NovelToon NovelToon
Falling In Love Again: First Love, First Hurt

Falling In Love Again: First Love, First Hurt

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mafia
Popularitas:155.3k
Nilai: 5
Nama Author: Demar

Sejak kecil Celine Attea selalu berdiri di sisi Ethan Solomon Montgomery, Presiden Direktur Montgomery Group sekaligus pemimpin organisasi dunia gelap Amox. Celine adalah satu-satunya perempuan yang mampu masuk ke semua pintu keluarga Montgomery. Ia mencintai Ethan dengan keyakinan yang tidak pernah goyah, bahkan ketika Ethan sendiri tidak pernah memberikan kepastian. Persahabatan, warisan masa kecil, ketergantungan, dan cinta yang Celine perjuangkan sendirian. Ketika Cantika, staf keuangan sederhana memasuki orbit Ethan, Celine merasakan luka bertubi-tubi. Max, pria yang tiba-tiba hadir dalam hidup Celine membawa warna baru. Ethan dan Celine bergerak dalam tarian berbahaya: antara memilih kenyamanan masa lalu atau menantang dirinya sendiri untuk merasakan sesuatu yang baru. Disclaimer: Novel ini adalah season 2 dari karya Author, “Falling in Love Again After Divorce"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Abai

Markas Amox berdiri di tengah kawasan sunyi, tempat yang Florence Montgomery hadiahkan untuk Ethan. Bangunan beton hitam itu berdiri dingin, dikelilingi pagar baja berlapis kawat listrik. Aroma khas mesiu memenuhi udara malam. Anggota Amox berjaga di setiap sisi untuk memastikan keamanan.

Mobil Ethan berhenti tepat di depan pintu utama hampir bersamaan dengan mobil Jerry. Ethan turun lebih dulu, langkahnya panjang dan cepat, auranya masih berbahaya meski jas yang melekat di tubuhnya tidak lagi rapi. Jerry menyusul setengah berlari, refleks seorang pengawal yang tahu kapan harus bicara tanpa diminta.

“Tuan Sean, Nyonya Ariana, dan Nona Serena sudah tiba di mansion dengan aman, Tuan,” lapor Jerry singkat namun jelas. “Saya juga sudah mengantar Nona Cantika pulang.”

Langkah Ethan terhenti seketika. Ia menoleh perlahan, tatapannya dingin dan menusuk.

“Celine?” tanyanya. Satu kata yang datar, namun sarat tekanan.

Jerry sempat tersendat. “B-bukankah Nona Celine bersama Amox, Tuan?” jawabnya hati-hati.

Ethan tidak menjawab. Ia berbalik dan melangkah lebih cepat, nyaris berlari. Instingnya mengatakan ada sesuatu yang berjalan tidak sesuai rencana.

Ia menempelkan ibu jarinya pada panel. Sistem keamanan berbunyi, dan pintu ruang khusus anggota inti Amox terbuka.

Kosong.

Ruangan itu biasanya hidup oleh suara keyboard, peta digital, dan kehadiran empat orang yang paling ia percaya. Kini hanya ada lampu putih dingin dan layar-layar yang menyala tanpa siapa pun di depannya.

Ethan keluar dengan rahang mengeras.

“Di mana inti Amox?” tanyanya pada anak buah yang berjaga.

Seorang pria maju setengah langkah, menunduk hormat.

“Lapor, Tuan. Anggota inti belum kembali hari ini.”

Ethan mengeluarkan ponselnya dengan cepat, menekan nomor ke empat inti Amox dalam panggilan. Namun seperti sudah diatur sedemikian rupa, semua nomor tidak terhubung. Ia mencengkram ponselnya, lalu menurunkannya perlahan. Tatapannya terlalu tenang untuk disebut wajar.

Detik berganti detik. Dada Ethan naik turun lebih dalam. Ia kembali masuk ke ruangan itu, tangannya bergerak cepat membuka sistem internal. Jarinya menari kasar di atas layar sentuh, mencoba membuka titik koordinat wanita yang mengisi pikirannya sejak tadi.

Layar merah memenuhi layar,‘Not connected’. Data terakhir terputus sejak 05.05 WIB.

“Apa yang sebenarnya terjadi denganmu, Celine?” bisiknya parau.

Detik berikutnya, kesadaran itu menghantamnya telak. Napas Ethan memburu. Tangannya kembali bergerak, kali ini lebih cepat dan lebih brutal. Ia memutar ulang riwayat aktivitas Celine sehari sebelumnya. Layar menampilkan garis-garis rute yang saling bertumpuk mulai dari Montgomery Corp, rumah sakit, dan yang terakhir… Jalan Harema nomor 4.

Rahang Ethan mengeras, Celine mengikutinya seharian penuh.

Ingatannya melompat pada satu titik yang tadi ia abaikan, detik-detik sebelum pemberkatan dan sebelum Cantika pingsan. Tatapan Celine, genggaman tangannya, kalimat yang diucapkan dengan suara lembut namun mata yang dingin.

“Aku mencintaimu lebih dari hidupku,” suara Celine terngiang jelas di kepalanya, “tapi jika kau ragu pada pernikahan ini, lepaskan tanganku, Ethan.”

Ethan menggeram rendah.

“Aku tidak peduli apa yang terjadi di antara kalian,” lanjut suara itu, “tapi sekali kau melangkah… aku akan membuang keyakinanku dan berhenti sampai di sini.”

Ia mengira itu hanya sikap posesif, manja, cemburu yang bisa ia redam seperti selama ini. Namun kalimat itu bukan ledakan emosi biasa, melainkan peringatan yang sudah direncanakan rapi sejak awal. Dan entah mengapa, untuk pertama kalinya ia merasa takut. Takut Celine tidak sedang menguji. Takut ia sungguh-sungguh dan memilih untuk benar-benar berhenti.

Kontrol yang selalu ia miliki runtuh seketika. Dengan satu gerakan kasar, Ethan menyapu layar hingga konsol itu bergetar. Tinju menghantam meja baja, suara benturannya menggema keras di ruangan inti Amox. Kaca retak, alarm sistem berdering singkat.

“Arrrghhhh…”

Matanya menggelap, Ethan berdiri di tengah kehancuran yang tak sadar ia ciptakan sendiri.

Ethan menghembuskan napas kasar, menekan layar yang sudah retak dengan emosi yang membabi buta. Layar besar di depannya menampilkan peta. Titik-titik koordinat Rega, Raga, dan Sambo menyala.

Keluar dari kota. Tujuan tidak terdeteksi. Koneksi terputus sejak dua jam yang lalu.

Ethan menatap layar itu lama seolah menelaah. Tangannya mengepal, urat-urat di pelipisnya menegang.

“Kalian bertiga…” suaranya rendah, bergetar oleh amarah yang ditahan, “…akan kubunuh kalian.”

Teriakannya menggema di ruang baja Markas Amox.

BRAK.

Kursi melayang menghantam dinding, sebelum ia berbalik dan melangkah keluar. Jerry berdiri kaku di depan ruang khusus. Pria itu menunduk dalam-dalam, tidak berani menatap wajah tuannya. Ia tahu ini bukan sekadar amarah, tuannya sedang kehilangan kendali. Hal yang paling berbahaya bisa terjadi.

“Aku tidak pulang malam ini,” kata Ethan dingin, tanpa menoleh sedikit pun.

Jerry mengangguk cepat. “Saya akan menyampaikannya pada Tuan Besar,” jawabnya hati-hati.

“Awasi dia,” perintah Ethan singkat.

Jerry kembali mengangguk. Ia tahu persis siapa dia yang dimaksud, meski nama itu tak pernah diucapkan. “Baik, Tuan.”

“Hans, ikut aku.”

Tanpa menunggu jawaban, Ethan melangkah. Hans segera menyusul, langkahnya dipercepat. Namun Ethan sudah lebih dulu membuka pintu mobil dan duduk di kursi kemudi sebelum Hans sempat meraih gagang pintu.

Hans refleks berhenti, lalu berputar mengitari mobil dan masuk dari sisi penumpang.

Mesin menyala dengan geraman rendah. Begitu pedal gas diinjak, mobil melesat keluar dari area markas dengan kecepatan yang jauh melampaui batas wajar. Lampu-lampu malam berubah menjadi garis-garis cahaya panjang. Tikungan dilewati tanpa ragu, seolah hukum fisika tunduk pada kemauan pria di balik kemudi.

Hans menggenggam sabuk pengamannya lebih erat, menelan ludah.

Habislah kalian, Tuan-Tuan… batinnya getir, membayangkan nasib Rega, Raga, dan Sambo jika benar mereka terlibat dalam amarah tuannya kali ini. Karena ia tahu satu hal pasti, Ethan Solomon Montgomery tidak mengemudi seperti ini untuk kehidupan orang lain. Kali ini, masalah yang terjadi pasti menyangkut kehidupannya sendiri.

Florence Montgomery duduk tegak di kursi emas dengan ukiran keluarga Montgomery menopang punggungnya, simbol kekuasaan yang melekat dalam dirinya sejak puluhan tahun lalu. Ia menghirup aroma teh kesukaannya, membiarkannya memenuhi inderanya terlebih dahulu, sebelum menyeruputnya perlahan. Setiap gerakannya presisi, tenang, lahir dari darah bangsawan yang tak pernah lupa cara menempatkan diri.

Ia meletakkan cangkir porselen tipis itu kembali ke atas tatakan dengan bunyi nyaris tak terdengar.

“Katakan,” ucapnya datar, berwibawa, “informasi apa yang kau bawa.”

Pengawal pribadinya melangkah setengah maju, lalu menunduk hormat.

“Wanita itu bernama Cantika Santoro, Nyonya. Bekerja sebagai staf keuangan di Montgomery Corp. Yatim piatu, memiliki satu adik laki-laki bernama Bedo Santoro. Tinggal berdua di Jalan Harema nomor 4.”

Ia berhenti sejenak, menelan ludah sebelum melanjutkan.

“Ayahnya… Wibowo Santoro.”

Udara di ruangan seolah berubah. Wajah Florence menegang sepersekian detik, begitu singkat hingga orang awam tak akan menyadarinya. Namun jari-jarinya yang ramping sempat berhenti di udara sebelum kembali menyentuh gagang cangkir. Posturnya tetap anggun, seolah tidak ada informasi apa pun yang mampu menggoyahkan dirinya.

Pengawal itu melanjutkan, kali ini lebih hati-hati.

“Belakangan ini, Tuan Muda cukup dekat dengan gadis tersebut, Nyonya. Dari analisis kami, Cantika Santoro memiliki ketertarikan pribadi terhadap Tuan Muda.”

Florence mengangkat wajahnya perlahan, lalu menyeruput teh sekali lagi. Ia mengangguk kecil, meletakkan cangkir teh kembali ke tempatnya dengan tenang.

1
𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆
/Facepalm//Facepalm/ bisa aja alasannya.
Diva Yuwena
Si cantikan lama" obsesi sama ethan😬
Fazira Aisyah
Rega memang yg ter Best 👍👍👍
Fazira Aisyah
Keputusan yg bijak Celine walau bikin aku mewek 😭😭😭, Kalian memang harus saling berjauhan dulu, saling menjauh dan jgn bertemu, dgn saling berjauhan kalian akan mengerti perasaan dan hati masing-masing, terutama Untuk Ethan. dan bertemu lah kembali dalam keadaan yg lebih baik dan siap, tanpa ada paksaan dr siapanya piur dari ❤ sendiri, Semoga dengan langkah yg di ambil Celine ini, Ethan akan Menyadari perasaan Cinta yg tanpa paksaan, atau cinta yg sdh terlanjur terbiasa dr kecil, atau apapun itu.,..
Fbian Danish
huaaaaaa😭😭😭😭😭😭 km bikin aku nangis tengah malam tor...... setelah bolak balik nungguin km up, akhirnyaaa😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
RAIN GUNAWAN: ikut sedih😭😭😭
total 1 replies
Irma Luthfah
si tika ini dia ko muka tembok bangettt yah.. gak tau diri
Rahayu Ayu
Rega.... Rega.... aksi mu sungguh luar biasa,
Berharap Cantika kapok oleh ancaman Rega, kalaupun si Cantika mau mencoba lagi jadi racun untuk si SEthan, berharap Rega juga tidak melupakan dan merealisasikan ancamannya.
sagi🏹
selama Cantika masih berkeliaran di sekitar Ethan maka hubungan Ethan dan Celine tidak akan pernah ada titik temu dan tidak akan pernah membaik selagi Cantika masih menghantui kehidupan mereka.
itin
haisshhhhh.... rega terlalu bermain main dgn cantika ntar jatuh cinta baru nyaho loh.... males lihat ethan berharap di rega ehhhh podo ae 🤭😁
𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆: aduh jgn 😭
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Semoga Cantika kapok ,gak coba ganggu Ethan lagi...
Kalau aku sih dukung Cantika,bisa liat juga gimana kata hati Ethan...mau tetap ngurus Cantika atau fokus ke Celine... Rega,kamu ganggu Cantika aja,udah berbinar tuh matanya liat Ethan.akhirnya mewek liat pisau mu 😆😆😆😆
𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆: aku jadi penasaran.. gimana cara Ethan buat jauhin Cantika 🤭
total 5 replies
𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆
Astaga apa maksudnya manggil² Ethan 🤣 bener-bener ga punya muka
astr.id_est
haish si ular ni belum di pecat k...
mampus kau 🤣🤣🤣
Felycia R. Fernandez
masih juga gatel deketin Ethan...
baru di gertak Rega aja udah nangis, gimana mau jadi pendamping Ethan 😆😆😆
𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆
colok ni 😒
Felycia R. Fernandez
Regan ini teman sejati Celine...💗
Felycia R. Fernandez
ulat bulu mulai naik daun...
Felycia R. Fernandez: jijay aku kk 🤣
total 2 replies
astr.id_est
Aaaa celine ku harap kau selalu bahagia....☺
murni l.toruan
Pilihan hidup adalah kita yang memilihnya, jangan menyesal telah salah pilih Ethan
Laztrii Aryyanna
tumben,,,,,, syudah waras kah Skrang 🤣
siska nirmala
ceritanya keren...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!