Hanya tentang seorang perempuan yang menjadi selingkuhan laki-laki yang katanya mencintai nya.. Benarkah ini cinta atau hanya nafsu semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana kimtae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siap terluka
"Ada apa kamu mengajakku bertemu disini,kita punya rumah.."Namira menatap sendu wajah suaminya.
Jeon terlihat mengeluarkan sebuah amplop dan memberikannya pada Namira. Wanita itu mengambil dan membaca apa yang disodorkan Jeon Respati.Matanya terbelalak tak percaya dengan apa yang tersaji di depan matanya. Surat perceraian dan perjanjian harta gono-gini yang sudah di tanda tangani oleh suaminya. Namira membisu, melirik jari jemari suaminya yang sudah tak lagi memakai cincin pernikahan mereka. Hati Namira mencelos, sudah sejauh inikah jarak di antara mereka. Berhari-hari dia di tinggalkan tanpa kabar berita dan hari ini suaminya berniat mengakhiri pernikahan mereka.
"Pulanglah... Evan menunggu dirumah. Aku yakin kamu hanya sedang bingung saja.Aku akan memaafkan Daddy."
Jeon menatap datar perempuan yang sudah dinikahi olehnya selama lima tahun ini. Dia tak menyangka akan mendapatkan respon seperti itu. Jeon kira Namira akan mengamuk dan memaki dirinya. Makanya kenapa dia memesan ruangan VIP untuk pertemuan mereka.
"Namira mengertilah..aku tidak pernah mencintaimu. Bertahun-tahun aku mencoba tapi tetap rasa itu tidak pernah hadir".
"Kumohon,bertahanlah demi Evan."Namira menangkupkan kedua tangannya.
"Aku tidak bisa..tolong tandatangani kertas itu dan kita akhiri semuanya. Evan tetap putraku, sampai kapanpun dia akan menjadi tanggung jawabku".
"Siapa dia..?siapa perempuan itu, siapa perempuan yang sudah membuatmu jatuh cinta..?"
Jeon tidak menjawab, dia hanya menatap wajah sendu namira sembari menyesap kopinya.Wanita itu terlihat begitu tenang walaupun raut wajahnya jelas sekali terlihat kecewa dan marah. Mata dan hidungnya memerah karena menangis.
"Aku tak akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku, pulanglah..Aku dan putra kita menunggu kedatanganmu"
Namira mengambil tas kecil yang berada di atas meja. Dia meninggalkan Jeon tanpa menoleh lagi. Jeon Respati mengusap wajahnya kasar,dia pikir semuanya akan berjalan lancar.
____________________________
Dibalik kemudi mobil hitam yang di kendarainya,Namira masih meneteskan air mata. Dia sungguh tidak menyangka Jeon akan melakukan ini padanya. Selama menikah Namira tidak pernah membuat Jeon marah ataupun kesal. Ataukah dirinya tidak menyadari hal itu sama sekali.
Mobil hitam itu berbelok masuk ke sebuah hunian megah berpagar tinggi. Namira membunyikan klaksonnya dan pagar itu terbuka. Wanita itu segera memasuki halaman rumah orang tuanya. Dia sudah tidak sanggup lagi menyimpan semuanya sendiri. Rumah tangganya akan dia pertahankan bagaimana pun caranya.
"Namiii..."Sherly bergegas mendekati putri kesayangannya.Wanita paruh baya itu sangat senang melihat putri bungsunya menyambangi kediaman mereka.
"Apa kabar kamu sayang..?"mereka berpelukan dengan sangat erat. Namira tergugu dipelukan ibunya, wanita yang melahirkannya itu tersentak mendengar isakan di dadanya.
"Ada apa..?apa yang terjadi?" Sherly membimbing Namira untuk duduk bersamanya. Setelah menyuruh asisten untuk membuatkan minuman dia segera meminta Namira untuk menceritakan apa yang terjadi.
"Jeon ingin bercerai..aku sama sekali tidak tau apa yang terjadi,dia tidak menyentuhku setahun belakangan ini. Beberapa hari ini dia juga tidak pulang kerumah,apa yang harus aku lakukan maa..."tangisan Namira terdengar begitu memilukan.
"Aku sadar pernikahan kami hanya sebuah perjodohan bisnis tapi aku sangat mencintainya ma..aku ingin bersama Jeon sampai mati. Apalagi sekarang Evan sudah mengerti jika Daddy nya tidak lagi ada waktu untuk keluarga.Sakit ma.. disini sakit sekali".Namira memukul-mukul dadanya yang terasa sesak.
Sherly menahan amarahnya, dia segera mengambil ponsel dan berniat menelpon suaminya yang masih di kantor.
"Apa mertuamu sudah tau.."?
Namira menganggukan kepalanya dan itu semakin membuat dada Sherly merasa sesak.
"Jika orang tuanya tidak bisa menghentikan suamimu,biar papa mu yang menyeretnya untuk pulang.."