NovelToon NovelToon
Hidup Kedua Sang Istri Teraniaya

Hidup Kedua Sang Istri Teraniaya

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Time Travel / Sci-Fi / Tamat
Popularitas:49.9k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

"Kau pikir aku masih wanita lemah yang dulu?"

Dara Alvarino, dokter bedah kelompok mafia paling ditakuti mati ditikam dari belakang oleh sahabatnya sendiri. Saat membuka mata, ia terbangun dalam tubuh Kiara Adisaputra, istri lemah yang sedang hamil tiga bulan, dipukuli suaminya sendiri karena dituduh selingkuh.

PLAK!

Tamparan keras mendarat di pipinya. "Pelacur! Ngaku saja kalau anak itu bukan anakku!"

Arkan Adisaputra, suaminya berdiri dengan mata penuh kebencian. Di belakangnya, Lenna si adik angkat tersenyum tipis, pura-pura cemas. "Kak Arkan, jangan kasar... Kak Kiara kan sedang hamil..."

Dara yang sekarang Kiara menatap tajam. Tubuh ini lemah, tapi jiwanya adalah predator yang pernah membedah tubuh manusia tanpa berkedip.

"Kau mau bukti?" Kiara berdiri, mengusap darah di sudut bibirnya. "Aku akan tunjukkan siapa yang sebenarnya berbohong di rumah ini."

Pembalasan dimulai. Kali ini, ia tidak akan mati sia-sia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28 - BAYANG-BAYANG YANG TERSISA

Dua minggu setelah penangkapan Bos Rendra, kehidupan mulai terasa normal. Setidaknya di permukaan.

Dara sudah pulang ke rumah dengan Kirana. Bayinya yang tadinya hanya dua koma satu kilogram sekarang sudah mencapai dua koma enam kilogram. Dokter bilang perkembangannya menakjubkan.

Tapi Dara tidak bisa benar-benar tenang.

Ada yang mengganjal.

Malam itu, dia baru saja selesai menyusui Kirana. Bayinya tertidur pulas di pangkuannya ketika ponselnya berdering.

Nomor tidak dikenal.

Biasanya dia tidak angkat. Tapi setelah semua yang terjadi, dia harus waspada.

"Halo?"

Suara wanita. Familiar tapi Dara tidak bisa mengingat dari mana.

"Kiara... atau haruskah kupanggil Dara?"

Dara membeku. "Siapa ini?"

"Kamu lupa suaraku? Padahal kita pernah sangat dekat."

Kemudian Dara ingat...

Salma.

"Bagaimana kamu bisa menelpon? Kamu kan ditahan..."

"Oh, sayang. Kamu pikir penjara bisa menahanku?" Salma tertawa... tawa yang terdengar sama mengerikannya seperti dulu. "Aku punya koneksi. Bahkan dari dalam sel, aku masih bisa mengatur banyak hal."

Dara merasakan dingin menjalar di punggungnya. "Apa maumu?"

"Mau? Aku cuma mau mengucapkan selamat. Untuk kelahiran putrimu. Aku dengar dia prematur tapi selamat. Menakjubkan, bukan? Padahal kemungkinan bertahannya sangat kecil."

"Jangan kamu berani sebutkan anakku..."

"Tenang. Aku tidak akan sakiti dia. Belum." Salma berhenti sebentar. "Aku cuma mau kamu tahu bahwa eksperimenku belum selesai. Kamu adalah subjek pertama yang berhasil. Tapi aku butuh lebih banyak data. Lebih banyak bukti bahwa reinkarnasi bisa direplikasi."

"Kamu gila kalau pikir aku akan bantu eksperimenmu..."

"Aku tidak minta bantuanmu. Aku cuma memberi tahu, aku akan lanjutkan penelitianku. Dengan atau tanpa kamu. Dan suatu hari... mungkin bulan depan, mungkin tahun depan... kamu akan lihat hasilnya."

"Polisi akan tangkap kamu selamanya..."

"Kamu terlalu naif, Dara. Uang bisa beli apapun, termasuk kebebasan." Salma menurunkan suaranya... berbahaya. "Dan ketika aku keluar, aku akan datang untukmu. Untuk menyelesaikan apa yang kita mulai."

"Aku tidak akan takut padamu."

"Kamu harus takut. Karena aku tidak datang sendirian." Salma tertawa lagi. "Oh, satu lagi, kamu tahu ada yang menarik tentang reinkarnasi?"

"Apa?"

"Kadang jiwa tidak pindah sempurna. Kadang ada sisa... sisa dari jiwa lama yang masih tertinggal di tubuh baru. Dan aku penasaran..." nada suaranya berubah dingin, "...apa yang terjadi pada jiwa Kiara yang asli? Apa dia benar-benar hilang? Atau dia masih ada di sana, terjebak bersama jiwamu?"

Dara merinding.

Pertanyaan yang dia sendiri tidak berani tanyakan pada diri sendiri.

"Kamu bicara omong kosong..."

"Benarkah? Kalau begitu kenapa kadang kamu merasa emosi yang bukan emosimu? Kenapa kadang kamu bermimpi tentang kenangan yang bukan kenanganmu?" Salma berbisik. "Jiwa Kiara masih ada di sana, Dara. Dan suatu hari, dia mungkin mau tubuhnya kembali."

Telepon terputus.

Dara duduk terpaku... Kirana masih tertidur di pangkuannya, tidak tahu ibunya sedang gemetar ketakutan.

Jiwa Kiara masih ada?

Tidak mungkin. Aku sudah mengambil alih sepenuhnya.

Tapi kemudian dia mengingat...

Mimpi-mimpi aneh yang dia alami beberapa minggu terakhir. Mimpi tentang masa kecil Kiara yang tidak pernah dia alami sebagai Dara. Mimpi tentang perasaan cinta Kiara pada Arkan, perasaan yang tidak seharusnya dia miliki.

Dan kadang... sangat kadang... Dia merasa seperti ada suara lain di kepalanya. Suara yang lembut, lemah, tapi ada.

Suara Kiara?

Dara menggelengkan kepala keras. "Tidak. Aku hanya paranoid. Salma cuma coba manipulasiku lagi."

Tapi keraguan sudah tertanam.

Keesokan paginya, Dara memutuskan untuk diam tentang telepon Salma. Dia tidak mau membuat Arkan atau Nyonya Devi khawatir, mereka baru saja mulai hidup tenang.

Tapi Regan menyadari ada yang salah.

"Kak, kamu baik-baik saja? Wajahmu pucat sejak tadi pagi."

"Aku tidak tidur nyenyak. Kirana bangun setiap dua jam untuk menyusu."

"Itu normal untuk bayi. Tapi aku rasa ada yang lain. Kamu bisa cerita padaku."

Dara menatap Regan, adik iparnya yang sudah menjadi sekutu terpercayanya.

"Salma menelponku semalam."

Regan tersentak. "Apa?! Bagaimana bisa..."

"Entah. Dia bilang punya koneksi bahkan dari dalam penjara." Dara menceritakan semua tentang ancaman Salma, tentang eksperimen yang akan dilanjutkan, tentang pertanyaan mengenai jiwa Kiara.

Regan mendengarkan dengan serius. "Kak, tentang jiwa Kiara apa Kakak pernah merasa ada yang aneh?"

"Maksudmu?"

"Maksudku, apa Kakak pernah merasa seperti ada dua orang di dalam satu tubuh?"

Dara terdiam lama. Terlalu lama.

"Kadang," akunya akhirnya. "Kadang aku merasa ada emosi yang bukan dariku. Kadang aku bermimpi tentang kenangan yang tidak pernah aku alami. Tapi aku pikir itu cuma efek dari mengambil alih tubuh Kiara seperti memori residual."

"Atau..." Regan berhenti sebentar, "...jiwa Kiara memang masih ada. Berbagi tubuh dengan jiwa Kakak."

"Itu tidak mungkin..."

"Kenapa tidak? Kita sudah melihat reinkarnasi terjadi. Kita sudah melihat jiwa bisa pindah tubuh. Kenapa tidak mungkin dua jiwa berbagi satu tubuh?"

Dara merasakan kepala berputar. "Kalau itu benar, apa artinya? Apa artinya aku... apa artinya Kiara..."

"Artinya kalian berdua masih ada. Dua jiwa, satu tubuh." Regan menatapnya. "Dan mungkin... mungkin itu bukan hal buruk. Mungkin itu yang membuat Kakak bisa bertahan. Kekuatan Dara digabung dengan hati Kiara."

Dara menatap tangannya, tangan yang pernah memegang pisau bedah, yang pernah membedah tubuh manusia. Tapi sekarang hanya memegang bayi kecil dengan lembut.

Apa aku Dara? Apa aku Kiara? Atau aku gabungan keduanya?

Ketukan di pintu kamar menginterupsi pikirannya.

Arkan masuk dengan wajah serius.

"Kiara, ada yang harus kamu tahu. Pengacaraku baru beri kabar, Salma mengajukan banding. Dan dia punya pengacara yang sangat bagus, mantan jaksa agung."

"Apa artinya?"

"Artinya ada kemungkinan dia bisa keluar lebih cepat dari yang kita kira. Mungkin dalam enam bulan dengan pembebasan bersyarat."

Dara merasakan dunia runtuh.

"Enam bulan? Tapi dia mencoba bunuh aku! Dia eksperimen ilegal! Dia..."

"Aku tahu. Tapi pengacaranya pintar. Mereka bilang tidak ada bukti kuat, semua yang Salma lakukan bisa diputarbalikkan jadi 'penelitian akademis' yang salah paham. Dan Salma sudah menunjukkan 'penyesalan' di persidangan."

"Itu semua sandiwara..."

"Aku tahu. Tapi sistem hukum tidak peduli." Arkan memegang bahunya. "Kita harus bersiap. Kalau Salma keluar dia akan datang untukmu."

"Lalu apa yang harus kita lakukan?"

Arkan menatapnya dengan tekad. "Kita pergi. Keluar negeri. Mulai hidup baru di tempat yang Salma tidak bisa jangkau."

"Lari lagi?" Dara menggeleng. "Aku sudah lari sekali waktu aku 'mati' sebagai Dara. Aku tidak akan lari lagi."

"Tapi kalau kamu tidak lari..."

"Aku akan hadapi." Dara berdiri menatap Arkan dan Regan dengan tatapan yang penuh tekad. "Aku akan hadapi Salma. Aku akan hentikan eksperimennya. Dan aku akan pastikan dia tidak akan pernah menyakiti siapapun lagi."

"Bagaimana caranya?"

Dara tersenyum... senyum yang dingin, penuh perhitungan.

"Dengan mengalahkannya di permainan dia sendiri. Kalau dia mau lanjutkan eksperimen reinkarnasi, aku akan buktikan eksperimennya salah. Aku akan bongkar semua kebohongannya. Dan aku akan pastikan dia kehilangan kredibilitas, kehilangan koneksi, kehilangan segalanya."

Regan tersenyum bangga. "Aku suka rencana ini. Apa yang Kakak butuhkan?"

"Aku butuh akses ke penelitian Salma. Aku butuh tahu seberapa jauh dia sudah pergi. Dan aku butuh bukti bahwa apa yang dia lakukan itu berbahaya, tidak cuma secara etis, tapi secara sains."

"Aku bisa bantu dengan itu," kata Arkan. "Aku kenal beberapa ilmuwan di universitas, mereka bisa review penelitian Salma dan buat laporan ilmiah yang membantah teorinya."

"Bagus. Lakukan itu." Dara menatap mereka berdua. "Salma pikir dia lebih pintar. Dia pikir dia bisa main dengan nyawa orang seperti boneka. Tapi dia salah."

"Karena Kakak lebih pintar?" tanya Regan.

"Bukan." Dara tersenyum. "Karena aku punya sesuatu yang dia tidak punya, keluarga yang akan berjuang bersamaku. Dan itu yang akan membuatku menang."

1
Shen shandian luo
alur yg gak masuk akal sih sebenarnya
Dewi Sri
Lelah dan tidak setuju
N Wage
gak habis - habisnya😅
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
Dede Mila
Abeh lah jadi nyt🫣🫣🫣🫣
Hikam Sairi
jangan lama lama balas dendam nya 🫵🫵
👻👻👻👻
Hikam Sairi
bagus 😈😈😈😈
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
gila sih
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
baru hidup tenang ada aja gangguan nya
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
waduh siapa lagi ini😂
Akbar Aulia
Luar biasa
Erchapram: Terima kasih
total 1 replies
Erchapram
Masih ada extra part, ditunggu ya... terima kasih.
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
krisis identitas dara
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
lenna bener bener insaf
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
wow tarik nafas bacanya thor
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
kadang kita butuh waktu untuk memaafkan seseorang
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
kirana jempol rasa compeng ya nak😂
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
biasanya bayi masih di lindungi malaikat thor, aq percaya ini🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
bener dara seorang ibu akan lakukan demi anak-anak nya
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
deg degan thor, semoga lenna aman ya nggak meninggal aq kasian kl orang dah bertaubat malah meninggal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!