Falling In Love Again: First Love, First Hurt

Falling In Love Again: First Love, First Hurt

Tidak Ada yang Berubah

Pintu kaca Montgomery Corp terbuka otomatis seperti sudah terlatih menyambut orang-orang penting. Lorong marmer yang mengilap memantulkan cahaya pagi, dibingkai pot anthurium putih yang mewah.

Celine Attea melangkah tanpa tergesa di antara karyawan yang lalu-lalang. Tumit stiletto-nya mengetuk marmer dengan ritmis, ritme seseorang yang sudah terbiasa menjadi pusat gravitasi ruangan. Rambut hitam kecoklatan jatuh lembut di bahu blazer kremnya. Wajahnya tersenyum, senyum tipis yang elegan. Sebuah gestur yang ia berikan ketika orang-orang melihatnya.

“Pagi, Bu Celine.”

“Selamat datang kembali, Bu.”

“Senang melihat Anda di sini.”

Setiap sapaan disambutnya dengan senyum yang persis sama. Ia tidak memperlambat langkah, tidak berhenti. Celine tahu tempatnya, dan Montgomery Group tahu siapa Celine Attea bagi keluarga pemilik gedung ini.

Lift eksekutif membawanya naik ke lantai President Director. Begitu pintu terbuka, aroma citrus dan cedarwood langsung menyergap, langkah khas ruangan Sean Montgomery yang berusaha menyeimbangkan formalitas dan kenyamanan.

Tanpa mengetuk, Celine melangkah masuk. Sean Montgomery, dengan setelan abu-abu produksi terbatas tahun ini menegakkan tubuhnya saat melihat siapa yang datang. Senyum pria itu muncul lebih dulu,

“Celine, kau datang…”

Celine berjalan mendekat seperti seorang putri yang pulang ke istananya sendiri.

“Om Sean…” suaranya sedikit manja.

Ia memeluk Sean ringan, elegan dan spontan, tanpa sedikit pun kecanggungan. Sean tentu tidak keberatan dengan itu.

“Kau mencari Ethan?” tanyanya sambil melepaskan pelukan.

“Ya.” Celine tersenyum, matanya berkilat kecil, “aku ingin mengajaknya makan siang.”

Kerutan di pelipis Sean jelas terlihat saat mencoba menahan senyum. “Semoga dia tidak mengunci diri dengan laporan lagi.”

“Kalau Ethan melakukan itu,” Celine menjawab sambil memiringkan kepala, “maka tugasku adalah menariknya keluar, Om.” Nada itu bercanda tapi sorot matanya tidak.

Sean mengangguk ke arah ruangan di sebelah.

“Dia ada di dalam. Mood-nya… yah, standar Ethan.”

Celine melangkah ke pintu kaca buram itu, mengetuk dua kali meski ia tahu Ethan tidak pernah benar-benar menganggap mengetuk sebagai syarat.

Ethan Solomon Montgomery berdiri di depan jendela besar yang langsung menghadap seluruh kota. Jas hitam yang rapi, membalut kemeja putihnya tanpa satu kerutan pun. Siluetnya tegas dengan bahu lebar, postur tegap, dengan aura seseorang yang memimpin dunia sejak usia yang terlalu muda.

Tanpa menoleh, ia tahu siapa yang datang.

“Apa yang kau lakukan di sini?”

Celine tersenyum, ia sudah mendengar kalimat itu ribuan kali. “Mengajakmu makan siang,” jawabnya ringan. Ia mendekat dan berdiri di sisinya. “Aku butuh Ethan Montgomery dari dunia kerja untuk istirahat satu jam saja.”

Ethan mengusap pelipisnya sebentar, sebuah tanda bahwa ia sedang menimbang sesuatu.

“Celine aku…”

“Ethan…” potong Celine sambil menatap matanya, bibirnya sedikit mengerucut manja, mata bulatnya berkedip dua kali seperti kebiasaan lamanya.

Ethan mendesah kecil. “Kau selalu seperti ini.”

“Aku tahu,” jawab Celine penuh kepuasan. “Dan kau tidak pernah bisa menolak aku.”

Ethan tidak menyangkal kebenaran itu.

Celine menggandeng lengannya tanpa bertanya. Gerakan itu natural, dan terlalu sering terjadi untuk dipertanyakan. Ethan tidak melepaskannya, ia hanya menyesuaikan langkah gadis itu berjalan menuju pintu keluar.

“Hi, Celine.”

Tepat di lorong, mereka berpapasan dengan si kembar. Raga mengenakan kemeja hitam dengan rambut gelap tersisir rapi, sementara Rega tampil lebih santai; kemeja biru muda dengan lengan tergulung.

“Hi, Twins. Makan siang bersama?”

Raga menghela napas kecil namun tetap tersenyum. Pertanyaan nona muda ini bukan penawaran melainkan perintah.

“Baiklah, sepertinya tidak ada ruang untuk menolak.”

Mereka berjalan bersama menuju lift. Celine tetap menggandeng Ethan dan dua pria lain berjalan di sisi lain, formasi yang tidak pernah berubah selama dua puluh satu tahun.

Saat pintu lift tertutup, Celine memiringkan kepala memandang mereka bertiga.

"Aku baru ingat sesuatu," katanya tiba-tiba.

"Apa?" Rega bertanya sambil menekan tombol lift.

"Formasi seperti ini…" Celine tersenyum kecil, “mengingatkanku kembali ke hari dimana kita ingin melihat hasil USG Serena."

Raga tertawa pendek. “Astaga, itu hari yang kacau.”

Rega mengangguk sambil mengingat kenangan masa kecilnya, “Kita bertiga berebut posisi di depan monitor, seperti anak ayam berebut induk.”

“Dan aku tidak menyangka bayi di layar USG itu, kini sudah melanglang buana ke berbagai negara.” Celine menimpali.

Mereka semua tersenyum kecuali Ethan yang tetap diam tanpa ekspresi. Tak ada yang berubah dari mereka selain umur dan kekuasaan yang semakin bertambah.

Lift eksekutif bergerak turun dengan keheningan mahal, memantulkan refleksi empat orang yang berdiri rapat namun tetap menjaga jarak sesuai hierarki tak tertulis mereka: Ethan, Celine, Raga, dan Rega.

Saat lift mencapai lantai dua puluh delapan, lampu indikator berkedip. Seseorang dari luar menekan tombol turun.

Pintu bergeser membuka. Seorang gadis muncul dengan langkah kaki yang pelan dan ragu. Rambut hitamnya diikat rapi, riasannya nyaris tidak terlihat. Ia hanya mengenakan bedak tipis dan sedikit pewarna di bibir, namun cukup untuk membuatnya tampak terawat dalam kesederhanaan. Ia menunduk kecil sebelum melangkah masuk.

Rega hampir mengangkat tangan untuk menegur sebab lift ini khusus petinggi dan tamu dalam daftar terbatas, tetapi suara lain lebih dulu mendahuluinya.

“Kau anak baru?” suara Celine terdengar mengintimidasi.

Gadis itu tersentak kecil, lalu tersenyum gugup. “Benar, Bu.” jawabnya menunduk lebih dalam.

Celine meliriknya dari ujung kepala hingga ujung sepatu. “Angkat dagumu dan tatap lawan bicaramu saat sedang berbicara, Nona.”

Gadis itu buru-buru mengangkat wajahnya. Mata cokelatnya bergetar, ada binar ketakutan yang terlihat menyedihkan.

“Siapa namamu?” tanya Celine.

“C-Cantika, Bu.”

Celine mengangguk kecil, seakan menilai dan menyimpan nama itu.

“Halo, Cantika. Lift ini khusus untuk lantai tiga puluh enam. Tapi karena kau masih baru, kami akan memakluminya. Dan jangan meminta maaf, ok.” Nada Celine santai namun tegas.

Cantika mencoba tersenyum gugup. Tatapannya bertemu dengan Ethan tanpa sengaja. Pandangan lelaki itu begitu datar dan menekan.

“S-saya…” Ia mencoba berbicara, tetapi suaranya terputus oleh kegugupannya sendiri.

Celine mencondongkan sedikit tubuhnya, bibirnya tersenyum tipis.

“Hei… jangan takut. Kami tidak menggigit.”

Rega tertawa kecil, Raga mengikutinya dengan tawa singkat yang sekilas melonggarkan ketegangan.

Lift berbunyi lembut saat mencapai lantai lobby. Begitu pintu terbuka, Celine kembali menggenggam lengan Ethan dengan elegan, menariknya keluar dengan langkah ringan dan percaya diri. Namun sebelum benar-benar melangkah pergi ia berhenti, lalu berbalik.

“Cantika.”

Cantika menegang, telapak tangannya terasa gemetar. Ia menatap Celine seperti seseorang yang menunggu penilaian akhir.

Celine melepaskan genggamannya dari lengan Ethan.

“Percaya dirilah! Kau ada di sini untuk bekerja. Jangan terlalu memikirkan banyak hal yang akan membuatmu terbebani.”

Kata-kata itu tidak sepenuhnya lembut, tapi bak angin segar di kepala Cantika. Ia mengangguk kuat, lalu melangkah cepat ke lorong menuju kantin perusahaan.

Raga dan Rega tersenyum bangga seperti kakak melihat adik yang mengambil langkah dewasa. Mereka merangkul Celine dari kanan dan kiri, lalu berbalik pergi.

Ethan tertinggal beberapa langkah di belakang, pria itu masih berdiri di depan lift yang perlahan menutup kembali. Matanya tetap tertuju pada Cantika dengan tatapan yang sulit diterjemahkan. Ketika gadis itu menghilang di lorong, ia baru bergerak menyusul tiga orang yang sudah lebih dulu melangkah.

Terpopuler

Comments

dika edsel

dika edsel

wah..apakah ini bibitnya thor yg nantinya membuat seorang ethan berpaling dan menghempaskan celine sampai kedasar?? kayaknya.. kisah ethan gk jauh beda seperti kisah bapaknya yg gk waras diawal cerita..tp gktau juga sih..??? hah temanya air mata pernikahan..pasti ngenes nih..siap2 tisu sama ember ah..buat nampung air mata

2025-12-06

0

Anonymous

Anonymous

Rupanya ada menyellip hadir tanpa sengaja
Ethan mungkin hatimu yang ingin merasakan suasana yang beda dengan orsng baru

2026-03-03

0

MomRea

MomRea

prediksi aku sih..hancur sehancurnya nanti hati Celine karena Ethan memilih Cantika ..bawang merahnya banyak banyak ini 🥲🥲

2025-12-07

0

lihat semua
Episodes
1 Tidak Ada yang Berubah
2 Aku Mencintaimu
3 Hancur
4 Ethan Mencintai Celine?
5 Cinta yang Berbalas
6 Serena
7 Serena & Celine
8 Punggung Ringkih yang Mengganggu
9 Sinergi
10 Denganmu Saja
11 Lupa
12 Ingkar
13 Kemarahan Rega
14 Mengejar Kesempatan
15 Peringatan Terselubung
16 Sebuah Pilihan
17 Melawan Arus
18 Ledakan
19 Kenyataan yang Menyakitkan
20 Biang Onar
21 Abai
22 Tertangkap
23 Menemukan Titik
24 Berhadapan Langsung dengan Montgomery Tertua
25 Bahaya yang Mulai Terlihat
26 Siapa Cantika?
27 Chip Barlex
28 Seolah Tidak Terjadi Apa-apa
29 Melepaskan
30 Memberi Batas
31 Melangkah
32 Tidak Peduli
33 Kenyataan
34 Tidak Adil
35 NOT WAITING TO BE LOVED
36 Kejujuran
37 Tidak Seperti Dulu
38 Tidak Luluh
39 Muncul di Hadapan Celine
40 Tahu Lebih Detail
41 Tidak Sesuai Rencana
42 Pertarungan Sengit
43 Max
44 Cinta yang Melelahkan
45 Aman
46 Dia Hilang
47 Tidak Bisa Pergi
48 Berjuang Sendiri
49 Suatu Pagi
50 Markas Barlex
51 Tak Seindah yang Terlihat
52 Tahu Lebih Banyak
53 Tumbuh Bersama Luka
54 Seperti Api Neraka
55 Apa yang Kurang Dariku?
56 Cinta Bukan Poros
57 Kenangan Remaja
58 Ketakutan
59 Space
60 Deep Talk
61 Perpisahan Sementara
62 Bersinggungan dengan Ingus
63 Mencari Rasa
64 Surat Pemecatan
65 Cantika
66 Hari-hari Celine
67 Pantai
68 Baru Sekarang
69 Sudah Berpisah
70 Kabar Buruk dari Amagais
71 Cerita Miris di Pedalaman
72 Lahir Tanpa Nyawa
73 Pulang dari Amagais
74 Selamat Datang
75 Malam Abu-abu
76 Aku Merindukanmu
77 Tidak Ingin Kembali
78 Saling Menguntungkan
79 Berdebat
80 Mengatur Strategi
81 Alya-nya Rega.
82 Mengikatnya Lagi
83 Mewujudkan Janji
84 Berdua
85 Ingin Sembuh
86 Pengumuman
87 Sama-sama Terkejut
88 Keseriusan Rega
89 Bolu Pisang
90 Berpisah Lagi?
91 Jangan Pulang
92 Langit Senja Kasuari
93 Amarah yang Padam Sebelum Terbakar
94 Serah Terima Jabatan
Episodes

Updated 94 Episodes

1
Tidak Ada yang Berubah
2
Aku Mencintaimu
3
Hancur
4
Ethan Mencintai Celine?
5
Cinta yang Berbalas
6
Serena
7
Serena & Celine
8
Punggung Ringkih yang Mengganggu
9
Sinergi
10
Denganmu Saja
11
Lupa
12
Ingkar
13
Kemarahan Rega
14
Mengejar Kesempatan
15
Peringatan Terselubung
16
Sebuah Pilihan
17
Melawan Arus
18
Ledakan
19
Kenyataan yang Menyakitkan
20
Biang Onar
21
Abai
22
Tertangkap
23
Menemukan Titik
24
Berhadapan Langsung dengan Montgomery Tertua
25
Bahaya yang Mulai Terlihat
26
Siapa Cantika?
27
Chip Barlex
28
Seolah Tidak Terjadi Apa-apa
29
Melepaskan
30
Memberi Batas
31
Melangkah
32
Tidak Peduli
33
Kenyataan
34
Tidak Adil
35
NOT WAITING TO BE LOVED
36
Kejujuran
37
Tidak Seperti Dulu
38
Tidak Luluh
39
Muncul di Hadapan Celine
40
Tahu Lebih Detail
41
Tidak Sesuai Rencana
42
Pertarungan Sengit
43
Max
44
Cinta yang Melelahkan
45
Aman
46
Dia Hilang
47
Tidak Bisa Pergi
48
Berjuang Sendiri
49
Suatu Pagi
50
Markas Barlex
51
Tak Seindah yang Terlihat
52
Tahu Lebih Banyak
53
Tumbuh Bersama Luka
54
Seperti Api Neraka
55
Apa yang Kurang Dariku?
56
Cinta Bukan Poros
57
Kenangan Remaja
58
Ketakutan
59
Space
60
Deep Talk
61
Perpisahan Sementara
62
Bersinggungan dengan Ingus
63
Mencari Rasa
64
Surat Pemecatan
65
Cantika
66
Hari-hari Celine
67
Pantai
68
Baru Sekarang
69
Sudah Berpisah
70
Kabar Buruk dari Amagais
71
Cerita Miris di Pedalaman
72
Lahir Tanpa Nyawa
73
Pulang dari Amagais
74
Selamat Datang
75
Malam Abu-abu
76
Aku Merindukanmu
77
Tidak Ingin Kembali
78
Saling Menguntungkan
79
Berdebat
80
Mengatur Strategi
81
Alya-nya Rega.
82
Mengikatnya Lagi
83
Mewujudkan Janji
84
Berdua
85
Ingin Sembuh
86
Pengumuman
87
Sama-sama Terkejut
88
Keseriusan Rega
89
Bolu Pisang
90
Berpisah Lagi?
91
Jangan Pulang
92
Langit Senja Kasuari
93
Amarah yang Padam Sebelum Terbakar
94
Serah Terima Jabatan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!