NovelToon NovelToon
Merawat Anak Dari Calon Suamiku

Merawat Anak Dari Calon Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Single Mom / Anak Genius / Duda / Cintapertama
Popularitas:706
Nilai: 5
Nama Author: Ega Sanjana

Bagaimana jika kita tiba-tiba menjadi ibu dari anak calon suami kita sendiri ,apa yang akan kita lakukan ?Memutuskan hubungan begitu saja ?atau tetap lanjut . Aku akan berusaha menjadi ibu yang baik untuk nya ,Rara Aletta Bimantara . Akan ku usahakan semua nya untuk mu ,Terimakasih Sudah mau menjadi istri dan ibu dari anak Ku _Rama Alexandra Gottardo.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Sanjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Draft

Hari peluncuran buku "Hati yang Saling Menyentuh" tiba dengan sinar matahari yang cerah dan angin yang sejuk. Jam masih pukul 07.00 pagi, tapi Lila, Rama, Siti, Dina, dan Rian sudah berada di perpustakaan. Tempat itu sudah dihias dengan spanduk gambar burung Kicau yang dibuat Dina, bunga segar yang diletakkan di setiap sudut, dan meja yang disusun rapi untuk menaruh buku dan hadiah.

"Kita sudah siap semuanya?" tanya Lila, memeriksa daftar tamu untuk yang ke sepuluh kalinya.

"Sudah, Kak Lila! Video promosi yang dibuat Rian udah siap diputar di proyektor. Hadiah untuk anak-anak penulis juga sudah dibungkus rapi," jawab Siti dengan semangat, meskipun kakinya masih bergetar karena gembira.

Tidak lama kemudian, Ms. Ani tiba dengan beberapa staf dari penerbit. Dia membawa sampul buku yang sudah dibungkus cantik. "Hai semuanya! Lihat ini—buku yang sudah selesai! Semuanya terlihat sempurna!"

Mereka semua berkumpul untuk melihat buku yang baru keluar dari pabrik. Sampulnya berwarna biru langit dengan gambar burung Kicau yang terbang tinggi, dan tulisan "Hati yang Saling Menyentuh" tercetak dengan huruf yang indah. Lila memegangnya dengan hati-hati, mata mulai berair. "Kita benar-benar berhasil, ya?"

"Ya, sayang. Semua karena kerja sama mu semua," ujar Rama, memeluk bahunya lembut.

Pada pukul 09.00 pagi, tamu mulai tiba. Yang pertama adalah anak-anak penulis cerita beserta orang tuanya. Mereka datang dengan baju yang rapi, wajah penuh senyum, dan beberapa bahkan membawa bunga untuk Lila dan teman-temannya.

"Kak Lila! Kak Lila! Buku kita sudah jadi?" teriak Deni, anak laki-laki berusia 8 tahun yang menulis cerita tentang kucing yang suka menyanyi. Dia berlari ke arah Lila dan memegang tangannya.

"Ya, Deni! Lihat ini!" Lila menunjukkan buku padanya. Deni melihat halaman yang berisi cerita dan gambarnya, mata membesar dengan kagum.

"Wah! Gambarnya cantik banget, Kak Dina! Terima kasih banyak!" ujar Deni, berlari ke arah Dina yang sedang menyiapkan proyektor.

Semakin banyak anak-anak yang datang, dan perpustakaan menjadi ramai dengan suara tawa dan obrolan. Rian memulai memutar video promosi—video yang menampilkan proses cetak di pabrik Matahari, sketsa yang dibuat Dina, dan momen-momen ketika anak-anak menulis cerita bersama. Semua orang diam untuk menonton, dan beberapa orang tua bahkan menangis melihat kerja keras anak-anak mereka.

Setelah video selesai, Ms. Ani naik ke panggung kecil yang disiapkan. "Selamat pagi semuanya! Terima kasih sudah datang ke peluncuran buku 'Hati yang Saling Menyentuh'. Buku ini adalah hasil kerja sama anak-anak yang penuh imajinasi dan hati yang baik, bersama dengan Lila, Rama, Siti, Dina, dan Rian. Mereka telah bekerja keras selama berbulan-bulan untuk membuat buku ini menjadi kenyataan."

Suara tepuk tangan menggema di perpustakaan. Ms. Ani melanjutkan, "Sekarang, mari kita dengarkan bacaan dari beberapa anak penulis cerita."

Pertama yang naik adalah Siti. Dia menulis cerita tentang burung Kicau yang hilang dan menemukan jalan pulang dengan bantuan teman-temannya. Dia membacanya dengan suara yang jernih dan penuh emosi, membuat semua orang terpesona. Ketika dia selesai, anak-anak berteriak kegembiraan.

Berikutnya adalah Deni, yang membaca cerita kucingnya dengan nada yang lucu, membuat semua orang tertawa. Kemudian ada Lina, anak perempuan berusia 7 tahun yang menulis cerita tentang bunga yang mau bertemu matahari—dia membacanya sambil menangis sedikit, karena cerita itu terinspirasi dari ayahnya yang bekerja sebagai petani.

Setelah sesi bacaan selesai, waktunya untuk pemberian hadiah. Setiap anak penulis cerita mendapatkan buku yang ditandatangani oleh semua pembuat, serta mainan kecil yang sesuai dengan cerita mereka. Deni mendapatkan boneka kucing, Lina mendapatkan bunga kertas yang dibuat Siti, dan Siti sendiri mendapatkan gambar burung Kicau yang di lukis Dina secara khusus.

Saat itu, Bu Lina—pemilik perpustakaan—naik ke panggung. "Saya ingin berterima kasih pada semua orang yang telah membantu acara ini. Perpustakaan ini selalu ingin menjadi tempat di mana anak-anak bisa mengekspresikan diri dan menemukan kebahagiaan dalam membaca. Buku ini adalah bukti bahwa impian anak-anak bisa menjadi kenyataan."

Dia kemudian mengumumkan sesuatu yang membuat semua orang terkejut. "Kita akan membuat klub baca khusus untuk anak-anak, dengan Lila sebagai pembimbing. Setiap minggu, kita akan membaca buku baru dan menulis cerita bersama. Siapa yang mau bergabung?"

Anak-anak berteriak "aku mau! aku mau!" dengan senyum yang lebar. Lila melihat Rama, mata penuh kebahagiaan. "Ini yang aku inginkan dari awal—membuat anak-anak senang dan menginspirasi mereka untuk menulis dan membaca."

Setelah acara resmi selesai, semua orang berkumpul untuk makan makanan ringan yang disiapkan. Anak-anak bermain bersama di halaman perpustakaan, sementara orang tua berbicara dengan Lila dan teman-temannya. Seorang ibu mendekati Lila dengan mata yang berair. "Terima kasih, Bu Lila. Anakku yang dulunya tidak suka membaca sekarang selalu minta aku beli buku. Dia bahkan mulai menulis cerita sendiri. Kamu benar-benar mengubah kehidupannya."

Lila tersenyum. "Itu karena anakmu yang hebat. Aku cuma memberi dia tempat untuk mengekspresikan diri."

Tiba-tiba, Siti berlari ke arah Lila dengan sebuah kertas di tangan. "Kak Lila! Lihat ini! Anak-anak semuanya menulis pesan untuk kamu!"

Di kertas itu, tercatat tulisan-tulisan anak-anak dengan huruf yang tidak rata, tapi penuh cinta: "Terima kasih Kak Lila yang baik!", "Aku suka cerita kita!", "Kita mau bikin buku lagi bersama!"

Lila menangis dengan terisak-isak. Rama memegang tangannya. "Lihat ya, sayang. Kamu sudah melakukan hal yang luar biasa. Anak-anak itu mencintaimu, dan kamu juga mencintai mereka seperti anakmu sendiri."

Saat matahari mulai berada di tengah hari, acara pun berakhir. Anak-anak berpisah dengan sulit, minta ditandatangani lagi di bukunya, dan berjanji akan datang ke klub baca minggu depan. Lila, Rama, Siti, Dina, dan Rian berdiri bersama di halaman perpustakaan, melihat anak-anak pergi sambil memegang buku mereka dengan hati-hati.

"Kita akan bikin buku lagi ya, Kak Lila?" tanya Siti.

"Ya, sayang. Banyak lagi cerita yang mau kita ceritakan," jawab Lila dengan senyum.

Rama memegang tangannya lebih erat. "Dan aku akan selalu ada di sisimu, membantu mu merawat anak-anak dan mewujudkan impian mu."

Di langit, matahari bersinar terang, menyinari halaman perpustakaan dan semua orang yang ada di sana. Hati mereka saling menyentuh, penuh kebahagiaan dan harapan untuk masa depan yang lebih baik—tempat di mana anak-anak bisa bebas bermimpi dan cerita-cerita mereka akan selalu didengar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!