NovelToon NovelToon
WABAH

WABAH

Status: tamat
Genre:Penyelamat / Hari Kiamat / Horror Thriller-Horror / Sci-Fi / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Ledakan pada sebuah laboratorium saat anak kelas XII IPA sedang praktek fisika, menjadi sebuah tragedi yang menagkibatkan menyebarnya wabah.

Zach dan Carol serta murid yang lain menjadi korban peristiwa tragis itu. Wabah penyakit yang menyebabkan manusia berubah wujud menjadi kera.
Virus merajalela,korban berjatuhan. Semua orang berputus asa, akankah dunia kiamat.
Apakah akan ditemukan obat untuk menangkal virus jahat itu.

Siapakah sebenarnya Pak Edward, orang yang menyebabkan virus itu.

Berhasilkah Zach dan Carol menyelamatkan diri?

Siapakah Jhon sebenarnya? pria paruh baya yang mencoba menyelamatkan Zach dan Carol dari daerah pandemi?
apakah pemerintah akan membumi hanguskan kota kecil tempat tinggal.Zach dan Carol.

Yuk simak cerita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4. Pak Edward berubah wujud.

Zach tidak bisa menjawab, karena dia sudah tidak bisa mengontrol dirinya sendiri. Dia mulai berubah menjadi sesuatu yang tidak manusiawi.

Pak Edu terkejut! Dan khawatir sekali kalau perubahan wujud Zach disaksikan oleh murid-muridnya yang lain.

"Ayo, ke ruangan Bapak. Sepertinya kamu keracunan. Tadi kamu bilang digigit serangga, kan?." Pak Edu menarik Zach ke dalam ruangannya. Untuk menyuntikkan obat anti reaksi yang disuntikkannya pada Zach.

"Yang lain tetap ditempat masing-masing!" titah Pak Edward menatap tajam ke arah murid-muridnya. Karena beberapa dari mereka bergerak, termasuk Carol.

Pak Edward segera mengikat tubuh Zach. Di atas meja untuk mencegah Zach meronta saat proses perubahan wujudnya berlangsung. Sebuah handuk kecil juga disumpalkan ke mulut Zach.

Zach meronta, lewat matanya dia protes dan kebingungan. Apa yang akan dilakukan gurunya padanya?

Setelah Mengikat tubuh Zach dengan sempurna. Pak Edward menyuntik Zach. Kedua mata Zach melotot, saat seluruh anggota badannya seolah tarik menarik. Reaksi dari obat itu.

Satu menit, lima menit berlalu. Tubuh Zach yang menegang kembaĺi mengendur dan normal seperti biasa. Pak Edward menyimpulkan, semakin muda usia dan sehat seseorang, obat itu akan bereaksi lebih cepat.

Sebab reaksi obat kepada istrinya setelah 48 jam. Ke tubuhnya 30 menit. Dan reaksi tubuh Zach, hanya 15 menit. Reaksinya berbeda-beda dan tergantung fisik seseorang.

Jika reaksi akibat suntikan sedemikian cepatnya bereaksi. Bagaimana kalau obat itu berupa virus. Atau lewat bentuk gigitan? Apakah tetap sama? Pak Edward semakin penasaran.

Pikiran jahat Edward tiba-tiba timbul. Kekecewaannya atas tindakan pemerintah yang menolak hasil penelitiannya. Dengan menarik semua fasilitas penelitiannya. Membuatnya ingin melakukan sesuatu.

Mungkin dengan menjadikan kota ini sebagai kelinci percobaan, pemerintah akan berubah keputusan sepihak itu. Sehingga penelitiannya berlanjut kembali.

"Pak, lepaskan aku. Kenapa Bapak mengikatku?" Zach meronta, kebingungan saat menyadari tubuhnya terikat di atas brankar.

Edward mendekati Zach. Melepas ikatan pada tubuhnya.

"Kamu tidak ingat apa yang terjadi padamu tadi?" Edward mengernyitkan keningnya. Apakah obat itu berpengaruh juga pada memori di otak. Disaat obat itu bereaksi di dalam tubuhnya. Dia juga tidak ingat apa yang terjadi dengan tubuhnya tadi. Hingga murid-muridnya menggedor pintu ruangannya, membuatnya kebingungan.

Pantasan istrinya juga tidak pernah memprotes cara pengobatannya. Dia pikir semua itu karena pengaruh kanker yang menggerogoti tubuh istrinya. Ternyata reaksi obat itu sedemikian luar biasa pengaruhnya ke tubuh manusia.

Sedangkan tubuh hewan yang menjadi objek percobaannya belum terlihat pengaruhnya. Hewan-hewan itu masih tampak normal. Ataukah prosesnya lebih lambat? Atau sama sekali tidak berpengaruh?

"Ayo keluar dari sini. Teman-temanmu sudah menunggu kita."

Pintu ruangan terbuka. Seluruh mata siswa menatap refleks ke arah pintu.

Carol dan teman-temannya memandang Pak Edward dan Zach dengan rasa penasaran. Terutama Carol, yang begitu khawatir kondisi Zach.

"Apa yang terjadi di dalam sana?" bisik Megan pada Carol. Dia sengaja berpindah tempat duduk kesamping Carol.

Saat melihat Pak Edward muncul bersama Zach. Kondisi Zach tampak lebih baik dari tadi. Seolah tidak terjadi apa-apa. Sangat kontras dengan keadaannya tadi yang nampak menahan sakit.

Zach menghampiri tempat duduk Carol. Tersenyum santai seperti biasanya. Membuat Carol, dan lainnya heran.

"Apa yang terjadi dengan kamu disana, Zach? Apakah kamu baik-baik saja?" bisik Carol lirih.

Matanya menatap tajam ke arah Pak Edward. "Sesuatu pasti telah terjadi. Tapi entah apa?" Carol membatin

"Aku baik-baik saja. Bahkan aku tidak pernah sebaik ini."

"Apa yang dilakukan Pak Edu sama kamu?" bisik Carol semakin penasaran. Carol juga belum pernah melihat Zach sebugar itu.

"Tidak ada, aku tidak ingat apa-apa."

"Anak-anak, silahkan perhatikan kemari!" Tiba-tiba, Pak Edward bersuara. mencoba mengurai keheranan para muridnya.

Perhatian para muridnya mengarah padanya. Pak Edward sengaja melakukan itu, karena khawatir Zach aka bercerita pada Carol. Sekalipun Zach telah mengatakan dia tidak ingat apapun. Tetap saja Pak Edward khawatir Zach buka mulut.

Carol tidak bertanya lebih jauh lagi. Namun, rasa curiga itu tetap bercokol di hatinya. Sepulang praktik saja dia bertanya pada Zach. Bila perlu mengancamnya juga.

"Apa kalian sudah membaca lembaran kertas itu. Jika ada yang mau bertanya, silahkan. Sebelum kita lanjutkan pelajaran kita."

Carol menunjuk tangan. Perhatian seluruh siswa beralih padanya.

"Pak, apa sebenarnya yang terjadi pada, Zach?" Mendadak suara dalam kelas yang tadinya hening. Berubah seperti dengungan lebah.

Pak Edward sendiri kaget dengan pertanyaan Carol, yang lari dari pokok pelajaran. Dan dia tahu kalau Carol adalah murid terpandai dalam kelasnya. Dia juga paling kritis pada setiap hal.

Pak Edward harus berhati-hati, kalau tidak Carol bisa menjebak drinya dengan pertanyaan wajar itu. Pak Edward mencium gelagat kalau Carol telah curiga akan sesuatu hal.

"Zach, apakah kamu baik-baik saja?" Pak Edward balik bertanya pada Zach. Mengalihkan!

"Saya baik-baik saja, Pak!" jawab Zach lugas. Pak Edward tersenyum.

"Carol, semoga jawaban Zach, bisa menjawab pertanyaanmu barusan."

"Ya. Tapi bukan jawaban itu yang saya mau, Pak. Saya dan teman-teman bukan anak kecil. Bapak pasti mengerti tujuan pertanyaan saya. Bapak telah menyembunyikan sesuatu dari kami." tantang Carol tegas.

Wajah Pak Edward mendadak pucat! Sikapnya berubah labil. Dia sudah terjebak. Pak Edward merasa terpojok. Tubuhnya mendadak seperti kena kejut aliran listrik. Merasakan sesuatu yang tidak bisa dikontrol.

"A-ada apa, Pak?" tanya Carol dengan nada khawatir. Timbul rasa sesal dalam hatinya. Karena pertanyaannya telah membuat gurunya tampak tertekan.

Pak Edward tidak menjawab, tapi malah memandang ke arah Zach dengan mata yang aneh. "Zach, kamu ... kamu baik-baik saja?" Pak Edward malah balik bertanya pada Zach dengan nada yang tidak biasa.

Zach, heran dengan pertanyaan itu. Buru-buru ia mengangguk. "I-iya, Pak. Saya baik-baik saja."

Pak Edward menghembuskan napas lega, tapi wajahnya masih terlihat tegang. "Baiklah anak-anak, mari kita lanjutkan pelajaran hari ini. Kita akan membahas tentang ..."

Tiba-tiba, Pak Edward merasakan sesuatu yang aneh terjadi pada dirinya lagi. Dari balik lengan kemejanya dia melihat bulu-bulu halus muncul. Beliau panik. Ternyata emosi yang tidak stabil, sangat berpengaruh kuat mengubah wujudnya.

Rasa takut, atau marah akan memacu reaksi dirinya bermutasi. Seluruh tubuhnya mendadak gatal, seiring tumbuhnya bulu-bulu di seluruh tubuhnya. Rasa gatal itu semakin parah, dan dia mulai merasakan perubahan pada dirinya.

Semua itu tidak luput dari perhatian murid-muridnya. Dan kepanikan mulai melanda kelas. Pakaian Pak Edward mulai robek, seiring tubuhnya yang berubah wujud!

Semua siswa menjerit ketakutan. Saat melihat seluruh wujud Pak Edward berubah menjadi makhluk primata!

Para siswa berlarian panik karena ketakutan. Pak Edward yang sudah berubah wujud juga panik dan merasa terancam. Dia melemparkan apa saja benda-benda di sekitarnya. Berlari kesana kemari. Menabrak apa saja.

Semua menjadi kacau! ***

1
vj'z tri
bisa Mak bukan bosa 🤭🤭
Linda pransiska manalu: parah, eror hp Màk. sudah diganti pun mau balik lagi.
total 1 replies
vj'z tri
nanti lagi cerita nya mas bro lagi gaswat ini gaswat 🤧🤧🤧
Linda pransiska manalu: apa mak?
total 1 replies
vj'z tri
cie cie baru ni yey cover nya 🎉🎉🎉🎉
Linda pransiska manalu: diganti Ntoon, hhh
total 1 replies
Erchapram
Mak judulnya typo
Linda pransiska manalu: bah! iya ya. udah dibetulin Mak. makasih ya.
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
cover barunya bagus
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: sama2
total 6 replies
vj'z tri
🎉🎉🎉🎉 seru seru
Linda pransiska manalu
DNA kera itu, penyebab Zach berubah.
Tulisan_nic
Zack di suntik apa sama Pak Edu? kasian loh Zack🥲
vj'z tri
lanjut Mak sat set 🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
Mak tambah lah up nya 🤭🤭🤭🤭
Linda pransiska manalu: Amin, makasih doanya ya.
total 3 replies
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄
lanjut, Kak ...
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄
Lanjut, Kak ...👌🏻
vj'z tri
siapa sih malam minggu ketuk-ketuk pintu hatiku bertanya-tanya🤣🤣🤣🤣
Linda pransiska manalu: sungguh aneh tapi nyata memang dia dia. siang tadi jumpa di depan rumah. senyum senyum padaku, lanjut Mak. 🤭🤣🤣
total 1 replies
vj'z tri
goyang up nya Mak 🎉🎉🎉
vj'z tri
waduh 😅😅😅😅😅
Tulisan_nic
reader juga jadi penasaran nih
Tulisan_nic
jadi inget dulu pas SMA🤭
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
makin menegangkan
Tulisan_nic
Ha? Apa Pak Edu terinspirasi dari teori Carles Darwin
Tulisan_nic
Banyak tuh pejabat yang melendung perutnya, apa karna kualat juga? Entahlah🥲
Linda pransiska manalu: 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!