Alana Liora Argantara, Gadis nakal yang mendapat julukan murid abadi hanya karena dia pernah tertinggal kelas.
Kedua orang tuanya sudah pasrah menghadapi kenakalan putrinya. Untuk itu mereka berniat menjodohkannya dengan seorang guru.
Tentu saja Alana menolak keras dengan dengan berbagai alasan. Tapi dengan ancaman ayahnya, Alana mengalah.
Bara Erfian Rahardian, guru killer yang dihindari oleh semua siswa. Suatu hari dia tidak sengaja bertemu dengan gadis nakal. Dan ternyata gadis itu adalah Alana, orang yang akan dijodohkan dengannya.
Terjadi perdebatan saat mereka tahu satu sama lain. Tapi mereka tidak punya pilihan selain menerima perjodohan tersebut. Mereka membuat perjanjian dan sepakat menyembunyikan pernikahan mereka.
Kehidupan rumah tangga tanpa cinta dan pertemuan yang meninggalkan kesan yang mengesalkan membuat mereka terus berdebat setiap hari. Bagaimana kelanjutan rumah tangga mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 Percobaan Penculikan
Seperti biasa, Alana pulang seorang diri. Dia menunggu bus di halte tapi anehnya tidak ada siapapun di sana. Padahal setiap dia pulang sekolah, banyak orang yang menunggu bus seperti dirinya. Tapi Alana mencoba tidak perduli dan memilih menunggu sambil memainkan ponselnya.
Tapi tanpa gadis itu sadari, ada mobil mencurigakan yang terparkir tidak jauh dari halte bus. Dua pria dengan menggunakan penutup kepala terlihat keluar dari mobil tersebut dan mendekati Alana yang duduk seorang diri.
Mereka mendekat sambil melihat kesana-kemari, dan saat dirasa aman, salah satu dari pria itu membekap mulut Alana.
Gadis itu tersentak dan secara refleks menyikut perut pria itu hingga mengaduh kesakitan. Alana menggunakan kesempatan itu untuk kabur. Tapi salah satu dari pria itu mengejar Alana sedangkan yang satunya lagi kembali ke mobil dan mengejar menggunakan mobil.
"TOLONG!!" Alana terus berteriak sambil berlari dari kejaran pria yang mencoba menculiknya. Hingga dia melihat ada sebuah toko. Dia masuk ke toko tersebut dan bersembunyi.
"To-tolong!!" lirih Alana dengan nafas terengah-engah
Para pelanggan di toko tersebut terlihat bingung. Alana menunjuk keluar dimana ada pria yang menggunakan penutup kepala, berdiri di depan toko. Melihat hal itu, mereka tahu situasi sedang tidak baik-baik saja. Mereka segera menghubungi polisi, bahkan ada yang keluar dan melempari penculik tersebut menggunakan batu.
"Tenanglah gadis kecil, kau aman sekarang." seru salah satu pelanggan
"Te-terimakasih Bu." jawab Alana. Dia melongok keluar dan tidak melihat kedua pria itu lagi. Tapi, rasa takut masih menyelimutinya. Dia mengambil ponselnya dan menghubungi Bara
"Halo Alana, ada apa?" tanya Bara di seberang sana
"Ha-halo Mr. Bi-bisa kau menjemput ku? A-aku takut." seru Alana dengan suara gemetar
"Ada apa Alana?" tanya Bara khawatir
"A-aku takut Mr." suara Alana tercekat. Dia menangis jika teringat dirinya yang hampir saja di culik
"Oke, sekarang katakan padaku!! Kau ada di mana? Aku akan segera kesana." seru Bara
"A-aku ada di toko tidak jauh dari halte bus." seru Alana
Tanpa menunggu, Bara segera bergegas menemui Alana di toko yang dimaksud. Dia begitu khawatir karena suara Alana terdengar begitu ketakutan. Apa sebenarnya yang terjadi?
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Bara sampai di toko tersebut. Dia masuk dan mencari Alana yang ternyata di tenangkan oleh pemilik toko. "Alana!!" panggil Bara
Alana menoleh dan berlari memeluk Bara. "Mr!! Aku takut, Mr. Aku takut."
"Tenang dulu, Oke!! Ceritakan pelan-pelan, apa yang terjadi?"
"Nona ini tadi di kejar oleh dua pria yang mencurigakan. Sepertinya mereka penculik." kali ini si pemilik toko yang berbicara
"Astaga, tapi kau tidak apa-apa, kan?" tanya Bara yang dijawab anggukan oleh Alana. Bara merasa lega dan kembali memeluk Alana. Dia mengucapkan terimakasih pada pemilik toko dan semua orang yang ada di sana dan pamit membawa Alana pulang
Di perjalanan, Alana terlihat gelisah. Dia seolah trauma dengan apa yang baru saja dia alami. Bahkan kedua tangan gadis itu masih gemetaran. Hal itu membuat Bara semakin khawatir. Dia menggenggam tangan Alana dan berkata, "Kau aman sekarang Alana. Ada aku di sini. Jadi kau tidak perlu takut."
"Ta-tapi, bagaimana jika mereka datang lagi Mr?"
"Itu tidak akan terjadi. Jadi, tenanglah!!"
Alana mengangguk dan mencoba untuk tenang. Dan tidak membutuhkan waktu yang lama, mobil Bara sampai di pekarangan rumah. Bara turun terlebih dahulu dan langsung mengunci pagar rumahnya. Dia kembali ke mobil dan membukakan pintu untuk Alana, "Ayo turun!!" ajak Bara
Alana mengangguk dan turun dari mobil. Matanya melihat kesana kemari, memastikan jika tidak ada orang mencurigakan yang mengikuti mereka.
Melihat hal itu, Bara langsung memeluk Alana dan membawanya masuk ke rumah. Dia mengantar Alana ke kamarnya dan memintanya untuk istirahat. "hari ini biar aku yang memasak. Kau istirahatlah!!" seru Bara
Alana kembali menganggukkan kepalanya pelan. "Iya Mr."
Bara mengusap kepala Alana dan keluar dari kamar gadis itu. Dia harus berganti pakaian dan menyiapkan makan siang untuk keduanya. Tapi baru saja dia masuk ke kamarnya, tiba-tiba dia di kagetkan oleh Alana yang menerobos masuk ke kamarnya.
"Ada apa Alana? Kau membutuhkan sesuatu?" tanya Bara yang di jawab gelengan oleh Alana. Dan hal itu membuat Bara bingung.
"I-itu... Bolehkah aku di kamarmu saja? A-aku takut di kamar ku sendirian." seru Alana
Bara mengangguk. Dia menemani Alana istirahat di kamar. Sampai-sampai dia lupa menyiapkan makan siang. "Apa kau masih ingat ciri-ciri mereka?" tanya Bara
Alana terdiam, mengingat saat kedua penculik itu mengejarnya, "Mereka memakai baju serba hitam dan penutup kepala. Salah satu dari mereka sepertinya mengendarai mobil."
"Hanya itu?" tanya Bara lagi yang dijawab anggukan oleh Alana
"Baiklah, sekarang kau istirahatlah."
Alana kembali mengangguk dan mulai memejamkan matanya. Berada di dekat Bara membuatnya merasa sedikit lebih aman. Hingga tidak berapa lama, Alana sudah terlelap dalam tidurnya.
Bara tersenyum dan menyelimuti tubuh Alana. Dia mengusap rambut Alana dan mengecup singkat kening gadis itu. Dia beranjak dari tempat tidur dan menghubungi seseorang untuk mencari tahu tentang percobaan penculikan yang baru saja terjadi pada Alana.
Bara tidak akan membiarkan siapapun mencelakai Istrinya. Dia akan mencari kedua penculik itu walaupun sampai ke ujung dunia sekalipun.
sungguh mantap sekali ✌️🌹🌹🌹
terus lah berkarya dan sehat selalu