinya yang mencakar kain sprei kuat-kuat. "Reaksimu terlalu berlebihan!" Logan pikir mungkin Serena sudah beberapa hari tidak melakukannya, atau mungkin dia memakai sesuatu agar miliknya seperti gadis.

"Aku mohon, jangan lanjutkan Logan! Aku minta maaf, aku tidak akan melanggar aturanmu! Tolong berhenti..." Serena berusaha untuk terus memohon, sepertinya ia sungguh tidak sanggup untuk melanjutkan. Belum masuk tapi miliknya terasa perih dan panas.

Berhenti? Yang benar saja! Kaki Serena ditekuk keatas dan dibuka lebar, memastikan posisinya benar-benar pas, dia menghentakkan pinggulnya dengan kuat.

"Sakittttt!!! Akkhhh, aku mohon hentikan!!" Kuku-kuku Serena menancap dibahu pria itu sebagai pelampiasan rasa sakitnya, miliknya seperti terbelah dua, belum sepenuhnya basah namun hentakkan kuat Logan membuat milik pria itu melesat masuk terbenam meskipun tidak seutuhnya.

Air mata Serena seakan habis, rasa sakit yang luar biasa dibagian bawah tubuhnya yang baru saja dimasuki benda asing pertama kali, sungguh membuatnya trauma.

Cengkraman tangan Serena mulai melemah. Logan justru tertegun setelah berhasil menenggelamkan sebagian pusat tubuhnya kedalam lembah sempit itu. Bukan hanya sempit, tapi dia merasakan menerobos sesuatu dan rasanya benar-benar berbeda.

"Tidak mungkin kalau kamu... Masih gadis, Serena!" Logan menyangkal. Bagaimana bisa, jelas-jelas dia menyaksikan sendiri saat Serena dihotel bersama seorang pria asing. Pria itu sama sekali tidak memakai apapun, meskipun Serena masih belum sepenuhnya polos, tapi Logan yakin kalau mereka melakukannya.

Serena tidak menjawab, rasanya ia seperti mati rasa untuk menangis. Percuma dia menjawab jujur kalau yang keluar dari mulut Logan hanya hinaan dan tuduhan kotor padanya.

Pria itu menegakkan punggungnya, Logan ingin memastikannya langsung. Ia menarik miliknya hingga terdengar keluhan Serena, lalu meraih tissue diatas nakas, membersihkan miliknya. Matanya membulat sempurna melihat noda merah, ia tidak bodoh dan konyol kalau tidak bisa membedakan mana yang suci dan tidak.

Bagaimana bisa terjadi, Serena masih gadis suci. Selama ini dia menghina dan merendahkan Serena, tapi ternyata yang dia pikirkan salah?

Karena merasa sepertinya sudah selesai, Serena beranjak untuk bangun. "Kau sudah mendapatkan apa yang kau mau! Menyingkirlah, aku mau kembali kekamarku!" Ucap Serena dengan sinis namun pelan. Tenaganya sudah terisi lagi namun dia masih syok dan lemas. Belum lagi miliknya begitu nyeri dan panas menjalar, dia juga berusaha bangkit dengan susah payah.

Logan menatapnya, dia bahkan belum bergerak, miliknya yang baru saja mendapatkan jackpot juga masih berdiri menjulang bagaikan tongkat bisbol.

Logan menahan tangan Serena, "Siapa yang bilang sudah selesai? Kita baru saja mulai!" Seperti tersihir sebelum Serena memberontak, Logan merebahkan tubuh gadis yang telah menjadi wanita seutuhnya karena ulahnya tadi.

"Maksudnya?" Serena terkejut, belum selesai artinya penderitaannya belum berakhir.

Kali ini Logan akan memperlakukan Serena dengan lembut tidak seperti tadi yang kasar dan tidak sabaran. "Maksudnya... Malam masih panjang! Malam, kamu milikku, Serena!" Dengan cepat dia melummat bibir manis Serena dengan lembut namun menuntut.

Serena masih tidak bisa berpikir jernih, dia ingin pergi tapi naluri hatinya membalas tautan bibir Logan dan mengimbanginya meskipun kesulitan.

Tangan Logan tidak mau diam, ia berkelana merayap dibagian puting, memelintirnya pelan hingga Serena menggeliat. Darahnya berdesir merasakan sentuhan Logan yang hangat, jauh berbeda dari sebelumnya. Serena memalingkan wajahnya, Kepala pria itu turun dan memberikan tanda kepemilikan bahwa Serena miliknya satu-satunya.

"Logan!" Serena protes, merasakan miliknya dibawah disentuh oleh jari panjang lalu membelainya dengan lembut. Naluri hatinya Serena tiba-tiba melebarkan kakinya memberikan jalan pria itu untuk bergerak lebih jauh. "Jangan! Kamu mau apa?" ia protes begitu Logan semakin turun keperut lalu berhenti didepan miliknya yang merah merekah dan terdapat noda darah.

Logan mengusapnya dengan jari, ia mendekatkan wajahnya semakin dekat lalu mulai memanjakan bagian bawah Serena. Serena melenguh dan menggeliat seperti cacing kepanasan. Ia tidak pernah merasakan disentuh sedemikian intens, hanya Logan yang pertama kalinya.

Dan Logan juga tidak pernah menyentuh wanita sampai mencicipinya, dia hanya langsung kebagian intinya saja, setelah selesai Logan akan langsung membuangnya. Tapi Serena, pengalaman pertama menyentuh Serena yang dia pikir sama dengan wanita yang pernah dia tiduri, rupanya malah membuktikan kebenaran kalau Serena masih gadis ting-ting. Logan tidak akan segan-segan untuk memanjakannya.

Lenguhan panjang Serena membuat pria itu tersenyum tipis kemudian menegakkan posisinya kembali keposisi semula, kemenu utama. Serena menatapnya dengan rasa takut, Logan tau wanita itu trauma.

"Kali ini tidak akan sesakit tadi!"

"Akhhh!! Sakitt! Pelan-pelan, aku mohon!" Serena semula percaya, tapi rupanya sakitnya kembali lagi dan bahkan lebih intens karena milik Logan berusaha menerobos semakin dalam, menenggelamkan miliknya seutuhnya. "Sudah cukup, Logan!" jari-jarinya mencengkram punggung pria itu dengan kuat.

"Ugghh!!" Pria itu melenguh merasakan miliknya dijepit dan tergigit dengan sangat kuat didalam. Bagaimana bisa seorang wanita yang ia rendahkan sudah tidak perawann, tapi miliknya begitu sempit.

Tangannya mengusap keringat didahi Serena yang mengerut, ia mengecup bibirnya dengan lembut, tangannya memainkan keranuman dadanya mengalihkan rasa sakitnya supaya Serena lebih rileks.

Memastikan kalau lawannya mulai nyaman, Logan menarik pinggulnya lalu menghentakkan pelan namun menekan dalam, dari pelan berubah menjadi semakin cepat dan panas.

Beberapa kali Serena mengeluarkan suaranya yang justru terdengar merdu menjadi semangat Logan untuk berpacu.

"Akhhh...Ughhh!!!" Erangan mereka bersahutan setelah mengalami pelepasan luar biasa. Logan beranjak bangun, ia memakai celana pendek lalu meraih sesuatu didalam laci nakas. Mengambil air minum untuk Serena dan menyerahkan sebotol obat. "Minum ini, aku tidak mau kamu hamil! Kontrasepsi darurat, aku tidak mau kamu melahirkan anakku!"

Serena yang semula merasa begitu dimanja oleh Logan, tiba-tiba dihempaskan begitu saja. Ia beranjak duduk dan meraih gelas air beserta sebutir obat. "Jangan khawatir! Aku tidak akan mengandung anakmu!"

*****

Jangan lupa kirim dukungan untuk othor receh ini supaya rajin up yaaa🥰🥰

1
Neng Nosita
jangan harap kamu dapat kesempatan Elena 🤭
Uthie
Lagiiii 😆🤩
nesha
lanjut thour double up 😍💪🏻💪🏻
Uthie
Akhirnya.... Up lagiiiii 🤩🤩🤩🤩🤩🤗🤗🤗🤗

thank you Thor 😘
Uthie: Pastinya dongggg 😘😘🤩
total 2 replies
nesha
habis 🤭😄 lanjuut thour
dsifadian: Ditunggu ya kak🥰
total 1 replies
Best
bagus
Uthie
Asliii... sukkaaa bangettt ceritanya 👍👍👍👍👍🤩🤩🤩🤩
dsifadian: jangan lupa bintang 5 ya kak🥰🥰
total 1 replies
Uthie
Lanjuuttttt lagiiii donggggg
Uthie
tauu... nyebelin cewek bodoh macam si Serena ini 😡😡😤
Uthie
Sejak awal mampir, sudah langsung Sukkkaaa dengan ceritanya 👍👍👍👍👍👍
💗💗💗💗💗
Uthie
Aslii... sukkkaa Bangettt ceritanya 👍👍👍👍👍👍
Uthie
Sukkkkaaa 💞
Uthie
awal mampir langsung tertarik 👍👍👍
Neng Nosita
iih author gantung,lanjut donk
olyv
lanjutt thourr semangat uuup nyaa
Neng Nosita
ok,aku kirim dukungan...rajin² ya upnya💪
olyv
lanjuuut thourr
Neng Nosita
semangat upnya Thor💪
Neng Nosita
sebenarna Serena msh perawan kan Thor tapi logan tidak tahu...
dsifadian: Sebenarnya begini kak...🤭🤭
total 1 replies
Neng Nosita
iiiih...lanjut donk Thor,penasaran apa yg akan terjadi selanjutnya🤭
dsifadian: Hyoooo mikirin apaaaa🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!