Mawar adalah anak ke 2 yang di paksa harus selalu mengalah dengan adik nya, Mawar di bedakan oleh ibu nya.
Mawar harus selalu mengalah demi sang adik, Mawar di perlakukan seperti anak tiri. Penderitaan Mawar semakin pedih saat ayah nya meninggal dunia, sikap ibu nya semakin menjadi terhadap diri nya.
Untung saja kakak laki - laki Mawar bisa melindungi diri nya, sebagai sang kakak dia tidak rela melihat penderitaan sang adik.
Sang kakak bahkan rela menolak beasiswa nya di sebuah universitas ternama karena dia tidak ingin meninggal kan Mawar sendirian.
Ikuti kisah Mawar dalam mengarungi kehidupan di bawah tekanan sang ibu dab juga adik nya, bisa kah ibu nya Mawar menyayangi Mawar seperti dia menyayangi putri bungsu nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
Mawar sangat bersyukur karena ibu nya dan juga Indah bersikap baik pada nya, tapi Mawar tidak menyadari bahwa semua nya adalah palsu. Bu Munah bersikap baik pada Mawar karena dia tahu saat ini Mawar memiliki banyak uang dan dia bisa memanfaat nya untuk kepentingan Indah.
Mawar sendiri begitu royal pada keluarga nya, apa pun yang di minta Indah dan bu Munah pasti dia turuti. Mawar hanya menginginkan satu hal, yaitu mendapat kan kasih sayang yang selama ini tidak pernah dia dapat kan.
"Mawar, ibu mau berangkat ke kebun dulu nak. Nanti kamu tolong cuci pakaian sekolah nya Indah, dia tidak terbiasa mengerjakan semua nya!" Bu Munah berkata pada anak nya dengan lembut.
"Iya bu, setelah Mawar selesai mencuci piring nanti Mawar akan mencuci nya!" Jawab Mawar yang saat ini masih berkutat dengan tumpukan piring kotor yang ada di hadapan nya.
Mawar merasa sangat bahagia, karena kini perlahan sikap ibu nya mulai berubah. Walaupun Mawar masih harus mengerjakan semua nya sendiri, tapi setidaknya bu Munah sudah mulai berbicara lembut pada nya. Tidak seperti sebelum nya, selalu mencaci maki Mawar seperti seekor binatang.
Setelah selesai mencuci setumpuk piring kotor, Mawar segera mencuci seragam dan perlengkapan sekolah milik Indah yang lain nya. Sedang kan Indah sampai saat ini masih tertidur dengan nyenyak di kamar nya.
Tapi tanpa Mawar sadari, ternyata Indah sudah bangun sejak tadi. Dia sengaja bangun lebih awal karena tadi malam dia belum sempat mencari barang- barang milik Mawar yang lain nya. Indah mengintip Mawar yang sedang sibuk di kamar mandi dan dia pun bergegas masuk ke dalam kamar nya Mawar dan menutup kembali pintu nya dari dalam.
"Tadi malam aku berhasil mendapat kan uang nya Mawar, maka aku yakin bahwa Mawar memiliki barang- barang yang lain nya yang bisa aku ambil!" Guman Indah sambil membuka tas milik nya Mawar.
"Rupa nya sekarang dia sudah mulai melakukan perawatan tubuh, wajar saja dia semakin cantik dan orang - orang kampung selalu memuji nya. Ternyata sekarang Mawar sudah pintar merawat tubuh nya!" Guman Indah ketika dia menemukan kotak berisi bedak milik Mawar, serta lipstik dan juga body lotion.
Indah mengambil semua nya, rasa iri dan dengki yang ada di dalam hati nya membuat nya tidak rela jika Mawar terus di puji orang- orang karena kecantikan nya. Tidak hanya itu, Indah pun membuka lemari pakaian milik Mawar dan melihat beberapa potong baju milik Mawar, baju - baju itu memang masih baru karena baru di beli oleh Mawar beberpa bulan yang lalu.
"Kau tidak pantas memakai pakaian bagus seperti ini Mawar, kau pantas nya memakai baju - baju bekas saja!" Mawar berkata pada diri nya sendiri sambil tangan nya mengambil semua baju - baju itu.
Setelah mendapat kan apa yang dia cari, Indah pun bergegas keluar dari dalam kamar Mawar dengan cara mengendap - endap agar tidak ketahuan. Indah kembali ke dalam kamar nya lalu menyembunyikan semua barang yang dia ambil dari dalam kamar Mawar di suatu tempat yang aman.
"Rasakan kamu Mawar!" Guman Indah sambil merebah kan tubuh nya kembali di atas tempat tidur nya.
Indah kembali pura - pura tidur agar Mawar tidak curiga pada diri nya, sejak dulu memang Indah sangat pintar dalam hal beracting dan membolak - balik kan fakta yang ada.
"Alhamdulillah, selesai juga!" Mawar yang sudah selesai mencuci pakaian orang satu rumah pun merasa lega.
Kini Mawar beralih pada tugas nya yang lain, yaitu memberes kan rumah. Mawar tidak ingin menunda waktu lagi, dia pun bergegas membersih kan rumah. Setelah semua nya beres, akhir nya Mawar pun segera mandi.
Guyuran air yang dingin membuat Mawar merasa lebih fresh dan bisa menghilang kan rasa lelah nya setelah mengerjakan pekerjaan rumah tadi.
Tapi alangkah terkejut nya Mawar ketika dia sudah selesai mandi dan dia ingin menggunakan body lotion nya, dia tidak menemukan lagi benda itu.
"Kemarin kan aku bawa body lotion, bedak, sama lipstik, tapi kok sekarang udah gak ada!" Mawar pun merasa heran dan tampak dia mengernyit kan dahi nya.
Mawar mengeluarkan semua isi tas nya, tapi tetap saja dia tidak menemukan apa yang dia cari.
"Kok bisa gak ada, apa mungkin kemarin memang aku lupa membawa nya!" gumam Mawar lagi.
Tiba - tiba netra Mawar beralih pada dompet nya, dia segera meraih benda berbentuk persegi panjang itu dan membuka nya.
"Semua uang ku juga udah gak ada lagi, padahal kemarin uang nya masih ada!" Mawar menutup dompet nya.
Mawar bisa menebak siapa yang mengambil uang nya dan barang - barang milik nya yang lain, sudah pasti Indah. Karena Mawar tahu persis bagai mana sifat Indah. Indah tidak pernah rela jika Mawar memiliki sesuatu yang tidak dia miliki, sejak dulu Indah memang sudah bersikap seperti itu.
"Pasti Indah yang mengambil semua nya, tapi jika aku bicara dengan nya, maka dia pasti tidak akan mengaku!" Batin Mawar sambil memperhatikan dompet nya yang sudah kosong.
Ketika membuka lemari pakaian usang milik nya, Mawar tidak lagi menemukan beberapa potong baju yang kemarin dia bawa dari kota L. Beberapa potong baju yang dia beli dengan uang gaji nya juga sudah lenyap di gondol maling.
"Ternyata Indah tetap tidak berubah, dia masih saja seperti dulu!" Guman Mawar sambil menggeleng kan kepala nya.
Mawar memeriksa uang yang di simpan nya di balik selembar foto usang milik nya yang ada di dalam dompet itu. Dia merasa lega, karena Indah tidak melihat uang yang dia selip kan di sana.
"Alhamdulillah, ternyata masih ada!" Mawar mengucap kan syukur saat melihat uang yang dia selip kan di sana masih ada.
Mawar memang sudah bersikap awas sebelum nya dengan menyimpan uang di tempat yang terpisah, Mawar merasa belum begitu yakin bahwa ibu nya dan juga Indah benar - benar tulus pada nya.
"Kak Mawar, aku keluar dulu ya sama teman - teman!" Tiba - tiba Indah sudah berdiri di depan pintu kamar nya.
"Iya, hati - hati dan jangan pulang malam!" Mawar mengingat kan adik nya sambil tersenyum.
"Iya kak!" Jawab Indah sambil berlalu.
Mawar memperhatikan bibir Indah yang sudah di olesi lipstik berwarna nude, Mawar tahu itu adalah lipstik milik nya yang di curi oleh Indah. Selama ini memang Indah tidak pernah punya lipstik berwarna nude.
Mawar tidak mau menceritakan semua nya pada ibu dan juga kakak nya, karena Mawar tidak mau merusak hubungan antara dirinya dan juga bu Munah yang baru saja mulai membaik.
mungkin Dr kecil di buli mkne otaknya gk jalan jd bego.
coba km punya sedikit pinter pasti kau hajar adikmu itu. sayangnya km in oon.
baik tp bodoh buat apa ya buat di injak injak dan di jadikan sapi perah.
dan lgi" sll mawar harus jdi org bodoh...
🤣🤣🤣🤣. jelek banget novel nya.
ah tp terserah othor aja ngikutin alur sampe mana mawarnya di buat bodoh
djadiin babu gratisan dan diperas hasil krjamu
coba jd wanita elegant pinter gk mudah di tindas gk tolol bin bulol pasti juga gk akn di tindas.
Ya krn km wanita yg mudah di manfaat kan, 😄🤣. baik sih hatimu tp baik nya tu baik baik bodoh.