Tangisan bayi merah itu membuat Kiara menyerah dan menerima keinginan kedua orang tuanya. Menikah dengan ayah kandung dari bayi merah yang baru saja di tinggal kan ibu nya. Kiara mengorbankan cinta dan masa depan nya bersama kekasih hati untuk hidup dengan Bryan dan bayi yang baru saja hadir. Bagaimana kah kisah mereka???? Akankah Kiara kembali lagi ke kekasih nya, atau malah menjalankan rumah tangga bersama Bryan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yora Yul Martika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34
" kamu selalu saja terlambat" Astrid memarahi putra sulung nya yang baru saja datang
" Maaf mah, banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan terlebih dahulu" jawab Bryan kepada mama nya
" Kamu ini, entah kapan akan berubah dan menjadi seperti dulu lagi"
" Mah , please ..."
" Ya yah cepat lah masuk ke ruang ganti dan pakai baju ini " Astrid memberi jas berwarna putih kepada Bryan
" Baiklah "
" CK dimana ruang gantinya " Bryan melihat keliling butik namun semua ruang ganti tertutup
" Loh nak Bryan kok masih di disini?" Ujar perempuan paro baya pemilik butik
"Ehh Tante ..."
" Cepat masuk sini, sekalian ganti baju nya ' ujar perempuan tersebut membawa Bryan ke ruang ganti yang baru saja dia keluar
" Masuk dalam ini Tante?" Tanya Bryan memastikan
" Iya masuklah " ujar nya sembari pergi dari sana
" Hmmm dasar pengantin baru, cari cari istri hihihi ngak apa deh biar saling bantu mereka di dalam" gumam perempuan tersebut tertawa karena ia menduga Bryan mencari ruang ganti yang di tempati kiara
Di tempat lain Kiara malah sedang membuka pakaian nya " hmm sangat malas sekali bukak bukak dress begini" Kiara telah berhasil meloloskan dress tersebut dari tubuh nya hingga kini ia hanya menggunakan dalamn
" Baiklah masuk saja " kriieetttt pintu terbuka
" Aaaaaaaaaaa" pekik Kiara menggema di dalam ruangan ganti begitu pun dengan Bryan
" Mas kamu kenapa asal masuk?" Ucap Kiara menutup tubuh nya dengan kedua tangan sedang kan Bryan dengan secepat kilat membalikan badan
" Tante rose yang nyuruh" ujar Bryan seperti salah tingkah
" Bryan Kiara , kenapa? Apa terjadi sesuatu " suara Astrid di luar
" Nak Kiara Bryan? Kenapa? Kok bisa teriak gitu?" Ujar perempuan paro baya yang bernama rose tersebut pemilik butik ini
" Nga ngak mah , Tan " Bryan kemudian membuka pintu buru buru dan melepaskan nafas kasar
" Kok sesak nafas gitu di dalam? Kenapa? AC nya hidup ko, kayak orang kepanasan aja " ujar Tante rose
" Tante kok nyuruh aku masuk sih, padahal di dalam ada orang " ujar Bryan melihat Tante rosee
" Lah emang nya kenapa Bru? Orang di dalam Kiara istri kamu kok, kan bisa bantu Kiara pakai gaun Lo , cepat masuk lagi " Tante rosee malah memaksa Bryan untuk masuk kembali sedang kan Astrid hanya diam dan menikmati kepanikan anak nya Bryan
" Ehh Tant, ngak ngak " pakkkkkk pintu tertutup dan Bryan dengan cepat membalikkan badan menghadap ke pintu
" Loh loh loh kok mas masuk lagi sih " ujar Kiara sensi
" Hmmm ngak minat juga saya masuk, tapi di paksa dan di dorong. Kamu ngak usah kwatir saya juga ngak berminat melihat semua yang tadi "ujar Bryan dengan tetap menghadap ke pintu
" Ha' semua yang tadi? Maksud nya mas?" Ujar Kiara dengan mata yang menyipit karena malu
' aduhh kenapa saya salah sebut' ujar Bryan di dalam hati
" Ya maksud saya , saya ngak akan lihat kamu tenang saja. Lagi pula bisa kah kamu mempercepat memakai gaun mu itu, dan cepat lah keluar dari sini " tentu saja Bryan cepat ingin Kiara keluar dari sini, karena risih dengan keadaan seperti ini
" Tenang lah mas, aku juga mau cepat tapi ini susah sekali memakai resleting nya " Kiara menjangkau jangkau tangan nya ke belakang namun sangat susah menarik resleting tersebut ke atas
" CK apa kau perlu bantuan " tawar Bryan
" Tidak tidak perlu , aku bisa " dengan penuh keyakinan dan rasa percaya diri Kiara tetap berusaha sekuat tenaga menarik resleting tersebut ke atas meskipun nihil . Kiara tidak bisa melakukan hal tersebut sendiri
Satu dua detik hingga beberapa menit akhir nya Bryan membalikkan badan nya dan berjalan ke arah Kiara " jika kamu ingin cepat keluar dari ruangan ini izin kan saya untuk membantu mu " ujar Bryan sambil mengambil resleting tersebut
Deg
Deg
Deg
Mata Bryan melotot dan gluk glukb Bryan menelan air ludah kasarnya. Tentu saja lelaki normal akan tertarik dan tergoda melirik punggung mulus putih bersih miliknya Kiara .
' kenapa semulus susu seperti ini ' gumam Bryan di dalam hati
" Jika mas ingin membantu cepat lah, jangan memanfaatkan mata untuk memandangi aku " ujar Kiara kepada Bryan
" Tidak usah belagu dan percaya diri , saya hanya memastikan resleting nya yang mana " jawab asal Bryan karena sebenarnya dia sendiri gagal fokus karena pandangan mata nya
" Ha' itu alasan Ngada Ngada banget, emang banyak banget ya resleting di punggung ku" ujar Kiara dengan melongo
" Kamu ingin berdebat atau keluar dari ruangan ini " sreeeeeettr Bryan menaikan resleting gaun putih tersebut lalu tanpa sengaja Bryan melihat kaca yang ada di depan Kiara
Seketika mata Bryan terpana atas pemandang yang ia lihat. Pantulan Kiara di kaca tersebut bak seperti tuan putri yang cantik jelita. Gaun putih dengan leher terbuka namun tetap elegan dengan lengan nya yang panjang membuat Kiara sopan dan anggun memakai nya .
' kenapa dia sangat cantik sekali meskipun dengan rambut hanya di kepang satu ' ujar Bryan di dalam hati
" Bisakah mas sedikit menggeser, karena aku mau lewat dan keluar dari ini . Ruangan nya tiba tiba pengap udara dan sumpek " ujar Kiara melirik Bryan
" Kenapa tidak keluar dari tadi, saya pun sumpek lama lama disini bersama kamu " jawab Bryan tidak mau kalah
" Minggir " Kiara memutar kan tubuh nya hingga menghadap ke Bryan lalu tanpa sengaja dua pasang mata tersebut beradu pandang meskipun hanya sekejap namun hal tersebut mampu membuat disko di hati keduanya
' sial kenapa jantung saya rasa ingin copot, jangan sampai Kiara dengar bisa malu saya ' ujar Bryan berusaha menetralisir kan keadaan jantung nya dengan memejamkan mata dan mengatur pernapasan nya
' jangan gerogi dong, jangan sampai mas Bryan tahu kalau aku lagi dak dik Duk di dalam sana hanya karena tatapan mata nya barusan " Kiara bergumam di dalam hati
Dengan cepat Kiara keluar dari ruangan ganti sedangkan Bryan dengan cepat mengganti jas yang senada dengan Kiara .
***
" Bara apa kamu akan ke kantor?" Tanya Bram kepada anak keduanya
" Iya pah, mulai hari ini aku akan membantu mas Bryan " Jawab Bara
" Alex sudah di Indonesia, papa tahu dia akan melakukan sesuatu yang membuat kita tidak senang. Mungkin kali ini dia akan melakukan lebih dari yang sebelumnya, tapi berusaha lah tetap tenang namun selalu waspada " nasihat Bram kepada bara
" Iya pah, aku akan selalu meng
Nasehat papah"
" Papah tidak pernah meragukan mas mu Bryan, tapi kita harus berfikir jernih dan logis setelah semua yang terjadi pada Bryan, papa tahu sedikit banyak nya fokus Bryan tetap terganggu apa lagi sekarang dia menikah dengan Kiara dengan paksaan, papa kwartir jika....."
" Tidak ada yang perlu di kwatir kan pah, Bara tahu dan yakin mas Bryan adalah lelaki tangguh dan kuat yang bara kenal. Mengenai Kiara papa juga tidak perlu kwatir, Bara mengenai nya satu Minggu terakhir ini, tapi Bara tahu jika dia adalah wanita tangguh dan kuat . Bahkan kiara adalah perempuan cerdas dan baik pah " jawab bara meyakinkan papa nya
" Semoga ya nak , papa tidak tahu sampai kapan om mu Beni akan bersikap seperti ini kepada kita. Padahal kamu tahu sendiri bahkan almarhum opa memperlakukan papa dan beni sama . Papa bingung dengan kemauan mereka yang tidak habis nya ingin menghancurkan keluarga kita " ujar Bram menggeleng kan kepala nya karena bingung dengan sifat adik nya yang satu ayah