Kisah sebuah balas dendam dari seorang wanita bernama Kiara yang dikhianati oleh kekasihnya sendiri, membawanya bertemu dengan sosok NYAI RONGGENG yang dapat menjanjikan kecantikan, dan digemari banyak pria.
Kisah mistis ini berasal dari daerah Dusun 16, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan-Deli Serdang-Sumutera Utara (Sekitaran Medan).
Bagaimana kisah Kiara selanjutnya? ikuti kisahnya dalam novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Reva
Rama sudah sangat menggila, dan merasa terpuaskan oleh apa yang didapatnya.
Ia terbaring diranjang, dan menatap Kiara membenahi pakaiannya. Gadis itu sendiri tak mengerti, mengapa ia harus terjebak dalam perbuatan yang sangat fatal tersebut.
"Pulanglah, Reva sedang menunggumu!" Kiara beranjak bangkit dari ranjangnya, dan menuju kamar mandi.
Sedangkan Rama terlihat sangat malas untuk pergi dari kamar tersebut.
Ia merasa betah dengan gadis tersebut. Entah mengapa ia tak dapat jauh, selalu ingin bersamanya.
Sementara itu, Reva sedari tadi menunggu kepulangan Rama yang katanya lagi cari rumah kontrakan dan mau buka tambak ikan lele.
Akan tetapi, sudah hampir sore, Rama tak juga kembali pulang. Bahkan ia sudah menghubungi suaminya, tetapi tak juga diangkatnya.
"Kemana, sih bang Rama? Kenapa gak juga diangkat panggilanku?" gumamnya dengan geram.
Saat panggilan ke tiga puluh kali, suara seseorang diseberang sana membuatnya terasa bagaikan diserang harimau.
"Hallo," suara itu sangat ia kenal. Tetapi mengapa ia yang mengangkatnya?
"Kiara? Kenapa kamu yang angkat panggilan bang Rama?!" Reva sangat panas, hatinya bergolak dipenuhi rasa cemburu.
"Eh, Reva. Kamu kenapa marah-marah?" tanyanya dengan santai.
"Kenapa marah-marah? Kamu itu mikir apa gak sih? Itu suamiku kenapa ada sama kamu? Kamu lagi dimana?!" Reva terus mendesak, meminta Kiara segera memberi tahu tempat dimana Rama berada.
"Bentar, aku fotoin." Kiara mematikan panggilan, lalu memoto Rama yang sedang tertidur dengan mengenakan semvak saja diatas ranjangnya.
[Nih, lakimu, dia dia kamarku.] Kiara mengirimkan foto Rama yang tertidur pulas.
Ting
Pesan masuk yang dikirimkan oleh Kiara dengan cepat dibuka oleh wanita tersebut.
Ketika pesan foto dibuka, sontak saja Reva membeliakkan kedua matanya. Ia sangat terkejut, dan degupan jantungnya memburu dengan cepat.
Ia menelpon nomor suaminya yang saat ini sedang dipegang oleh Kiara.
"Hallo, ada ap sih, Rev? Kok marah-marah mulu?" tanya gadis itu dengan santai.
"Eh Pelakor,! Dasar murahan! Sudah tau itu laki orang, mau-maunya kau ditiduri dengan gratis!" maki Reva dengan nada sengit. Ia merasakan amarah berada dipuncak ubun-ubunnya.
"Gak gratis juga, sih. Dia beliin aku motor baru, katanya hasil jual motor dan gadaikan motor kamu. Jadi gak bisa kamu bilang gratis," Kiara terlihat santai dalam menanggapi apa yang sedang disudutkan padanya.
Sontak saja Reva merasakan telinganya sangat panas. "Dasar, Kau! Tunggu saja! Aku akan menghajarmu!" Ia mematikan panggilan teleponnya dan bergegas keluar dari kamarnya.
Ia menyambar kunci motornya, lalu keluar rumah dengan tergesa-gesa.
""Reva. Kamu mau kemana?" tanya Juleha yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Mak, si Kiara sangat kurang ajar sekli! Aku ingin menjambaknya!"
"Ada apa? Kenapa sampai begitu?!"
"Kiara sudah kurang ajar. Dia tidur bersama Rama, dan juga merampas motor baru itu!"
Juleha terkejut. Wajahnya tampak pucat saat mendengar ucapan puterinya.
Sang menantu yang dibanggakannya telah membuat malu dan mengecewakannya.
"Kamu jangan mudah percaya dengan gosip." pesan Juleha berusaha menyabarkan puterinya.
"Gak percaya gimana, Mak? Ini buktinya!" ia memperlihatkan foto Rama sedang tertidur dikamar Kiara.
"Astagfirullah,ini anak emang kurang ajar banget ya. Nanti mamak laporin ke ayahnya. Ini lah akibatnya kalau anak ditinggal orangtuanya, terlalu bebas!" Juleha mengetatkan rahangnya. Wajahnya penuh amarah.
"Iya, Mak. Dasar gatel banget itu anak. Aku mau ke sana, mau labrak di." Reva bergegas pergi dan mengendarai motornya.
****
"Bangun!" Kiara menepuk kuat pipi Rama yang masih tertidur pulas dikasurnya, dia tampaknya masih terlelap.
"Hah!" pria itu tersentak kaget. Lalu mengusap kedua matanya.
"Kiara, aku masih mengantuk." jawabnya dengan malas.
"Kamu harus bangun. Karena Reva sedang menyusul ke sini." Kiara menatap dingin, sembari menyisir rambutnya.
"Hah! Reva, kok bisa tau dia aku ada disini?" tanyanya dengan wajah terkejut.
Kiara tak menjawab, hanya tersenyum sinis. "Aku mengirimkan fotomu sedang tidur disini, dan ia marah-marah."
"Hah!" kamu gila ya?"
"Iya," makanya kamu bangun, bentar lagi dia nyampe ke sini."
"Biarkan saja!" Rama menarik selimutnya.
"Kenapa?"
"Ya kalau dia minta cerai, aku tinggal ceraikan, aku bisa nikah sama kamu,"
Kiara memutar bola mata malas. "Aku tak berniat menikah denganmu, maka jangan bermimpi!" Ucap Kiara dengan tegas.
Rama tersentak kaget. Lalu membuka selimutnya, dan beranjak dari kasur. "Bukankah dulu kamu begitu berharap bisa menikah denganku? Kamu sangat mencintaiku!" Rama memegang pundak Kiara, mencari jawaban dari tatapan mata sang gadis.
"Itu dulu. Sekarang aku tidak lagi mencintaimu. Cintaku sudah habis saat kau mencoba membunuhku." Kiara tersenyum seringai, dan ia tak lagi peduli pada perasaan sang pria.
Deeegh
Rama terdiam. Ia tidak pernah menduga, jika bebetapa hari ini, sikap Kiara terhadapnya hanyalah manipulatif belaka.
"Jadi, kau mencoba menipuku?" tanya Rama dengan bibir gemetar.
"Menipu? Menipu apa?" tanya nya dengan wajah datar. Seolah ia tidak begitu merespon apa yang menjadi keterkejutan dari sang pria. "Aku tidak merasa menipu. Kau yang meresponnya. Lagi pula itu impas dengan apa yang pernah kau ambil dariku!"
Rama mengepalkan tangannya. Ingin rasanya ia membunuh Kiara hari ini juga. Akan tetapi, aroma melati yang keluar dari tubuhnya mencegah semua niat buruknya.
Hatinya kembali melemah, dan ia bersimpuh dihadapan sang gadis. "Ku mohon, menikahlah dengannku. Aku akan berikan apapun yang kau minta. Aku janji akan menjadi lebih baik lagi," Rama tak dapat membenci gadis itu, meskipun ia sudah dengan jelas dikelabui.
"Aku tak dapat menikah denganmu." Kiara terus menolak.
"Tapi aku tak bisa hidup tanpamu. Aku tak bisa kehilanganmu." Rama terus saja memohon.
"Aku tak bisa janji. Hanya saja kita menjalin hubungan tanpa status, dan itu mungkin sudah cukup bagimu," Kiara berjalan mundur, lalu keluar dari kamar.
Rama menyusulnya, ia seperti seorang penghamba yang tak dapat kehilangan Ratunya.
Ia kembali berlutut, dan bersujud telapak kaki Kiara. "Ku mohon, aku sangat mencintaimu. Aku tak dapat hidup tanpamu." Rama kembali memohon. Hatinya terkunci oleh satu perasaan yang tak dapat dijelaskan.
Tanpa mereka sadari, Reva sudah berada dibelakang, berdiri dengan tatapan yang penuh amarah.
"Bang Rama! Kamu kurang ajar!" Reva melangkah dengan tergesa-gesa, lalu menjambak rambut Rama dengan kasar, menariknya dari kaki Kiara.
"Eh, Reva. Bawa sana suamimu! Aku sudah tak membutuhkannya."
~Bagi Orang yang memiliki ajian pemikat (Jaran Goyang, Semar Mesem, dan sejenisnya) maka keinginan untuk berbuat nakal dan menggoda orang itu sangat tinggi. Maka sebelum memutuskan memiliki ajian pemikat lebih baik berfikir lebih dalam, karena iblis yang membantu dalam penyampaian pemikat tersebut akan menjerumuskan pemilik ajian untuk berbuat zinah seumur hidup dan tidak akan pernah puas dalam satu pasangan saja.
Rama butuh gol. darah O+ ,, aku nti ikutan nyumbang darah yaa Krn aku jg gol. darah nya O+ 🤣
tp spt nya Rama nti koit deh Krn sdh mau ikut sama iblis Nyai Ronggeng 🤣
apakah iblis Nyai Ronggeng mnta Tumbal yaaa ❓❓
maaf yaa kak ,, mmg TDK ada warga yg ngomong / ngadu ke orang tua nya Kiara yaa kalau anak nya JD Jalang Sampah Masyarakat 😤😤
Mungkin di mata Rama, Nyai Punden Ronggeng seperti Kiara kali yah.. 😁😁🤏
apakah kata-kata Kiara itu akan mjd kutukan untuk Beidah ❓❓
Bagus Rama gak mati di dalam galian kuburan yg di buat nya sndri 🤣🤣
Uang Gajian sebulan malah di berikan PD Kiara ,,, mmg nya nti mo d kasih makan apa tuh keluarga di rumah ,,, tp Alhamdulillah untung nya dh ketahuan duluan 💃
si Kiara di suruh nyari 100 orang laki-laki ,, sdgkan Kiara baru dpt 2 orang ( Tarman dan Rama ) ,,, tinggal 98 laki-laki lagi ,,, mmg kudu ke kota kau Kiara ,,,,,,, gaskeun 🤣🤣
Kiara untung bgt tuh , gak di garap tp ttp dapat uang 5jt dr Rama 💃💃