Kayana Putri & Gavin Adhitama
Kayana terpaksa menerima perjodohan itu karena dia tidak memiliki siapa-siapa lagi di dunia ini. Kayana berusaha untuk menjadi isteri yang baik dan penurut, tapi usahanya tidak pernah di hargai oleh Gavin. Sampai pada suatu hari Gavin bertemu kembali dengan wanita di masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.M Arti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tangis Haru
Kayana sudah selesai di makeup dan berganti pakaian yang sudah Dini dan Billy siapkan untuknya. Ukurannya sangat pas, tidak besar dan kecil. Rambutnya di sanggul kecil di bagian bawah memperlihatkan lehernya yang jenjang membuat semua orang terpana akan kecantikannya.
Kayana berpasangan dengan adik Billy yang usianya terpaut hanya satu tahun namanya Ricko. Dia lebih putih, tinggi dan tampan daripada kakaknya. Tapi dia sangat pendiam, Ricko sudah menganggap Kayana seperti kakaknya sendiri karena saking lamanya mereka kenal.
"Ricko. . aku mau ke Dini dulu ya." Ujar Kayana.
"Aku ikut kakak saja. Kata Kakakku harus menemani Kak Yana kemana saja hari ini." Uhar Ricko.
"Hmm Baiklah. . .apa kau tidak malu jalan dengan wanita yang sedang hamil besar sepertiku?" Tanya Kayana pada Ricko.
"Untuk apa malu, wanita hamil kan bukan aib, Kakak juga tak kalah cantik dengan mereka-mereka yang badannya kurus. Bahkan kakak lebih cantik 5x lipat dari mereka." Ujar Ricko.
"Ternyata kakak dan adik sama-sama pandai dalam merangkai kata." Ujar Kayana.
"Itu kan hanya ke kak Yana. Lagian aku belum ada pacar, tidak seperti Kak Billy." Ujar Ricko lagi.
Ricko memang lebih pendiam, tapi dia juga tak kalah pandainya jika merangkai kata. Bahkan beberapa kali Billy meminta bantuan Ricko untuk membuat surat cinta untuk Dini saat dia ulangtahun. Kayana mengentahuinya dari bentuk tulisannya, karena Billy tidak akn mungki serapih tulisan Ricko.
"Pagi Tante. . ." Sapa Kayana pada Tante Ayu, ibunya Dini.
"Pagi sayang. . .Cantik sekali kamu . .lucu sekali. . Oma sudha tidka sabar menunggu si kecil lahir." Ucap Tabte Ayu mengusap perut Kayana.
"Satu setengah bulan lagi Tante. ." Ujar Kayana.
"Hmm. .Sebentar lagi Nak. . .Kamu pasti bisa. . ." Ujar Tante Ayu.
"Terimakasih Tan. . .Oh iya, Yana boleh ketemu Dini sebentar kan Tan?" Tanya Kayana pada Tante Ayu.
"Tentu saja boleh Nak. . Dini sudah selesai. Temui saja." Ujar Tante Ayu.
"Terimakasih Tante. ." Aku daa Ricko segera menuju ruangan dimana Dini berada.
"Pagi calon pengantinku. . " Ujar Kayana.
"Pagi bumil cantikku. . Ternyata kau punya bodyguard sekarang." Ujar Dini yang melihat ada Ricko yang yang mengikuti Kayana.
"Bodyguard tampan.. Kau cantik sekali. . "Ujar Kayana dengan jujur.
"Semua pengantin wanita pasti cantik sayangku. . ." Ujar Dini.
"Tidak juga. . mereka cantik dengan porsinya masing-masing. Tapi kau sangat cantik." Ujar Kayana.
"Baiklah aku terima pujianmu. . .Rick, Kakak titip Kay ya hari ini. . jangan biarkan dia sendirian." Ujar Dini pada Ricko.
"Iya Kak. . siap." Ujar Ricko.
Selama lima belas menit Kayana dan Dini mengobrol, hingga tiba waktunya untuk ia turun ke lantai bawah karena akad akan segera di laksanakan. Kayana menggandeng tangan Ricko tanpa merasa malu.
Ternyata benar di bawah banyak seklai tamu, membuat Kayana bingung mau berjalan lewat mana. Tapi Ricko menggenggam tangan Kayana dan memberikan isyarat untuk mengikuti langkahnya.
Ricko membawa Kayana untuk duduk di kursi keluarga besar Billy. Kayana mengikutinya, dan duduk di samping Ricko juga keluarga besar yang lainnya.
Sementara itu. .
Tuan Gavin tengah bersiap-siap untuk pergi ke sebuah acara karena undangan dari salah satu rekan bisnisnya. Tuan Gavin juga mengajak Claudia untuk menemaninya. Dan Agil tanpa di suruh mengikutinya, karena biar bagaimanapum dia harus membantu Tuan Gavin jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu.
" Pagi Gavin. . " Ucap Claudia saat pintu mobil Gavin terbuka.
"Pagi Clau. . " Ujar Tuan Gavin.
"Ternyata denganmu juga. . ." Ujar Caludia merasa kecewa karena Agil yang ikut dengan mereka.
"Saya juga di undang Nona." Ujar Agil dengan cuek.
Claudia duduk di samping Tuan Gavin, dan hendak menggenggam telapak tangan Tuan Gavin, tapi dengan cepat Tuan Gavin menggerakkan tangannya untuk merapikan dasinya yang sudah rapi. Itu hanya alasan, karena sejujurnya Tuan Gavin merasa tidak nyaman saat Claudia menggenggam tangannya.
Melihat Claudia yang sedikit kecewa membuat Agil tersengum sinis.
Dasar wanita bermuka dua. Nikmati hari in bersama Tuan Gavin, setelahnya kau akan ku tendang jauh-jauh dari sini. .
Nona. . dimana Anda sekarang? Kenapa belum ada kabarmu sampai saat ini, aku harap anda baik-baik saja, dan bisa kembali bersama Tuan Gavin.
Sudah berbagai cara Agil lakukan untuk mwncari tahu keberadaan Kayana yang menghilang begitu saja setelah kepergiannya dari rumah. Saat dia datang ke Billshoes Billy mengatakan jika Kayana pergi meninggalkan kontrakan secara diam-diam daa ia juga kehilangan jejak.
Billy melakukannya karena permintaan dari Kayana. Sebenarnya Billy juga ingin memberitahukan pada Agil dimana Kayana berada, tapi ingat dengan wajah Kayana yang emmohon untuk merahasiakan keberadaannya. Bahkan Kayana mengancam akan pergi dari rumah itu jika Billy memberitahunya.
Sesamlainya di Lobby sebuah gedung, Agil segera turun untuk membukakan pintu untuk Tuan Gavin. Saat Claudia hendak turun lewat pintu yang sama, Agil segera menutupnya membuat Claudia kesal dibuatnya.
Aiiihh. .Awas saja kau Agil. Kalau aku sudahbeenikah dengan Gavinku kau tidak akan berani seperti ini lagi.
Claudia kemudian membuka pintu mobil dan turun dengan merapikan pakaian dna juga tatanan rambutnya. Claudia segera menggandeng lengan Tuan Gavin dan berjalam memasuki sebuah gedung yang sudah dihias dengan berbagai bentuk bunga dan ada beberapa kiriman bunga ucapan dari beberapa menteri dan juga rekan bisnis yang Tuan Gavin kenal.
Akad sedang di mulai, Tuan Gavin, Agil dan Claudia duduk di bangku tamu yang letaknya agak jauh dengan kedua mempelai. Namun mata Agil tertuju pada sosok wanita yang sednag hamil besar dengan kebaya warna biru muda.
Nona. . akhirnya aku menemukanmu. . .Tak sia-sia aku datang kemari, inilah saat yang kutunggu-tunggu. Aku harap Tuan Gavin juga melihatmu. Jangan pergi lagi Nona, biarkan Tuan Gavin melihatmu dengan sendirinya, itukan yang Nona mau. . .
Di sisi lain .
Mata Kayana berkaca-kaca menyaksikan kedua sahabatnya sedang mengucapkan sumpah di depan penghulu. Dia teringat dengan pernikahannya dulu yang jauh berbeda dengan keadaan saat ini.
Ricko yang menyadari Kayana merasa sedih segera menggenggam tangan Kayana dan menenangkan.
"Kak Yana. . . Jangan menangis. Nanti makeup kakak luntur." Ujar Ricko yang membuat Kayana tidak bisa menahan air matanya. "Maafkan aku, bukan maksudku untuk wembuat kakak menangis, tapi. . " Ujar Ricko bingung.
"Aku menangis taoi tertawa karenamu Ricko. Tidak adakah kata-kata kain yang bisa menghiburku. . " Ujar Kayana.
"Aiihhh aku pikir aku sudah menyinggung kak Yana." Ujar Ricko.
Setelah Dini dan Billy sah menjadi suami isteri, semua keluarga mengucapkan selamat, begitu juga dengan Kayana yang langsung memeluk keduanya secara bergantian. Tangis harus tak mampu terbwndung lagi, Kedua orangtua Billy dna Dini turut menangis melihat Kayana, Billy dan Dini yang juga menangis.
Setelah akad, Billy dan Dini kembali ke ruang ganti untuk persiapan resepsi. Sedangkan Kayana dan Ricko memilih untuk mengambil beberapa makanan, karena Kayana merasa sedikit lapar.
Saat sedang berjalan, tiba-tiba Kayana menabrak seseorang dan membuatnya hamoir terjatuh tapi sesegar mungkin langsung di tangkap olehnya.
"Ma. . maaf. . " Ucap Kayana yang jatuh dalam pelukannya.
"Tidak apa. . .Hati-hati Nona. . ." Ujarnya.
"Tu. . tuan. . " Ucap Kayana kaget.
\=\=\=\=\=\=
Kira-kira siapa yang bertemu dengan Kayana?
Maaf typo masih suka nyempil
Ditunggu Kritik & Sarannya 🙏
Jangan lupa meninggalkan Jejak untukku (Like, Komen, Rate 5🌟, jika berkenan boleh juga vote 🙏🙏🙏)
Terimakasih 🌹🌹
Btw, aku pernah baca novel yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, itu keren banget. Kalo search jangan lupa tanda kurungnya