NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti CEO Arogan

Pengantin Pengganti CEO Arogan

Status: tamat
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:29M
Nilai: 4.8
Nama Author: Asri Faris

Kusuma Pawening, gadis remaja yang masih duduk di bangku SMA itu tiba-tiba harus menjadi seorang istri pria dewasa yang dingin dan arogan. Seno Ardiguna.

Semua itu terjadi lantaran harus menggantikan kakanya yang gagal menikah akibat sudah berbadan dua.

"Om, yakin tidak tertarik padaku?"

"Jangan coba-coba menggodaku, dasar bocah!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asri Faris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Wening berjalan mengekor pria dewasa di depannya. Mendadak ia ragu untuk masuk ke kamar mengingat di rumah ini cuma berdua. Bagaimana kalau suaminya itu macam-macam saat dirinya tidur. Halil, terus diceraikan lantaran tidak menyukainya. Sungguh kerugian menyambut di depan mata.

"Ning, mulai sekarang, kamu harus terbiasa dengan peraturan yang ada. Pagi bangunin suamimu, menyiapkan pakaian ganti dan perlengkapan aku. Sama satu lagi, tidak boleh pergi sesuai izin dariku, mengerti!"

Hening, tak ada sahutan sama sekali. Ke mana istri kecilnya. Kenapa tidak menyahut?

"Ngerti nggak, Ning—" Seno memutar tubuhnya dan tidak menemukan gadis kecil itu di sana. Jadi, sedari tadi ngoceh panjang lebar tidak menyimak. Benar-benar anak bebal!

"Ning! Ning!" Teriak Seno mencari-cari keberadaan istrinya yang ternyata masih duduk di undakan tangga tengah menerima telepon.

Seno hampir mengamuk saat menemukan gadis itu nampak santai tengah mengobrol tanpa beban. Cekikikan sendiri tanpa perasaan. Pria itu hampir membuka mulutnya tetiba istrinya memberikan kode lewat telunjuknya isyarat diam.

Apa-apaan! Kenapa pria itu bahkan menurut begitu saja. Menyimak obrolan gadis abegeh itu yang terasa lama. Karena gemas dan merasa diabaikan, pria itu langsung merampas ponsel istrinya dan mematikan.

"Om, apaan sih, orang lagi telepon juga, kenapa dimatiin!" protes Wening tak terima.

"Aku dari tadi ngomong loh, kamu nggak dengerin malah asyik sendiri, teleponan sama—" Seno menilik panggilan ponselnya seketika mendelik garang melihat nama kontak di sana.

Adik ipar tampan!

"Kamu suka sama Arka!" bentak Seno galak.

"Emang boleh ya?" tanya gadis itu dengan polosnya. Sepertinya sengaja memancing huru hara yang terpendam.

"Itu namanya lancang dan tidak berakhlaq. Dasar, bocah!" kesal Seno tersulut emosi.

"Duh ... baperan amat, kalau suka itu ya wajar, asal bukan cinta aja. Om mainnya kurang jauh sih, jadi semua pernyataan suka diartikan ada hubungan. Nyatanya yang ada hubungan aja nggak ada cinta. Sungguh dunia ini terbalik suasana."

"Kamu ngomong apa? Lama-lama ngeselin juga jadi cewek, dikasih makan apa sih sama orang tua kamu. Kok gedenya ngeselin gitu?" tanya Seno gemas.

"Ya mana aku tahu, pastinya makanan sehat dan bergizi, makanya aku secerdas ini. Beruntunglah Om Seno bisa menikah denganku, yang imut ini, tapi duka buat aku, nasib kali harus menikah denganmu yang galak ini," keluh Wening mendrama.

Sungguh ujian hidup apalagi yang menimpa pria itu, kenapa harus terikat dengan gadis belia yang bar-barnya nggak ketulungan.

Rasanya ingin mencekik lehernya terus memasukkan lubang semut sekalian agar tak terlihat lagi. Kesal sekali hari ini.

"Balikin ponsel aku, aku mau mengajukan peraduan online atas kasus tidak bahagia dalam rumah tangga."

"Nggak! Jangan harap bisa dapatkan ponsel ini atau aku lempar ke bawah sana!" ancam Seno gemas sekali.

Pria itu berpura-pura hendak melempar ponselnya hingga membuat gadis itu menjerit tak terima.

"Jangan Om! Ponsel itu berharga!" pekik Wening mencoba meraihnya. Bahkan untuk mendapatkan ponsel itu, Wening rela menabung hingga satu tahun lamanya. Tentu saja itu ponsel keramat dengan penuh perjuangan.

Seno sengaja meninggikan ponsel itu, tapi lantaran sikap Wening yang terlalu rusuh membuat benda pipih itu benar-benar lepas dari tangannya dan meluncur bebas ke lantai satu. Membuat gadis itu melolong tak percaya. Gadis itu benar-benar murka.

"Dasar, om-om jahat!" kesal Wening mendorong dada bidang suaminya yang sama sekali tidak berpindah tempat.

Lepas mengamuk, Wening berlari cepat turun undakan tangga mendapati ponselnya yang telah remuk. Seketika gadis itu menangis, meraung-raung meratapi ponsel kesayangannya yang telah hancur.

"Udah, nggak sengaja juga, nanti aku ganti dengan merk yang paling baru."

Wening tidak menanggapi, masih sibuk menangis. Hatinya begitu sedih, pilu dan tersayat-sayat. Lebih sedih dari pada dibentak-bentak suaminya tempo lalu, walaupun sama sakitnya. Ponselnya mati, otomatis tidak lagi ada hiburan untuknya. Banyak hal penting yang ia simpan di sana. Gadis itu mengumpulkan serpihan benda itu menjadi satu, ingin memperbaikinya ke konter.

Seketika Seno menjadi merasa bersalah. Apalagi Wening terus terdiam tidak mau berbicara dengan dirinya. Mengurung diri di kamar lainnya. Gadis itu tidak mau satu kamar, bahkan hari ini menabuh tembok kebencian yang dalam.

Seno bingung sendiri menyikapi istri kecilnya yang merajuk. Pria itu pun menyuruh Wahyu untuk membelikan ponsel baru. Berharap istri kecilnya bisa memaafkan dirinya yang sebenarnya tidak sengaja menjatuhkan ponsel itu.

Hingga petang, Wening masih enggan keluar kamar. Meratapi kesedihan hatinya yang terasa melesakan.

"Yu, lama amad sih! Istriku merajuk!" keluh Seno terlihat tak tenang.

"Kok bisa? Emangnya Boss apakan?"

"Aku tak sengaja menjatuhkan ponselnya sampai rusak, sepertinya ponsel itu mengandung sejarah. Dia sangat marah!"

"Wah ... Boss parah, kenapa labil sekali. Seharusnya lebih sabar dan ngalah sedikit!"

"Kamu nyalahin saya!"

1
Herlina Anggana
kepikiran orang kalo udah skit kritis gitu drop naik turun kalo keluarganya religius dan penyayang pas waktu sholat pasti di tuntun sholat kan ya... Rara sudah menebus kesalahannya dengan sakit berbulan2 pasca melahirkan smoga gak lagi menjalani siksaan di alam kubur... aku kok baper mikirnya jauh bgt
Herlina Anggana
Halah ngomong apaan sih gak jelas... panjang lebar asli gak jlas laki2 labil emang gak tegas
Herlina Anggana
dah males denger gombalan kuno.. prettt
Herlina Anggana
terlalu rindu gimana waktu di rumah senggang ja di cuwekin malah mikirin omongan Afnan emang knapa KLO Rara masih cinta sama kamu sen,... yg jadi istri kamu kan Wening bukan Rara
Herlina Anggana
gamon ya sen
Herlina Anggana
interaksi mereka tu lucu
Herlina Anggana
dapet daun muda bucin akut
Heryta Herman
klo sdh di tinggal begini baru terasa kau seno..makanya jadi laki" jngn suka seenaknya..semua hal yg kamu buat harus memaksa..klo masih terpaku pada masa lalu,jngn coba"untuk memulai hubungan yg baru...kasihan wening..
Anonymous
Ceritanya muter2 di tempat, rara hamil gk mau jasih tau siapa, seni sama istrinya gk bs akur capek bacanya, maaf ya thour gk di lanjuti bacanya🙏🏼
Eny Lestari
Aamiin....
Nuryati Yati
luar biasa👍👍
Atze Atze
periksa ke dokter kandungan si Wening...seno
Atze Atze
biar modar saja itu si Wening...
Atze Atze
dasar begoooo goblok... orang kampung...elo itu minuman nya di kasih obat perangsang... anjing elo Wening goblok
Herlina Anggana: bukan perangsang emang minuman beralkohol mkanya mabuk,pusing dan muntah
total 1 replies
Atze Atze
Wening kamu itu sudah punya suami.jangan bandel... apalagi sudah mahasiswa..tapi otak nya geser..
Atze Atze
heh.. Wening..kamu itu sudah nikah.. jangan seenaknya..main sana..sini...jaga harga diri kamu dan suami kamu..main juga ada batasannya...
Mazree Gati
masih sekolah nikah,,,unsub..
Atze Atze
sumpah gue pengen nyekek ..si Wening goblok bego tolol...otak kamu di dengkul ya.. cewek goblok..
Herlina Anggana: dia anak belasan tahun yaelah wajar anaknya labil ribet
total 1 replies
Atze Atze
makanya jadi cewek itu jangan begooo.. jangan mudah percaya sama orang..apalagi dari kampung.. cewek kota saja pada goblok kelakuannya...belah ilmu beladiri..kuat.. jangan lengah
Atze Atze
si Wening tidak punya akhlak...nurut kek sama suami...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!