Dia amanah yang harus dijaga, sekaligus godaan neraka!.
12 tahun yang lalu sebuah insiden kecelakaan yang merenggut nyawa sepasang suami istri , namun sebelum kepergian nya presiden direktur menitipkan putrinya sekaligus semua harta warisan untuk nya pada Hans yang berstatus sebagai asisten pribadi .
Sebagai balas budi Hans menerima tanggungjawab itu mengingat jasa Pak Bobby yang sudah membesarkan dan menyekolahkan nya hingga bisa seperti sekarang.
" Iya Pak, Saya akan menjaga dan Melindungi Ayra seperti bapak menjaga nya " ucap Hans ketika Pak Bobby menggenggam tangan nya dengan nafas tersengal.
" Sa, sayangi , dia , " pesan terakhirnya presiden direktur mengelus kepala putri kecilnya yang sudah menangis sesenggukan memeluk nya sementara sang ibu sudah pergi lebih dulu .
" Papa" teriak Ayra ketika Papa nya juga pergi meninggalkan nya .
" Tenang kamu masih punya Om " ucap Hans memeluk gadis kecil itu.
Tapi bagaimana jika gairah Hans muncul disaat gadis itu menginjak dewasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mul_yaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34 Berikan aku seorang anak
" Ma, maksud , Om apa?" pertanyaan Ayra dengan suara terputus .
" Kamu ingin jawaban yang jujur?" pertanyaan Hans yang diangguki Ayra .
" Om mencintai kamu" pernyataan Hans yang akhirnya memilih jujur , tidak ingin lagi menutupi perasaan nya .
" Aku tau " jawab Ayra yang mengejutkan Hans .
" Ka, kamu tau?" gelagapan Hans .
" Ya kalau Om nggak mencintai dan menyayangi aku mana mungkin Om baik dan perhatian sama aku selama ini, aku juga mencintai Om " pernyataan Ayra .
" Ayra dengar baik-baik, Om mencintai kamu sebagai seorang laki-laki bukan sebagai keluarga " pernyataan Hans memegang kedua tangan Ayra .
" Om, bilang, bilang , apa sih , jangan becanda " kata Ayra masih mencoba positif thinking.
" Om tidak bercanda , mungkin ini salah, tapi itulah perasaan Om yang sejujurnya" pernyataan Hans .
" Ja, jadi, enggak, enggak mungkin " kata Ayra menggeleng tidak sanggup membayangkan semuanya.
" Ayra itulah kenyataan nya , kamu mau menerima cinta Om?" pertanyaan Hans mengecup tangan Ayra yang sudah gemetaran.
" Om, jangan bercanda , tolong jangan buat penilaian baik aku pada Om berubah , jangan paksa aku untuk membenci Om " ucap Ayra .
" Om katakan, Om bercanda kan , ini nggak serius kan?" ucap Ayra masih berharap ini hanyalah sebuah ke salah pahaman.
" Tidak , itu adalah kenyataan nya , kamu milik Om , jadi tidak boleh menikah dengan siapapun selain Om " ucap Hans memeluk Ayra dengan posesif .
Plakkkk.
" Om jangan gila , mengapa ini seperti bukan Om Hans yang selama ini aku kenal , enggak , Om jangan buat aku takut " kata Ayra berdiri dihadapan Hans yang barusan ditampar nya .
" Iya Ayra , aku gila bahkan aku akan kehilangan kewarasan ku yang tinggal sedikit ini jika kamu menikah dengan orang lain " pernyataan Hans dengan suara keras benar-benar merasa sesak .
Mengapa tuhan selalu mengambil sesuatu yang dia cinta dari dulu sampai sekarang !.
" Tapi Om perjodohan itu keinginan Papa dan sudah direncanakan nya jadi aku harus, "
" Harus apa? Kamu ingin menikah dengan dia?" pernyataan Hans berdiri dan menatap Ayra dengan tatapan tajam .
" Tidak, itu tidak akan pernah terjadi " tegas Hans yang akan melakukan cara apapun untuk membatalkan nya .
" Om" tatapan kecewa Ayra dengan mata berkaca-kaca menatap pria yang selama ini dianggap begitu sempurna ternyata menyimpan sejuta rencana .
" Jadi selama ini Om memang dengan sengaja menyembunyikan soal perjodohan ini dan Om juga yang selalu menghalangi pertemuan antara aku dan Alga?" tanya Ayra berkesimpulan.
" Jawab Om" kata Ayra memegang lengan Hans dengan kedua tangannya menatap pria dewasa itu penuh pertanyaan.
" Iya" jawab Hans membuang pandangan nya bahkan tidak mau menatap Ayra sekalipun dia berdiri di hadapan Hans sekarang.
" Sejak kapan Om mencintai aku sebagai seorang Pria? Apa semua perhatian dan kasih sayang yang Om berikan padaku selama ini hanya untuk tujuan itu?" pertanyaan Ayra langsung menangis terisak membayangkan semua kenangan nya dengan Hans .
" Om mengecup aku bukan sebagai bentuk kasih sayang , tapi justru cinta dan gairah?" sambung Ayra rasanya ingin terus menangis membayangkan sosok yang selama ini dia anggap pengganti Ayah ternyata memiliki hasrat dan gairah padanya .
" Ayra , Om mencintai kamu bukan berarti selama ini Om nggak tulus menyayangi kamu tapi teruntuk kamu ketahui justru rasa sayang lah yang berubah menjadi cinta seiring kita bersama , Om tau ini salah tapi bagaimana cara Om mencegah hati ini yang menginginkan kamu " pernyataan Hans
" Tapi aku nggak mungkin menerima cinta Om, ini sangat rumit dan aku sudah dijodohkan sejak kecil Om bagaimana pun adalah suatu kewajiban bagiku untuk memenuhi keinginan terakhir Papa " ucap Ayra yang memutuskan untuk menerima perjodohan itu .
" Mmmm baiklah jika kamu merasa kewajiban lebih penting, lalu apa yang lebih penting dari pada kewajiban memenuhi janji yang telah kamu buat " ucap Hans.
" Janji?" ulang Ayra.
" Ayra tadi kamu sudah berjanji akan memenuhi satu keinginanku sebagai hadiah ulangtahun dihadapan semua orang " Hans mengingatkan Ayra .
" Iya , aku ingat itu . Om ingin apa?" tanya Ayra yang sangat menyayangi Hans walaupun masih kecewa padanya .
" Jadi kamu merasa janji itu penting?" pertanyaan Hans .
" Tentu saja , janji adalah hutang dan aku akan menepati apa yang sudah aku janjikan " pernyataan Ayra .
" Om ingin apa, katakan padaku " ucap Ayra bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa antara mereka barusan agar Hans bahagia dihari ulangtahun nya .
" Mulai besok Om akan mengembalikan semua yang menjadi hak kamu dan Om juga akan pergi jauh setelah ini la,"
" Enggak , Om kenapa gitu, kalau Om pergi aku, aku," Ayra langsung memotong pembicaraan Hans .
" Ayra Om belum selesai dengarkan dulu ," ucap Hans .
" Iya" kata Ayra menghapus air matanya yang menetes dengan cepat .
" Jika kamu memilih menerima perjodohan ini, itu hak kamu tapi ,"
" Tapi apa Om?" pertanyaan Ayra .
" Tapi jangan lupa hak Om terhadap kamu setelah apa yang Om lakukan selama ini " pernyataan Hans .
" Ma, maksud Om?" gemetaran Ayra .
" Baiklah jika memang kamu ingin menerima perjodohan itu dan hidup bersama sama mereka itu hak kamu " ucap Hans .
" Apa itu artinya Om akan pergi meninggalkan aku ? Tidak akan berdiri disamping ku lagi?" tanya Ayra dengan air mata yang terus mengalir membayangkan Hans akan pergi meninggalkan nya .
" Mmmmh, Jika kamu bisa dengan mudah menerima perjodohan itu maka juga akan sangat mudah bagi kamu mencari pengganti Om " senyum kecut Hans dengan tatapan kecewa .
" Om jangan bicara seperti itu, Om tau alasan aku menerima perjodohan itu tapi mengapa seolah-olah Om memandang aku dari satu sudut pandang saja " kata Ayra dengan suara lirih .
" Aku bukan tidak mendengarkan nasehat Om , tapi aku bimbang disaat aku dihadapan dua pilihan berat seperti ini " pernyataan Ayra yang tidak mau kehilangan Hans namun juga merasa punya kewajiban memenuhi keinginan terakhir Papa nya .
" Intinya kamu tidak memilih Om" pernyataan Hans yang merasa sakit hati dan tidak rela .
" Om tapi, "
" Cukup Ayra , jika memang kamu tidak bisa menerima cinta Om maka penuhi satu permintaan Om dan setelah itu kamu bisa menganggap bahwa kita tidak saling kenal " ucap Hans .
" Apa yang Om katakan, bagaimana bisa aku melupakan Om yang bahkan sejak kecil sampai dewasa ada dalam memori ingatan ku " ucap Ayra menggeleng dan tidak akan mungkin itu bisa terjadi .
" Jika memang Om penting lalu kenapa kamu memilih dia , kamu jahat Ayra " ucap Hans menatap Ayra yang sudah mematahkan hatinya.
" Om , aku memilih Alga karena perjodohan itu diinginkan Papa dan bagaimana bisa aku menerima cinta dari orang yang sudah aku anggap seperti ayah sendiri " ucap Ayra
" Tidak , aku bukan Ayah kamu tapi Ayah dari anak kamu " pernyataan Hans yang membuat Ayra kaget sampai seluruh tubuhnya membeku .
" Permintaan ku , berikan aku seorang anak perempuan" pernyataan Hans .
wah ada baby Zoe, jangan bilang kecebong Hans itu 🤭🤭😆