NovelToon NovelToon
Terjerat Benang Merah

Terjerat Benang Merah

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Romansa / Konflik etika / Balas Dendam / Perjodohan / Tamat
Popularitas:827.9k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Ternyata, teori tentang benang merah itu memang ada. Sejauh dan selama apapun berpisah, jika ada yang belum selesai makan akan tetap bertemu dengan cara yang terkadang tak masuk dalam logika.

Siapa yang sangka, Bianca akan kembali bertemu , mantan tunangan yang dulu dijodohkan dengannya dalam keadaan Bianca yang sudah tidak seperti dulu lagi.

Tunangan yang dulunya pergi meninggalkannya karena alasan tidak mencintainya, kini justru selalu terlihat dalam hidup Bianca yang begitu pelik.

Padahal mantan tunangannya itu sudah memiliki wanita yang dicintai sejak dulu menjalin hubungan dengan Bianca.

"Bisakah kau melewatiku begitu saja saat melihatku? Jangan mendekat dan jangan ikut campur terlalu jauh ke dalam hidupku!" - Bianca -

Apa jadinya jika dua orang itu justru terikat oleh sebuah teori benang merah yang tidak pernah putus diantara mereka?

Apakah mereka akan kembali bersama meski benang merah sudah terlalu rumit mengikat mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingin dekat dengan Bianca

"El!" Panggil sesorang.

Bug...

Belum juga Elgard menoleh dengan sempurna, wajahnya sudah mendapat pukulan yang begitu keras.

"Apa yang kau lakukan!" Geram Elgard karena Kevin tiba-tiba saja langsung memukulnya.

"Semua ini gara-gara kau! Kalau kau tidak mengganggu Bianca, pasti tidak akan ada yang menyebarkan informasi tentang masa lalu Bianca sampai dia diperlakukan seperti tadi!" Kevin niatnya datang ke apartemen Bianca untuk meminta maaf atas kejadian di kantor tadi. Tapi siapa sangka dia di sana justru bertemu Elgard. Merasa kemarahannya belum terlampiaskan, dia langsung memukul Elgard begitu saja.

Bug...

Elgard membalas satu pukulan untuk Kevin bahkan terlihat lebih keras dari pukulan Kevin tadi karen Kevin sampai tersungkur tak berdaya.

"Sebelum kau menyalahkan orang lain, lebih baik lihat dulu dirimu! Dimana kau saat kejadian tadi? Kenapa orang-orang di kantormu sampai berani berbuat seperti itu pada Bianca? Kau ternyata tidak bisa melindunginya sama sekali!"

Kevin hanya diam memegang luka di wajahnya. Dia sejak tadi hanya menyalahkan Elgard atas apa yang terjadi. Tapi kalau dipikir lagi, memang benar apa yang Elgard katakan. Dia tidak bisa melindungi Bianca di wilayahnya sendiri.

Dia memang salah karena sejak siang tadi dia ada di rumah. Mommynya sedang tidak enak badan dan meminta terus ditemani oleh Kevin. Salahnya lagi dia tak menganggap serius aduan Bianca tadi siang. Kevin kira tidak akan ada yang mengusik Bianca karena semua orang di kantornya kalau Bianca dekat dengannya. Ternyata dia salah, dia kecolongan untuk hal itu. Sekarang dia merasa begitu bersalah pada Bianca.

"Masalah Meriana aku sudah mengatasinya, bahkan aku memberinya pelajaran yang tak terkira. Sekarang apa yang akan kau lakukan pada bawahanmu itu? Kau akan membiarkan mereka yang telah menyakiti Bianca?!"

"Tertu tidak, aku sudah tau apa yang harus aku lakukan pada mereka!"

Keduanya terlihat bicara dengan lebih tenang, tidak seperti tadi yang datang dengan amarah dan dihadapi dengan amarah pula.

"Tadi bagaimana keadaan Bianca?"

"Dia tentu saja sedih dan malu karena dicemooh sampai dilemari telur seperti tadi. Tapi sampai saat ini, aku tidak tau lagi kabarnya bagaimana. Aku tidak bisa menghubunginya, lampu di balkonnya juga mati. Mungkin dia sudah tidur!" Elgard mendongak menatap balkon di apartemen Bianca.

"Semoga dia baik-baik saja!" Gumam Kevin.

"Hmm!"

Keduanya diam sejenak, sama-sama menghisap rokok dengan bersandar di mobil Elgard.

"Ngomong-ngomong, ternyata kau jadi menyelidiki tentang Meriana"

"Hmm, awalnya aku tidak mau karena aku percaya padanya. Tapi sebenarnya tidak ada salahnya aku menyelidikinya entah nanti hasilnya apa. Tapi ternyata hasilnya sangat mengejutkan" Elgard tersenyum di ujung bibirnya yang terluka.

"Kau menyesal?"

"Tentu saja. Itu karena aku menghabiskan waktu bertahun-tahun demi wanita seperti dia!"

"Sudahlah, kau pasti bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari dia. Tapi, kenapa wajahmu seperti itu? Aku hanya memukulmu sekali tidak mungkin langsung babak belur seperti itu!"

"Kau tau sendiri bagaimana Ayahku. Dia tidak terima aku membatalkan pertunanganku dengan Meriana!"

"Kenapa bisa? Bukannya itu jelas-jelas skandal besar? Ayahmu tentu saja tidak mungkin mau mendapatkan kerugian karena masih mempertahankan Meriana kan?"

"Aku juga tidak tau. Aku rasa ada sesuatu yang ditutupi Ayahku!" Elgard memang sudah berencana menyelidiki semuanya. Tarmasuk kasus korupsi Ayah Bianca yang sudah mulai ia selidiki lagi beberapa waktu lalu.

"Kau benar!"

Kevin melirik sahabatnya itu. Dia merasa prihatin dengan keadaan Elgard saat ini karena dikhianati oleh kekasihnya. Tapi di sisi lain, Kevin sadar kalau Elgard saat ini adalah pria single yang tentunya lebih leluasa untuk mengejar Bianca.

"Halo?" Kevin agak menjauh saat mengangkat panggilan dari rumahnya.

"Apa? Aku segera ke sana!" Kevin terlihat panik setelah bicara dengan seseorang.

"Aku harus pergi El! Mommy masuk rumah sakit!"

"Baiklah, semoga Bibi cepat sembuh!"

"Hmm!" Sebenarnya Kevin merasa berat meninggalkan Elgard di sana karena dia khawatir kalau Elgard naik dan bertemu Bianca lebih dulu daripada dirinya.

Memang hari semakin larut saat ini, Elgard mulai bergerak naik ke unit milik Bianca. Dia berdiri di depan pintu apartemen Bianca. Hanya berdiri di sana tanpa berniat mengetuknya sama sekali. Dia seeperti tidak mau mengganggu pemiliknya yang mungkin sudah tidur di dalam sana.

Tapi Elgard ingin sekali melihat dan dekat dengan Bianca saat ini. Dia ingin mengatakan pada Bianca apa yang terjadi padanya saat ini. Tapi Elgard takut kalau Bianca tidak mau bertemu dengannya saat ini.

Pria tampan bertubuh tinggi itu hanya bersandar pada dinding. Mendongakkan kepalanya sembari memejamkan matanya.

Cklek...

Elgard terkejut saat pintu di sampingnya tiba-tiba terbuka.

"Bee?" Elgard tak menyangka saja kalau Bianca akan keluar malam-malam begini.

"Kenapa kau ada di sini?" Bianca sama terkejutnya karena dia ingin keluar membuang sampah namun tiba-tiba melihat pria yang berdiri di depan apartemennya.

"Aku.."

"Kenapa wajahmu seperti itu. Bukannya malam ini adalah malam pertunanganmu? Tapi kenapa kau justru ada di sini?"

"Pertunanganku batal Bee!"

"Apa?" Bianca hanya terkejut tanpa bertanya apa penyebabnya.

"Aku..."

Brug...

"El!!" Bianca memekik karena Elgard tiba-tiba saja ambruk di pelukannya.

1
Suci Uci
semoga biancaa Ama royy aja sama sama gadis dan perjaka
Maria Christanti
wah sdh selesai ya. Mksih Thor sll semangat dlm berkarya.💪
Diah Anggraini
keren el
Diah Anggraini
semangat el..
semangat Bee.. 👍👍
Diah Anggraini
sabar ya el..
kalo kau sedih eke jadi sedih juga dah bacanya
Diah Anggraini
guuut.. el
Diah Anggraini
kereeennnnn Bee💪💪💪
Diah Anggraini
modus aja el
Diah Anggraini
tenang aja ka..
saya suka ko alur ceritanya ..
bagus
Diah Anggraini
cakep el
Diah Anggraini
buat el.. tepat banget datengnya
Diah Anggraini
el.. saya bacnya jadi sedih tau
Diah Anggraini
keren cerita bagus
den
semangat thorr🤍
Hariyanti
ceritanya bagus Thor 🥰 rasanya seperti makan gado-gado...... macam-macam rasanya 🥰🥰🥰🤗
Firgi Septia
aku kira elgard masih perjaka ternyata sdh bekas kasihan Bianca dapat bekas meriana/Smug/
Yeni Fitriani
kan jadinya terlihat bngeet klo erlgard sm sprti boneka mainan bg ayahnya.... dulu di paksa tunangan sm bianca lalu di paksa putus.... skrg pu dipaksa tunangan sm meri tp blm tentu sampai menikah karna sdh di ulti begiti meri pinya skandal kudu langsung putus jg sm meri..... bener2 org tua yg gila....
May Maya
bagus
Siti Maulidah
ceritanya sangat menarik /Heart//Heart/
Sulayah Kingdom
oke thor di maafkan meski lebaran udh lewat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!