NovelToon NovelToon
Penyesalanmu Mas

Penyesalanmu Mas

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikah Kontrak / Berbaikan
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Risnawati

"Apakah kamu kira tempurung pantas merangkai permata? Mana mungkin anakku pantas bersanding dengan gadis miskin tak berpunya seperti dirimu!"

Runi ternhenyak menahan segala rasa akit di hatinya atas hinaan yang di lontarkan oleh nenek dari bayi yang di kandungnya.

"Mas, kamu akan bertanggung jawab 'kan?" tanya runi pada lelaki yang telah menodai dirinya. meskipun ia sangat mencintai lelaki itu, tetapi tak pernah ada niat sedikitpun untuk melakukan perbuatan dosa. semua yang terjadi karena paksaan oleh lelaki itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Risnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hubungan mulai membaik

Di perjalanan pulang. Tak ada yang mengeluarkan suara diantara mereka. Sesekali Runi melirik lelaki yang ada di sampingnya. Ada perasaan bahagia yang tak bisa ia ungkapkan saat mendengar ucapan Yandra yang mengatakan dia tidak ada hubungan dengan Gracia. Berarti selama ini dugaannya salah.

"Mas, terimakasih ya?" Ucap Runi membuka suara.

"Tidak perlu berterima kasih. Aku hanya ingat ucapan Papa. Jangan sampai kamu mengadu lagi karena aku tidak membelamu saat ada yang menyakiti kamu," jawab lelaki itu masih gengsi mengakui dirinya yang sudah mulai perhatian pada wanita itu.

Runi tersenyum tipis. Kenapa setiap ucapan ayah anaknya itu selalu saja membuat perasaannya sedih. Ah tapi ia tidak boleh terlalu baper. Apapun alasan yang di kemukakan oleh Yandra, yang jelas ia sudah di bela dan di lindungi dari orang jahat seperti Gracia.

"Nggak pa-pa kok, Mas. Mungkin sekarang apa yang mas lakukan karena terpaksa, tetapi aku berharap suatu saat nanti mas melakukannya karena memang rasa cinta dan kasih sayang," jawab Runi tersenyum teduh.

Yandra menoleh sesaat, lalu kembali fokus mengemudi. Tak ada lagi percakapan diantara mereka.

Sesampainya di rumah pasangan itu sudah di sambut oleh Nyonya Emeli. Tatapan wanita paruh baya itu begitu tajam.

"Sore, Ma!" Ucap Runi mengulurkan tangannya untuk menyalami.

"Nggak perlu!" Nyonya Emeli menjauhkan tangannya saat Runi hendak meraihnya.

"Mulai sekarang kamu nggak usah berlagak menjadi wanita yang sopan di hadapan aku! Karena sampai kapanpun kamu tidak akan pernah aku terima menjadi menantuku!" Bentak wanita itu menatap kesal.

Lagi-lagi Runi tersenyum dan berusaha untuk menekan rasa sabar di hatinya.

"Nggak perlu di ucapkan berulangkali, Ma. Dari awal aku juga sudah tahu bahwa Mama tidak pernah menganggap aku sebagai menantu. Tetapi aku nggak marah kok. Karena aku tetap menganggap mama sebagai ibu mertua aku yang baik dan cantik," jawab Runi begitu tenang.

"Nggak perlu kamu menganggap aku sebagai mertua. Aku tidak sudi!"

"Terus, aku mau anggap mama apa dong? Nggak mungkin aku anggap mama sebagai teman. Tapi kayaknya nggak pa-pa juga sih, aku anggap mama teman julid lebih baik kali ya. Hihi..."

"Kamu...." Wanita baya itu menggeram kesal.

"Sudahlah, sekarang kamu masuk sana!" Titah Yandra. Ia melihat suasana mulai tidak kondusif.

Runi mengangguk patuh. Ia segera masuk tanpa menghiraukan bagaimana ibu mertuanya menatap tidak suka. Sesampainya di kamar, Runi menjatuhkan bokongnya di bibir ranjang. Ucapan mama Emeli masih terngiang-ngiang di telinganya. Di benci oleh ibu mertua bukanlah hal yang mudah ia jalani. Namun, ia berusaha untuk tetap waras agar kondisinya tidak drop, terutama menjaga bayi yang ada di kandungannya.

"Aku tidak boleh sedih, ya Allah. Beri aku kekuatan dan jaga lisanku agar tak menyakiti perasaan Mama," Do'a wanita itu tak kuasa menahan air matanya. Ya meskipun ia tidak yakin untuk tak membalas setiap kata-kata menyakitkan yang keluar dari mulut ibu mertuanya. Tetapi setidaknya jangan pernah ia berkata buruk atau mendoakan yang tidak baik.

Sementara itu Yandra di cegat oleh sang mama. Tentu saja wanita itu memberi ultimatum karena Yandra sudah berani menyakiti perasaan Gracia.

"Apa yang membuat kamu ikutan membela Runi? Apakah kamu sudah mulai menyukainya?" Tanya Mama menatap curiga. "Lama-lama sudah seperti papamu saja ya?"

"Ya, papalah alasan kenapa aku ikutan membela Runi. Apakah mama mau Runi mengadu pada Papa? Terus kita di usir oleh Papa dari rumah ini. Lalu setelah itu papa membawa Runi untuk tinggal di rumah mommy Amira. Dan akhirnya mommy Amira sangat bersyukur karena papa kembali seutuhnya kepada mommy," ucap Yandra membuat wajah nyonya Emeli tampak cemas.

"Nggak, papa kamu nggak mungkin melakukan hal itu. Mana mungkin Papa mau mengusir kita demi membela wanita itu," jawab nyonya berusaha membuang segala rasa takutnya.

Yandra tersenyum tipis. "Mama tidak percaya jika papa berani melakukan hal itu? Silahkan saja mama sakiti terus perasaan Runi. Jika perlu mama lakukan kekerasan fisik sedikit saja pada Runi. Agar mama bisa membuktikan bahwa ucapan aku ini tidak akan salah," ucap lelaki itu penuh penekanan.

"Tapi...."

Tin! Tin!

Suara klakson mobil Papa Saga menghentikan ucapan mama Emeli. Terlihat lelaki baya itu baru saja keluar dari mobilnya.

Yandra kembali tersenyum menatap sang Mama. "Bagaimana jika Runi mengadukan sikap mama tadi pada papa? Siap-siap saja Mama pulang ke rumah nenek," bisik Yandra suka sekali melihat ibunya kelimpungan.

"Yandra kamu bicara apa sih? Jika mama di usir oleh Papa, tentunya kamu juga akan di usir," jawab wanita itu menatap kesal.

"Hahaha... Ya nggaklah. Karena aku sudah bersikap baik pada Runi. Aku juga sudah menjadi suami siaga melindungi Runi dari kejahatan orang yang akan berbuat jahat padanya."

"Yandra kamu...."

"Ada apa ini? Kalian membicarakan apa sih?" Tanya tuan Saga membuat ucapan Nyonya Emeli terhenti.

"Ah, nggak lagi bicara apa-apa kok, Pa." Nyonya Emeli segera mengambil tangan sang suami untuk menyalami, lalu di susul oleh Yandra.

"Ayo masuk, Pa. Mama udah masak spesial untuk Papa," imbuh wanita itu bersikap manis sekali.

"Runi mana?" Tanya tuan Saga membuat jantung Nyonya Emeli berasa ingin copot.

"Runi ada di kamar, Pa. Tadi Runi...."

BUGH!

Ucapan Yandra menggantung saat tangan Nyonya Emeli tiba-tiba melayang di punggungnya.

"Ah, Runi ada di kamar. Runi dan Yandra baru saja pulang periksa dengan dokter Vano. Papa jangan khawatir ya, hasil pemeriksaannya baik-baik saja. Benar kan, Yan?" Timpal nyonya Emeli sembari menyenggol lengan putranya.

"Ya, hasilnya baik-baik saja." Yandra mengiyakan.

"Syukurlah jika semuanya baik-baik saja. Kamu harus bersikap lebih baik lagi pada istrimu. Apapun yang di inginkan segera turuti. Jangan membuatnya sedih," ujar Papa tampak lega.

"Baik, Pa. Tapi Mama...."

Lagi-lagi membuat Mama membesarkan mata pada putranya yang menjengkelkan itu.

"Kenapa dengan mama kamu?" Tanya Papa.

"Ah, maksud aku mama sudah mulai akrab dengan Runi. Benar kan, Ma?" Ujar Yandra masih tersenyum melihat ekspresi wajah mama yang ketakutan.

"Ya, mama dan Runi sudah mulai akrab. Semoga bisa lebih baik lagi," jawab wanita baya itu memicingkan matanya dengan perasaan lega.

"Alhamdulillah jika memang begitu. Papa sangat senang mendengarnya. Runi itu adalah wanita yang baik. Dia berhak mendapatkan kasih sayang dari suami dan juga kedua mertuanya. Apalagi sebentar lagi dia akan melahirkan garis keturunan keluarga Sagara. Kita tidak boleh menyakiti perasaannya," jawab lelaki baya itu.

"Seandainya ada yang berani menyakiti Runi, kira-kira apa yang akan papa lakukan?" Tanya Yandra.

"Papa akan melakukan hal yang sama pada orang yang menyakiti Runi. Apalagi jika dia berani menyakiti fisik, maka papa tidak akan segan-segan memasukkannya ke kandang singa," jawab Papa membuat wajah nyonya Emeli seketika pucat pasi.

Yandra tersenyum mendengar ucapan sang Papa. Semoga setelah mendengar langsung dari mulut Papa, membuat Mama jera dan bisa bersikap baik pada Runi. Tak bisa di pungkiri hatinya tidak rela bila mama atau orang lain menyakiti sang istri. Entahlah, apakah karena sudah ada rasa di hatinya pada wanita itu, atau hanya bentuk rasa peduli saja.

Yandra segera masuk kedalam dan membiarkan kedua orangtuanya masih berdiri di sana. Ia memasuki kamar, dan mendapati Runi sedang minum obat.

"Kamu minum obat?" Tanya Yandra membuat Runi terjingkat.

"I-iya," jawab Runi gugup dan seketika menyembunyikan kemasan obat yang ada di tangannya.

Yandra berjalan mendekat. "Kenapa langsung minum obat? Kamu belum makan apapun," intrupsi lelaki itu.

"Udah, aku udah makan salad buah yang aku beli tadi di RS," jawab Runi jujur.

"Yasudah, nanti kamu harus makan yang mengandung karbo dan nutrisi lainnya. Kamu harus melawan segala rasa mual kamu," ujar lelaki itu tak ingin di bantah.

"T-tapi, Mas...."

"Jangan membantah, Runi. Kamu ingin bayi kamu tumbuh sehat 'kan?"

"Bayi kita, Mas," ralat Runi tersenyum manis.

"Ck, apaan sih. Aku tidak akan mengakui sebelum hasil tes DNA itu keluar," ujar Yandra berdecak.

"Iya deh, tapi aku senang karena mas Yandra sudah mulai perhatian meskipun belum melihat hasilnya,'' Ujar wanita itu masih tersenyum manis.

Yandra tak lagi menggubris ucapan runi, ia memilih masuk ke kamar mandi untuk membersih diri. entah kenapa wanita itu menanggapi begitu santai setiap ucapan orang yang berkata tidak baik padanya.

Runi segera menyediakan pakaian ganti untuk Yandra. hatinya cukup bahagia karena sikap lelaki itu sudah mulai membaik dari yang biasanya. semoga semakin membaik lagi, berharap suatu saat nanti yandra bisa membalas perasaannya sebelum ajal menjemputnya.

Yandra keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk sebatas pinggang. Ia melihat pakaian ganti sudah tersedia di atas ranjang.

''Mas mau minum apa?'' Tanya Runi .

''Nggak usah, aku hanya ingin segera istirahat,'' jawab lelaki itu datar.

''Oh yasudah. Tidurlah, apakah mau aku pijit?'' tawarnya lagi dengan senyum manis.

Yandra tampak berpikir sejenak. Nggak ada salahnya bila ia terima tawaran dari runi, kebetulan hari ini tubuhnya terasa sangat lelah.

''Emangnya kamu bisa mijit?'' tanyanya menatap ragu. Mana mungkin Runi memiliki tenaga, karena seharian tidak makan apapun.

''Mas meragukan aku? ayo sini baring,'' titah wanita itu sembari menepuk sisi tempat duduknya.

Yandra menurut dan segera berbaring di samping Runi. Jangan ditanya bagaimana perasaan runi saat ini. Sungguh ia sangat bahagia berada dekat lelaki kesayangannya.

BERSAMBUNG...

1
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
aduh no komen dulu lihat tokoh utamanya sakit apalagi kalau Sampai meninggal 😭😭😭
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
hihihi kacian
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
gracia ini lama lama kek ulet bulu ya /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
siapa suhunya? mama mertua nya😭🤧
🍁Ƭɧเɛɛ❣️❀∂я 💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
wkwkkk tuan Saga jadi tameng buat Rumi agar nene sihir gak berani macam2
🍁Ƭɧเɛɛ❣️❀∂я 💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Dari cara Yandra memperlakukan Rumi sepertinya dia sudah mulai cinta cuma belom nyadar aja 🤭🤣
Dew666
💜💜💜
Naufal Affiq
semoga yandra benar-benar bisa mencintai runi seutuhnya,
🎀 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я
syukurlah ada perubahan sikap positif Yandra pada Runi. Semoga Yandra setia terus kepada Runi...🥰
dewi
smg yandra benar2 bisa mencintai runi dgn sepenuh hati ....bisa ngak kira2 wkt yadra ke medan runi tinggal d rmh org tua dokter vano saja biar dia tdk seters ngadepin mama nya si yandra
dewi: heeee iya kk smg selalu d berikan kesehatan d tetap semagat dlm berkarya
total 2 replies
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
apa pengangkatan rahim bisa dilakukan setelah bayinya lahir ya pasti ada resikonya karena otomatis setelahnya tidak bisa punya anak lagi , tapi nunggu lahiran juga beresiko karena sudah kanker stadium lanjut 😭
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
kasihan nasib mu Runi 🥲
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
ternyata Runi agresif juga 🤣🤣🤣
🍁Ƭɧเɛɛ❣️❀∂я 💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Vano pasti dilema harus jujur atau menutupi soal penyakitnya sesuai permintaan Runi
🍁Ƭɧเɛɛ❣️❀∂я 💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
kasiann Runi... habis enak enak malah berakhir bencana 😔😥
🍁Ƭɧเɛɛ❣️❀∂я 💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Runi mulai berani juga menggoda duluan😲 🙈🙈
Jengendah Aja Dech
❤️
Naufal Affiq
jujur aja dr vano sama yandra,biar dia tau,bagai mana kondisi istrinya,dan yandra bisa mengambil tindakan untuk kesembuhan runi dsn anak nya,jangan diam aja
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
mamanya lama lama kena stroke ini😭🤣
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
duh rumi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!