NovelToon NovelToon
AIRCA [ Bride Replacement ]

AIRCA [ Bride Replacement ]

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Annida Rahman

Antonsen Carl pria berusia 28 tahun, pria sukses dengan segala kemewahan yang dia miliki, akan menikah dalam beberapa minggu lagi

"Berengsek! sialan!! menjijikkan "




Airca Salnont wanita berusia 24 tahun yang baru saja pulang dari paris, dia pulang setelah menyelesaikan pendidikan S2 untuk mencapai cita- cita nya


" kenapa nomornya tidak bisa dihubungi, apa aku pulang sendiri saja?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annida Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

Antonsen sedang menunggu didepan ruangan Airca diperiksa, Antonsen berjalan mondar-mandir dengan khawatir

Tak lama kedua orang tua Airca datang beserta Bella dengan tergesa,

" bagaimana keadaan Airca?" tanya Cintya cepat, Antonsen berbalik dan menatap Cintya yang sangat panik

" Airca sedang diperiksa dokter" Cintya menangis dan memeluk suaminya, Louis menepuk pundak Cintya menenangkan istrinya

" Airca akan baik-baik saja"

Kemudian Antonsen menatap Bella yang juga menatapnya

" bagaimana bisa semua ini terjadi ?" tanya Bella pada anaknya, Antonsen yang baru akan membuka mulutnya terhenti saat dokter keluar dari ruangan

Cintya dengan cepat mendatangi dokter tersebut

" bagaimana keadaaan putri saya dokter?"

" dia keracunan"

" apa!" Louis mencoba mengusap pundak istrinya agar lebih tenang

" mari ikut keruangan saya, saya akan menjelaskannya" Cintya menggeleng

" saya ingin bertemu putri saya"

" biar saya saja dokter" kata Antonsen, dokter tersebut mengangguk dan pergi lebih dulu

" kalau begitu saya pergi dulu" Antonsen pergi menyusul dokter tersebut

Cintya langsung masuk dengan cepat ke ruangan Airca, dan menagis saat melihat Airca yang masih berbaring tak sadarkan diri

**

" istri anda sepertinya memakan racun jenis bubuk yang membuat korbannya merasa pusing dan menyempitnya paru-paru, untung saja anda membawanya segera kerumah sakit, kalau tidak istri anda akan mengalami sesak nafas dan berefek pada keselamatanya"

" tapi istri saya baik-baik saja kan dokter?"

" ya, dia baik-baik saja, dan kalau boleh saya tahu, apa saja yang dimakan korban hari ini?"

" dia makan seperti biasa, sarapan, makan siang dan juga kue....." Antonsen tersadar dan ingat bahwa Airca tidak sadarkan diri setelah memakan kue dari teman yang bernama Jane

**

Antonsen keluar dari ruangan dokter yang memeriksa istrinya, Antonsen sudah sampai didepan ruang inap Airca dan melihat Cintya duduk disisi ranjang, Louis juga berdiri disamping Cintya, Bella mengusap sayang rambut Airca yang sudah membuka matanya

Antonsen menghela nafas dan duduk dikursi tunggu, dia mengeluarkan ponsel dari sakunya, ponsel itu adalah milik Airca

Antonsen mencari kontak Jane dan langsung menghubunginya

" hallo Airca, ada apa?"

" datang sekarang kerumah sakit xxxx"

" ini siapa?"

" cepat datang"

" iya tapi ini siapa dulu?"

" Airca masuk rumah sakit"

" apa!"

Tut....tut...

Antonsen mematikan panggilan telpon tersebut, Antonsen duduk disana hingga punggungnya terasa pegal

" kapan mereka akan keluar dari kamar istriku?" disaat Antonsen mengeluh dengan lamanya orang tua Airca dan ibunya didalam ruang inap Airca, Nick menelpon

" hallo Tuan"

" ada apa?"

"  Tuan harus menandatangani tiga dokumen yang hari ini harus diserahkan sebagai tanda kalau anda menyetujuinya"

" undur saja, saya sekarang ada dirumah sakit, jadi kamu handle semua urusan dikantor untuk hari ini"

" baik tuan"

Setelah Antonsen menutup telponnya, Jane datang dengan tergesa, Jane mengabaikan Antonsen yang menatapnya dan membuka pintu kamar inap Airca, tapi sebelum Jane dapat masuk Antonsen menariknya menjauh dari kamar inap istrinya

Jane kaget dengan siapa yang dia lihat, Antonsen Carl pengusaha tampan dengan peredikat pria terkaya di Inggris menatap tajam pada dirinya

" katakan apa yang kamu berikan pada istriku?" Jane mengerutkan bingung dahinya, memangnya apa yang dia berikan pada Airca

" maksud anda apa? Saya tidak mengerti "

" kamu jangan pura-pura bodoh, kamu kan yang memberikan Airca sekotak kue hingga dia terbaring dirumah sakit?"

" kue? Maaf kue apa ya? saya tidak memberikan Airca kue, terakhir kami bertemu saat konser Joshua dan Steve"

Antonsen masih menatap tajam Jane masih tidak percaya dengan perkataan Jane

" ini, ini tulisan kamu kan?" Antonsen memberikan kertas bertuliskan

" makanlah, dari Jane"

" tidak, ini bukan tulisanku, tulisanku tidak sebagus itu"

" kamu jangan berbohong"

" tidak, aku tidak mungkin mencelaki Airca, aku berani sumpah" Jane mengeluarkan sebuah pena, dan menuliskannya ditangannya

" coba Anda lihat, bedakan? tulisanku tidak terlalu rapi, tapi tulisan dikertas itu sangat rapi, seakan orang itu menuliskanya dengan hati-hati"

Antonsen melihat perbedaan tulisan dari kertas yang dia pegang dan tulisan Jane

" sebaiknya yang kamu katakan benar" Jane jadi kesal mendengarnya

" yang aku katakan memang benar, sudahkan, kalau begitu aku ingin menjenguk sahabatku" kata Jane menekankan kata sahabat, agar Antonsen mengerti bahwa dia tidak mungkin menjelakai Airca

Jena pergi dari sana dan masuk kedalam kamar inap Allin, sedangkan Antonsen masih berpikir dengan keras

" kalau bukan Jane pelakunya, jadi siapa yang ingin mencelakankan Airca dengan menggunakan nama Jane"

Antonsen mengeluarkan ponselnya dan menelpon Nick

" Nick pergi ke Univesitas dan periksa Cctv, lihat apa ada orang yang membawa kotak kue ke kawasan Universitas " setelah itu Antonsen mematikan telponnya, dia nyakin Airca mendapatkan kue di Universitas, karena dia tahu Airca pasti langsung menemuinya saat sesudah jam pelajarannya selesai

**

Antonsen masuk kekamar inap Airca, dia tidak ingin masuk kesana sebelum semua benar-benar pergi

Setelah Jane keluar dari kamar inap istrinya, Antonsen langsung masuk kesana

Antonsen menatap Airca yang tertidur membelakanginya, Antonsen menghembuskan nafasnya lega, melihat Airca tampak tenang dan baik-baik saja

Antonsen mendekat dan duduk disisi ranjang, dia juga merasa lelah, setelah dia membawa Airca kerumah sakit dia duduk diluar hingga sore hari, tanpa melakukan apa-apa

Antonsen membaringkan dirinya disamping Airca dan menatap belakang Airca dengan lembut, Antonsen menyelipkan tangannya dibawah kepala Airca dan memeluknya, Antonsen memejamkan matanya menikamati kenyaman bersama Airca, Airca yang tidak tidur sepenuhnya merasakan peluk kan dari belakang, Airca menolehkan kepalanya dan melihat Antonsen yang memejamkan matanya

Airca berbalik dan menatap Antonsen yang memejamkan matanya, Airca mengangkat tanganya dan menyentuh wajah Antonsen

" tidurlah " Antonsen bicara dengan mata tertutup, Airca yang mendengar itu mulai memejamkan matanya, Antonsen membuka matanya dan menarik Airca lebih dekat dengannya

**

Besoknya, Airca sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya yang sudah membaik, untungnya racun yang ada ditubuh Airca tidak menyebar kemana-mana dan segera ditangani dokter

Cintya datang pagi-pagi untuk menjemput Airca, Antonsen yang melihat Cintya menatapnya,

" Airca"

" Mama" Cintya mendekat dan memeluk Airca yang bersandar diranjang rumah sakit

" kamu sudah boleh pulang kan? Mama datang untuk menjemputmu" Antonsen yang mendengar itu mendekati Cintya

" biar aku saja Mama"

" tidak apa Antonsen, Mama ingin Airca menginap dirumah Mama berberapa hari ini" Antonsen hanya diam saja mendengar itu, dia menatap Airca yang juga menatapnya

" kamu tidak kerja?" tanya Airca, Antonsen duduk disamping sisi Airca dan mengusap rambutnya

" tidak, aku akan menemani kamu hari ini"

" tidak perlu, Mama sudah menjemputku"

" aku tahu, aku juga akan mampir kesana" Antonsen kembali berdiri dan memakaikan Airca mentel tebal

" diluar dingin" Airca menatap Antonsen yang tersenyum padanya, Cintya yang melihat itu tersenyum

**

Airca masuk kedalam rumah dengan ditutun Antonsen, Antonsen merangkul Airca membantunya berjalan dan saat mereka akan menaiki tangga mereka berpas-pasan dengan Angel, Angel berdiri sambil melipat tanganya didepan dada dan menatap sinis Airca

" menyingkirlah" kata Antonsen tegas, Angel yang mendengar itu hanya menatap santai Antonsen

" kenapa ? Apa dia sudah merasakan balasan karena merebut kamu dariku?" kata Angel sambil tertawa senang, Antonsen menatap tajam kearah Angel dia sungguh kesal dan emosi mendengar perkataan Angel, Airca yang merasakan kemaraham Antonsen menyentuh tangan Antonsen di pinggang nya

" sudah, aku mau kekamar" Antonsen menatap Airca dan mengangguk, tidak ada gunanya juga meladeni Angel yang gila, Antonsen kembali berjalan melewati Angel yang merasa kesal diabaikan

" Antonsen!" Antonsen tidak perduli dengan panggilan Angel dan menuntun pelan Airca menaiki tangga

Mereka sudah sampai dikamar Airca, Antonsen mendudukkan Airca diataas ranjang

" aku minta kamu tidak berdebat dengan kak Angel"

" kamu lihat sendiri dia yang memulai"

" aku tahu, tapi bisakah kamu tidak membuat dia semakin marah"

" akan aku usahakan"

Antonsen merasakan getaran disakunya, dia mengeluarkan ponsel miliknya dan melihat siapa yang menelpon

Nick Calling

Antonsen berjalan menjauh dan berdiri dipembatas balkon, lalu dia menagangkat panggilan itu

" hallo Tuan"

" bagaimana ?"

" saya sudah memeriksanya Tuan"

" lalu?"

" yang membawa kue itu seoarang wanita, dia menitipkanya pada salah satu mahasiswi dan memintanya memberikan kue itu pada Nyonya"

" cari tahu siapa wanita itu"

" sebenarnya Tuan, saya melihat mobil yang dikendarai wanita itu, dan platnya sama dengan milik seseorang, tapi saya merasa  ragu untuk mengatakannya"

" katakan cepat, aku sungguh ingin menghancurkan wanita yang sudah mencelaki istriku "

" mobil dan platnya sama dengan milik Nona Angel"

" apa! kamu yakin"

" yakin Tuan"

" berengsek beraninya dia melakukan itu, Angel sialan, ya sudah cari bukti yang bisa membuat Angel tidak bisa berkutik"

" baik Tuan"

Tutt....

Antonsen membalikkan badannya dan keget saat melihat Airca berdiri dibelakangnya dengan pipi yang sudah basah karena air mata

" Airca" Airca memutar tubuhnya dan kembali menangis dengan kencang, Antonsen yang melihat tubuh Airca bergetar karena tangis mendekat dan mencium kepalanya

" maaf"

Airca menggeleng dan membalikkan badannya

" Kak Angel tidak mungkin melakukannya"

" Airca...."

" tidak mungkin" Airca menangis dengan hatinya yang sangat sakit saat mengetahui siapa dalang yang membuat dia sampai masuk rumah sakit

Antonsen menarik Airca kepelukkan dan mengusap rambutnya sayang

" maaf"

" jangan lakukan apa pun pada Kak Angel" Antonsen menatap Airca tanpa melepaskan pelukannya

" aku mohon" Airca menatap memohon pada Antonsen,

" tapi dia..."

" aku mohon" Airca kembali menangis dengan sangat memohon, Antonsen mengangkat tangannya menghapus air mata dipipi Airca

" baiklah"

" terima kasih " Airca memeluk Antonsen dan kembali menangis, Antonsen membalas pelukan Airca dan mencium kepalanya berkali kali

1
Vin G
*not bad
Vin G
creek nya terlalu lemah dan cegeng
Vin G
kunci cadangan
Endang Anwar Rahmawati
suka dengan ceritanya
Rosikh Nurhayati
ngakak bgt sih nick
Rosikh Nurhayati
ciieee ciiieee
Rosikh Nurhayati
ciieee mulai pelukan
Rosikh Nurhayati
wkwk duuuh bang anton
Rosikh Nurhayati
adiknya lucuuuu
ratih
keren
Yernanita Tanjung
cerita novelnya mirip dgn benih sang pewaris wkwkwk😂😂 terkadang heran sma penulis kenapa Bisa sama yak ? terkadang nama toko juga sama,atau beda nma tokoh dgn alur yg hampir mirip... itu yg buat saya terkadang sulit membedakan,cerita ap Yg barusan saya baca.. judul berbeda tapi alur yg sama😂
Aisyah Hayati
bisa jadi, er. 😆
lina Lailyinayati Lina
lugas
Vivi
mulutnya disumpal sapu tangan, gimana dia gigit?
TyRa NuRuL HiDaYah S
tongseng tongseng uwu uwu....

autor hebat,,,


cup...
cup..
cup...

hihihi
Purnama Dewi
jiaaahhhhhhhhhhh goreng terooossss.. dasar plangton😂🤣😂🤣
Purnama Dewi
wes angel angel
Eunike Eunike
anthonsen seneng bgt rasanya klo pnya suami yg over bgtu rasanya gmna gtu...
Nana effendy
adik yg berbakti😂
Nana effendy
tuman
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!