NovelToon NovelToon
Suami Kontrakku Pria Desa Mempesona

Suami Kontrakku Pria Desa Mempesona

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Pernikahan Kilat / Nikah Kontrak
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Whidie Arista

Niat hati hanya ingin menolong Putri dari mantan majikan Kakeknya yang hendak melarikan diri, Asep justru di paksa untuk menikahinya.

Hanya tiga bulan, itu yang ia katakan, namun apa benar dalam waktu tiga bulan tak akan ada perasaan yang tumbuh diantara mereka?

Asep ada kecoak! Asep ada tikus! Asep, Asep, Asep, Asep!

“Sial, kenapa dikit-dikit gue terus manggil nama dia?” Ziya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 - Tidur sekamar

Ziya hendak buka suara, namun Asep berucap lebih dulu, “kalau Neng Ziya gak suka sama saya, mana mungkin atuh dia mau saya nikahi,” ujarnya sambil menaruh secangkir kopi di hadapan sang Ayah kemudian dia pun duduk di samping Ziya.

“Terus kenapa kamu gak bilang sama Bapak kalau mau nikah, malah Bapak tahunya dari Mamang kamu, itu pun setelah satu Minggu kalian menikah, walaupun Bapak gak ngerawat kamu sejak kecil Bapak tetap Bapak kamu atuh Asep,” ujarnya dengan nada kesal bercampur sedih.

“Bukan gitu atuh Pak, saya tahu Bapak sibuk. Saya cuma gak mau ganggu Bapak sama pernikahan Saya,” dustanya.

“Kamu pikir Bapak ini apa sampai gak mau nyempetin pulang kesini kalau tahu kamu mau nikah. Apa Ibu kamu juga belum tahu kalau kamu udah Nikah?” tanyanya.

“Nanti saya kasih tahu sendiri,” jawabnya.

“Kamu ini,” kesalnya, dia melirik kearah perut Ziya, “kalian bener-bener Nikah karena saling suka kan, bukan karena hamil duluan?”

“Astagfirullah Bapak! Bapak kira saya ini apa,” kesal Asep, nada suaranya sedikit meninggi.

“Enggak ko Pak, saya gak hamil,” Ziya yang semula hanya diam pun buka suara.

“Syukurlah, Bapak sempet mikir yang enggak-enggak saat mau kesini,” kekehnya, dia menyandarkan punggungnya kali ini dia tersenyum sambil menyeruput kopi yang Asep suguhkan tadi.

“Sep, kamu gak mau nawarin Bapak makan gitu, Bapak ini habis perjalan jauh loh dari Jawa kesini tuh bukan jarak dekat,” ujarnya.

“Siapa yang nyuruh Bapak kesini,” kesalnya seraya bangkit, suasana suram yang sebelumnya terasa kini mulai mencair.

“Neng gimana rasanya hidup di kampung?” tanyanya.

“Pertama saya kaget pas liat kamar mandinya ternyata lumayan berjarak dari rumah, tapi lambat laun saya mulai terbiasa,” ungkap Ziya.

“Neng sini duduk sini,” dia menepuk sisi samping tempat duduknya, walau heran Ziya pun tetap melakukannya dan beralih tempat duduk di samping Bapaknya Asep.

“Ada apa Pak?” tanya Ziya.

“Obrolan ini hanya antara kita berdua ya, jadi kita ngomongnya pelan-pelan,” ucapnya setengah berbisik seperti takut Asep ikut mendengarkan percakapan mereka.

“Iya Pak,” Ziya mengangguk setuju.

“Saya tahu kalian gak pacaran dulu sebelum pernikahan, saya tahunya pacarnya Asep itu gadis dari kampung sebelah. Saya benar-benar kaget pas denger Asep menikah sama Neng yang jauh levelnya dari kami ini yang hanya orang Desa,” ungkapnya.

Ziya tersenyum malu-malu, “Sejujurnya kami memang di jodohkan Pak, tapi saya cinta sama Asep,” bisik Ziya, untuk pertama kalinya dia jujur soal perasaannya pada orang lain.

“Syukurlah kalau begitu Neng, terus apa pendapat Pak Arman soal Asep?”

“Uh itu mah jangan di tanya Pak, Papah itu kalau ngomong tentang Asep udah kaya dia orang paling sempurna aja, Asep gini lah Asep gitu lah, kuping saya sampe pegel dengernya, eh,” Ziya langsung mengatupkan bibirnya karena tak sengaja bicara santai pada Ayah mertuanya.

“Wes ndak papa atuh Neng, bicara santai aja sama Bapak. Asep itu Bapak tinggalkan merantau sejak kecil, setelah Bapak berpisah sama Ibunya Asep dia tinggal disini sama Kakek, Neneknya, lambat laun Bapak nikah di perantauan jadilah Bapak jarang pulang, tapi dia tumbuh jadi Anak yang baik, walau sepertinya dia Ndak terlalu suka Bapak pulang kesini,” kekehnya.

“Dulu Bapak pernah ngajak dia ikut tinggal sama Bapak, tapi dia gak mau katanya kasian gak ada yang nemenin Kakek dan Neneknya disini, tapi Bapak senang akhirnya dia jadi anak mandiri,” ungkapnya.

“Iya bukan cuma mandiri dia punya banyak ladang sayur, dia itu udah jadi orang sukses di kampung ini Pak,” ungkap Ziya.

“Wah, keren atuh ya Anak saya,” kekehnya.

Ziya mengobrol sambil bercanda dengan Ayahnya Asep, ternyata sifatnya tidak semenyeramkan penampilannya.

*

“Bapak mau istirahat sebentar, bangunin Bapak kalau udah mau magrib,” ujarnya setelah ia selesai makan.

“I-istirahat, t-tunggu Pak,” pekik Asep, “saya belum beresin kamarnya udah lama gak di pake,” dustanya.

“Moso? Gak papa lah, nanti saja di bereskannya,” ucapnya tak peduli, dia tetap berjalan menuju kamar yang di pakai Asep.

“Sep gimana dong? Jangan sampai Bapak kamu tahu kita tidur di kamar terpisah baru juga dia percaya sama hubungan kita,” bisik Ziya dengan nada panik.

“I-iya Neng, Neng coba alihkan dulu perhatiannya biar saya pindahkan dulu barang-barang saya,” ucap Asep.

“Pak, Bapak gak mau liat dulu ladangnya Asep, wah Pak sekarang lagi subur banget kayanya besok panennya pasti melimpah,” ucap Ziya sambil berlari mengejar langkah Ayah mertuanya.

“Lain kali aja lah Neng, lagian Bapak bakal tinggal lumayan lama disini,” ujarnya.

“Lama, haha wah saya sama Asep seneng banget dengernya,” Ziya tersenyum pahit.

‘Hais, kalau ini Bapaknya Asep tinggal lama disini gue harus terus tidur sekamar sama Asep dong,’ Ziya merasakan kakinya tiba-tiba berubah lemas, bukannya tak senang bisa tidur di kamar yang sama dengan Asep namun dia belum siap, belum lagi ranjangnya juga sempit kalau mau tidur berdua udah pasti harus dempetan.

“Bapak udah lama gak menghirup udara kampung ini kan, gimana kalau kita jalan-jalan dulu, itung-itung sambil mencerna makanan yang baru aja masuk ke perut kita,” Ziya masih berusaha membujuk Ayah mertuanya untuk tidak masuk ke kamar dulu.

Rumah ini memang hanya memiliki dua kamar, satu yang di pakai Ziya dan satu lagi yang di pakai Asep.

“Ya sudah kalau begitu, ayo Neng temani Bapak, tapi jangan jauh-jauh di area sini aja,” ujarnya.

“Iya hanya didepan situ tuh Pak, liat gunungnya juga Indah banget kan Pak, oh ya di Jawa rumah Bapak di pedesaan juga?” tanya Ziya sambil menggiring Ayah Mertuanya keluar rumah, sementara sebelah tangannya memberi Isyarat agar Asep cepat melancarkan aksinya.

***

Siang pun berganti malam. Ziya menelan Salivanya, bagaimana tidak ini pertama kalinya dia akan tidur sekamar dengan seorang Pria.

Gugup, cemas, tubuhnya merasakan panas dan dingin secara bersamaan.

‘Its ok Ziya, lu bisa. Lagian ini cuma tidur sekamar doang, lu gak akan melakukan hal yang iya iya sama Asep, gak akan,’ dia mencoba meyakinkan dirinya.

Kriet...

Pintu pun dibuka perlahan, Asep masuk dengan langkah tanpa suara mungkin dia mengira Ziya sudah terlelap karena Ziya tidur dalam posisi menyamping memunggungi pintu.

Pintu pun kembali tertutup. Hening, tak ada pergerakan dari masing-masing penghuninya hanya suara detak jantung mereka sendiri yang terdengar oleh telinga masing-masing.

Ziya melirik tipis-tipis untuk melihat apa yang tengah dilakukan Asep hingga pergerakannya tak menimbulkan suara.

1
Arin
Bagus itu Ziya makin cepat makin bagus putusin tuh si Regan....
Biar si benalu cari duit sendiri
juwita
Ziya org tua g ngerstui sm pacar km. mgkn ada sebabnya.
Susi Akbarini
lanjuttttt...
❤❤😍😍💪💪
Susi Akbarini
ziya jga kurang oeka gk ada yg menjaga seperti Asep..
klao Asep gk cinta ma kmu ziyaa..
🤣🤣😄❤❤❤😍💪💪💪
Susi Akbarini
lanjutttttt❤❤😍😍😍💪💪💪
Susi Akbarini
🤣🤣😄😄😄😍❤❤💪💪💪
Rubyred
lanjut makin seru ceritanya..🤭🤭
Rubyred
menarik
Susi Akbarini
asep lagi ganti baju..
ziya auto njerittt..

aaaaa..
🤣🤣😄😄😍😍😍❤💪💪💪
Susi Akbarini
waaaahhhh..
jangan samlai pak raden manfaatin ziya yaaa😍❤❤❤❤💪💪💪
Whidie Arista 🦋: Nggak Kak, Bapaknya Asep itu baik ko yang serem cuma penampilannya aja hehe
total 1 replies
Arin
Jawab Ziya...... iya gitu. Jangan sampai bapak mertua berusaha misahin. Karena gak ada cinta buat Asep😁😁😁
Susi Akbarini
waaaddduuuuhhhh..

jgn sampai siti curiga..
klao perlu ziya cium asep di depan siti..

🤣🤣😄😍❤❤❤❤
Whidie Arista 🦋: /Facepalm/
total 1 replies
Rubyred
haha.....matilah kau ziya bisa ketahuan tu bohongnya....🤭🤭🤭
Susi Akbarini
lanjutttt...
😍💪😍😍💪💪❤❤❤
Rubyred
kasian ziyanya cemburu tu asep🤭🤭🤭
Susi Akbarini: betul3..

🤣😄😄😍😍❤❤
total 1 replies
Ayu
menarik dan tidak membosankan bacanya /Smile/
Susi Akbarini
lanjutttt❤❤❤💪😍😍❤❤
Susi Akbarini
waahhhh..

aseppp..
siap2 aja macn netinamu ngamuk3..
🤣❤❤💪😍😄
Susi Akbarini
lanjuttttt❤❤💪😍😄
Susi Akbarini
waduhhhh...
bakal ada salah paham ini..
moga gak panjang salah pahamnya..


❤💪💪💪😍😍😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!