"Tugasku adalah menjagamu, Leana. Bukan mencintaimu."
Leana Frederick tahu, ia seharusnya berhenti. Mengejar Jimmy sama saja dengan menabrak tembok es yang tak akan pernah cair.
Bagi Jimmy, Leana adalah titipan berharga dari seorang sahabat, bukan wanita yang boleh disentuh.
Hingga satu malam yang menghancurkan batasan itu. Satu malam yang mengubah perlindungan menjadi sebuah obsesi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 30
"Tidurlah lebih lama lagi pagi ini," bisik Jimmy merapikan selimut yang membungkus tubuh Lea dengan perlahan.
Lalu membungkuk, mendaratkan kecupan lama di kening gadis itu sembari menghirup aroma vanila yang menenangkan sebelum beranjak.
Lea hanya bergumam kecil dalam tidurnya, tampak sangat pulas dan terlindungi setelah badai yang mereka lalui semalam.
"Untung saja tidak ada gangguan semalam. Jadi, aku bisa leluasa memberikan Lea lebih banyak benihku," gumamnya sembari melangkah keluar kamar.
Begitu ia menutup pintu, seseorang sudah menunggunya.
"Keluar dari kamar cucuku di jam sepagi ini? Kau benar-benar sudah tidak punya urat malu!" seru William berdiri tak jauh dari sana dan bertumpu pada tongkat peraknya.
Matanya menyisir penampilan Jimmy, dimana kemeja yang Jimmy kenakan sedikit kusut. Juga rahang yang lebam akibat pukulan Daren semalam.
"Aku hanya memastikan dia tidur dengan nyenyak, Tuan Besar," jawab Jimmy dengan lirih agar tidak membangunkan Lea.
"Memastikan dia tidur atau memastikan kau sudah menodai masa depannya?!" William melangkah maju, ketukan tongkatnya di lantai terdengar seperti lonceng kematian.
"Kau pikir aku buta? Aku tahu pria macam apa kau ini. Kau hanya parasit yang memanfaatkan kebaikan Diego untuk merayap masuk ke dalam selimut cucuku!" maki William.
Jimmy terdiam, matanya menatap lurus ke arah pria tua yang berada di depannya ini tanpa rasa takut.
"Saya mencintai Lea. Dan dia mencintai saya. Itu bukan soal parasit atau memanfaatkan siapapun."
"Cinta?!" William tertawa hambar dan terdengar sangat menghina. "Cinta tidak bisa membayar aliansi bisnis! Cinta tidak bisa menjaga nama baik keluarga! Kau itu tidak setara dengan kami. Kau hanya orang miskin yang dipungut dari jalanan Italia oleh menantuku. Kau tidak punya nama, tidak punya harta, dan usiamu? Kau sudah tua! Kau hampir kepala empat sementara Leana baru memulai hidupnya. Kau tidak lebih dari sekadar pengawal yang lupa tempat!"
Jimmy melangkah lebih dekat, membuat William sedikit tersentak. Aura Jimmy mendadak berubah menjadi sangat dominan dan mengintimidasi, persis seperti predator yang sedang dipojokkan.
"Status? Harta?" Jimmy tersenyum tipis. "Tuan Besar, anda terus bicara soal kesetaraan, tapi anda ingin menikahkan cucu anda dengan Aaron, pria yang menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh calon suami cucu anda sendiri di mall demi ego pribadinya. Apa itu yang anda sebut setara?"
"Calon suami? Apa kau sudah tidak waras! Berhenti mengigau! Soal Aaron, dia adalah calon cucu menantu yang menguntungkan!"
"Tapi jika itu terjadi, keluargamu akan membusuk di tangan seorang pecandu dan pengecut," potong Jimmy tajam.
"Jaga bicaramu! Miskin tetaplah miskin!" William menunjuk Jimmy dengan marah.
"Anda bilang saya miskin? Mungkin benar, saya tidak punya gedung pencakar langit atas nama saya sendiri. Tapi saya punya sesuatu yang tidak dimiliki Aaron atau pria-pria bangsawan pilihan anda."
"Apa itu? Nyawa cadangan?" sindir William ketus.
"Kesetiaan yang tidak bisa dibeli dengan seluruh kekayaan Frederick bahkan Van Der Holt," balas Jimmy dengan tenang. "Dan satu hal lagi yang perlu anda ketahui, Tuan Besar. Saya bukan lagi sekadar pengawal yang dipungut dari jalanan. Jika anda begitu memuja status dan kekayaan, anda mungkin perlu memeriksa kembali siapa sebenarnya pemilik sah dari aset-aset yang dikelola oleh Daren di Italia. Nama ibuku, Sofia Harley, adalah pemilik tunggal dari separuh pelabuhan yang anda incar untuk ekspansi bisnis anda tahun depan."
William tertegun dengan mata melotot. "A–apa kau bilang?"
"Daren mencurinya melalui Tania, tapi darah tidak bisa berbohong di depan hukum waris Italia. Aku sudah memproses semuanya. Jadi, jika anda bicara soal setara secara finansial, mungkin sebentar lagi saya yang harus mempertimbangkan apakah keluarga Frederick atau Van Der Holt cukup layak untuk beraliansi dengan saya."
William terdiam, lidahnya kelu. Ia mencari celah untuk membantah, namun sorot mata Jimmy yang penuh kepastian membuatnya sadar bahwa pria di depannya ini bukan lagi James si anjing penjaga yang bisa ia tendang sesuka hati.
"Jadi, berhentilah menghina pria yang baru saja menyelamatkan cucu anda dari predator licik seperti Aaron," lanjut Jimmy dengan nada yang sangat tenang. "Sekarang, jika anda mengizinkan, saya harus membuatkan sarapan untuk Lea. Dia butuh banyak tenaga setelah malam panjang yang baru saja kami habiskan berdua."
Jimmy melangkah melewati William begitu saja, meninggalkan pria tua itu mematung dengan wajah pucat dan tangan yang gemetar memegang tongkatnya.
William pria yang paling ditakuti di dinasti itu, baru saja dibuat mati kutu oleh pengawal yang selalu ia rendahkan.
"Dasar pengawal tidak tahu diri! Mana mungkin dia pewaris bisnis keluarga Harley. Dia pasti hanya menakuti ku saja. Ya, hanya itu!" William mencoba meyakinkan dirinya sendiri.
apaan coba lagi lagi gak bisa menahan keinginanmu untuk menanam saham itu🤣🤣
ingat Lea terburu buru ada kelas pagi 😭
ini malah berharap kecambahnya tumbuh 🤣🤣
udah ganti sekarang bukan Jimmy lagi
Diego pria itu sudah menyentuh putrimu lebih dari satu kali
kecanduan dia pengen terus🤣
hadapi dulu calon mertua mu itu hahaha🤣🤣🤣
rasanya pengen tertawa ,menertawakan Wil Wil arogan itu
Tuan Wil mau nikah lagi anda?
bentar nanti di carikan sama pembuat cerita ini 😂
.jawab jim😁😁