NovelToon NovelToon
ZIFANA (Kubalas Pengkhianatanmu!)

ZIFANA (Kubalas Pengkhianatanmu!)

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Kehidupan di Kantor / Romansa / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Rita Tatha

Berniat memberi kejutan kepada sang kekasih, Zifana justru yang terkejut karena ia memergoki sang kekasih sedang bercinta dengan sahabatnya sendiri. Rasa sakit itu kian dalam ketika Zifana mengetahui kalau sahabatnya sedang dalam keadaan hamil.

Zifana pun pergi dan membawa rasa sakit itu. Ia berjanji akan membuat kedua orang itu membayar mahal atas pengkhianatan yang sudah mereka lakukan.

Bisakah Zifana membalas pengkhianatan itu dan menemukan kebahagiaannya?

Simak kisahnya di sini dan jangan lupa selalu beri dukungan untuk Othor Kalem Fenomenal, Guys 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Tatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Zifana-21

Hari ini Jason datang ke rumah Joshua untuk menjenguk Zifana karena gadis itu izin tidak masuk kerja. Jiwa gadis itu masih terguncang. Bahkan, Joshua tidak berangkat ke kantor karena tidak tenang harus meninggalkan adiknya sendirian. Sementara orang tua mereka masih dalam perjalanan pulang. 

Sebenarnya, Joshua sudah merahasiakan semua ini dari kedua orang tuanya agar mereka tidak khawatir, tetapi batin seorang ibu sangatlah kuat. Dyah, sang mama terus saja mendesak hingga akhirnya ia mengatakan semuanya dengan jujur. Tentang pelecehan yang dilakukan oleh Jayden. 

Orang tua Zifana sangatlah geram. Bahkan, sang papa berjanji akan memberi perhitungan untuk lelaki itu. Ia tidak ikhlas ada lelaki yang menyakiti hati putrinya. Apalagi jika lelaki itu adalah orang yang ia percayai dulu. 

Joshua yang kala itu sedang menemani Zifana, mendengkus kasar ketika salah seorang pelayan mengatakan bahwa ada Jason di bawah. Lelaki itu masih enggan untuk bertemu dengan sahabatnya. Soal kejadian kemarin yang masih membuat hatinya kesal.  

Awalnya ia tidak menyalahkan Jason, tetapi ketika keadaan genting dan nomor Jason tidak bisa dihubungi membuat Joshua seketika kecewa kepada lelaki itu. Dengan bermalasan, Joshua turun dari ranjang Zifana. Meninggalkan wanita itu yang sedang tertidur lelap. 

"Jo, bagaimana keadaan Zifana?" tanya Jason cepat. Ia bangkit berdiri dengan segera lalu mendekati sahabatnya. 

"Sudah lebih baik daripada kemarin." Joshua menjawab ketus. Ia bahkan langsung duduk tanpa mempersilakan Jason. 

Melihat gerak-gerik sahabatnya, Jason hanya bisa menghirup napas dalam. Ia tahu, sahabatnya pasti marah padanya perihal kemarin dan ia harus meminta maaf untuk hal itu. 

"Jo, maafin aku. Sudah membuat kau kecewa seperti ini. Aku juga tidak tahu kalau kejadiannya akan seperti ini." Jason duduk di samping Joshua dan menyandarkan kepala di sofa. "Seandainya aku tahu akan ada kejadian seperti ini, aku tidak akan meninggalkan Zifana sendirian dan aku pasti akan membunuh lelaki itu." 

Tangan Jason terkepal erat. Bayangan Zifana yang menangis membuat lelaki itu serasa naik pitam. Padahal ia hanya membayangkan tidak melihatnya langsung. Ia tidak tahu, kenapa hatinya bisa merasa semarah itu. Padahal jika ditelisik lebih dalam, ia dan Zifana hanyalah sebatas atasan dan bawahan. 

"Kau tidak perlu semarah itu apalagi sampai membunuh Jayden. Aku tidak mau kalau kau justru masuk penjara. Biarlah sekarang lelaki itu yang masuk ke penjara dan aku sudah memberikan bukti-bukti kejahatan dia," ucap Joshua. 

Berbicara seperti itu dengan  sang sahabat, membuat hati Joshua merasa lebih lega. Bahkan, ia merasa sangat bersalah karena sudah menyalahkan Jason atas semua yang terjadi. Padahal sebenarnya itu bukan salah Jason sepenuhnya. 

"Maafin aku, Jo. Aku sungguh ...." 

"Tidak perlu minta maaf. Aku yang terlalu berlebihan. Kalau boleh tahu, kau pergi ke mana kemarin?" tanya Joshua penasaran. 

"Aku menemui Rere. Sahabatku yang dulu membantuku mendapatkan Arini. Sepertinya kau pernah berkenalan dengannya," kata Jason. 

Pembicaraan mereka mulai santai tidak setegang tadi. Joshua mengusap dagu sambil mengingat seorang wanita yang bernama Rere, tetapi ia tidak bisa mengingatnya sama sekali. 

Setelah cukup lama saling berbincang, Jason pun memaksa agar bisa bertemu dengan Zifana untuk memastikan keadaan wanita tersebut. Awalnya Joshua menolak, tetapi ia pun mengiyakan saat sang sahabat terus saja memaksa. 

Ketika sudah masuk ke dalam kamar Zifana, jantung Jason berdegup kencang. Ia melihat Zifana yang sedang rebahan sambil bermain ponsel. Melihat kedatangan sang bos, Zifana pun langsung menaruh ponselnya dan berbalik untuk membelakangi lelaki itu. 

"Untuk apa kau datang ke sini?" tanya Zifana penuh penegasan. 

"Aku? Tentu saja untuk melihat keadaanmu." Jason duduk di tepi ranjang bahkan tanpa disuruh. "Maafkan aku." 

"Kau tidak perlu meminta maaf. Kau tidak bersalah. Lagi pula, beruntung saat itu Abang datang jadi Jayden sudah langsung ditangkap," kata Zifana masih belum berbalik. 

Ia sengaja karena masih merasa enggan kepada lelaki itu. 

"Ya, aku sungguh sangat minta maaf kepadamu." Suara Jason terdengar lirih dan penuh sesal.

Merasa tidak tega, Zifana pun berbalik dan bertatapan dengan Jason. Setidaknya dalam hati Jason mengembuskan napas lega karena melihat keadaan Zifana yang baik-baik saja secara fisik. Entah jika secara batin. 

"Untuk beberapa hari ini kau boleh beristirahat saja di rumah. Aku tidak akan memaksa kau untuk datang ke kantor karena aku pun tidak ke kantor selama tiga hari ke depan," kata Jason. Kening Zifana mengerut dalam ketika melihatnya. 

"Memangnya kau mau ke mana? Apa kau akan ke luar kota?" Zifana terlihat sangat penasaran. 

Jason menggeleng cepat menanggapi pertanyaan tersebut. "Tidak. Aku akan menemani Rere selama tiga hari ke depan sebelum ia kembali ke luar negeri." 

Zifana terpaku. Wajahnya pun mendadak muram. "Re-Rere?" gumamnya lirih. 

1
Widia Aja
Duh, Zifana, musuh mu bertambah satu, Rere...
Jayden, Leli, dab sekarang Rere...
Three snake demons...
Jangan ceroboh lagi ya Zifana
Widia Aja
Duh, Jason pasti yg liat jadi cemburu tuh..
Widia Aja
Ketemu lagi kitaaahh....
Widia Aja
Eh...kurang ajar banget nih si jiJay udah niat mau jual Zilfana..
Widia Aja
Wah, cowok modelan Jay yang Jijay kek gini sih fixed sampah banget...cocok ama Leli, sama2 sampah busuk yg dicuci berkali2 juga gak bakalan bisa bersih apalagi ilang bau busuk nya..
Isabela Devi
mendingan kamu pergi Zi
Isabela Devi
ga usah kerja di kantor Jason lagi zifa
Isabela Devi
waduh suami ga py hati, masa mau jual istrinya ke laki laki hidung belang
Isabela Devi
hahhaha zi pintar bgt, air itu kasih minum ke mantan
Isabela Devi
balskan sakit hati zifa
Isabela Devi
pasti bos ada maunya itu zi
Isabela Devi
hajar dia bang🤣
Isabela Devi
bagus itu zi
74 Jameela
kayaknya yg neror Zi...adl Rizal scra dia yg bilg spya Zi undur diri dr sekretaris Jason dg bilg kl Rere udh dtg di indonesia
Widia Aja: Wah, bahaya banget buat Zifana...
total 1 replies
74 Jameela
bagus👍👍👍👍👍
Nina Priyantina
kayaknya Rere nih buang keladinya dibalik topeng persahabatan
Jiuyue
Jayden, Joshua, Jason...
😄
Parianti Yundiah
jason memang keterlaluan
Parianti Yundiah
dasar jayden sakit jiwa
Eemlaspanohan Ohan
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!